Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Infografis BPS Republik Indonesia

Indeks Harga Ekspor dan Indeks Harga Impor Indonesia Triwulan II-2026 Masing-masing Naik S(1)

Indeks Harga Ekspor dan Indeks Harga Impor Indonesia Triwulan II-2026 Masing-masing Naik S(1)

2026-09-01

Indeks Harga Ekspor (IHX) umum pada triwulan II-2026 naik 10,92 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 24,94 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).IHX kelompok migas triwulan II-2026 naik 23,47 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 28,57 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).IHX kelompok nonmigas triwulan II-2026 naik 10,29 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 24,74 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).Indeks Harga Impor (IHM) umum pada triwulan II-2026 naik 14,19 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 25,45 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).IHM kelompok migas triwulan II-2026 naik 40,30 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 37,97 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).IHM kelompok nonmigas triwulan II-2026 naik 9,91 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 23,10 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).

Download Infografis
Pada Agustus 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke (1)

Pada Agustus 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke (1)

2026-09-01

Pada Agustus 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 6,18 persen terhadapIHPB Agustus 2025. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi BijihBesi dan Mineral; Listrik, Gas, dan Air, yakni sebesar 14,50 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun(y-on-y) pada Agustus 2026 antara lain: elpiji non subsidi, solar industri,beras biasa, minyak pelumas, dan laptop.Pada Agustus 2026, perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) naiksebesar 0,50 persen, sedangkan menurut tahun kalender (y-to-d) naiksebesar 5,08 persen.Perubahan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y)Agustus 2026 sebesar 9,52 persen terhadap Agustus 2025, antara laindisebabkan oleh kenaikan harga komoditas aspal, baja tulangan (besi beton), semen, pasir, dan batu pecahan.

Download Infografis
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Juli 2026 naik 8,21 persen.(1)

Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Juli 2026 naik 8,21 persen.(1)

2026-09-01

Pada Juli 2026, penumpang angkutan udara domestik naik 6,91 persen menjadi 5,0 juta orang, penumpang internasional naik 6,00 persen menjadi 1,8 juta orang, dan barang domestik naik 8,02 persen menjadi 48,5 ribu ton. Selama Januari–Juli 2026, penumpang domestik turun 3,35 persen, penumpang internasional turun 0,74 persen, dan barang turun 13,22 persen.Penumpang angkutan laut domestik pada Juli 2026 naik 8,21 persen menjadi 3,2 juta orang dan barang yang diangkut naik 6,71 persen menjadi 46,0 juta ton. Selama Januari–Juli 2026, penumpang naik 2,50 persen dan barang naik 4,72 persen.Penumpang kereta pada Juli 2026 naik 5,21 persen menjadi 52,1 juta orang dan barang naik 1,46 persen menjadi 6,5 juta ton. Selama Januari–Juli 2026, penumpang kereta naik 7,85 persen dan barang turun 0,71 persen.Penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan pada Juli 2026 turun 6,81 persen menjadi 4,6 juta orang. Selama Januari–Juli 2026, penumpang naik 7,16 persen.

Download Infografis
Juli 2026, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,53 juta kunjungan, jumlah perjalanan w(1)

Juli 2026, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,53 juta kunjungan, jumlah perjalanan w(1)

2026-09-01

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli 2026 mencapai 1,53 juta kunjungan, naik 2,95 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juli 2026 mencapai 107,44 juta perjalanan, naik 7,23 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Juli 2026 mencapai 802,67 ribu perjalanan, turun 7,73 persen (y-on-y).Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Juli 2026 mencapai 54,54 persen, naik 1,75 persen poin (y-on-y).

Download Infografis
Luas Panen Jagung Pipilan Juli 2026 Turun 6,06 Persen, Potensi Panen Agustus–Oktober 0,6(1)

Luas Panen Jagung Pipilan Juli 2026 Turun 6,06 Persen, Potensi Panen Agustus–Oktober 0,6(1)

2026-09-01

Luas panen jagung pipilan pada Juli 2026 sebesar 0,23 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 15,00 ribu hektare atau 6,06 persen dibandingkan luas panen pada Juli 2025 yang sebesar 0,25 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Juli 2026 diperkirakan sebanyak 1,38 juta ton, turun sebanyak 0,09 juta ton atau 6,33 persen dibandingkan pada Juli 2025 yang sebanyak 1,48 juta ton.Potensi luas panen jagung pipilan periode Agustus–Oktober 2026 diperkirakan sebesar 0,68 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen periode Agustus–Oktober 2026 diperkirakan sebanyak 4,17 juta ton.

Download Infografis
Luas panen padi pada Juli 2026 sebesar 0,93 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 4,7(1)

Luas panen padi pada Juli 2026 sebesar 0,93 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 4,7(1)

2026-09-01

Luas panen padi pada Juli 2026 sebesar 0,93 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,01 juta hektare atau 1,05 persen dibandingkan luas panen padi di Juli 2025 yang sebesar 0,94 juta hektare.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada Juli 2026 diperkirakan sebanyak 5,70 juta ton GKP, mengalami penurunan sebanyak 0,06 juta ton GKP atau 1,04 persen dibandingkan produksi padi GKP di Juli 2025 yang sebanyak 5,76 juta ton GKP.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Juli 2026 diperkirakan sebanyak 4,75 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 0,05 juta ton GKG atau 1,00 persen dibandingkan produksi padi GKG di Juli 2025 yang sebanyak 4,80 juta ton GKG.Produksi beras pada Juli 2026 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sebanyak 2,74 juta ton beras, mengalami penurunan sebanyak 0,03 juta ton beras atau 0,99 persen dibandingkan produksi beras di Juli 2025 yang sebanyak 2,77 juta ton beras.

Download Infografis
Ekspor dan Impor Indonesia Juli 2026 masing-masing tercatat USD 26,22 miliar dan USD 26,09(1)

Ekspor dan Impor Indonesia Juli 2026 masing-masing tercatat USD 26,22 miliar dan USD 26,09(1)

2026-09-01

Nilai ekspor Indonesia Januari–Juli 2026 mencapai US$167,03 miliar atau naik 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas naik 5,21 persen menjadi US$160,01 miliar. Sementara pada Juli 2026, ekspor mencapai US$26,22 miliar, naik 6,05 persen dibanding Juli 2025. Demikian juga dengan ekspor nonmigas Juli 2026 naik 6,84 persen menjadi US$25,43 miliar. Nilai impor Indonesia Januari–Juli 2026 mencapai US$163,33 miliar atau naik 19,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 16,78 persen menjadi US$137,56 miliar. Sementara pada Juli 2026, impor mencapai US$26,09 miliar, naik 27,02 persen dibandingkan Juli 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 23,83 persen menjadi US$22,33 miliar. Neraca perdagangan Indonesia Januari–Juli 2026 mengalami surplus US$3,70 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$22,45 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$18,75 miliar.

Download Infografis
Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2026 sebesar 129,19 atau naik 1,05 persen(2)

Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2026 sebesar 129,19 atau naik 1,05 persen(2)

Tanggal tidak tersedia

NTP nasional Agustus 2026 sebesar 129,19 atau naik 1,05 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 1,14 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,09 persenPada Agustus 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,06 persen. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2026 sebesar 133,33 atau naik 0,98 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Pada Agustus 2026, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesarRp15.062 per kg, naik sebesar 1,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.897 per kg atau naik sebesar 1,48 persen.

Download Infografis
Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2026 sebesar 129,19 atau naik 1,05 persen(1)

Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2026 sebesar 129,19 atau naik 1,05 persen(1)

2026-09-01

NTP nasional Agustus 2026 sebesar 129,19 atau naik 1,05 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 1,14 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,09 persenPada Agustus 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,06 persen. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2026 sebesar 133,33 atau naik 0,98 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Pada Agustus 2026, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesarRp15.062 per kg, naik sebesar 1,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.897 per kg atau naik sebesar 1,48 persen.

Download Infografis
Backlog perumahan mengalami penurunan, dengan Backlog 1 tercatat sebesar 12,39 persen dan (1)

Backlog perumahan mengalami penurunan, dengan Backlog 1 tercatat sebesar 12,39 persen dan (1)

2026-08-31

Backlog 1 (Backlog Kepemilikan) menurun dari 13,00 persen (9,64 juta rumah tangga) pada tahun 2025 menjadi 12,39 persen (9,29 juta rumah tangga) pada tahun 2026.Backlog 2 (Backlog Kelayakhunian) menurun dari 25,33 persen (18,77 juta rumah tangga) pada tahun 2025 menjadi 24,03 persen (18,01 juta rumah tangga) pada tahun 2026.Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap rumah layak huni meningkat dari 68,40 persen pada tahun 2025 menjadi 70,30 persen pada tahun 2026. Peningkatan juga terjadi pada seluruh komponen penyusun rumah layak huni, yaitu ketahanan bangunan dari 87,10 persen menjadi 87,52 persen, kecukupan luas lantai per kapita dari 94,66 persen menjadi 94,91 persen, akses air minum layak dari 93,22 persen menjadi 93,71 persen, dan akses sanitasi layak dari 85,37 persen menjadi 86,73 persen.

Download Infografis