Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 1438 H/2017 M naik 1,02 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
2017-11-01
Secara keseluruhan Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) di Arab Saudi pada tahun 1438 H/2017 M adalah sebesar 84,85 persen, tergolong “Memuaskan”.Berdasarkan jenis pelayanan, indeks tertinggi dicapai pada jenis pelayanan Transportasi Bus Antar Kota (88,23 persen), sedangkan yang terendah pada jenis pelayanan Tenda di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armina (75,55 persen).Kenaikan terjadi hampir di seluruh jenis pelayanan kecuali pelayanan di Armina yang meliputi: Bus, Tenda, dan Katering.Indeks tertinggi hingga terendah berdasarkan Daerah Kerja (Daker) atau Satuan Operasi (Satop) berturut-turut adalah Daker Bandara 87,16 persen, Daker Mekkah 86,94 persen, Daker Madinah 85,79 persen, dan Satop Armina 81,20 persen.
Download PDFPertumbuhan produksi IBS naik 5,51 persen dan IMK naik 5,34 persen pada triwulan III tahun 2017 dari triwulan III tahun 2016
2017-11-01
IBS• Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III-2017 naik sebesar 5,51 persen (y-on-y) terhadap triwulan III-2016. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri logam dasar, naik 11,97 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri pengolahan lainnya, turun 4,88 persen.• Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III -2017 naik sebesar 2,27 persen (q-to-q) terhadap triwulan II-2017. Industri yang mengalami kenaikan produksi ter nggi adalah industri minuman, naik 7,70 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional, turun 1,12 persen. • Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III-2017 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan ter nggi adalah Provinsi Lampung, naik 22,52 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Aceh, turun 16,15 persen.• Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III-2017 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan ter nggi adalah Provinsi Lampung, naik 17,86 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, turun 6,19 persen.IMK• Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III-2017 naik sebesar 5,34 persen (y-on-y) terhadap triwulan III-2016. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri komputer, barang elektronika dan optik, naik 35,99 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri pengolahan tembakau, turun 21,92 persen. • Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III-2017 naik sebesar 0,66 persen (q-to-q) terhadap triwulan II-2017. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, naik 16,67 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri mesin dan perlengkapan ytdl (yang tidak termasuk dalam lainnya), turun 26,05 persen. • Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III-2017 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan ter nggi adalah Provinsi Kalimantan Tengah, naik 31,41 persen. Sedangkan Provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Sumatera Barat, turun 6,24 persen. • Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III-2017 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan ter nggi adalah Provinsi Papua Barat, naik 25,27 persen. Sedangkan Provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah provinsi Kalimantan Utara, turun 7,35 persen.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Oktober 2017 sebesar 102,78 atau naik 0,54 persen
2017-11-01
- Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks hargayang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayarpetani (Ib). - NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkatkemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP jugamenunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produkpertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupununtuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatifsemakin kuat pula ngkat kemampuan/daya beli petani.- NTP nasional Oktober 2017 sebesar 102,78 atau naik 0,54persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTPdikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naiksebesar 0,49 persen, sedangkan Indeks Harga yang DibayarPetani (Ib) turun sebesar 0,05 persen. - Pada Oktober 2017, NTP Provinsi Jambi mengalami kenaikantertinggi (1,52 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsilainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitungmengalami penurunan terbesar (2,12 persen) dibandingkanpenurunan NTP provinsi lainnya.- Pada Oktober 2017 terjadi de?asi perdesaan di Indonesiasebesar 0,14 persen disebabkan oleh turunnya indekskelompok bahan makanan.- Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasionalOktober 2017 sebesar 111,26 atau naik 0,31 persen dibandingNTUP bulan sebelumnya.
Download PDFTriwulan III-2017 Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,68 Persen
2017-11-01
Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan III-2017 naik 0,68 persen terhadap triwulan II-2017 (q-to-q) dan naik 3,28 persen terhadap triwulan III-2016 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian triwulan III-2017 naik 0,77 persen terhadap triwulan II-2017 (q-to-q) dan naik 2,60 persen terhadap triwulan III-2016 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan III-2017 naik 1,67 persen dibandingkan triwulan II-2017 (q-to-q) dan naik 10,33 persen terhadap triwulan III-2016 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan III-2017 naik 0,52 persen terhadap triwulan II-2017 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan III-2016 (y-on-y) naik 2,57 persen.IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan III-2017 turun 0,31 persen dibandingkan dengan triwulan II-2017 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan III-2016 (y-on-y) naik 0,35 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan III-2017 naik 0,21 persen dibandingkan dengan triwulan II-2017 (q-to-q) dan naik 0,75 persen terhadap triwulan III-2016 (y-on-y)IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan III-2017 turun 0,56 persen terhadap triwulan II-2017 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan III-2016 (y-on-y) turun 3,88 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi, Makanan dan Minuman triwulan III-2017 naik 0,26 persen terhadap triwulan II-2017 (q-to-q) dan naik 1,02 persen terhadap triwulan III-2016 (y-on-y).
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia September 2017 mencapai 1,21 juta kunjungan.
2017-11-01
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia September 2017 naik 20,47 persen dibanding jumlah kunjungan pada September 2016, yaitu dari 1,01 juta kunjungan menjadi 1,21 juta kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Agustus 2017, jumlah kunjungan wisman pada September 2017 mengalami penurunan sebesar 13,67 persen. Secara kumulatif (JanuariâSeptember) 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 10,46 juta kunjungan atau naik 25,05 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 8,36 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2017 mencapai rata-rata 58,42 persen atau naik 4,26 poin dibandingkan dengan TPK September 2016 yang tercatat sebesar 54,16 persen. Demikian juga, jika dibanding TPK Agustus 2017, TPK hotel klasifikasi bintang pada September 2017 naik 0,42 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama September 2017 tercatat sebesar 1,97 hari, terjadi kenaikan 0,07 poin jika dibandingkan keadaan September 2016.
Download PDFOktober 2017, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,45%
2017-11-01
Pada Oktober 2017, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,45 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 1,81 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Oktober 2017 antara lain cabe merah, kelapa sawit, batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), beras, besi dan baja impor, serta bijih, kerak, dan abu logam ekspor. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Oktober 2017 naik sebesar 0,52 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas paku, mur, baut, besi beton, kawat dan sejenisnya, pasir, serta kerikil dan sirtu alam.IHPB Umum naik 0,64 persen pada September 2017 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,29 persen.IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada September 2017 masing-masing naik sebesar 1,72 persen dan 1,49 persen terhadap bulan sebelumnya.
Download PDFOktober 2017 inflasi sebesar 0,01 persen
2017-11-01
Pada Oktober 2017 terjadi inflasi sebesar 0,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,09. Dari 82 kota IHK, 44 kota mengalami inflasi dan 38 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,05 persen dengan IHK sebesar 155,24 dan terendah terjadi di Surakarta dan Cilegon masingmasing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 124,65 dan 136,75. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 1,31 persen dengan IHK sebesar 130,33 dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 127,47.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,28 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,18 persen; kelompok sandang sebesar 0,18 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,16 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,45 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasakeuangan 0,13 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2017 sebesar 2,67 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,58 persen.Komponen inti pada Oktober 2017 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Oktober) 2017 mengalami inflasi sebesar 2,68 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,07 persen.
Download PDFSeptember 2017 Rupiah Terdepresiasi 0,23 Persen Terhadap Dolar Amerika
2017-10-16
Rupiah terdepresiasi 0,23 persen terhadap dolar Amerika pada September 2017. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika terjadi pada minggu keempat September 2017 yang mencapai Rp13.352,92 per dolar Amerika. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara yang mencapai Rp13.430,50 per dolar Amerika pada minggu keempat September 2017.Rupiah terapresiasi 0,50 persen terhadap dolar Australia pada September 2017. Level tertnggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada minggu keempat September 2017 yang mencapai Rp10.504,47 per dolar Australia. Sedangkan menurut provinsi, level tertnggi kurs tengah terjadi di Provinsi Papua yang mencapai Rp10.218,13 per dolar Australia pada minggu keempat September 2017.Rupiah terapresiasi 1,79 persen terhadap yen Jepang pada September 2017. Level tertnggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang terjadi pada minggu ketiga September 2017 yang mencapai Rp118,71 per yen Jepang. Sedangkan menurut provinsi, level tertnggi kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mencapai Rp112,50 per yen Jepang pada minggu keempat September 2017.Rupiah terapresiasi 0,84 persen terhadap euro pada September 2017. Level tertnggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap euro terjadi pada minggu kedua September 2017 yang mencapai Rp 15.739,99 per euro. Sedangkan menurut provinsi, level tertnggi kurs tengah terjadi di Provinsi Papua yang mencapai Rp15.233,88 per euro pada minggu kedua September 2017.
Download PDFUpah nominal harian buruh tani nasional September 2017 naik sebesar 0,27%
2017-10-16
Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja. Upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga. Upah nominal harian buruh tani nasional pada September 2017 naik sebesar 0,27 persen dibanding upah buruh tani Agustus 2017, yaitu dari Rp50.079,00 menjadi Rp50.213,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen . Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada September 2017 naik 0,02 persen dibanding upah Agustus 2017, yaitu dari Rp84.362,00 menjadi Rp84.378,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,11 persen.
Download PDFNilai ekspor Indonesia September 2017 mencapai US$14,54 dan Nilai impor Indonesia September 2017 mencapai US$12,78 miliar
2017-10-16
EKSPOR• Nilai ekspor Indonesia September 2017 mencapai US$14,54 miliar atau menurun 4,51 persen dibanding ekspor Agustus 2017. Sementara dibanding September 2016 meningkat 15,60 persen.• Ekspor nonmigas September 2017 mencapai US$13,10 miliar, turun 6,09 persen dibanding Agustus 2017, sementara dibanding ekspor September 2016 naik 13,76 persen.• Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-September 2017 mencapai US$123,36 miliar atau meningkat 17,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$111,89 miliar atau meningkat 17,27 persen.• Penurunan terbesar ekspor nonmigas September 2017 terhadap Agustus 2017 terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$186,4 juta (9,06 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$182,8 juta (10,66 persen).• Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari- September 2017 naik 14,51 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 18,35 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 34,75 persen.• Ekspor nonmigas September 2017 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$1,89 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,46 miliar dan Jepang US$1,31 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,57 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,31 miliar.• Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2017 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$21,51 miliar (17,43 persen), diikuti Jawa Timur US$13,75 miliar (11,14 persen) dan Kalimantan Timur US$12,83 miliar (10,40 persen)IMPOR• Nilai impor Indonesia September 2017 mencapai US$12,78 miliar atau turun 5,39 persen dibanding Agustus 2017, namun meningkat 13,13 persen apabila dibandingkan September 2016. • Impor nonmigas September 2017 mencapai US$10,85 miliar atau turun 5,67 persen dibanding Agustus 2017, namun meningkat 13,80 persen dibanding September 2016. • Impor migas September 2017 mencapai US$1,93 miliar atau turun 3,79 persen dibanding Agustus 2017 dan juga meningkat 9,54 persen dibanding September 2016.• Peningkatan impor nonmigas terbesar September 2017 dibanding Agustus 2017 adalah golongan buah-buahan US$44,2 juta (51,10 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan pesawat mekanik US$113,0 juta (5,90 persen). • Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–September 2017 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$24,81 miliar (26,07 persen), Jepang US$10,90 miliar (11,46 persen), dan Thailand US$6,89 miliar (7,24 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,61 persen, sementara dari Uni Eropa 9,43 persen. • Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–September 2017 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 11,81 persen, 15,21 persen, dan 9,51 persen.
Download PDF