Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2021 sebesar 103,48 atau turun 0,11 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2021 sebesar 103,48 atau turun 0,11 persen

2021-08-02

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Juli 2021 sebesar 103,48 atau turun 0,11 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,03 persen; lebih rendah dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,14 persen. Secara nasional, NTP Januari––Juli 2021 sebesar 103,29 dengan nilai It sebesar 111,21 sedangkan Ib sebesar 107,67.Pada Juli 2021, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (2,29 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi DKI Jakarta mengalami kenaikan tertinggi (2,58 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada Juli 2021 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,14 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juli 2021 sebesar 103,77 atau turun 0,10 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Download PDF
Pada Juli 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,09 persen

Pada Juli 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,09 persen

2021-08-02

• Pada Juli 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,09 persen terhadap Juni 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,73 persen.• Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juli 2021 antara lain cabai rawit, sapi, cabai merah, tomat, bawang merah, dan udang beku.• Perubahan IHPB di tahun kalender 2021 adalah sebesar 1,57 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 2,71 persen.• IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juli 2021 naik sebesar 0,36 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas rangka atap baja, paku, mur dan sejenisnya, atap dan sejenisnya, kaca lembaran, besi konstruksi bangunan, dan besi beton.

Download PDF
Inflasi terjadi pada Juli 2021 sebesar 0,08 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,51 persen.

Inflasi terjadi pada Juli 2021 sebesar 0,08 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,51 persen.

2021-08-02

Pada Juli 2021 terjadi inflasi sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,54. Dari 90 kota IHK, 61 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,51 persen dengan IHK sebesar 108,33 dan terendah terjadi di Sampit sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 107,10. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 0,60 persen dengan IHK sebesar 109,89 dan terendah terjadi di Maumere dan Samarinda masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 106,65 dan 105,69.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,15 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,11 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,18 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,05 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,01 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,07 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2021 sebesar 0,81 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2021 terhadap Juli 2020) sebesar 1,52 persen.Komponen inti pada Juli 2021 mengalami inflasi sebesar 0,07 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juli) 2021 sebesar 0,82 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juli 2021 terhadap Juli 2020) sebesar 1,40 persen.

Download PDF
Gini Ratio Maret 2021 tercatat sebesar 0,384.

Gini Ratio Maret 2021 tercatat sebesar 0,384.

2021-07-15

Pada Maret 2021, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,384. Angka ini menurun 0,001 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,385 dan meningkat 0,003 poin dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,381.Gini Ratio di perkotaan pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,401, naik dibanding Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,399 dan Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,393. Gini Ratio di perdesaan pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,315, turun dibanding Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,319 dan Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,317.Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,76 persen. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada Maret 2021 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Jika dirinci menurut wilayah, di perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,81 persen yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan sedang. Sementara untuk perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,68 persen, yang berarti tergolong dalam kategori ketimpangan rendah.

Download PDF
Persentase Penduduk Miskin Maret 2021 turun menjadi 10,14 persen

Persentase Penduduk Miskin Maret 2021 turun menjadi 10,14 persen

2021-07-15

• Persentase penduduk miskin pada Maret 2021 sebesar 10,14 persen, menurun 0,05 persen poin terhadap September 2020 dan meningkat 0,36 persen poin terhadap Maret 2020.• Jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 sebesar 27,54 juta orang, menurun 0,01 juta orang terhadap September 2020 dan meningkat 1,12 juta orang terhadap Maret 2020.• Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2020 sebesar 7,88 persen, naik menjadi 7,89 persen pada Maret 2021. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2020 sebesar 13,20 persen, turun menjadi 13,10 persen pada Maret 2021.• Dibanding September 2020, jumlah penduduk miskin Maret 2021 perkotaan naik sebanyak 138,1 ribu orang (dari 12,04 juta orang pada September 2020 menjadi 12,18 juta orang pada Maret 2021). Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 145,0 ribu orang (dari 15,51 juta orang pada September 2020 menjadi 15,37 juta orang pada Maret 2021).• Garis Kemiskinan pada Maret 2021 tercatat sebesar Rp472.525,00/ kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp349.474,00 (73,96 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp123.051,00 (26,04 persen).• Pada Maret 2021, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,49 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.121.637,00/rumah tangga miskin/bulan.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juni 2021 Naik Sebesar 0,15 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juni 2021 Naik Sebesar 0,15 Persen

2021-07-15

• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. • Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja. • Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan. • Upah nominal harian buruh tani nasional pada Juni 2021 naik sebesar 0,15 persen dibanding upah buruh tani Mei 2021, yaitu dari Rp56.710,00 menjadi Rp56.794,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,50 persen. • Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juni 2021 naik 0,11 persen dibanding Mei 2021, yaitu dari Rp91.025,00 menjadi Rp91.126,00 per hari. Sementara upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen.

Download PDF
Ekspor Juni 2021 Mencapai US$18,55 Miliar dan Impor Juni 2021 senilai US$17,23 Miliar

Ekspor Juni 2021 Mencapai US$18,55 Miliar dan Impor Juni 2021 senilai US$17,23 Miliar

2021-07-15

EKSPORNilai ekspor Indonesia Juni 2021 mencapai US$18,55 miliar atau naik 9,52 persen dibanding ekspor Mei 2021. Dibanding Juni 2020 nilai ekspor naik cukup signifikan sebesar 54,46 persen. Ekspor nonmigas Juni 2021 mencapai US$17,31 miliar, naik 8,45 persen dibanding Mei 2021, dan naik 51,35 persen dibanding ekspor nonmigas Juni 2020. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2021 mencapai US$102,87 miliar atau naik 34,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$97,06 miliar atau naik 34,06 persen. Peningkatan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$486,4 juta (32,31 persen), sedangkan penurunan terbesar ekspor nonmigas Juni 2021 terhadap Mei 2021 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$846,5 juta (30,89 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Juni 2021 naik 33,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 14,05 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 41,21 persen. Ekspor nonmigas Juni 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,13 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,14 miliar dan Jepang US$1,36 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,09 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masingmasing sebesar US$3,59 miliar dan US$1,44 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juni 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$16,08 miliar (15,63 persen), diikuti Jawa Timur US$11,20 miliar (10,89 persen) dan Riau US$9,12 miliar (8,86 persen) . IMPOR Nilai impor Indonesia Juni 2021 mencapai US$17,23 miliar, naik 21,03 persen dibandingkan Mei 2021 atau naik 60,12 persen dibandingkan Juni 2020. Impor migas Juni 2021 senilai US$2,30 miliar, naik 11,44 persen dibandingkan Mei 2021 atau naik 239,38 persen dibandingkan Juni 2020. Impor nonmigas Juni 2021 senilai US$14,93 miliar, naik 22,66 persen dibandingkan Mei 2021 atau naik 48,08 persen dibandingkan Juni 2020. Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Juni 2021 dibandingkan Mei 2021 adalah mesin dan peralatan mekanis US$506,7 juta (28,31 persen). Sedangkan penurunan terbesar adalah bijih, terak, dan abu logam US$126,8 juta (53,48 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2021 adalah Tiongkok US$25,27 miliar (31,79 persen), Jepang US$6,56 miliar (8,26 persen), dan Korea Selatan US$4,45 miliar (5,60 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$14,46 miliar (18,19 persen) dan Uni Eropa US$4,99 miliar (6,28 persen). Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari– Juni 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$1.618,4 juta (22,55 persen), bahan baku/penolong US$16.325,6 juta (30,96 persen), dan barang modal US$2.163,1 juta (19,68 persen). Neraca perdagangan Indonesia Juni 2021 mengalami surplus US$1,32 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$2,38 miliar. Sedangkan di sektor migas terjadi defisit US$1,06 miliar.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Mei 2021 mencapai 155,61 ribu kunjungan

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Mei 2021 mencapai 155,61 ribu kunjungan

2021-07-01

• Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia Mei 2021 menurun sebesar 3,85 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan Mei 2020. Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, April 2021, jumlah kunjungan wisman Mei 2021 mengalami peningkatan sebesar 24,48 persen.• Secara kumulatif (Januari–Mei 2021), jumlah kunjungan wisman mencapai 664,54 ribu kunjungan atau menurun drastis sebesar 77,62 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 2,97 juta kunjungan.• Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia Mei 2021 mencapai rata-rata 31,97 persen atau melonjak sebesar 17,52 poin dibandingkan dengan TPK bulan yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar 14,45 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, April 2021, TPK Mei 2021 mengalami penurunan sebesar 2,66 poin.• Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Mei 2021 tercatat sebesar 1,67 hari, atau terjadi penurunan sebesar 0,19 poin jika dibandingkan dengan keadaan Mei 2020.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2021 sebesar 103,59 atau naik 0,19 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2021 sebesar 103,59 atau naik 0,19 persen

2021-07-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Juni 2021 sebesar 103,59 atau naik 0,19 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,01 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,18 persen.Secara nasional, NTP Januari–Juni 2021 sebesar 103,26 dengan nilai It sebesar 111,13 sedangkan Ib sebesar 107,62.Pada Juni 2021, NTP Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan tertinggi (3,50 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Bengkulu mengalami penurunan tertinggi (2,16 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Juni 2021 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,35 persen yang disebabkan oleh penurunan indeks pada dua kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok pakaian dan alas kaki.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juni 2021 sebesar 103,88, atau turun 0,16 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 3,36 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,93 persen.Dari 1.545 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Juni 2021, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 59,03 persen; gabah kering giling (GKG) 22,01 persen; dan gabah luar kualitas 18,96 persen.Selama Juni 2021, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.546,- per kg atau naik 3,36 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.645,- per kg atau naik 3,28 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp4.964,- per kg atau naik 0,40 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.085,- per kg atau naik 0,73 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.142,- per kg atau naik 0,12 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.233,- per kg atau naik 0,19 persen.Dibandingkan Juni 2020, rata-rata harga gabah pada Juni 2021 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 3,70 persen; 15,08 persen; dan 5,30 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Juni 2021 dibandingkan dengan Juni 2020 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 3,61 persen; 14,65 persen; dan 5,29 persen.Selama Juni 2021, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.161 observasi beras di penggilingan pada 875 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Pada Juni 2021, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.537,- per kg, turun sebesar 0,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp8.907,- per kg atau turun sebesar 0,03 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.695,- per kg atau turun sebesar 0,18 persen.Dibandingkan dengan Juni 2020, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juni 2021 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing turun sebesar 3,85 persen; 5,70 persen; dan 2,59 persen.

Download PDF
Pada Juni 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional turun 0,04 persen

Pada Juni 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional turun 0,04 persen

2021-07-01

Pada Juni 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional turun sebesar 0,04 persen terhadap Mei 2021. Penurunan IHPB terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,15 persen. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Juni 2021 antara lain cabai merah, ayam ras, cabai rawit, kelapa sawit, daging ayam ras, dan daging sapi. Perubahan IHPB di tahun kalender 2021 adalah sebesar 1,48 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 2,53 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juni 2021 naik sebesar 0,61 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas bahan bangunan dari seng, besi beton, rangka atap baja, besi konstruksi bangunan serta kawat dan sejenisnya.

Download PDF