Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Pada Juli 2007 NTP Naik 0,19 Persen

Pada Juli 2007 NTP Naik 0,19 Persen

2007-10-01

Pada Juli 2007, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 106,27 atau naik 0,19 persen dibanding NTP Juni 2007 yang mencapai 106,07. Hal ini disebabkan karena kenaikan Indeks harga yang diterima petani sebesar 0,54 persen, lebih besar dibandingkan dengan kenaikan Indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,35 persen. Dari 23 Provinsi yang dilaporkan pada Juli 2007, 13 Provinsi mengalami kenaikan dan 10 Provinsi mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu sebesar 5,00 persen karena harga produsen coklat biji kering naik 13,95 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Riau, yaitu sebesar 5,61 persen, karena harga produsen karet getah tebal turun 7,89 persen. Pada Juli 2007, terjadi inflasi di daerah perdesaan Indonesia sebesar 0,31 persen. Inflasi perdesaan terjadi karena kenaikan indeks harga sub kelompok makanan sebesar 0,28 persen, perumahan naik sebesar 0,32 persen, sub kelompok pakaian naik 0,39 persen dan sub kelompok aneka barang dan jasa naik 0,31 persen.

Download PDF
Jumlah Wisman pada Agustus 2007 mencapai 405,6 ribu orang

Jumlah Wisman pada Agustus 2007 mencapai 405,6 ribu orang

2007-10-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 15 pintu masuk pada Agustus 2007 mencapai 405,6 ribu orang, mengalami kenaikan 17,26 persen dibanding jumlah wisman Agustus 2006 sebanyak 345,9 ribu orang. Namun dibanding Juli 2007, wisman Agustus 2007 mengalami penurunan sebesar 4,22 persen. Jumlah wisman ke Bali pada Agustus 2007 naik 39,14 persen dibanding Agustus 2006. Dibanding Juli 2007, jumlah wisman ke Bali mengalami kenaikan sebesar 1,13 persen, yaitu dari 171,7 ribu orang menjadi 173,6 ribu orang pada Agustus 2007. Jumlah wisman dari 15 pintu masuk selama Januari-Agustus 2007, mencapai 2,97 juta orang atau meningkat 13,47 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2006 sebanyak 2,62 juta orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Juli 2007 mencapai rata-rata 52,49 persen, mengalami kenaikan 1,98 poin dibanding TPK Juni 2007 sebesar 50,51 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik dari 58,50 persen pada Juni 2007 menjadi 58,69 persen pada Juli 2007. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Juli 2007 adalah 2,16 hari, mengalami kenaikan 0,07 hari jika dibandingkan Juni 2007.

Download PDF
Nilai Ekspor Pada Agustus 2007 Turun 2,11 Persen

Nilai Ekspor Pada Agustus 2007 Turun 2,11 Persen

2007-10-01

Nilai ekspor Indonesia Agustus 2007 mencapai US$ 9,61 miliar atau mengalami penurunan sebesar 2,11 persen dibanding ekspor Juli 2007. Sementara itu bila dibanding Agustus 2006 mengalami peningkatan sebesar 7,80 persen. Ekspor nonmigas Agustus 2007 mencapai US$ 7,75 miliar, turun 3,30 persen dibanding Juli 2007, sedangkan dibanding ekspor Agustus 2006 meningkat 8,94 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Agustus 2007 mencapai US$ 73,35 miliar atau meningkat 13,35 persen dibanding periode yang sama tahun 2006, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 59,91 miliar atau meningkat 19,00 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Agustus 2007 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 223,5 juta, sedangkan peningkatan ekspor nonmigas terbesar terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 45,0 juta . Ekspor nonmigas ke Jepang Agustus 2007 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,05 milyar, disusul Amerika Serikat US$ 1,02 milyar dan Singapura US$ 761,8 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,54 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 1.129,5 juta. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian, hasil industri serta hasil tambang dan lainnya pada periode Januari-Agustus 2007 meningkat masing-masing sebesar 8,83 persen, 16,72 persen dan 37,70 persen dibanding periode yang sama tahun 2006.

Download PDF
Pada Bulan September 2007 Terjadi Inflasi 0,80 Persen

Pada Bulan September 2007 Terjadi Inflasi 0,80 Persen

2007-10-01

Pada bulan September 2007 terjadi inflasi 0,80 persen. Dari 45 kota tercatat 43 kota mengalami inflasidan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 3,28 persen dan inflasi terendahdi Jayapura 0,05 persen. Sedangkan deflasi terjadi di Kendari 0,80 persen dan di Kupang 0,02 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 1,81 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,45 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,18 persen, kelompok sandang 1,22 persen, kelompok kesehatan 0,44 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,70 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,07 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-September) 2007 sebesar 4,41 persen, sedangkan laju inflasi “year on year” (September 2007 terhadap September 2006) sebesar 6,95 persen. Inflasi komponen inti pada bulan September 2007 sebesar 0,70 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-September) 2007 sebesar 4,28 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti “year on year” (September 2007 terhadap September 2006) sebesar 6,03 persen.

Download PDF
NTP tercatat 106,07 atau naik 0,39 persen

NTP tercatat 106,07 atau naik 0,39 persen

2007-09-03

Pada Juni 2007, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 106,07 atau naik 0,39 persen dibanding NTP Mei 2007 yang mencapai 105,67. Hal ini disebabkan karena kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,73 persen, lebih besar dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,34 persen. Dari 23 Provinsi yang dilaporkan pada Juni 2007, 11 Provinsi mengalami kenaikan dan 12 Provinsi mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Bengkulu, yaitu sebesar 7,40 persen karena harga produsen kopi biji kering robusta naik 8,33 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu sebesar 2,71 persen, karena harga produsen cengkeh turun 10,44 persen. Pada Juni 2007, terjadi inflasi di daerah perdesaan Indonesia sebesar 0,39 persen. Inflasi perdesaan terjadi karena kenaikan indeks harga sub kelompok makanan sebesar 0,52 persen, perumahan naik sebesar 0,22 persen, dan sub kelompok aneka barang dan jasa naik 0,46 persen, sebaliknya sub kelompok pakaian turun 0,04 persen.

Download PDF
Jumlah Wisman pada Juli 2007 mencapai 423,5 ribu orang,

Jumlah Wisman pada Juli 2007 mencapai 423,5 ribu orang,

2007-09-03

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 15 pintu masuk pada Juli 2007 mencapai 423,5 ribu orang, mengalami kenaikan 16,31 persen dibanding jumlah wisman Juli 2006 sebanyak 364,1 ribu orang. Dibanding Juni 2007, wisman Juli 2007 mengalami sedikit kenaikan sebesar 2,87 persen. Jumlah wisman ke Bali pada Juli 2007 naik 33,49 persen dibanding Juli 2006. Dibanding Juni 2007, jumlah wisman ke Bali juga mengalami kenaikan sebesar 13,46 persen, yaitu dari 151,3 ribu orang menjadi 171,7, ribu orang pada Juli 2007. Jumlah wisman dari 15 pintu masuk selama Januari-Juli 2007, mencapai 2,57 juta orang atau meningkat 12,89 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2006 sebanyak 2,27 juta orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Juni 2007 mencapai rata-rata 52,87 persen, mengalami kenaikan 4,27 poin dibanding TPK Mei 2007 sebesar 48,60 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik dari 57,70 persen pada Mei 2007 menjadi 58,50 persen pada Juni 2007. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Juni 2007 adalah 2,10 hari, mengalami penurunan 0,12 hari jika dibandingkan Mei 2007.

Download PDF
Nilai ekspor Indonesia Juli 2007 mencapai US$ 9,81 miliar

Nilai ekspor Indonesia Juli 2007 mencapai US$ 9,81 miliar

2007-09-03

Nilai ekspor Indonesia Juli 2007 mencapai US$ 9,81 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 4,20 persen dibanding ekspor Juni 2007. Sementara itu bila dibanding Juli 2006 mengalami peningkatan sebesar 10,50 persen. Ekspor nonmigas Juli 2007 mencapai US$ 8,02 miliar, naik 5,30 persen dibanding Juni 2007, sedangkan dibanding ekspor Juli 2006 meningkat 18,20 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juli 2007 mencapai US$ 63,53 miliar atau meningkat 13,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2006, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 52,04 miliar atau meningkat 20,22 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Juli 2007 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 379,1 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada nikel sebesar US$ 360,5 juta. Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Juli 2007 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,03 milyar, disusul Jepang US$ 1,01 milyar dan Singapura US$ 880,2 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,37 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 909,7 juta. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian periode Januari-Juli 2007 meningkat 10,12 persen dibanding periode yang sama tahun 2006, sementara ekspor hasil industri serta hasil tambang dan lainnya naik masing-masing sebesar 17,31 persen dan 43,35 persen.

Download PDF
Pada bulan Agustus 2007 terjadi inflasi 0,75 persen.

Pada bulan Agustus 2007 terjadi inflasi 0,75 persen.

2007-09-03

Pada bulan Agustus 2007 terjadi inflasi 0,75 persen. Dari 45 kota tercatat 42 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado 1,93 persen dan inflasi terendah di Sibolga 0,05 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kendari 1,57 persen dan deflasi terkecil di Pontianak 0,02 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 0,79 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,48 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,77 persen, kelompok sandang 0,49 persen, kelompok kesehatan 0,24 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 3,18 persen, dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,04 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari - Agustus) 2007 sebesar 3,58 persen, sedangkan laju inflasi “year on year” (Agustus 2007 terhadap Agustus 2006) sebesar 6,51 persen. Inflasi komponen inti pada bulan Agustus 2007 sebesar 0,69 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari - Agustus) 2007 sebesar 3,55 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti “year on year” (Agustus 2007 terhadap Agustus 2006) sebesar 5,66 persen.

Download PDF
Pada Triwulan II-2007 ITB sebesar 110,96, ITK sebesar 105,78

Pada Triwulan II-2007 ITB sebesar 110,96, ITK sebesar 105,78

2007-08-15

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan II-2007 sebesar 110,96, mengindikasikan kondisi bisnis pada Triwulan II-2007 secara umum meningkat dibandingkan Triwulan I-2007. Semua sektor menunjukkan peningkatan bisnis. Sektor Listrik, Gas, & Air Bersih mengalami peningkatan bisnis paling tinggi diantara sektor lainnya dengan nilai indeks sebesar 134,42. Peningkatan kondisi bisnis terjadi karena adanya peningkatan pendapatan usaha, yang disebabkan peningkatan kapasitas produksi dan jumlah jam kerja. Sektor Listrik/Gas/Air Bersih mengalami peningkatan pendapatan usaha terbesar, sedangkan sektor Industri mengalami peningkatan pendapatan usaha paling rendah dibandingkan sektor lainnya. Nilai ITB Triwulan III-2007 diperkirakan sebesar 111,43. Secara umum, kondisi bisnis pada Triwulan III-2007 diperkirakan akan membaik dibandingkan Triwulan II-2007. Kondisi bisnis di semua sektor diperkirakan akan meningkat, kecuali sektor Lembaga Keuangan/Persewaan/Jasa Perusahaan yang diperkirakan akan mengalami penurunan. Dilihat dari perubahan besarannya, nilai perkiraan ITB Triwulan III-2007 hanya meningkat 0,47 poin dibandingkan nilai ITB Triwulan II-2007, yang mengindikasikan tingkat kepercayaan pengusaha terhadap kondisi bisnis pada Triwulan III-2007 relatif sama. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan II-2007 di Jabotabek sebesar 105,78 yang berarti kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan II-2007 di Jabotabek lebih baik dibandingkan dengan kondisi triwulan sebelumnya. Peningkatan nilai ITK terjadi karena peningkatan pendapatan rumah tangga dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi pokok. Peningkatan konsumsi yang tinggi terjadi pada biaya pendidikan, perumahan (listrik dan air), dan transportasi, sedangkan penurunan konsumsi tertinggi adalah pengeluaran untuk rekreasi. Perkiraan nilai ITK Triwulan III-2007 sebesar 103,69, berarti kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan III-2007 di Jabotabek diperkirakan meningkat dibandingkan Triwulan II-2007. Peningkatan kondisi ekonomi konsumen diperkirakan terjadi karena pendapatan rumah tangga pada Triwulan III-2007 meningkat, meskipun rencana membeli barang-barang tahan lama diperkirakan menurun.

Download PDF
PDB Triwulan II 2007 mencapai 2,4%

PDB Triwulan II 2007 mencapai 2,4%

2007-08-15

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II tahun 2007 mencapai 2,4 persen dibanding triwulan I tahun 2007 (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2006 mengalami pertumbuhan 6,3 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I tahun 2007 dibandingkan dengan semester I tahun 2006 sebesar 6,1 persen. Besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan II tahun 2007 mencapai Rp 962,5 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp 486,5 triliun. Tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi (q-to-q) adalah sektor pengangkutan-komunikasi 5,2 persen, listrik-gas-air bersih 4,9 persen dan sektor perdagangan-hotel-restoran 3,7 persen. Sementara untuk pertumbuhan (y-on-y) sektor pengangkutan-komunikasi tumbuh 11,9 persen, listrik-gas-air bersih 10,5 persen dan perdagangan-hotel-restoran 8,3 persen. Pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan II tahun 2007 dibandingkan dengan triwulan I tahun 2007 meningkat sebesar 1,5 persen. Pada triwulan yang sama pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 24,2 persen, pembentukan modal tetap bruto 4,3 persen, ekspor barang dan jasa 3,8 persen, serta impor barang dan jasa 7,7 persen. Dibandingkan dengan triwulan II tahun 2006, peningkatan terjadi pada semua komponen penggunaan yakni: pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat 4,7 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 3,8 persen, pembentukan modal tetap bruto 6,9 persen, ekspor barang dan jasa 9,8 persen, serta impor barang dan jasa 7,2 persen. PDB per-kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2006 mencapai Rp 15,0 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2005 sebesar Rp 12,7 juta. Dalam US$, PDB per-kapita tahun 2006 mencapai US$ 1.663,0 lebih besar dibandingkan tahun 2005 sebesar US$ 1.320,6. Pulau Jawa merupakan penyumbang terbesar dalam pembentukan PDB Indonesia Triwulan II 2007 (59.03 %), diikuti oleh Pulau Sumatera (22,79 %), Kalimantan (8,91 %), Sulawesi (4,00 %) dan lainnya secara keseluruhan menyumbang 5,27 persen."

Download PDF