Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Indeks Harga Ekspor dan Indeks Harga Impor Indonesia Triwulan II-2026 Masing-masing Naik Sebesar 10,92% dan 14,19% Dibandingkan Triwulan Sebelumnya

Indeks Harga Ekspor dan Indeks Harga Impor Indonesia Triwulan II-2026 Masing-masing Naik Sebesar 10,92% dan 14,19% Dibandingkan Triwulan Sebelumnya

2026-09-01

Indeks Harga Ekspor (IHX) umum pada triwulan II-2026 naik 10,92 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 24,94 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).IHX kelompok migas triwulan II-2026 naik 23,47 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 28,57 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).IHX kelompok nonmigas triwulan II-2026 naik 10,29 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 24,74 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).Indeks Harga Impor (IHM) umum pada triwulan II-2026 naik 14,19 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 25,45 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).IHM kelompok migas triwulan II-2026 naik 40,30 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 37,97 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).IHM kelompok nonmigas triwulan II-2026 naik 9,91 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 23,10 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2026 sebesar 129,19 atau naik 1,05 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2026 sebesar 129,19 atau naik 1,05 persen

2026-09-01

NTP nasional Agustus 2026 sebesar 129,19 atau naik 1,05 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 1,14 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,09 persenPada Agustus 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,06 persen. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2026 sebesar 133,33 atau naik 0,98 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Pada Agustus 2026, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesarRp15.062 per kg, naik sebesar 1,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.897 per kg atau naik sebesar 1,48 persen.

Download PDF
Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Agustus 2026 sebesar 3,19 persen.

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Agustus 2026 sebesar 3,19 persen.

2026-09-01

Pada Agustus 2026, terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,97. Inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat provinsi terjadi di Provinsi Maluku Utara sebesar 5,28 persen dengan IHK sebesar 114,25 sedangkan terendah terjadi di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 2,17 persen dengan IHK sebesar 110,00. Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 6,20 persen dengan IHK sebesar 114,56 sedangkan terendah terjadi di Kabupaten Morowali sebesar 1,22 persen dengan IHK sebesar 113,28.Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,21 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 1,86 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Agustus 2026 tercatat sebesar 2,92 persen, dengan tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,21 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,97 persen.

Download PDF
Pada Agustus 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 6,18 persen

Pada Agustus 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 6,18 persen

2026-09-01

Pada Agustus 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 6,18 persen terhadapIHPB Agustus 2025. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi BijihBesi dan Mineral; Listrik, Gas, dan Air, yakni sebesar 14,50 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun(y-on-y) pada Agustus 2026 antara lain: elpiji non subsidi, solar industri,beras biasa, minyak pelumas, dan laptop.Pada Agustus 2026, perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) naiksebesar 0,50 persen, sedangkan menurut tahun kalender (y-to-d) naiksebesar 5,08 persen.Perubahan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y)Agustus 2026 sebesar 9,52 persen terhadap Agustus 2025, antara laindisebabkan oleh kenaikan harga komoditas aspal, baja tulangan (besi beton), semen, pasir, dan batu pecahan.

Download PDF
Juli 2026, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,53 juta kunjungan, jumlah perjalanan wisnus 107,44 juta, jumlah perjalanan wisnas 802,67 ribu, dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang 54,54 persen.

Juli 2026, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,53 juta kunjungan, jumlah perjalanan wisnus 107,44 juta, jumlah perjalanan wisnas 802,67 ribu, dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang 54,54 persen.

2026-09-01

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli 2026 mencapai 1,53 juta kunjungan, naik 2,95 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juli 2026 mencapai 107,44 juta perjalanan, naik 7,23 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Juli 2026 mencapai 802,67 ribu perjalanan, turun 7,73 persen (y-on-y).Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Juli 2026 mencapai 54,54 persen, naik 1,75 persen poin (y-on-y).

Download PDF
Luas Panen Jagung Pipilan Juli 2026 Turun 6,06 Persen, Potensi Panen Agustus–Oktober 0,68 Juta Hektare

Luas Panen Jagung Pipilan Juli 2026 Turun 6,06 Persen, Potensi Panen Agustus–Oktober 0,68 Juta Hektare

2026-09-01

Luas panen jagung pipilan pada Juli 2026 sebesar 0,23 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 15,00 ribu hektare atau 6,06 persen dibandingkan luas panen pada Juli 2025 yang sebesar 0,25 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Juli 2026 diperkirakan sebanyak 1,38 juta ton, turun sebanyak 0,09 juta ton atau 6,33 persen dibandingkan pada Juli 2025 yang sebanyak 1,48 juta ton.Potensi luas panen jagung pipilan periode Agustus–Oktober 2026 diperkirakan sebesar 0,68 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen periode Agustus–Oktober 2026 diperkirakan sebanyak 4,17 juta ton.

Download PDF
Luas panen padi pada Juli 2026 sebesar 0,93 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 4,75 juta ton Gabah Kering Giling (GKG)

Luas panen padi pada Juli 2026 sebesar 0,93 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 4,75 juta ton Gabah Kering Giling (GKG)

2026-09-01

Luas panen padi pada Juli 2026 sebesar 0,93 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,01 juta hektare atau 1,05 persen dibandingkan luas panen padi di Juli 2025 yang sebesar 0,94 juta hektare.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada Juli 2026 diperkirakan sebanyak 5,70 juta ton GKP, mengalami penurunan sebanyak 0,06 juta ton GKP atau 1,04 persen dibandingkan produksi padi GKP di Juli 2025 yang sebanyak 5,76 juta ton GKP.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Juli 2026 diperkirakan sebanyak 4,75 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 0,05 juta ton GKG atau 1,00 persen dibandingkan produksi padi GKG di Juli 2025 yang sebanyak 4,80 juta ton GKG.Produksi beras pada Juli 2026 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sebanyak 2,74 juta ton beras, mengalami penurunan sebanyak 0,03 juta ton beras atau 0,99 persen dibandingkan produksi beras di Juli 2025 yang sebanyak 2,77 juta ton beras.

Download PDF
Backlog perumahan mengalami penurunan, dengan Backlog 1 tercatat sebesar 12,39 persen dan Backlog 2 sebesar 24,03 persen pada tahun 2026

Backlog perumahan mengalami penurunan, dengan Backlog 1 tercatat sebesar 12,39 persen dan Backlog 2 sebesar 24,03 persen pada tahun 2026

2026-08-31

Backlog 1 (Backlog Kepemilikan) menurun dari 13,00 persen (9,64 juta rumah tangga) pada tahun 2025 menjadi 12,39 persen (9,29 juta rumah tangga) pada tahun 2026.Backlog 2 (Backlog Kelayakhunian) menurun dari 25,33 persen (18,77 juta rumah tangga) pada tahun 2025 menjadi 24,03 persen (18,01 juta rumah tangga) pada tahun 2026.Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap rumah layak huni meningkat dari 68,40 persen pada tahun 2025 menjadi 70,30 persen pada tahun 2026. Peningkatan juga terjadi pada seluruh komponen penyusun rumah layak huni, yaitu ketahanan bangunan dari 87,10 persen menjadi 87,52 persen, kecukupan luas lantai per kapita dari 94,66 persen menjadi 94,91 persen, akses air minum layak dari 93,22 persen menjadi 93,71 persen, dan akses sanitasi layak dari 85,37 persen menjadi 86,73 persen.

Download PDF
Nilai Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) pada Tahun 1447H/2026M mencapai 83,28

Nilai Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) pada Tahun 1447H/2026M mencapai 83,28

2026-08-06

Pada Tahun 1447H/2026M, nilai Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) secara keseluruhan mencapai 83,28 dengan rincian IKLHI Luar Negeri (IKLHI LN) tahun 2026 sebesar 82,71 dan Nilai IKLHI Dalam Negeri (IKLHI DN) tahun 2026 sebesar 83,85.Daerah Kerja Bandara, Makkah, dan Madinah memperoleh kategori memuaskan, sedangkan ARMUZNA memperoleh kategori cukup memuaskan.Mulai Tahun 2026, kepuasan layanan haji diukur menggunakan IKLHI yang mencakup aspek proses dan hasil (output) layanan.Seluruh kelompok layanan haji dalam negeri memperoleh kategori memuaskan, kecuali layanan transportasi bus menuju bandara yang memperoleh kategori sangat memuaskan.Seluruh kelompok layanan haji luar negeri memperoleh kategori memuaskan.

Download PDF
IKBM pada Triwulan II-2026 tercatat sebesar 52,31, menunjukkan Industri Manufaktur Indonesia berada pada Posisi Ekspansi

IKBM pada Triwulan II-2026 tercatat sebesar 52,31, menunjukkan Industri Manufaktur Indonesia berada pada Posisi Ekspansi

2026-08-05

Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) merupakan indikator cepat (early indicator) yang dirancang untuk menggambarkan fenomena aktivitas produksi di sektor industri pengolahan secara tepat waktu. Sebagai barometer ekonomi, IKBM berfungsi sebagai data pendukung bagi Produk Domestik Bruto (PDB) yang memungkinkan pengambil kebijakan dan pelaku usaha untuk mendeteksi titik balik siklus bisnis (business cycle turning points). Data yang digunakan untuk penghitungan IKBM bersumber dari Survei Industri Besar Sedang Triwulanan. Nilai Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) Triwulan II-2026 tercatat sebesar 52,31, berada pada posisi ekspansi dan menguat dibanding triwulan sebelumnya. Komponen pembentuk IKBM yang mengalami ekspansi di Triwulan II-2026 yaitu komponen pesanan, produksi, dan stok. Sementara komponen pembentuk IKBM yang mengalami kontraksi di Triwulan II- 2026 adalah komponen tenaga kerja dan waktu kirim.

Download PDF