Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Jumlah penumpang kereta api naik 5,54 persen. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri naik 31,56 persen. Jumlah penumpang angkutan udara domestik  naik  20,56 persen.

Jumlah penumpang kereta api naik 5,54 persen. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri naik 31,56 persen. Jumlah penumpang angkutan udara domestik naik 20,56 persen.

2007-12-03

Jumlah penumpang kereta api bulan Oktober 2007 mencapai 15,87 juta orang, yang berarti naik 5,54 persen dibanding bulan September 2007, sedangkan jumlah barang yang diangkut kereta api turun 1,54 persen menjadi 1,47 juta ton. Selama Januari-Oktober 2007, jumlah penumpang mencapai 145,86 juta orang atau naik 10,36 persen, sebaliknya jumlah barang turun 0,54 persen atau mencapai 14,25 juta ton dibanding periode yang sama tahun 2006. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri bulan Oktober 2007 tercatat sebesar 614,12 ribu orang atau naik 31,56 persen, sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun 8,59 persen dibanding bulan September 2007 menjadi 14,16 juta ton. Selama Januari-Oktober 2007, jumlah penumpang mencapai 5,11 juta orang atau turun 51,11 persen dan jumlah barang turun 3,61 persen atau mencapai 141,69 juta ton dibanding periode yang sama tahun 2006. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Oktober 2007 mencapai 3,06 juta orang atau naik 20,56 persen dibanding bulan September 2007, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 580,1 ribu orang atau naik 9,81 persen. Selama Januari-Oktober 2007 jumlah penumpang domestik mencapai 25,30 juta orang atau naik 5,76 persen. Sementara itu, jumlah penumpang internasional mencapai 4,75 juta orang atau naik 15,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2006.

Download PDF
Nilai ekspor Indonesia  Oktober 2007 mengalami  peningkatan sebesar 7,68 persen. Nilai impor menurun 7,38 persen.

Nilai ekspor Indonesia Oktober 2007 mengalami peningkatan sebesar 7,68 persen. Nilai impor menurun 7,38 persen.

2007-12-03

Nilai ekspor Indonesia Oktober 2007 mencapai US$ 10,25 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 7,68 persen dibanding ekspor September 2007, sementara itu bila dibanding Oktober 2006 mengalami peningkatan sebesar 17,59 persen. Ekspor nonmigas Oktober 2007 mencapai US$ 8,27 miliar, naik 9,63 persen dibanding September 2007, sedangkan dibanding ekspor Oktober 2006 meningkat 16,16 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2007 mencapai US$ 93,26 miliar atau meningkat 13,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2006, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 75,91 miliar atau meningkat 17,31 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Oktober 2007 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 1,37 milyar, sedangkan penurunan nonmigas terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 92,9 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Oktober 2007 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,01 milyar, disusul Amerika Serikat US$ 906,4 juta dan Singapura US$ 685,3 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,50 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 1,22 milyar. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian, hasil industri, serta hasil tambang dan lainnya pada periode Januari-Oktober 2007 meningkat masing-masing sebesar 12,69 persen, 16,72 persen dan 22,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. Nilai impor Indonesia Oktober 2007 mencapai US$ 6,26 miliar atau menurun 7,38 persen dibanding September 2007 sebesar US$ 6,76 miliar, sedangkan selama Januari-Oktober 2007 nilai impor mencapai US$ 60,0 miliar atau meningkat 19,31 persen dibanding periode yang sama tahun 2006 sebesar US$ 50,29 miliar. Impor Nonmigas Oktober 2007 mencapai US$ 4,47 miliar atau menurun 0,98 persen dibanding impor September 2007, sedangkan selama Januari-Oktober 2007 mencapai US$ 42,98 miliar atau meningkat sebesar 26,12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor Migas Oktober 2007 mencapai US$ 1,78 miliar atau menurun 20,30 persen dibanding impor September 2007, sedangkan selama Januari-Oktober 2007 mencapai US$ 17,02 miliar atau meningkat 4,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari-Oktober 2007 impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$ 7,59 miliar atau 17,67 persen dari total impor nonmigas. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$ 6,47 miliar dengan pangsa 15,06 persen, diikuti Jepang US$ 5,29 miliar (12,31 persen) dan Amerika Serikat US$ 3,91 miliar (9,11 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,65 persen dan Uni Eropa sebesar 14,25 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Januari-Oktober 2007 meningkat masing-masing sebesar 39,79 persen dan 16,99 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. Sedangkan impor barang modal meningkat sebesar 20,71 persen.

Download PDF
Pada bulan November 2007 terjadi inflasi 0,18 persen

Pada bulan November 2007 terjadi inflasi 0,18 persen

2007-12-03

Pada bulan November 2007 terjadi inflasi 0,18 persen. Dari 45 kota tercatat 32 kota mengalami inflasi dan 13 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado 2,01 persen dan inflasi terendah di Balikpapan 0,04 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Makassar 1,74 persen dan terkecil di Jayapura 0,03 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 0,04 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,43 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,12 persen, kelompok sandang 1,66 persen, kelompok kesehatan 0,26 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,11 persen. Sedangkan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan mengalami deflasi 0,27 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari - November) 2007 sebesar 5,43 persen, sedangkan laju inflasi “year on year” (November 2007 terhadap November 2006) sebesar 6,71 persen. Inflasi komponen inti pada bulan November 2007 sebesar 0,43 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari - November) 2007 sebesar 5,57 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti “year on year” (November 2007 terhadap November 2006) sebesar 6,25 persen

Download PDF
ITB pada Triwulan III-2007 sebesar 112,58. ITK Triwulan III-2007 di Jabodetabek sebesar 109,48.

ITB pada Triwulan III-2007 sebesar 112,58. ITK Triwulan III-2007 di Jabodetabek sebesar 109,48.

2007-11-15

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan III-2007 sebesar 112,58, mengindikasikan kondisi bisnis pada Triwulan III-2007 secara umum meningkat dibandingkan Triwulan II-2007. Semua sektor menunjukkan peningkatan bisnis. Sektor Listrik/Gas/Air Bersih mengalami peningkatan bisnis paling tinggi diantara sektor lainnya dengan nilai indeks sebesar 117,74. Peningkatan kondisi bisnis terjadi karena adanya peningkatan pendapatan usaha, yang disebabkan peningkatan kapasitas produksi dan jumlah jam kerja. Sektor Keuangan/ Persewaan/Jasa Perusahaan dan Listrik/Gas/Air Bersih mengalami peningkatan pendapatan usaha terbesar, sedangkan sektor Pertambangan/Penggalian mengalami peningkatan pendapatan usaha paling rendah dibandingkan sektor lainnya. Nilai ITB Triwulan IV-2007 diperkirakan sebesar 116,20. Secara umum, kondisi bisnis pada Triwulan IV-2007 diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan III-2007. Kondisi bisnis di semua sektor diperkirakan akan meningkat, kecuali sektor Keuangan/Persewaan/Jasa Perusahaan yang diperkirakan akan mengalami penurunan. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2007 di Jabodetabek sebesar 109,48 yang berarti kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan III-2007 di Jabodetabek lebih baik dibandingkan dengan kondisi triwulan sebelumnya. Peningkatan nilai ITK terjadi karena peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi pada konsumsi makanan sehari-hari, dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi pokok. Peningkatan konsumsi yang tinggi terjadi pada biaya pendidikan, perumahan (listrik dan air), dan transportasi, sedangkan penurunan konsumsi tertinggi adalah pengeluaran untuk rekreasi. Perkiraan nilai ITK Triwulan IV-2007 sebesar 102,58 berarti kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan IV-2007 di Jabodetabek diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan III-2007. Peningkatan kondisi ekonomi konsumen diperkirakan terjadi karena pendapatan rumah tangga pada Triwulan IV-2007 meningkat.

Download PDF
PDB Indonesia pada triwulan III/2007 naik 3,9 persen terhadap triwulan II/2007.

PDB Indonesia pada triwulan III/2007 naik 3,9 persen terhadap triwulan II/2007.

2007-11-15

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan III/2007 meningkat sebesar 3,9 persen terhadap triwulan II tahun 2007, terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor pertanian 10,2 persen dan terendah di sektor pertambangan-penggalian 0,3 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2006, PDB Indonesia triwulan III/2007 ini mengalami pertumbuhan sebesar 6,5 persen, semua sektor mengalami pertumbuhan, tertinggi di sektor pengangkutan-komunikasi 12,5 persen dan terendah di sektor pertambangan-penggalian 1,8 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan III/2007 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006 tumbuh sebesar 6,3 persen. Pertumbuhan PDB tanpa migas hingga triwulan III/2007 mencapai 6,8 persen, yang berarti lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan PDB keseluruhan yang besarnya 6,3 persen. Besaran PDB Indonesia pada tiga triwulan pertama tahun 2006 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 2.464,8 triliun, sedang pada tiga triwulan pertama tahun 2007 mencapai Rp 2.901,3 triliun. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan PDB triwulan III/2007 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan konsumsi rumah tangga sebesar 2,2 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 5,3 persen dan ekspor sebesar 2,2 persen Pertumbuhan PDB penggunaan triwulan III/2007 dibandingKan dengan triwulan yang sama tahun 2006 (6,5 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB 8,8 persen, ekspor 7,8 persen, konsumsi pemerintah 6,5 persen dan konsumsi rumah tangga 5,3 persen. Pulau Jawa merupakan penyumbang terbesar dalam pembentukan PDB Indonesia Triwulan III/ 2007 (59,3%), diikuti oleh Pulau Sumatera (23,2 %), Kalimantan (9,0 %), Sulawesi (4,0 %) dan lainnya secara keseluruhan menyumbang 4,5 persen.

Download PDF
Pada Agustus 2007, NTP Turun 0,30%. Harga GKG Naik 8,72%; GKP Naik 0,42%; Gabah Kualitas Rendah Turun 1,69%. Upah Nominal Harian Buruh Tani Naik Sebesar 0,34%

Pada Agustus 2007, NTP Turun 0,30%. Harga GKG Naik 8,72%; GKP Naik 0,42%; Gabah Kualitas Rendah Turun 1,69%. Upah Nominal Harian Buruh Tani Naik Sebesar 0,34%

2007-11-01

Pada Agustus 2007, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 105,95 atau turun 0,30 persen dibanding NTP Juli 2007 yang mencapai 106,27. Hal ini disebabkan karena kenaikan Indeks harga yang diterima petani sebesar 0,32 persen, lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan Indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,62 persen. Dari 23 Provinsi yang dilaporkan pada Agustus 2007, 8 Provinsi mengalami kenaikan dan 15 Provinsi mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Barat, yaitu sebesar 2,49 persen karena harga produsen kelapa naik 10,99 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Bengkulu, yaitu sebesar 4,40 persen, karena harga produsen kopi turun 7,41 persen. Pada Agustus 2007, terjadi inflasi di daerah perdesaan Indonesia sebesar 0,75 persen. Inflasi perdesaan terjadi karena kenaikan indeks harga sub kelompok makanan sebesar 0,77 persen, perumahan naik sebesar 0,75 persen, sub kelompok pakaian naik 0,56 persen dan sub kelompok aneka barang dan jasa naik 0,75 persen.

Download PDF
Jumlah Penumpang KA Turun 2,50%, Angkutan Laut DN Turun 2,29%, Angkutan Udara Domestik Turun 13,21%

Jumlah Penumpang KA Turun 2,50%, Angkutan Laut DN Turun 2,29%, Angkutan Udara Domestik Turun 13,21%

2007-11-01

Jumlah penumpang kereta api bulan September 2007 mencapai 15,03 juta orang, yang berarti turun 2,50 persen dibanding bulan Agustus 2007, sedangkan jumlah barang yang diangkut kereta api naik 0,88 persen menjadi 1,49 juta ton. Selama Januari-September 2007, jumlah penumpang mencapai 130,00 juta orang atau naik 10,28 persen, sebaliknya jumlah barang turun 1,41 persen atau mencapai 12,78 juta ton dibanding periode yang sama tahun 2006. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri bulan September 2007 tercatat sebesar 466,80 ribu orang atau turun 2,29 persen, sebaliknya jumlah barang yang diangkut naik 0,13 persen dibanding bulan Agustus 2007 menjadi 15,50 juta ton. Selama Januari-September 2007, jumlah penumpang mencapai 4,49 juta orang atau turun 53,54 persen dan jumlah barang turun 4,59 persen atau mencapai 127,52 juta ton dibanding periode yang sama tahun 2006. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan September 2007 mencapai 2,54 juta orang atau turun 13,21 persen dibanding bulan Agustus 2007 sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 528,3 ribu orang atau turun 11,71 persen. Selama Januari-September 2007 jumlah penumpang domestik mencapai 22,24 juta orang atau naik 2,49 persen. Sementara itu, jumlah penumpang internasional mencapai 4,17 juta orang atau naik 1,50 persen dibanding periode yang sama tahun 2006.

Download PDF
Pada Bulan September 2007 Jumlah Wisman Naik 13,87%.

Pada Bulan September 2007 Jumlah Wisman Naik 13,87%.

2007-11-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 15 pintu masuk pada September 2007 mencapai 382,5 ribu orang, mengalami kenaikan 13,87 persen dibanding jumlah wisman September 2006 sebanyak 335,9 ribu orang. Namun dibanding Agustus 2007, wisman September 2007 mengalami penurunan sebesar 5,71 persen. Jumlah wisman ke Bali pada September 2007 naik 28,17 persen dibanding September 2006. Dibanding Agustus 2007, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 8,08 persen, yaitu dari 173,6 ribu orang menjadi 159,6 ribu orang pada September 2007. Jumlah wisman dari 15 pintu masuk selama Januari-September 2007, mencapai 3,36 juta orang atau meningkat 13,52 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2006 sebanyak 2,96 juta orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Agustus 2007 mencapai rata-rata 51,47 persen, atau turun 1,02 poin dibanding TPK Juli 2007 sebesar 52,49 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik dari 58,69 persen pada Juli 2007 menjadi 59,97 persen pada Agustus 2007. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Agustus 2007 adalah 2,16 hari, tidak mengalami kenaikan dibandingkan Juli 2007.

Download PDF
Pada Bulan September 2007 Ekspor Turun 0,91 Persen Dan Impor Turun 1,37 Persen

Pada Bulan September 2007 Ekspor Turun 0,91 Persen Dan Impor Turun 1,37 Persen

2007-11-01

Nilai ekspor Indonesia September 2007 mencapai US$ 9,52 miliar atau mengalami penurunan tipis sebesar 0,91 persen dibanding ekspor Agustus 2007, tetapi bila dibanding September 2006 mengalami peningkatan sebesar 7,63 persen. Ekspor nonmigas September 2007 mencapai US$ 7,54 miliar, turun 2,68 persen dibanding Agustus 2007, sedangkan dibanding ekspor September 2006 meningkat 4,16 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari- September 2007 mencapai US$ 83,02 miliar atau meningkat 12,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2006, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 67,65 miliar atau meningkat 17,47 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar September 2007 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 205,0 juta, sedangkan peningkatan nonmigas terbesar terjadi pada nikel sebesar US$ 65,5 juta . Ekspor nonmigas ke Jepang September 2007 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,06 milyar, disusul Amerika Serikat US$ 1,03 milyar dan Singapura US$ 903,2 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 39,65 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 933,6 juta. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian, hasil industri serta hasil tambang dan lainnya pada periode Januari- September 2007 meningkat masing-masing sebesar 11,25 persen, 15,97 persen dan 29,30 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. Nilai impor Indonesia September 2007 mencapai US$ 6,76 miliar atau menurun 1,37 persen dibanding Agustus 2007 sebesar US$ 6,85 miliar, sedangkan selama Januari-September 2007 nilai impor mencapai US$ 53,67 miliar atau meningkat 17,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2006 sebesar US$ 45,71 miliar. Impor Nonmigas September 2007 mencapai US$ 4,52 miliar atau menurun 10,96 persen dibanding impor Agustus 2007, sedangkan selama Januari-September 2007 mencapai US$ 38,51 miliar atau meningkat sebesar 23,34 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor Migas September 2007 mencapai US$ 2,24 miliar atau meningkat 26,04 persen dibanding impor Agustus 2007, sedangkan selama Januari-September 2007 mencapai US$ 15,17 miliar atau meningkat 4,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari-September 2007 impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$ 6,73 miliar atau 17,47 persen dari total impor nonmigas. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$ 5,84 miliar dengan pangsa 15,17 persen, diikuti Jepang US$ 4,67 miliar (12,12 persen) dan Amerika Serikat US$ 3,41 miliar (8,85 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,72 persen dan Uni Eropa sebesar 14,39 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Januari-September 2007 meningkat masing-masing sebesar 39,39 persen dan 15,57 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. Sedangkan impor barang modal meningkat sebesar 15,56 persen

Download PDF
Inflasi bulan  Oktober 2007 sebesar 0,79 persen.

Inflasi bulan Oktober 2007 sebesar 0,79 persen.

2007-11-01

Pada bulan Oktober 2007 terjadi inflasi 0,79 persen. Dari 45 kota tercatat 39 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ternate 3,98 persen dan inflasi terendah di Denpasar 0,04 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Banda Aceh 1,57 persen dan terkecil di Pematang Siantar 0,15 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 1,87 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,51 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,21 persen, kelompok sandang 2,05 persen, kelompok kesehatan 0,45 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,21 persen, dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,47 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari - Oktober) 2007 sebesar 5,24 persen, sedangkan laju inflasi “year on year” (Oktober 2007 terhadap Oktober 2006) sebesar 6,88 persen. Inflasi komponen inti pada bulan Oktober 2007 sebesar 0,80 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari - Oktober) 2007 sebesar 5,12 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti “year on year” (Oktober 2007 terhadap Oktober 2006) sebesar 6,13 persen.

Download PDF