Infografis BPS Republik Indonesia
Luas panen jagung pipilan pada April 2026 sebesar 0,24 juta hektare(1)
2026-06-02
Luas panen jagung pipilan pada April 2026 sebesar 0,24 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 0,01 juta hektare atau 4,90 persen dibandingkan luas panen pada April 2025 yang sebesar 0,23 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada April 2026 sebanyak 1,38 juta ton, naik sebanyak 0,10 juta ton atau 8,15 persen dibandingkan pada April 2025 yang sebanyak 1,27 juta ton.Potensi luas panen jagung pipilan periode Mei–Juli 2026 diperkirakan sebesar 0,65 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen periode Mei–Juli 2026 diperkirakan sebanyak 3,74 juta ton.
Download InfografisLuas panen padi pada April 2026 sebesar 1,40 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 7,(1)
2026-06-02
Luas panen padi pada April 2026 sebesar 1,40 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,26 juta hektare atau 15,47 persen dibandingkan luas panen padi di April 2025 yang sebesar 1,65 juta hektare.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada April 2026 sebanyak 9,13 juta ton GKP, mengalami penurunan sebanyak 1,76 juta ton GKP atau 16,15 persen dibandingkan produksi padi GKP di April 2025 yang sebanyak 10,88 juta ton GKP.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada April 2026 sebanyak 7,63 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 1,46 juta ton GKG atau 16,03 persen dibandingkan produksi padi GKG di April 2025 yang sebanyak 9,09 juta ton GKG.Produksi beras pada April 2026 untuk konsumsi pangan penduduk sebanyak 4,40 juta ton beras, mengalami penurunan sebanyak 0,84 juta ton beras atau 16,00 persen dibandingkan produksi beras di April 2025 yang sebanyak 5,23 juta ton beras.
Download InfografisNilai Tukar Petani (NTP) Mei 2026 sebesar 127,73 atau naik 1,99 persen(2)
Tanggal tidak tersedia
NTP nasional Mei 2026 sebesar 127,73 atau naik 1,99 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 2,53 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,53 persen.Pada Mei 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,48 persen. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional Mei 2026 sebesar 132,84 atau naik 1,95 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Pada Mei 2026, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp14.667 per kg, naik sebesar 0,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.402 per kg atau naik sebesar 0,79 persen.
Download InfografisNilai Tukar Petani (NTP) Mei 2026 sebesar 127,73 atau naik 1,99 persen(1)
2026-06-02
NTP nasional Mei 2026 sebesar 127,73 atau naik 1,99 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 2,53 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,53 persen.Pada Mei 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,48 persen. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional Mei 2026 sebesar 132,84 atau naik 1,95 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Pada Mei 2026, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp14.667 per kg, naik sebesar 0,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.402 per kg atau naik sebesar 0,79 persen.
Download InfografisEkspor dan Impor Indonesia April 2026 masing-masing tercatat USD 25,30 miliar dan USD 25,2(1)
2026-06-02
Nilai ekspor Indonesia Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau naik 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas naik 6,28 persen menjadi US$87,74 miliar. Sementara pada April 2026, ekspor mencapai US$25,30 miliar, naik 21,98 persen dibanding April 2025. Demikian juga dengan ekspor nonmigas April 2026 naik 23,36 persen menjadi US$24,15 miliar.Nilai impor Indonesia Januari–April 2026 mencapai US$86,51 miliar atau naik 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 12,70 persen menjadi US$73,58 miliar. Sementara pada April 2026, impor mencapai US$25,21 miliar, naik 22,49 persen dibandingkan April 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 14,11 persen menjadi US$20,62 miliar.Neraca perdagangan Indonesia Januari–April 2026 mengalami surplus US$5,64 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$14,16 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$8,52 miliar.
Download InfografisInflasi year-on-year (y-on-y) pada Mei 2026 sebesar 3,08 persen.(1)
2026-06-02
Pada Mei 2026, terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,40. Inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat provinsi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 5,94 persen dengan IHK sebesar 112,93, sedangkan terendah terjadi di Provinsi Lampung sebesar 1,94 persen dengan IHK sebesar 111,84. Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,09 persen dengan IHK sebesar 118,52, sedangkan terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,66 persen dengan IHK sebesar 113,79.Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Mei 2026 tercatat sebesar 1,35 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,59 persen, dengan tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,22 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,38 persen.
Download InfografisNilai Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia tercatat sebesar 0,402, menunjukkan perba(1)
2026-05-05
Nilai Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia 2025 tercatat sebesar 0,402, membaik 0,019 poin dibandingkan tahun sebelumnya.Ketimpangan antara perempuan dan laki-laki pada indikator pembentuk IKG masih terjadi. Namun, secara umum mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.Ketimpangan gender mengalami perbaikan di sebagian besar provinsi di Indonesia.
Download InfografisSUPAS 2025: Angka Kelahiran Total (TFR) sebesar 2,13, Angka Kematian Bayi (IMR) sebesar 1(1)
2026-05-05
Penduduk Indonesia tumbuh melambat, dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk tahunan sebesar 1,08 persen dalam lima tahun terakhir.Rasio ketergantungan mengalami peningkatan selama periode lima tahun terakhir, mencapai 45,05 persen di tahun 2025.Angka Kelahiran Total (TFR) Indonesia sebesar 2,13 mendekati Replacement Level.Angka Kematian Bayi (IMR) terus menurun mencapai 14,12 dan Angka Kematian Ibu Melahirkan (MMR) juga terus menurun mencapai 144.Sebanyak 15 dari 1.000 penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas bertempat tinggal di provinsi yang berbeda dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya.Indonesia saat ini berada pada fase ageing population dengan persentase penduduk lanjut usia mencapai 11,97 persen.
Download InfografisTingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,68 persen. Rata-rata upah buruh sebesar 3,29 (2)
Tanggal tidak tersedia
Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026 sebanyak 154,91 juta orang, bertambah 1,862 juta orang dibanding Februari 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,56 persen, turun sebesar 0,04 persen poin dibanding Februari 2025.Penduduk bekerja pada Februari 2026 sebanyak 147,67 juta orang, meningkat 1,896 juta orang dibandingkan Februari 2025. Lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yaitu 42,49 juta orang atau sebesar 28,78 persen.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 4,68 persen, turun 0,08 persen poin dibanding Februari 2025.Rata-rata upah buruh pada Februari 2026 sebesar 3,29 juta rupiah.
Download InfografisTingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,68 persen. Rata-rata upah buruh sebesar 3,29 (1)
2026-05-05
Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026 sebanyak 154,91 juta orang, bertambah 1,862 juta orang dibanding Februari 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,56 persen, turun sebesar 0,04 persen poin dibanding Februari 2025.Penduduk bekerja pada Februari 2026 sebanyak 147,67 juta orang, meningkat 1,896 juta orang dibandingkan Februari 2025. Lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yaitu 42,49 juta orang atau sebesar 28,78 persen.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 4,68 persen, turun 0,08 persen poin dibanding Februari 2025.Rata-rata upah buruh pada Februari 2026 sebesar 3,29 juta rupiah.
Download Infografis