Infografis BPS Republik Indonesia
Ekspor dan Impor Indonesia Januari 2026 masing-masing tercatat USD 22,16 miliar dan USD 21(1)
2026-03-02
Pada Januari 2026, nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar, naik 3,39 persen dibanding Januari 2025. Demikian juga dengan ekspor nonmigas Januari 2026 naik 4,38 persen menjadi US$21,26 miliar. Pada Januari 2026, nilai impor mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21 persen dibandingkan Januari 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas Januari 2026 naik 16,71 persen menjadi US$18,04 miliar. Neraca perdagangan Indonesia Januari 2026 mengalami surplus US$0,95 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$3,22 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$2,27 miliar.
Download InfografisTingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia September 2025(1)
2026-02-05
Pada September 2025, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan gini ratio adalah sebesar 0,363. Angka ini menurun 0,012 poin jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,375 dan menurun 0,018 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,381.Gini ratio di daerah perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,383; turun dibanding gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,395 dan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,402.Gini ratio di daerah perdesaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,295; turun dibanding gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,299 dan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,308.Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, pada September 2025, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 19,28 persen. Jika dirinci berdasarkan daerah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 18,32 persen. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 22,09 persen.
Download InfografisProfil Kemiskinan di Indonesia, September 2025(1)
2026-02-05
Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 8,25 persen, menurun 0,22 persen poin terhadap Maret 2025 dan menurun 0,32 persen poin terhadap September 2024.Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 23,36 juta orang, menurun 0,49 juta orang terhadap Maret 2025 dan menurun 0,70 juta orang terhadap September 2024.Persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 sebesar 6,60 persen, turun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,73 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin di perdesaan pada September 2025 sebesar 10,72 persen, menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 11,03 persen.Dibanding Maret 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 berkurang sebanyak 0,09 juta orang (dari 11,27 juta orang pada Maret 2025 menjadi 11,18 juta orang pada September 2025). Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 0,40 juta orang (dari 12,58 juta orang pada Maret 2025 menjadi 12,18 juta orang pada September 2025).
Download InfografisKeadaan Ketenagakerjaan Indonesia November 2025(2)
Tanggal tidak tersedia
Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada November 2025 sebanyak 155,27 juta orang, naik 1,262 juta orang dibanding Agustus 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,95 persen, naik sebesar 0,36 persen poin dibanding Agustus 2025.Penduduk bekerja pada November 2025 sebanyak 147,91 juta orang, naik 1,371 juta orang dari Agustus 2025. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbanyak pada penduduk bekerja adalah Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum sebanyak 0,381 juta orang.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 4,74 persen, turun 0,11 persen poin dibanding Agustus 2025.Rata-rata upah buruh pada November 2025 sebesar 3,33 juta rupiah.
Download InfografisKeadaan Ketenagakerjaan Indonesia November 2025(1)
2026-02-05
Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada November 2025 sebanyak 155,27 juta orang, naik 1,262 juta orang dibanding Agustus 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,95 persen, naik sebesar 0,36 persen poin dibanding Agustus 2025.Penduduk bekerja pada November 2025 sebanyak 147,91 juta orang, naik 1,371 juta orang dari Agustus 2025. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbanyak pada penduduk bekerja adalah Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum sebanyak 0,381 juta orang.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 4,74 persen, turun 0,11 persen poin dibanding Agustus 2025.Rata-rata upah buruh pada November 2025 sebesar 3,33 juta rupiah.
Download InfografisPertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025(1)
2026-02-05
Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau USD 5.083,4.Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan III-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 0,86 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,59 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 37,68 persen.Selama tahun 2025, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi ekonomi Indonesia secara spasial dengan kontribusi mencapai 56,93 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,30 persen (c-to-c).
Download InfografisLuas Panen dan Produksi Jagung di Indonesia 2025 (Angka Tetap)(1)
2026-02-02
Luas panen jagung pipilan pada 2025 sebesar 2,71 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 0,16 juta hektare atau 6,35 persen dibandingkan luas panen pada 2024 yang sebesar 2,55 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 sebanyak 16,16 juta ton, naik sebanyak 1,02 juta ton atau 6,74 persen dibandingkan pada 2024 yang sebanyak 15,14 juta ton.Potensi luas panen jagung pipilan periode Januari–Maret 2026 diperkirakan sebesar 0,86 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen periode Januari–Maret 2026 diperkirakan sebesar 4,94 juta ton.
Download InfografisIndeks Harga Produsen Triwulan IV 2025(1)
2026-02-02
Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan IV-2025 naik 0,76 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 2,80 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan IV-2025 naik 0,58 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 5,27 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan IV-2025 naik 1,78 persen dibandingkan triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 2,43 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan IV-2025 naik 0,87 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 2,80 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan IV-2025 naik 0,18 persen dibandingkan dengan triwulan III-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV2024 (y-on-y) naik 2,55 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan IV-2025 naik 0,33 persen jika dibandingkan dengan triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 2,70 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Pengangkutan triwulan IV-2025 naik 0,51 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y) naik 1,54 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan IV-2025 naik 0,41 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 1,87 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan IV-2025 naik 0,17 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y) naik 1,65 persen. IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan IV-2025 naik 0,20 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 1,54 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y).
Download InfografisIndeks Harga Perdagangan Besar Bulan Januari 2026(1)
2026-02-02
Pada Januari 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 1,73 persen terhadap IHPB Januari 2025. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi Produk Makanan, Minuman dan Tembakau; Tekstil, Pakaian, dan Produk Kulit, yakni sebesar 2,37 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Januari 2026 antara lain: beras biasa, jagung, SKM (rokok/sigaret kretek mesin), sapi potong, dan telur konsumsi ayam ras.Pada Januari 2026, perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) dan tahun kalender (y-to-d) turun sebesar 0,28 persen.Perubahan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Januari 2026 sebesar 2,90 persen terhadap Januari 2025, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas kerikil, batu pecahan, kerangka/kusen pintu/jendela dari aluminium, pasir, dan tanah urug.
Download InfografisPerkembangan Transportasi Indonesia Desember 2025(1)
2026-02-02
Pada Desember 2025, penumpang angkutan udara domestik naik 9,02 persen menjadi 5,5 juta orang, penumpang internasional naik 8,54 persen menjadi 1,8 juta orang, dan barang domestik naik 4,97 persen menjadi 57,0 ribu ton. Selama Januari–Desember 2025, penumpang domestik 59,8 juta orang (turun 5,82 persen), penumpang internasional 20,5 juta orang (naik 8,14 persen), dan barang 671,1 ribu ton (naik 0,01 persen).Penumpang angkutan laut domestik pada Desember 2025 naik 21,69 persen menjadi 2,6 juta orang dan barang yang diangkut turun 1,88 persen menjadi 46,4 juta ton. Selama Januari–Desember 2025, penumpang 30,5 juta orang (naik 16,48 persen), dan barang 508,4 juta ton (naik 16,56 persen).Penumpang kereta pada Desember 2025 naik 7,03 persen menjadi 50,7 juta orang dan barang naik 1,00 persen menjadi 6,6 juta ton. Selama Januari–Desember 2025, penumpang 549,9 juta orang (naik 8,88 persen) dan barang 74,1 juta ton (naik 0,85 persen).Penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan pada Desember 2025 naik 20,46 persen menjadi 4,7 juta orang. Selama Januari–Desember 2025, penumpang naik 12,02 persen.
Download Infografis