Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Pada Februari 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,23 persen
2024-03-01
Pada Februari 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,23 persen terhadap IHPB Februari 2023. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar 7,15 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Februari 2024 antara lain: beras, rokok kretek filter, jahe, padi, dan jagung. Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Februari 2024 sebesar 0,73 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Februari 2024 sebesar 0,97 persen. Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Februari 2024 sebesar 0,16 persen terhadap Februari 2023, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, batu fondasi bangunan, dan batu split.
Download PDFInflasi tahun-ke-tahun (y-on-y) pada bulan Februari 2024 adalah 2,75 persen
2024-03-01
Pada Februari 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,75 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,58. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Selatan sebesar 4,61 persen dengan IHK sebesar 106,70 dan terendah terjadi di Provinsi Papua Barat Daya sebesar 1,81 persen dengan IHK sebesar 103,44. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kab Minahasa Selatan sebesar 6,06 persen dengan IHK sebesar 107,25 dan terendah terjadi di Kab Belitung Timur sebesar 0,25 persen dengan IHK sebesar 103,48.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,36 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,90 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,57 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,13 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,95 persen; kelompok transportasi sebesar 1,40 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,68 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,55 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,38 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,09 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Februari 2024 sebesar 0,37 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Februari 2024 sebesar 0,41 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Februari 2024 sebesar 1,68 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,14 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,34 persen.
Download PDFEkspor Januari 2024 mencapai US$20,52 miliar, turun 8,34 persen dibanding Desember 2023 dan Impor Januari 2024 senilai US$18,51 miliar, turun 3,13 persen dibanding Desember 2023
2024-02-15
A. Perkembangan EksporNilai ekspor Indonesia Januari 2024 mencapai US$20,52 miliar atau turun 8,34 persen dibanding ekspor Desember 2023. Dibanding Januari 2023 nilai ekspor turun sebesar 8,06 persen.Ekspor nonmigas Januari 2024 mencapai US$19,13 miliar, turun 8,54 persen dibanding Desember 2023, dan turun 8,20 persen jika dibanding ekspor nonmigas Januari 2023.B. Perkembangan ImporNilai impor Indonesia Januari 2024 mencapai US$18,51 miliar, turun 3,13 persen dibandingkan Desember 2023 atau naik 0,36 persen dibandingkan Januari 2023. Impor migas Januari 2024 senilai US$2,70 miliar, turun 19,99 persen dibandingkan Desember 2023 atau turun 7,15 persen dibandingkan Januari 2023.Impor nonmigas Januari 2024 senilai US$15,81 miliar, naik 0,48 persen dibandingkan Desember 2023 atau naik 1,76 persen dibandingkan Januari 2023.
Download PDFEkonomi Indonesia Triwulan IV-2023 Tumbuh 5,04 Persen (y-on-y)
2024-02-05
Perekonomian Indonesia 2023 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp20.892,4 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp75,0 juta atau US$4.919,7.Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05 persen, lebih rendah dibanding capaian tahun 2022 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,31 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 13,96 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,83 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan IV-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,04 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,33 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,11 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 0,45 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,81 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 39,13 persen.Selama tahun 2023 perekonomian Indonesia dilihat secara spasial masih terus tumbuh. Kelompok provinsi menurut pulau yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah Maluku dan Papua, Sulawesi, serta Kalimantan dengan pertumbuhan (c-to-c) sebesar 6,94 persen; 6,37 persen; dan 5,43 persen. Sedangkan kelompok provinsi di Pulau Jawa yang berkontribusi sebesar 57,05 persen terhadap ekonomi nasional mencatat pertumbuhan 4,96 persen (c-to-c).
Download PDFHarga Produsen Mengalami Inflasi 0,18 Persen di Triwulan IV-2023
2024-02-01
Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian; Pertambangan dan Penggalian; dan Industri Pengolahan) pada triwulan IV-2023 naik 0,18 persen terhadap triwulan III-2023 (q-to-q) dan naik 0,03 persen terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian triwulan IV-2023 naik 1,70 persen terhadap triwulan III-2023 (q-to-q) dan naik 6,08 persen terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan IV-2023 turun 6,99 persen dibandingkan triwulan III-2023 (q-to-q) dan turun 20,95 persen terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan IV-2023 naik 1,18 persen terhadap triwulan III-2023 (q-to-q) dan naik 3,36 persen terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y).IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan IV-2023 naik 0,08 persen dibandingkan dengan triwulan III-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) naik 0,74 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan IV-2023 naik 0,13 persen jika dibandingkan dengan triwulan III-2023 (q-to-q) dan naik 0,97 persen terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y). IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan IV-2023 naik 1,43 persen terhadap triwulan III-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) naik 3,27 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan IV-2023 naik 0,16 persen terhadap triwulan III-2023 (q-to-q) dan naik 0,99 persen terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan IV-2023 naik 1,87 persen terhadap triwulan III-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y) naik 3,60 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan IV-2023 naik 1,00 persen terhadap triwulan III-2023 (q-to-q) dan naik 5,06 persen terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y).
Download PDFJumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Desember 2023 naik 17,75 persen dibandingkan November 2023
2024-02-01
Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Desember 2023 sebanyak 5,6 juta orang atau naik 7,84 persen dibanding kondisi pada November 2023. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 9,85 persen menjadi 1,5 juta orang. Selama Januari–Desember 2023, jumlah penumpang domestik sebanyak 62,7 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 15,6 juta orang, masing-masing naik sebesar 19,20 persen dan 120,07 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2022.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Desember 2023 tercatat 1,9 juta orang atau naik 17,75 persen dibanding November 2023. Jumlah barang yang diangkut turun 3,76 persen menjadi 28,8 juta ton. Selama Januari–Desember 2023, jumlah penumpang mencapai 19,9 juta orang atau naik 11,69 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2022, sementara jumlah barang yang diangkut naik 9,47 persen atau mencapai 351,0 juta ton.Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Desember 2023 sebanyak 35,1 juta orang atau naik 6,53 persen dibanding November 2023. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan sebesar 9,49 persen menjadi 6,3 juta ton. Selama Januari–Desember 2023 jumlah penumpang mencapai 371,5 juta orang atau naik 34,07 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 8,49 persen menjadi 67,2 juta ton.
Download PDFKunjungan wisatawan mancanegara pada Desember 2023 mencapai 1,14 juta kunjungan, naik 20,17 persen (year-on-year).
2024-02-01
Pada Desember 2023, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,14 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 22,91 persen dibandingkan November 2023 (month-to-month) dan naik 20,17 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (year-on-year). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Desember 2023 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (18,45 persen), Singapura (16,41 persen), dan Australia (11,87 persen). Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Desember 2023 meningkat 98,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, masing-masing meningkat sebesar 143,64 persen dan 108,95 persen. Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) selama tahun 2023 mencapai 7,52 juta perjalanan. Jumlah tersebut naik drastis sebesar 112,26 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3,54 juta perjalanan. Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas terbesar di tahun 2023 dengan dikunjungi oleh 27,98 persen total wisnas. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Desember 2023 mencapai 59,74 persen, naik 2,84 poin secara year-on-year (y-on-y), dan mengalami kenaikan 3,02 poin secara month-to-month (m-to-m). Sejalan dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada Desember 2023 mencapai 28,67 persen, naik 2,22 poin secara y-on-y, dan mengalami kenaikan 3,01 poin secara m-to-m. Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami penurunan sebesar 0,05 poin dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,57 hari.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Januari 2024 sebesar 118,27 atau naik 0,43 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 2,97 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 2,36 persen.
2024-02-01
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Januari 2024 sebesar 118,27 atau naik 0,43 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,69 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,26 persen.Pada Januari 2024, NTP Provinsi Sulawesi Utara mengalami kenaikan tertinggi (2,69 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Utara mengalami penurunan terbesar (1,05 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Januari 2024 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,20 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Januari 2024 sebesar 120,03 atau naik 0,28 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Download PDFPada Januari 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 2,80 persen.
2024-02-01
Pada Januari 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 2,80 persen terhadap IHPB Januari 2023. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar 5,53 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Januari 2024 antara lain: jahe, padi, jagung, beras, dan rokok kretek dengan filter.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Januari 2024 sebesar 0,24 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Januari 2024 sebesar 0,24 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Januari 2024 sebesar 0,42 persen terhadap Januari 2023, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, batu fondasi bangunan, dan batu split.
Download PDFInflasi year-on-year (y-on-y) pada Januari 2024 sebesar 2,57 persen. Inflasi provinsi tertinggi terjadi di Provinsi Papua Tengah sebesar 4,76 persen dan inflasi kabupaten/kota tertinggi terjadi di Kab Toli Toli sebesar 6,76 persen.
2024-02-01
Pada Januari 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,57 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,19. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Tengah sebesar 4,76 persen dengan IHK sebesar 107,60 dan terendah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 1,21 persen dengan IHK sebesar 103,60. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kab Toli Toli sebesar 6,76 persen dengan IHK sebesar 110,31 dan terendah terjadi di Mamuju sebesar 0,86 persen dengan IHK sebesar 103,26. Sementara deflasi y-on-y terjadi di Kab Belitung Timur sebesar 0,41 persen dengan IHK sebesar 103,29. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,84 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,58 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,20 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,88 persen; kelompok transportasi sebesar 1,11 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,68 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,57 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,37 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,01 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,11 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Januari 2024 sebesar 0,04 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Januari 2024 sebesar 0,04 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Januari 2024 sebesar 1,68 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,20 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,20 persen.
Download PDF