Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Pariwisata dan Trasportasi Nasional Bulan Mei 2006
2006-07-03
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Mei 2006 mencapai 332,4 ribu orang, naik 0,89 persen dibanding jumlah wisman bulan April 2006 sebanyak 329,5 ribu orang. Sedangkan jumlah wisman ke Bali pada bulan Mei 2006 menurun 1,84 persen dari 109,7 ribu orang pada April bulan 2006 menjadi 107,7 ribu orang. Jumlah wisman dari 13 pintu masuk bulan Januari-Mei 2006 mencapai 1,53 juta orang, yang berarti menurun 8,77 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2005 sebesar 1,68 juta orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada bulan April 2006 mencapai rata-rata 44,19 persen, mengalami penurunan 0,79 poin dibanding TPK bulan Maret 2006 sebesar 44,98 persen. Sedangkan TPK hotel berbintang di Bali naik dari 40,24 persen pada bulan Maret 2006 menjadi 45,48 persen pada bulan April 2006. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama bulan April 2006 adalah 2,49 hari, mengalami kenaikan 0,2 hari jika dibanding bulan Maret 2006. Jumlah penumpang kereta api bulan Mei 2006 mencapai 13,58 juta orang, yang berarti naik 5,15 persen dibanding bulan April 2006, sedangkan untuk barang mencapai 1,38 juta ton atau turun 0,07 persen. Selama Januari-Mei 2006, jumlah penumpang mencapai 63,56 juta orang atau naik 5,04 persen dan barang mencapai 6,89 juta ton atau turun 0,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2005. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri bulan Mei 2006 mencapai 1,05 juta orang atau naik 4,51 persen dibanding bulan April 2006, sedangkan angkutan barang mencapai 17,66 juta ton atau naik 6,30 persen. Selama Januari-Mei 2006 jumlah penumpang mencapai 5,92 juta orang atau naik 8,80 persen, sedangkan barang mencapai 78,95 juta ton atau naik 6,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2005. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Mei 2006 mencapai 2,39 juta orang atau naik 0,08 persen dibanding bulan April 2006, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 457,5 ribu orang atau naik 6,05 persen. Selama Januari-Mei 2006 jumlah penumpang domestik mencapai 11,56 juta orang (naik 13,31 persen) dan penumpang internasional mencapai 2,11 juta orang atau turun 0,17 persen dibanding periode yang sama tahun 2005.
Download PDFNilai Ekspor-Impor Bulan Mei 2006
2006-07-03
Nilai ekspor Indonesia bulan Mei 2006 mencapai US$ 8,34 milyar atau mengalami peningkatan sebesar 9,79 persen dibanding ekspor April 2006. Sedangkan selama Januari - Mei 2006, nilai ekspor mencapai US$ 38,39 milyar atau meningkat 13,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2005. Ekspor Non-Migas bulan Mei 2006 mencapai US$ 6,55 milyar, naik 10,52 persen dibanding bulan April 2006. Sedangkan selama Januari - Mei 2006, nilai ekspor non migas mencapai US$ 29,78 milyar atau meningkat 12,22 persen dibanding periode yang sama tahun 2005. Peningkatan ekspor non migas terbesar bulan Mei 2006 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 113,0 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada nikel sebesar US$ 42,2 juta. Ekspor non migas ke Amerika Serikat bulan Mei 2006 mencapai angka terbesar yaitu US$ 910,1 juta, disusul Jepang US$ 886,0 juta dan Singapura US$ 695,1 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,02 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 904,7 juta. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian periode Januari-Mei 2006 meningkat 18,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2005, demikian pula ekspor hasil industri serta hasil tambang naik masing-masing sebesar 10,18 persen dan 25,98 persen. Nilai impor Indonesia Mei 2006 mencapai US$ 5,06 milyar atau meningkat 6,49 persen dibanding April 2006 sebesar US$ 4,75 milyar, sedangkan selama Januari-Mei 2006 nilai impor US$ 23,14 milyar atau menurun 2,12 persen dibanding periode yang sama tahun 2005 sebesar US$ 23,64 milyar. Impor Non-Migas bulan Mei 2006 mencapai US$ 3,37 milyar atau meningkat 0,81 persen dibanding impor bulan April 2006, sedangkan selama Januari-Mei tahun 2006 mencapai US$ 16,34 milyar atau menurun 3,89 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2005. Impor Migas bulan Mei 2006 mencapai US$ 1,69 milyar atau naik 19,94 persen dibanding impor bulan April 2006, sedangkan selama Januari-Mei tahun 2006 mencapai US$ 6,80 milyar atau naik 2,39 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari-Mei 2006 impor non migas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 2,92 milyar atau 17,90 persen dari total impor non migas, sedangkan negara pemasok barang impor terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 2,17 milyar dengan pangsa 13,27 persen, diikuti Cina US$ 1,87 milyar (11,42 persen) dan Amerika Serikat US$ 1,64 milyar (10,05 persen). Sementara impor dari ASEAN mencapai 20,60 persen dan Uni Eropa sebesar 14,79 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor bahan baku/penolong selama Januari-Mei tahun 2006 menurun 5,24 persen dibanding periode yang sama tahun 2005, sementara itu impor barang konsumsi dan barang modal masing-masing meningkat sebesar 16,83 persen dan 4,92 persen.
Download PDFInflasi Bulan Juni 2006 Mencapai 0,45 %
2006-07-03
Pada bulan Juni 2006 terjadi inflasi 0,45 persen. Dari 45 kota tercatat 42 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 3,29 persen dan inflasi terendah di Medan 0,02 persen. Sedangkan deflasi terbesar di Ternate sebesar 1,39 persen, dan deflasi terkecil di Manado 0,01 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 1,12 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,26 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,32 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,25 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,10 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks sebesar 0,08 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2006 sebesar 2,87 persen, sedangkan tingkat laju inflasi year on year (Juni 2006 terhadap Juni 2005) sebesar 15,53 persen. Inflasi komponen inti pada bulan Juni 2006 sebesar 0,31 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Juni) 2006 sebesar 2,72 persen, sedangkan laju inflasi inti year on year (Juni 2006 terhadap Juni 2005) sebesar 9,58 persen.
Download PDFTingkat Pengangguran Terbuka Februari 2006 Mencapai 10,4 %
2006-06-01
Jumlah angkatan kerja pada Februari 2006 mencapai 106,3 juta orang, bertambah 500 ribu orang dibandingkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2005 sebesar 105,8 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2006 sebesar 95,2 juta orang, bertambah 300 ribu orang jika dibandingkan dengan keadaan pada Februari 2005, tetapi bertambah 1,2 juta orang jika dibandingkan dengan keadaan Nopember 2005. Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2006 mencapai 10,4 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan keadaan pada Februari 2005 (10,3%), tetapi jauh lebih rendah dibandingkan keadaan pada Nopember 2005 (11,2%). Jumlah penduduk yang bekerja tidak penuh waktu, yaitu yang bekerja kurang dari 35 jam/minggu, pada Februari 2006 sebesar 29,9 juta orang atau 31,4 persen dari seluruh penduduk yang bekerja; angka ini sedikit lebih tinggi dari keadaan pada bulan Februari 2005 sebesar 29,6 juta orang atau 31,2 persen.
Download PDFNTP Bulan Maret 2006 Naik 0,26%, Upah Buruh Industri Turun 3,42%
2006-06-01
Pada bulan Maret 2006, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 101,00 atau naik 0,26 persen dibanding NTP Pebruari 2006 yang mencapai 100,74. Hal ini disebabkan Indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,21 persen, sebaliknya Indeks harga yang dibayar petani turun sebesar 0,05 persen. Dari 23 propinsi yang dilaporkan pada bulan Maret 2006, 12 propinsi mengalami kenaikan, 10 propinsi mengalami penurunan, dan 1 propinsi stabil. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Propinsi Sulawesi Selatan, yaitu sebesar 9,88 persen karena harga cengkeh biji kering naik 43,75 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Propinsi Riau yaitu sebesar 4,57 persen, karena harga kelapa turun 13,20 persen. Pada Maret 2006, terjadi deflasi di daerah pedesaan Indonesia sebesar 0,38 persen. Deflasi pedesaan terjadi karena indeks harga sub kelompok makanan turun 1,04 persen, perumahan naik 0,14 persen, pakaian naik 0,57 persen, dan kelompok aneka barang dan jasa naik 0,65 persen. Berdasarkan observasi 596 transaksi gabah di 14 propinsi pada Mei 2006, rata-rata harga gabah di tingkat petani dibandingkan bulan April 2006 untuk semua kualitas mengalami kenaikan. Rata-rata harga gabah di tingkat petani untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) naik sebesar 2,59 persen; Gabah Kering Panen (GKP) naik 7,94 persen; dan kualitas rendah naik 7,65 persen. Kenaikan tersebut disebabkan panen raya mulai berakhir. Rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan baik kualitas GKG maupun GKP berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Persentase observasi harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP turun dibanding bulan lalu, yaitu dari 25,00 persen pada April 2006 menjadi 11,82 persen pada Mei 2006. Persentase observasi gabah kualitas rendah turun juga, yaitu dari 24,75 persen pada April 2006 menjadi 13,42 persen pada Mei 2006. Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp 1.300,00/kg yang dijumpai di Kec. Sukaraja dan Cisaat, Kab. Sukabumi, Jawa Barat, dengan kualitas Rendah. Harga tertinggi sebesar Rp 4.190,00/kg dijumpai di Kec. Anjir Pasar, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dengan kualitas GKP. Upah harian buruh tani pada bulan Maret 2006 naik sebesar 0,80 persen dibanding upah bulan Pebruari 2006, yaitu dari Rp 13.371,- menjadi Rp 13.478,-, dan secara riil naik 1,25 persen*). Dibanding upah Maret 2005 (year on year) upah nominal naik 14,56 persen. Upah harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada bulan Mei 2006 naik 0,36 persen dibanding upah bulan April 2006, yaitu dari Rp 33.948,- menjadi Rp 34.071,-, namun secara riil turun sebesar 0,01 persen*). Dibanding upah Mei 2005 (year on year) upah nominal naik 13,00 persen. Upah bulanan buruh industri pada triwulan IV 2005 turun sebesar 3,42 persen dibanding upah triwulan III 2005 yaitu dari Rp 929.161,- menjadi Rp 897.394,-, dan secara riil turun 12,26 persen*). Dibanding triwulan IV 2004 (year on year) upah nominal naik 4,90 persen.
Download PDFPariwisata dan Transportasi Bulan April 2006
2006-06-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan April 2006 mencapai 329,5 ribu orang, naik 5,50 persen dibanding jumlah wisman bulan Maret 2006 sebanyak 312,3 ribu orang. Begitu pula jumlah wisman ke Bali pada bulan April 2006 meningkat 23,34 persen dari 88,9 ribu orang pada bulan Maret 2006 menjadi 109,7 ribu orang. Jumlah wisman dari 13 pintu masuk bulan Januari-April 2006 mencapai 1,20 juta orang, yang berarti menurun 10,17 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2005 sebesar 1,34 juta orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada bulan Maret 2006 mencapai rata-rata 44,98 persen, mengalami kenaikan 4,62 poin dibanding TPK bulan Februari 2006 sebesar 40,36 persen. Sedangkan TPK hotel berbintang di Bali naik dari 32,80 persen pada bulan Februari 2006 menjadi 40,24 persen pada bulan Maret 2006. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama bulan Maret 2006 adalah 2,29 hari, mengalami kenaikan 0,02 hari jika dibanding bulan Februari 2006. Jumlah penumpang kereta api bulan April 2006 mencapai 12,91 juta orang, yang berarti turun 3,03 persen dibanding bulan Maret 2006, sedangkan untuk barang mencapai 1,38 juta ton atau turun 2,81 persen. Selama Januari-April 2006, jumlah penumpang mencapai 49,98 juta orang atau naik 4,60 persen dan barang mencapai 5,50 juta ton atau naik 0,07 persen dibanding periode yang sama tahun 2005. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri bulan April 2006 mencapai 1,00 juta orang atau turun 15,97 persen dibanding bulan Maret 2006, sedangkan angkutan barang mencapai 16,62 juta ton atau naik 10,28 persen. Selama Januari-April 2006 jumlah penumpang mencapai 4,88 juta orang atau naik 9,35 persen, sedangkan barang mencapai 61,29 juta ton atau naik 4,81 persen dibanding periode yang sama tahun 2005. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan April 2006 mencapai 2,39 juta orang atau naik 3,80 persen dibanding bulan Maret 2006, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 431,4 ribu orang atau naik 1,17 persen. Selama Januari-April 2006 jumlah penumpang domestik mencapai 9,17 juta orang, naik 12,12 persen dan penumpang internasional mencapai 1,66 juta orang turun 3,04 persen dibanding periode yang sama tahun 2005.
Download PDFNilai Ekspor -Impor Indonesia Bulan April 2006
2006-06-01
Nilai ekspor Indonesia bulan April 2006 mencapai US$ 7,60 milyar atau mengalami peningkatan sebesar 2,01 persen dibanding ekspor Maret 2006. Sementara dibanding bulan April 2005 mengalami peningkatan 11,89 persen. Ekspor Nonmigas bulan April 2006 mencapai US$ 5,93 milyar, naik 3,11 persen dibanding bulan Maret 2006, dan dibanding ekspor April 2005 naik 13,59 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar bulan April 2006 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 263,6 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada mesin/peralatan listrik sebesar US$ 110,4 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang bulan April 2006 mencapai angka terbesar yaitu US$ 893,1 juta, disusul Amerika Serikat US$ 820,4 juta dan Singapura US$ 620,8 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 39,37 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 818,0 juta. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian periode Januari-April 2006 meningkat 24,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2005, demikian pula ekspor hasil industri serta hasil tambang naik masing-masing sebesar 8,90 persen dan 29,19 persen. Nilai impor Indonesia April 2006 mencapai US$ 4,75 milyar atau meningkat 9,61 persen dibanding Maret 2006 sebesar US$ 4,34 milyar, sedangkan selama Januari-April 2006 nilai impor US$ 18,01 milyar atau menurun 3,68 persen dibanding periode yang sama tahun 2005 sebesar US$ 18,69 milyar. Impor Nonmigas bulan April 2006 mencapai US$ 3,34 milyar atau meningkat 7,03 persen dibanding impor bulan Maret 2006, sedangkan selama Januari-April tahun 2006 mencapai US$ 12,94 milyar atau menurun 3,15 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2005. Impor Migas bulan April 2006 mencapai US$ 1,41 milyar atau naik 16,25 persen dibanding impor bulan Maret 2006, sedangkan selama Januari-April tahun 2006 mencapai US$ 5,07 milyar atau turun 4,98 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari-April 2006 impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 2,31 milyar atau 17,84 persen dari total impor nonmigas, sedangkan negara pemasok barang impor terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 1,81 milyar dengan pangsa 13,97 persen, diikuti Cina US$ 1,45 milyar (11,20 persen) dan Amerika Serikat US$ 1,36 milyar (10,48 persen). Sementara impor dari ASEAN mencapai 20,50 persen dan Uni Eropa sebesar 14,77 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor bahan baku/penolong selama Januari-April tahun 2006 menurun 8,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2005, sementara itu impor barang konsumsi dan barang modal masing-masing meningkat sebesar 17,78 persen dan 11,89 persen.
Download PDFInflasi Bulan Mei 2006 Mencapai 0,37%
2006-06-01
Pada bulan Mei 2006 terjadi inflasi 0,37 persen. Dari 45 kota tercatat 37 kota mengalami inflasi dan 8 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh 3,14 persen dan inflasi terendah di Serang/Cilegon 0,04 persen. Sedangkan deflasi terbesar di Ambon sebesar 1,41 persen, dan deflasi terkecil di Batam dan Samarinda masing-masing 0,02 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 0,28 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,30 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,30 persen, kelompok sandang 2,03 persen, kelompok kesehatan 0,57 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,17 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2006 sebesar 2,41 persen, sedangkan tingkat laju inflasi year on year (Mei 2006 terhadap Mei 2005) sebesar 15,60 persen. Inflasi komponen inti pada bulan Mei 2006 sebesar 0,44 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Mei) 2006 sebesar 2,40 persen, sedangkan laju inflasi inti year on year (Mei 2006 terhadap Mei 2005) sebesar 9,54 persen.
Download PDFPDB Indonesia Triwulan I Tahun 2006 Tumbuh 2,03 %
2006-05-15
PDB Indonesia pada triwulan I tahun 2006 meningkat sebesar 2,03 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2005. Pertumbuhan ini terjadi pada sektor pertanian; konstruksi; pengangkutan & komunikasi; keuangan, real estate, jasa perusahaan; dan sektor jasa-jasa. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pertanian sebesar 18,77 persen sebagai akibat faktor musim panen pada triwulan I. PDB Indonesia pada triwulan I tahun 2006 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2005 (y on y) mengalami pertumbuhan sebesar 4,59 persen.
Download PDFUlasan Sensus Ekonomi 2006
2006-05-15
Mulai hari ini sampai akhir Juni 2006 akan dilaksanakan pendataan usaha/perusahaan serentak di seluruh Wilayah Republik Indonesia yang merupakan bagian dari Sensus Ekonomi 2006 dan melibatkan 243 000 petugas sensus. Sensus Ekonomi 2006 akan menyajikan data dasar tentang kegiatan ekonomi di Indonesia yang mencakup jumlah dan karakteristik usaha dari semua skala usaha yang bergerak di sektor ekonomi SE06 bermanfaat bagi Dunia Usaha sebagai dasar perencanaan pengembangan usaha, penentuan pangsa pasar, potensi pasar, jumlah usaha sejenis, dan skala usaha. Bagi Pemerintah bermanfaat sebagai dasar perencanaan ekonomi, mengetahui potensi ekonomi, peta penyebaran usaha tiap sektor usaha, penyerapan tenaga kerja, dan nilai tambah.
Download PDF