Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Inflasi Bulan November 2004 Mencapai 0,89 %
2004-12-01
Pada bulan November 2004 terjadi inflasi 0,89 persen. Kota-kota IHK yang berjumlah 45 kota seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 2,81 persen, dan inflasi terendah di Pontianak 0,10 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa masing-masing sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 2,29 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,67 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,25 persen, kelompok sandang 1,29 persen, kelompok kesehatan 0,20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,04 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,48 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-November) 2004 sebesar 5,31 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (November 2004 terhadap November 2003) sebesar 6,18 persen.
Download PDFNTP Bulan September 2004 Turun 2,90% Menjadi 100,97
2004-12-01
Dibanding bulan sebelumnya, Pada bulan Nopember 2004, rata-rata harga Gabah Kering Simpan (GKS) naik 2,43 persen; Gabah Kering Panen (GKP) naik 1,22 persen; sedangkan gabah kualitas rendah turun 4,33 persen. Tidak ditemukan petani yang melakukan transaksi Gabah Kering Giling (GKG) pada Nopember 2004. Rata-rata harga gabah kualitas GKS masih berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang dibawah HPP naik : dari 26,45 persen (Oktober 2004) menjadi 29,22 persen (Nopember 2004). Persentase gabah petani yang berkualitas rendah juga naik yaitu : dari 6,77 persen (Oktober 2004) menjadi 7,25 persen (Nopember 2004). Berdasarkan 524 observasi gabah di 13 propinsi pada Nopember 2004, harga gabah terendah di tingkat petani adalah sebesar Rp. 900,00/kg dijumpai di Jabar (Kec. Sukaraja, Kab. Sukabumi). Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp. 1.727,27/kg dijumpai di Sumatera Utara (Kec. Lumban Julu, Kab. Toba Samosir). Pada bulan September 2004, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah 100,97 atau turun 2,90 persen dibanding NTP Agustus 2004 sebesar 103,99. Hal ini terutama disebabkan petani hanya dapat menjual hasil produksinya dengan harga 3,18 persen lebih rendah dibanding harga bulan Agustus 2004. Dari 23 propinsi yang diamati selama bulan Agustus 2004, Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Riau (21,66 persen), karena harga karet getah tebal produksi petani naik 14,10 persen bersamaan dengan turunnya harga sebagian besar barang konsumsi. Penurunan NTP terbesar di Sulawesi Utara (minus 24,70 persen) karena harga cengkeh turun 34,72 persen . Pada September 2004, terjadi deflasi di daerah pedesaan Indonesia sebesar 0,11 persen sedangkan daerah perkotaan mengalami inflasi 0,02 persen pada bulan yang sama. Deflasi pedesaan terjadi karena harga kelompok perumahan turun 2,13 persen dan aneka barang dan jasa turun 0,63 persen. Sedangkan kelompok makanan naik 0,43 persen dan pakaian naik 1,31 persen.
Download PDFUpah Buruh Tani Bulan September 2004 Naik Sebesar 0,79 %
2004-12-01
Upah buruh tani pada bulan September 2004 naik sebesar 0,79 persen dibanding bulan Agustus 2004 yaitu dari Rp 11.113,- menjadi Rp 11.201,-/hari, sedangkan terhadap September 2003 (year on year) naik 9,15 persen. Upah pembantu rumahtangga pada bulan Nopember 2004 naik 0,63 persen dibanding bulan Oktober 2004, yaitu dari Rp 145.932,- menjadi Rp 146.851,-/bulan. Namun secara riil turun 0,26 persen. Upah buruh bangunan naik 0,15 persen, yaitu dari Rp 28.491 menjadi Rp.28.534/hari, namun secara riil turun 0,73 persen. Dibanding upah Nopember 2003 (year on year) naik 8,53 persen. Upah nominal buruh industri pada triwulan II 2004 naik sebesar 5,47 persen dibanding triwulan I 2004 yaitu dari Rp 753.000,- menjadi Rp 794.000/bulan. Secara riil naik 3,05 persen. Dibanding triwulan II 2003 (year on year) naik 14,88 persen.
Download PDFITB dan ITK Triwulan III-2004 Indonesia Diatas Angka 100
2004-11-26
Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan III-2004 (Juli-September 2004) untuk Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia berada diatas angka 100, yaitu 114,36 untuk Jabotabek, 107,85 untuk Luar Jabotabek dan 111,36 untuk Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi bisnis untuk Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia pada triwulan III-2004 lebih baik dibanding triwulan II-2004 (April-Juni 2004). Meningkatnya kondisi bisnis pada triwulan III-2004 dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu meningkatnya pendapatan usaha, meningkatnya kapasitas produksi, dan meningkatnya penggunaan tenaga kerja. Perkiraan ITB triwulan IV-2004 (Oktober-Desember 2004) untuk Jabotabek, Luar Jabotabek, dan Indonesia juga berada diatas 100, yaitu 116,25 untuk Jabotabek, 109,44 untuk Luar Jabotabek dan 113,12 untuk Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa prospek bisnis di Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia pada triwulan IV-2004 diperkirakan lebih baik dibanding triwulan III-2004. Meningkatnya prospek bisnis pada triwulan IV-2004 dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu meningkatnya order dari dalam negeri dan luar negeri, meningkatnya harga jual saat ini, dan meningkatnya order barang input. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) triwulan III-2004 (Juli-September 2004) di Jabotabek diatas angka 100, yaitu 112,77. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III-2004 di Jabotabek lebih baik dibanding triwulan II-2004 (April-Juni 2004). Meningkatnya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III-2004 dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu meningkatnya pendapatan rumahtangga dan makin stabilnya harga konsumsi makanan sehari-hari. Perkiraan ITK triwulan IV-2004 (Oktober-Desember 2004) berada diatas angka 100, yaitu 114,62. Hal ini mengindikasikan bahwa perkiraan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV-2004 di Jabotabek lebih baik dibanding triwulan III-2004 (Juli-September 2004). Meningkatnya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV-2004 dipengaruhi oleh perkiraan akan meningkatnya pendapatan rumahtangga pada triwulan IV-2004
Download PDFPDB Indonesia Triwulan III Tahun 2004 Meningkat Sebesar 3,05 %
2004-11-26
PDB Indonesia pada triwulan III tahun 2004 meningkat sebesar 3,05 persen terhadap triwulan II tahun 2004. Pertumbuhan PDB triwulan III tahun 2004 ini terjadi pada semua sektor ekonomi. PDB Indonesia pada triwulan III tahun 2004 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2003 mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan PDB triwulan I sampai dengan triwulan III tahun 2004 dibandingkan dengan periode yang sama Tahun 2003 tumbuh sebesar 4,89 persen. PDB Indonesia selama 3 triwulan pertama tahun 2003 atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 1 562,5 triliun, sedang selama 3 triwulan pertama tahun 2004 sudah mencapai Rp. 1 725,3 triliun. Di sisi penggunaan, pertumbuhan PDB triwulan III tahun 2004 terhadap triwulan II tahun 2004 didorong oleh kenaikan konsumsi rumah tangga sebesar 0,99 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 5,13 persen, ekspor sebesar 12,31 persen dan impor sebesar 9,75 persen, terkecuali konsumsi pemerintah turun sebesar minus 1,04 persen.
Download PDFProduction Of Paddy Maize And Soybeans
2004-11-01
Produksi padi tahun 2004 (Ramalan III) diperkirakan sebesar 54,34 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik sebesar 4,23 persen jika dibandingkan dengan produksi padi tahun 2003. Kenaikan produksi terjadi terutama karena adanya peningkatan luas
Download PDFUpah Buruh Tani Bulan Agustus 2004 Naik Sebesar 0,56 %
2004-11-01
Secara nasional, rata-rata upah buruh tani pada bulan Agustus 2004 naik sebesar 0,56 persen dibanding bulan Juli 2004 yaitu dari Rp 11.051,- menjadi Rp 11.113,-, atau secara riil naik 0,52 persen dibandingkan dengan upah Agustus 2003 (year on year) naik 12,50 persen. Rata-rata upah bulanan pembantu rumahtangga (PRT) di bulan Oktober 2004 mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen dibanding bulan September 2004, yaitu dari Rp. 145.699,- menjadi Rp. 145.932,-. Namun secara riil turun 0,40 persen. Dibanding upah Oktober 2003 (year on year) naik sebesar 9,61 persen. Rata-rata upah bulanan buruh industri pada triwulan IV 2003 naik sebesar 2,94 persen dibanding triwulan III 2003 yaitu dari Rp 723.000,- menjadi Rp 744.000, Secara riil naik sebesar 0,41 persen. Dibanding triwulan IV 2002 (year on year) naik 17,39 persen.
Download PDFNTP Bulan Agustus 2004 Turun 1,66%
2004-11-01
Pada bulan Agustus 2004, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah 103,99 atau turun 1,66 persen dibanding NTP Juli 2004 sebesar 105,75. Hal ini terutama disebabkan petani hanya dapat menjual hasil produksinya dengan harga 1,08 persen lebih rendah dibanding harga bulan Juli 2004. Dari 23 propinsi yang diamati selama bulan Agustus 2004, Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Sulawesi Utara (21,84 persen), karena harga cengkeh produksi petani naik 9,63 persen, sedangkan penurunan terbesar di Nusa Tenggara Timur (minus 14,82 persen) karena harga padi turun 19,53 persen . Pada bulan Oktober 2004, rata-rata harga Gabah naik dibanding bulan sebelumnya. Gabah Kering Simpan (GKS) naik 3,61 persen; Gabah Kering Panen (GKP) naik 4,44 persen; dan gabah kualitas rendah naik 0,63 persen. BPS tidak menemukan petani yang melakukan transaksi Gabah Kering Giling (GKG) pada Oktober 2004. Tetapi rata-rata harga gabah kualitas GKS masih berada di bawah HPP. Persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) turun: dari 45,09 persen (September 2004) menjadi 26,45 persen (Oktober 2004). Persentase gabah petani yang berkualitas rendah juga turun yaitu: dari 8,82 persen (September 2004) menjadi 6,77 persen (Oktober 2004).
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan September 2004
2004-11-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan September 2004 mencapai 403,4 ribu orang, atau turun 10,31 persen dibanding jumlah wisman bulan Agustus 2004 sebanyak 449,8 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan September 2004 mencapai 12,32 juta orang, yang berarti turun 2,62 persen dibanding bulan Agustus 2004, sedangkan untuk barang mencapai 1,60 juta ton atau turun 2,38 persen. Selama Januari-September 2004, jumlah penumpang mencapai 114,44 juta orang atau naik 1,25 persen dan barang 12,61 juta ton atau naik 4,27 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan September 2004 mencapai 817,3 ribu orang atau turun 18,55 persen dibanding bulan Agustus 2004, sedangkan angkutan barang mencapai 15,01 juta ton atau naik 2,22 persen. Selama Januari-September 2004 jumlah penumpang mencapai 9,29 juta orang atau turun 12,03 persen, sedangkan barang mencapai 118,31 juta ton atau naik 3,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan September 2004 mencapai 2,11 juta orang atau turun 0,24 persen dibanding bulan Agustus 2004, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 451,8 ribu orang atau turun 7,65 persen. Selama Januari-September 2004 jumlah penumpang domestik mencapai 17,26 juta orang, naik 33,85 persen dan penumpang internasional mencapai 3,97 juta orang, naik 26,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2003.
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan September 2004
2004-11-01
Nilai ekspor Indonesia bulan September 2004 menembus angka US$ 7 milyar, yakni mencapai US$ 7,15 milyar, atau 13,33 persen lebih tinggi dibanding ekspor bulan lalu dan juga lebih tinggi 41,43 persen dibanding ekspor September 2003. Secara kumulatif, ekspor Januari - September 2004 mencapai US$ 50,74 milyar, lebih tinggi 10,77 persen dibanding ekspor periode yang sama tahun 2003. Ekspor Non-Migas bulan September 2004 mencapai US$ 5,68 milyar, meningkat 13,76 persen dibanding ekspor bulan sebelumnya, sedangkan selama Januari September 2004 mencapai US$ 39,29 milyar, meningkat 10,95 persen dibanding ekspor periode yang sama tahun 2003. Nilai impor Indonesia bulan September 2004 mencapai US$ 4,23 milyar, atau meningkat 5,11 persen dibanding impor bulan Agustus 2004 sebesar US$ 4,02 milyar, sedangkan selama Januari-September 2004 nilai impor mencapai US$ 33,41 milyar atau meningkat 38,82 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2003 sebesar US$ 24,06 milyar. Impor non migas bulan September 2004 mencapai US$ 3,09 milyar atau meningkat 3,51 persen dibanding bulan Agustus 2004, sedangkan selama Januari-September 2004 mencapai US$ 25,18 milyar atau meningkat 37,04 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2003.
Download PDF