Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Selama Tahun 2014 Mencapai 9,44 Juta Kunjungan, Naik 7,19 Persen Dibanding Kunjungan Selama Tahun 2013
2015-02-02
Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Selama Tahun 2014 Mencapai 9,44 Juta Kunjungan, Naik 7,19 Persen Dibanding Kunjungan Selama Tahun 2013Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Desember 2014 mencapai 915,3 ribu kunjungan atau naik 6,35 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Desember 2013, yang tercatat sebanyak 860,7 ribu kunjungan. Demikian pula jika dibandingkan dengan November 2014, jumlah kunjungan wisman Desember 2014 naik sebesar 19,74 persen.Jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada Desember 2014 naik 16,44 persen dibandingkan Desember 2013, yaitu dari 293,0 ribu kunjungan menjadi 341,1 ribu kunjungan. Begitu pula jika dibanding November 2014, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali naik sebesar 16,08 persen.Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman selama tahun 2014 mencapai 9,44 juta kunjungan atau naik 7,19 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada tahun sebelumnya yang berjumlah 8,80 juta kunjungan.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Desember 2014 mencapai rata-rata 50,13 persen atau turun 5,60 poin dibandingkan dengan TPK Desember 2013 yang tercatat sebesar 55,73 persen. Jika dibandingTPK November 2014, TPK hotel berbintang pada Desember 2014 juga turun 4,32 poin.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Desember 2014 tercatat sebesar 1,91 hari, tidak terjadi perubahan jika dibandingkan keadaan Desember 2013.
Download PDFDesember 2014, Ekspor meningkat 7,38 Persen dan Impor meningkat 2,80 Persen
2015-02-02
Nilai ekspor Indonesia Desember 2014 mencapai US$14,62 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 7,38 persen dibanding ekspor December 2014. Sementara bila dibanding Desember 2013 mengalami penurunan sebesar 13,83 persen. Ekspor nonmigas Desember 2014 mencapai US$12,27 miliar, naik 6,59 persen dibanding December 2014, sementara bila dibanding ekspor Desember 2013 turun 9,55 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariDesember 2014 mencapai US$176,29 miliar atau menurun 3,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$145,96 miliar atau menurun 2,64 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Desember 2014 terhadap December 2014 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$168,6 juta (55,00 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$51,6 juta (2,94 persen). Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Desember 2014 mencapai angka terbesar yaitu US$1,47 miliar, disusul Tiongkok US$1,33 miliar, dan Jepang US$1,26 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,12 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,45 miliar. Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode JanuariDesember 2014 naik sebesar 3,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, dan ekspor hasil pertanian naik 1,01 persen, sementara ekspor hasil tambang dan lainnya turun sebesar 26,67 persen. Nilai impor Indonesia Desember 2014 mencapai US$14,43 miliar atau naik 2,80 persen dibanding December 2014. Sebaliknya jika dibanding Desember 2013 turun 6,61 persen. Impor nonmigas Desember 2014 mencapai US$11,05 miliar atau naik 4,51 persen dibanding December 2014, namun bila dibanding Desember 2013 turun 1,69 persen. Impor migas Desember 2014 mencapai US$3,39 miliar atau turun 2,40 persen dibanding Desember 2014, demikian pula jika dibanding Desember 2013 turun 19,71 persen. Secara kumulatif nilai impor Januari–Desember 2014 mencapai US$178,18 miliar atau turun 4,53 persen dibanding periode yang sama tahun 2013. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$43,46 miliar (turun 3,99 persen) dan nonmigas US$134,72 miliar (turun 4,70 persen). Nilai impor nonmigas terbesar Desember 2014 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,02 miliar. Nilai ini turun 0,47 persen dibanding impor golongan barang yang sama December 2014. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Desember 2014 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$2,93 miliar (26,55 persen), Jepang US$1,22 miliar (11,06 persen), dan Singapura US$0,75 miliar (6,78 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 20,59 persen, sementara dari Uni Eropa 8,75 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–Desember 2014 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 3,59 persen; 4,05 persen; dan 7,07 persen .
Download PDFJanuari 2015 terjadi deflasi 0,24 persen
2015-02-02
Pada Januari terjadi deflasi sebesar 0,24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,71. Dari 82 kota IHK, tercatat 51 kota mengalami deflasi dan 31 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Padang 1,98 persen dengan IHK 123,54 dan terendah terjadi di Bandung dan Madiun masing-masing 0,05 persen dengan IHK masing-masing 117,05 dan 116,77. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Ambon 2,37 persen dengan IHK 117,77 dan terendah terjadi di Malang 0,04 persen dengan IHK 119,21. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 4,04 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang lainnya mengalami kenaikan indeks, yaitu: kelompok bahan makanan 0,60 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,65 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,80 persen; kelompok sandang 0,85 persen; kelompok kesehatan 0,66 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,26 persen. Tingkat deflasi tahun kalender (Januari) 2015 sebesar 0,24 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2015 terhadap Januari 2014) sebesar 6,96 persen. Komponen inti pada Januari 2015 dan tingkat inflasi komponen inti tahun kalender Januari 2015 mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,61 persen; serta tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Januari 2015 terhadap Januari 2014) sebesar 4,99 persen.
Download PDFMarjin Perdagangan Minyak Goreng 3,86 Persen, Terigu 5,92 Persen, Garam 23,74 Persen, Dan Susu Bubuk 13,02 Persen
2015-01-02
A. Pola Distribusi Perdagangan 2014Distribusi perdagangan minyak goreng, terigu, garam, dan susu bubuk dari produsen sampai ke konsumen akhir melibatkan dua hingga delapan fungsi kelembagaan usaha perdagangan.Alur distribusi perdagangan terpanjang minyak goreng dan susu bubuk berada di Jawa Timur; terigu di DKI Jakarta; dan garam di Sumatera Barat.Alur distribusi perdagangan terpendek minyak goreng berada di Maluku; terigu dan garam di Kepulauan Riau; dan susu bubuk di Bali.B. Peta Distribusi PerdaganganPapua merupakan provinsi penerima pasokan minyak goreng dan susu bubuk dari luar provinsi dengan persentase terbesar yaitu masing-masing mencapai 99,91 persen. Sedangkan untuk terigu adalah Maluku yaitu mencapai 99,70 persen dan garam adalah Kalimantan Barat yaitu mencapai 99,30 persen. Sumatera Utara merupakan provinsi pemasok minyak goreng ke luar provinsi dengan persentase terbesar yaitu mencapai 97,16 persen. Sedangkan untuk terigu adalah Banten yaitu mencapai 91,57 persen, garam adalah Sumatera Barat yaitu mencapai 55,15 persen dan susu bubuk adalah Bengkulu yaitu mencapai 15,65 persen.Jaringan terluas perdagangan minyak goreng, terigu, garam dan susu bubuk dilakukan oleh DKI Jakarta dan Jawa Timur.C. Marjin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP)Rata-rata rasio MPP minyak goreng secara nasional berdasarkan Survei Poldis 2014 sebesar 3,86 persen, terigu 5,92 persen, garam 23,82 persen dan susu bubuk 13,02 persen.Pada komoditi minyak goreng dan terigu, rata-rata rasio MPP pedagang besar lebih rendah daripada pedagang eceran. Sebaliknya terjadi pada komoditi garam dan susu bubuk.
Download PDFTriwulan III-2014 Inflasi harga Produsen 0,38 Persen
2015-01-02
Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan III-2014 naik 0,38 persen terhadap triwulan II-2014 (q-to-q) dan naik 4,85 persen terhadap triwulan III-2013 (y-on-y)
Download PDFIndeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2014 Sebesar 3,61 pada Skala 0 sampai 5
2015-01-02
Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2014 sebesar 3,61 dalam skala 0 sampai 5. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan capaian 2013 (3,63) namun masih lebih tinggi dibandingkan capaian 2012 (3,55).<br>
Download PDFJumlah Penduduk Miskin September 2014 Mencapai 27,73 Juta Orang
2015-01-02
Pada September 2014, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,73 juta orang (10,96 persen), berkurang sebesar 0,55 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2014 yang sebesar 28,28 juta orang (11,25 persen), dan berkurang sebesar 0,87 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2013 yang sebesar 28,60 juta orang (11,46 persen).
Download PDFDesember 2014 Harga Grosir Naik 2,46 Persen
2015-01-02
Pada Desember 2014 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 2,46 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 7,73 persen.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Desember 2014 Sebesar 101,32 Atau Turun 1,03 Persen
2015-01-02
Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2014 Sebesar 101,32 Atau Turun 1,03 Persen NTP nasional Desember 2014 sebesar 101,32 atau turun 1,03 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 1,43 persen lebih rendah dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 2,48 persen. Pada Desember 2014, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan terbesar (2,45 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Banten mengalami kenaikan tertinggi (0,71 persen) dibanding kenaikan NTP provinsi lainnya. Pada Desember 2014 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 2,72 persen disebabkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok konsumsi. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Desember 2014 sebesar 106,84 atau turun 0,50 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Download PDFJumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara November 2014 Mencapai 764,5 Ribu Kunjungan, Turun 5,32 Persen Dibanding November 2013
2015-01-02
Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara November 2014 Mencapai 764,5 Ribu Kunjungan, Turun 5,32 Persen Dibanding November 2013 Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada November 2014 mencapai 764,5 ribu kunjungan atau turun 5,32 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman November 2013, yang sebanyak 807,4 ribu kunjungan. Demikian pula, jika dibandingkan dengan Oktober 2014, jumlah kunjungan wisman November 2014 turun sebesar 5,48 persen. Jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada November 2014 turun 1,05 persen dibandingkan November 2013, yaitu dari 297,0 ribu kunjungan menjadi 293,9 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibanding Oktober 2014, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali turun sebesar 13,37 persen. Secara kumulatif (Januari–November) 2014, jumlah kunjungan wisman mencapai 8,52 juta kunjungan atau naik 7,29 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 7,94 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada November 2014 mencapai rata-rata 54,45 persen, atau turun 1,57 poin dibandingkan dengan TPK November 2013, yang tercatat sebesar 56,02 persen. Sementara itu, jika dibanding Oktober 2014, TPK hotel berbintang pada November 2014 naik 0,16 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama November 2014 tercatat sebesar 1,96 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,09 poin, jika dibandingkan keadaan November 2013.
Download PDF