Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III/2014 mencapai 2,96 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III/2014 mencapai 2,96 Persen

2014-11-05

Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2014 mencapai Rp2.619,9 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp745,6 triliun. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan III-2014 dibanding triwulan II-2014 mencapai 2,96 persen (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan tahun yang sama 2013 mengalami pertumbuhan 5,01 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan III-2014 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 (c-to-c) tumbuh sebesar 5,11 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2014 dibandingkan triwulan III-2013 (y-on-y) didorong oleh semua sektor. Pertumbuhan tertinggi dicapai Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang tumbuh sebesar 9,01 persen. Sementara bila dibandingkan dengan triwulan II-2014 (q-to-q) pertumbuhan tertinggi dicapai Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan sebesar 6,74 persen. Pertumbuhan kumulatif triwulan III-2014 dibanding triwulan III-2013 (c-to-c) didukung oleh hampir semua sektor, kecuali Sektor Pertambangan dan Penggalian yang turun sebesar 0,13 persen dimana pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 9,65 persen. Struktur PDB triwulan III-2014 didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan; Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan; dan Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran masing-masing memberikan kontribusi sebesar 23,37 persen, 15,21 persen, dan 14,26 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia (PDB) triwulan III terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) didorong oleh pertumbuhan pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (11,12 persen); Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (2,78 persen); dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (1,66 persen). Sedangkan Komponen Ekspor neto mengalami pertumbuhan positif, yakni Komponen Ekspor Barang dan Jasa tumbuh 0,02 persen dan Impor Barang dan Jasa turun 2,87 persen. Pertumbuhan PDB pengeluaran pada triwulan III-2014 dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan yang sama tahun 2013 (y-on-y) ditopang oleh pertumbuhan pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (5,44 persen); Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (4,37 persen); dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (4,02 persen). Komponen Ekspor neto juga mengalami pertumbuhan positif, yakni Komponen Ekspor Barang dan Jasa turun 0,70 persen sedangkan Komponen Impor Barang dan Jasa turun 3,63 persen. Pertumbuhan PDB pengeluaran sampai dengan triwulan III-2014 (c-to-c) sebesar 5,11 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (5,54 persen); Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (5,05 persen); dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (2,36 persen). Selanjutnya pada Komponen Ekspor neto mengalami pertumbuhan positif, yakni Komponen Ekspor Barang dan Jasa tumbuh minus 0,63 persen dan Komponen Impor Barang dan Jasa turun 3,21 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan III-2014 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 58,51 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,63 persen, Pulau Kalimantan 8,21 persen, Pulau Sulawesi 4,97 persen, dan sisanya 4,68 persen di pulau-pulau lainnya.

Download PDF
Oktober 2014 Harga Grosir Naik 0,86%

Oktober 2014 Harga Grosir Naik 0,86%

2014-11-03

Pada Oktober 2014 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,86 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 4,52 persen.

Download PDF
Pertumbuhan Produksi IBS Naik Sebesar 4,96% dan IMK Naik 5,18% pada QIII-2014 dari QIII-2013

Pertumbuhan Produksi IBS Naik Sebesar 4,96% dan IMK Naik 5,18% pada QIII-2014 dari QIII-2013

2014-11-03

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III-2014 naik sebesar 4,96 persen (y-on-y) terhadap triwulan III-2013. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi Industri Peralatan Listrik naik 13,21 persen, Industri Mesin dan Perlengkapan ytdl naik 9,49 persen, dan Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya naik 8,70 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan turun 8,22 persen, Industri Alat Angkutan Lainnya turun 5,08 persen, Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik turun 4,03 persen.

Download PDF
Produksi padi tahun 2014 (ARAM II) diperkirakan turun 0,94 % dari tahun 2013

Produksi padi tahun 2014 (ARAM II) diperkirakan turun 0,94 % dari tahun 2013

2014-11-03

Produksi padi tahun 2014 (ARAM II) diperkirakan sebanyak 70,61 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami penurunan sebanyak 0,67 juta ton (0,94 persen) dibandingkan tahun 2013. Penurunan produksi diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen seluas 66,93 ribu hektar (0,48 persen) dan penurunan produktivitas sebesar 0,24 kuintal/hektar (0,47 persen) Produksi jagung tahun 2014 (ARAM II) diperkirakan sebanyak 19,13 juta ton pipilan kering atau mengalami kenaikan sebanyak 0,62 juta ton (3,33 persen) dibandingkan tahun 2013. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 58,72 ribu hektar (1,54 persen) dan kenaikan produktivas sebesar 0,85 kuintal/hektar (1,75 persen). Produksi kedelai tahun 2014 (ARAM II) diperkirakan sebanyak 921,34 ribu ton biji kering atau mengalami peningkatan sebanyak 141,34 ribu ton (18,12 persen) dibandingkan tahun 2013. Peningkatan produksi kedelai diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 61,01 ribu hektar (11,08 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 0,90 kuintal/hektar (6,36 persen).

Download PDF
Pada Oktober 2014, Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 102,87 atau naik 0,50 persen.

Pada Oktober 2014, Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 102,87 atau naik 0,50 persen.

2014-11-03

NTP nasional Oktober 2014 sebesar 102,87 atau naik 0,50 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,86 persen lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,35 persen.

Download PDF
Pada September 2014, Jumlah wisman mencapai 791,3 ribu

Pada September 2014, Jumlah wisman mencapai 791,3 ribu

2014-11-03

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2014 mencapai 791,3 ribu kunjungan atau naik 2,65 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman September 2013, yang sebanyak 770,9 ribu kunjungan. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan Agustus 2014, jumlah kunjungan wisman September 2014 turun sebesar 4,30 persen.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada September 2014 mencapai rata-rata 54,21 persen, atau naik 0,19 poin dibandingkan dengan TPK September 2013, yang tercatat sebesar 54,02 persen. Begitu pula, bila dibanding Agustus 2014, TPK hotel berbintang pada September 2014 naik 2,19 poin.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama September 2014 tercatat sebesar 2,02 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,12 poin, jika dibandingkan keadaan September 2013.

Download PDF
September 2014, Ekspor meningkat 5,48 Persen dan Impor meningkat 5,09 Persen

September 2014, Ekspor meningkat 5,48 Persen dan Impor meningkat 5,09 Persen

2014-11-03

Nilai ekspor Indonesia September 2014 mencapai US$15,28 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 5,48 persen dibanding ekspor Agustus 2014. Demikian juga bila dibanding September 2013 mengalami peningkatan sebesar 3,87 persen. Ekspor nonmigas September 2014 mencapai US$12,65 miliar, naik 6,48 persen dibanding Agustus 2014, demikian juga bila dibanding ekspor September 2013 naik 2,94 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariSeptember 2014 mencapai US$132,71 miliar atau menurun 0,93 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$109,30 miliar atau menurun 0,81 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas September 2014 terhadap Agustus 2014 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$92,5 juta (5,73 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan kimia organik sebesar US$60,2 juta (21,46 persen). Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat September 2014 mencapai angka terbesar yaitu US$1,39 miliar, disusul Tiongkok S$1,29 miliar dan Jepang US$1,29 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,35 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,37 miliar. Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode JanuariSeptember 2014 naik sebesar 5,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, dan ekspor hasil pertanian naik 1,60 persen, sementara ekspor hasil tambang dan lainnya turun sebesar 24,20 persen. Nilai impor Indonesia September 2014 mencapai US$15,55 miliar atau naik 5,09 persen dibanding Agustus 2014. Demikian pula jika dibanding September 2013 naik 0,23 persen. Impor nonmigas September 2014 mencapai US$11,89 miliar atau naik 4,39 persen dibanding Agustus 2014, sementara bila dibanding September 2013 naik 0,85 persen. Impor migas September 2014 mencapai US$3,65 miliar atau naik 7,42 persen dibanding Agustus 2014, namun apabila dibanding September 2013 turun 1,72 persen. Secara kumulatif nilai impor Januari–September 2014 mencapai US$134,37 miliar atau turun 4,26 persen jika dibanding periode yang sama tahun 2013. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas sebesar US$33,02 miliar (turun 1,82 persen) dan nonmigas sebesar US$101,35 miliar (turun 5,03 persen). Nilai impor nonmigas terbesar September 2014 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,29 miliar. Nilai ini turun 0,70 persen dibanding impor golongan barang yang sama Agustus 2014. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama September 2014 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$2,73 miliar (22,92 persen), Jepang US$1,47 miliar (12,35 persen), dan Thailand US$0,86 miliar (7,22 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,26 persen, sementara dari Uni Eropa 9,73 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–September 2014 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 3,31 persen, 3,76 persen, dan 6,88 persen .

Download PDF
 Inflasi Oktober 2014 Sebesar 0,47 Persen

Inflasi Oktober 2014 Sebesar 0,47 Persen

2014-11-03

Pada Oktober 2014 terjadi inflasi sebesar 0,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,42. Dari 82 kota IHK, tercatat 74 kota mengalami inflasi dan 8 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual 2,18 persen dengan IHK 120,13 dan terendah terjadi di Mamuju 0,06 persen dengan IHK 112,61. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong 1,08 persen dengan IHK 113,96 dan terendah terjadi di Tanjung Pandan 0,12 persen dengan IHK 120,95. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,25 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,43 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,04 persen; kelompok sandang 0,21 persen; kelompok kesehatan 0,60 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,23 persen; serta transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,16 persen. Tingkat inflasi pada Oktober 2014 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen; tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Oktober) 2014 sebesar 3,46 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Oktober 2014 terhadap Oktober 2013) sebesar 4,02 persen.

Download PDF
September 2014 Harga Grosir Naik 0,42%

September 2014 Harga Grosir Naik 0,42%

2014-10-01

" Pada September 2014, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,42 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 3,58 persen.

Download PDF
Pada September 2014, Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 102,36 atau naik 0,30 persen.

Pada September 2014, Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 102,36 atau naik 0,30 persen.

2014-10-01

NTP nasional September 2014 sebesar 102,36 atau naik 0,30 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,68 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,39 persen. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional September 2014 sebesar 106,71 atau naik 0,44 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Download PDF