Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Jumlah Angkatan Kerja  Bulan Oktober 2005

Jumlah Angkatan Kerja Bulan Oktober 2005

2005-11-01

Jumlah angkatan kerja pada Oktober 2005 diperkirakan mencapai 106,9 juta orang, bertambah 1,1 juta orang dibanding Februari 2005 (105,8 juta orang) atau bertambah 2,9 juta orang dibanding Agustus 2004 (104,0 juta orang). Jumlah penduduk yang bekerja pada Oktober 2005 diperkirakan mencapai 95,3 juta orang, bertambah 400 ribu orang dibanding Februari 2005 (94,9 juta orang) atau bertambah 1,6 juta orang dibanding Agustus 2004 (93,7 juta orang). Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Oktober 2005 diperkirakan sebesar 10,84%, lebih tinggi dibandingkan TPT Februari 2005 (10,26%) dan TPT Agustus 2004 (9,86%).

Download PDF
Harga Produsen Gabah Bulan Oktober 2005

Harga Produsen Gabah Bulan Oktober 2005

2005-11-01

Berdasarkan observasi 479 transaksi gabah di 14 propinsi pada Oktober 2005, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada bulan Oktober 2005 dibandingkan bulan September 2005 untuk kualitas Gabah Kering Panen (GKP) dan kualitas Rendah mengalami kenaikan, sedangkan kualitas Gabah Kering Giling (GKG) yang hanya ada di Jambi mengalami penurunan. Rata-rata harga gabah untuk kualitas GKG turun 1,50 persen; kualitas GKP naik 5,38 persen, dan gabah kualitas rendah naik 8,55 persen. Secara rata-rata, harga gabah semua kualitas di tingkat penggilingan masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP turun dibanding bulan lalu, yaitu: dari 4,41 persen (September 2005) menjadi 1,11 persen (Oktober 2005). Persentase gabah yang berkualitas rendah naik yaitu dari 4,73 persen (September 2005) menjadi 5,84 persen (Oktober 2005). Harga gabah terendah di tingkat petani adalah sebesar Rp.1.200,00/kg yang dijumpai di Kec. Tanggetada, Kab. Kolaka, Sultra dengan kualitas GKP, sedangkan harga tertinggi sebesar Rp.2.300,00/kg dijumpai di Kec. Tembelang, Kab. Jombang, Jatim dengan kualitas GKP. Upah harian buruh tani pada bulan Agustus 2005 (angka sementara) naik sebesar 0,44 persen dibanding bulan Juli 2005 yaitu dari Rp 12.004,- menjadi Rp 12.056,- (secara riil turun 0,04 persen *). Dibanding upah Agustus 2004 (year on year) upah nominal naik 8,49 persen. Upah harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada bulan Oktober 2005 naik 5,59 persen dibanding bulan September 2005, yaitu dari Rp 30.430,- menjadi Rp 32.130,- (secara riil turun 2,86 persen*). Dibanding upah Oktober 2004 (year on year) upah nominal naik 12,77 persen. Upah bulanan buruh industri pada triwulan II 2005 (angka sangat sementara) naik sebesar 8,80 persen dibanding triwulan I 2005 (angka sementara) yaitu dari Rp 867.179,- menjadi Rp 943.491 (secara riil naik 7,66 persen*). Dibanding triwulan II 2004 (year on year) upah nominal naik 10,34 persen.

Download PDF
Perkiraan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai Tahun 2005

Perkiraan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai Tahun 2005

2005-11-01

Produksi padi tahun 2005 (Ramalan III) diperkirakan sebesar 53,98 juta ton gabah kering giling (GKG) atau turun sebesar 104 ribu ton (0,19 persen) jika dibandingkan dengan produksi tahun 2004. Penurunan produksi terjadi terutama karena adanya penurunan luas panen sekitar 122 ribu hektar (1,02 persen). Sementara produktivitas per hektar secara rata-rata naik 0,86 persen. Penurunan luas panen terjadi pada padi sawah yang diperkirakan akibat dari adanya kekeringan pada akhir subround III (September-Desember) tahun 2004 yang mengakibatkan pergeseran tanam sehingga luas panen Januari-April 2005 menjadi turun. Selain itu penurunan luas panen juga disebabkan meningkatnya luas puso pada Januari-Agustus tahun 2005 dibanding periode yang sama tahun 2004. Khusus di Propinsi NAD penurunan luas panen juga diakibatkan oleh rusaknya infrastruktur akibat bencana tsunami pada akhir tahun 2004. Produksi jagung tahun 2005 (Ramalan III) diperkirakan sebesar 12,01 juta ton pipilan kering atau meningkat sebanyak 788 ribu ton (7,02 persen) dibandingkan dengan produksi tahun 2004. Kenaikan produksi terjadi karena naiknya luas panen dan juga produktivitas. Luas panen meningkat diperkirakan karena adanya program Gentataton (Gerakan Tambahan Dua Juta Ton) sehingga merangsang petani untuk menanam jagung. Sementara peningkatan produktivitas diperkirakan karena adanya perubahan varietas benih yang ditanam petani dari varietas lokal ke varietas komposit atau hibrida. Produksi kedelai diperkirakan sebesar 797 ribu ton biji kering atau naik sekitar 74 ribu ton (10,18 persen) dibandingkan dengan produksi tahun 2004. Kenaikan produksi terjadi terutama karena adanya peningkatan luas panen. Peningkatan luas panen kedelai diperkirakan karena adanya peralihan tanaman dari komoditas padi sawah ke kedelai disebabkan di beberapa daerah mengalami kekurangan air pada akhir subround III (September-Desember) tahun 2004.

Download PDF
Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan September 2005

Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan September 2005

2005-11-01

Nilai ekspor Indonesia bulan September 2005 mencapai US$ 7,38 milyar, lebih tinggi 4,94 persen dibanding ekspor bulan Agustus 2005 sebesar US$ 7,03 milyar. Secara kumulatif nilai ekspor Januari-September tahun 2005 mengalami peningkatan 21,15 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Ekspor Nonmigas bulan September 2005 mencapai US$ 5,67 milyar, naik 8,20 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan nilai ekspor Januari-September 2005 mengalami kenaikan sebesar 21,04 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar bulan September 2005 terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 232,7 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 81,5 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang bulan September 2005 mencapai angka terbesar yaitu US$ 847,8 juta, disusul Amerika Serikat US$ 841,9 juta dan Singapura US$ 602,4 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 40,45 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 812,0 juta. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian dan ekspor hasil industri pada Januari-September tahun 2005 meningkat masing-masing 25,20 persen dan 15,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2004, demikian pula hasil tambang dan lainnya naik sebesar 83,62 persen. Nilai impor Indonesia bulan September 2005 mencapai US$ 4,90 milyar atau menurun 9,34 persen dibanding impor bulan Agustus 2005 sebesar US$ 5,40 milyar, sedangkan selama Januari-September tahun 2005 nilai impor mencapai US$ 43,75 milyar atau meningkat 30,59 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004 sebesar US$ 33,50 milyar. Impor non migas bulan September 2005 mencapai US$ 3,12 milyar atau menurun 7,31 persen dibanding impor bulan Agustus 2005, sedangkan selama Januari-September tahun 2005 mencapai US$ 30,47 milyar atau meningkat 20,65 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004. Selama Januari-September tahun 2005 impor non migas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 6,08 milyar atau 19,95 persen dari total impor non migas, sedangkan negara pemasok barang impor terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 5,43 milyar dengan pangsa 17,83 persen, diikuti Cina 11,28 persen dan Amerika Serikat 9,23 persen. Sementara impor dari ASEAN mencapai 19,14 persen dan Uni Eropa sebesar 14,36 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor bahan baku/penolong selama Januari-September tahun 2005 meningkat 30,93 persen, demikian juga impor barang modal dan barang konsumsi masing-masing meningkat sebesar 35,33 persen dan 19,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.

Download PDF
Inflasi  Bulan Oktober 2005   Mencapai 8,70 %

Inflasi Bulan Oktober 2005 Mencapai 8,70 %

2005-11-01

Pada bulan Oktober 2005 terjadi inflasi 8,70 persen. Kota-kota IHK yang berjumlah 45 kota seluruhnya mengalami inflasi yang sangat signifikan. Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung yang mencapai 12,87 persen, dan inflasi terendah di Palu 3,84 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 7,24 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 3,21 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 7,40 persen, kelompok sandang 1,84 persen, kelompok kesehatan 0,95 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,40 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang mencapai 28,57 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2005 sebesar 15,65 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (Oktober 2005 terhadap Oktober 2004) sebesar 17,89 persen.

Download PDF
Pariwisata Dan Transportasi Nasional Bulan September 2005

Pariwisata Dan Transportasi Nasional Bulan September 2005

2005-11-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan September 2005 mencapai 387,3 ribu orang, turun 1,24 persen dibanding jumlah wisman bulan Agustus 2005 sebanyak 392,2 ribu orang. Sedangkan jumlah wisman ke Bali meningkat, dari 163,6 ribu orang menjadi 168,2 ribu orang atau naik 2,79 persen. Jumlah penumpang kereta api bulan September 2005 mencapai 12,67 juta orang, yang berarti naik 1,31 persen dibanding bulan Agustus 2005, sedangkan untuk barang mencapai 1,47 juta ton atau turun 1,01 persen. Selama Januari-September 2005, jumlah penumpang mencapai 98,91 juta orang atau turun 11,59 persen dan barang mencapai 11,52 juta ton atau turun 8,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan September 2005 mencapai 1,17 juta orang atau naik 6,42 persen dibanding bulan Agustus 2005, sedangkan angkutan barang mencapai 15,52 juta ton atau naik 2,18 persen. Selama Januari-September 2005 jumlah penumpang mencapai 9,89 juta orang atau naik 6,39 persen, sedangkan barang mencapai 134,87 juta ton atau naik 14 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan September 2005 mencapai 2,20 juta orang atau naik 3,68 persen dibanding bulan Agustus 2005, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 516,6 ribu orang atau turun 0,69 persen. Selama Januari-September 2005 jumlah penumpang domestik mencapai 19,18 juta orang, naik 11,12 persen dan penumpang internasional mencapai 4,12 juta orang, naik 3,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.

Download PDF
NTP Bulan Juli 2005 Naik 1,68%

NTP Bulan Juli 2005 Naik 1,68%

2005-10-03

Pada bulan Juli 2005, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 102,76 atau naik 1,68 persen dibanding NTP Juni 2005 yang mencapai 101,06. Hal ini disebabkan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) sebesar 2,19 persen dari 476,90 menjadi 487,33; lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) sebesar 0,50 persen yaitu dari 471,88 pada bulan Juni 2005 menjadi 474,24 pada bulan Juli 2005. Dari 18 propinsi yang dibandingkan dengan NTP bulan Juni 2005, 8 propinsi mengalami kenaikan, 8 propinsi mengalami penurunan, dan 2 propinsi stabil. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Jambi (14,83 persen), terutama karena naiknya harga getah karet tebal produksi petani sebesar 33,33 persen. Penurunan NTP terbesar terjadi di Nusa Tenggara Barat (minus 2,03 persen) karena naiknya harga beras IR 36 yang dikonsumsi petani sebesar 8,54 persen. Berdasarkan observasi 571 transaksi gabah di 15 propinsi pada September 2005, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada bulan September 2005 dibandingkan bulan Agustus 2005 untuk semua kualitas mengalami kenaikan. Kualitas Gabah Kering Giling (GKG) naik 2,55 persen; kualitas Gabah Kering Panen (GKP) naik 7,55 persen, dan gabah kualitas rendah naik 1,19 persen. Persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) turun dibanding bulan lalu, yaitu: dari 4,64 persen (Agustus 2005) menjadi 4,41 persen (September 2005). Persentase gabah yang berkualitas rendah juga turun yaitu dari 6,98 persen (Agustus 2005) menjadi 4,73 persen (September 2005). Upah harian buruh tani pada bulan Juli 2005 naik sebesar 0,51 persen dibanding bulan Juni 2005 yaitu dari Rp 11.942,- menjadi Rp 12.004,- (secara riil turun 0,61 persen*), sedangkan terhadap Juli 2004 (year on year) naik 8,62 persen. Upah harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada bulan September 2005 naik 0,45 persen dibanding bulan Agustus 2005, yaitu dari Rp 30.293,- menjadi Rp 30.430,- (secara riil turun 0,24 persen*). Dibanding upah September 2004 (year on year) naik 7,00 persen. Upah bulanan buruh industri pada triwulan I 2005 (angka sangat sementara) naik sebesar 2,73 persen dibanding triwulan IV 2004 yaitu dari Rp 855.648,- menjadi Rp 879.001 (secara riil turun 0,44 persen*). Dibanding triwulan I 2004 (year on year) upah nominal naik 7,31 persen.

Download PDF
Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Agustus 2005

Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Agustus 2005

2005-10-03

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Agustus 2005 mencapai 392,2 ribu orang, turun 2,99 persen dibanding jumlah wisman bulan Juli 2005 sebanyak 404,3 ribu orang. Jumlah wisman ke Bali juga menurun, dari 165,1 ribu orang menjadi 163,6 ribu orang atau turun 0,93 persen. Jumlah penumpang kereta api bulan Agustus 2005 mencapai 12,51 juta orang, yang berarti turun 6,87 persen dibanding bulan Juli 2005, sedangkan untuk barang mencapai 1,48 juta ton atau naik 1,58 persen. Selama Januari-Agustus 2005, jumlah penumpang mencapai 98,91 juta orang atau turun 0,64 persen dan barang mencapai 11,52 juta ton atau naik 4,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Agustus 2005 mencapai 1,10 juta orang atau turun 3,65 persen dibanding bulan Juli 2005, sedangkan angkutan barang mencapai 15,18 juta ton atau naik 3,31 persen. Selama Januari-Agustus 2005 jumlah penumpang mencapai 8,72 juta orang atau naik 2,86 persen, sedangkan barang mencapai 119,36 juta ton atau naik 15,55 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Agustus 2005 mencapai 2,12 juta orang atau turun 14,28 persen dibanding bulan Juli 2005, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 520,2 ribu orang atau turun tipis 0,31 persen. Selama Januari-Agustus 2005 jumlah penumpang domestik mencapai 16,98 juta orang, naik 12,16 persen dan penumpang internasional mencapai 3,60 juta orang, naik 2,50 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.

Download PDF
Nilai Ekspor-Impor  Indonesia Bulan Agustus 2005

Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Agustus 2005

2005-10-03

Nilai ekspor Indonesia bulan Agustus 2005 mencapai US$ 7,03 milyar, lebih tinggi 0,56 persen dibanding ekspor bulan Juli 2005 sebesar US$ 6,99 milyar. Secara kumulatif nilai ekspor Januari-Agustus tahun 2005 mengalami peningkatan 23,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Ekspor nonmigas bulan Agustus 2005 mencapai US$ 5,24 milyar, turun 3,33 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan nilai ekspor Januari-Agustus 2005 mengalami kenaikan sebesar 24,55 persen. Nilai impor Indonesia bulan Agustus 2005 mencapai US$ 5,40 milyar atau meningkat 12,16 persen dibanding impor bulan Juli 2005 sebesar US$ 4,82 milyar, sedangkan selama Januari-Agustus tahun 2005 nilai impor mencapai US$ 38,68 milyar atau meningkat 32,22 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004 sebesar US$ 29,25 milyar. Impor nonmigas bulan Agustus 2005 mencapai US$ 3,37 milyar atau meningkat 1,30 persen dibanding impor bulan Juli 2005, sedangkan selama Januari-Agustus tahun 2005 mencapai US$ 27,21 milyar atau meningkat 22,81 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004.

Download PDF
Inflasi  Bulan September 2005 Mencapai 0,69 %

Inflasi Bulan September 2005 Mencapai 0,69 %

2005-10-03

Pada bulan September 2005 terjadi inflasi 0,69 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 42 kota mengalami inflasi, dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 2,38 persen, dan inflasi terendah di Batam 0,02 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Gorontalo 0,79 persen dan deflasi terkecil di Mataram 0,06 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 0,41 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,48 persen, kelompok sandang 1,18 persen, kelompok kesehatan 0,86 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,43 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,41 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-September) 2005 sebesar 6,39 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (September 2005 terhadap September 2004) sebesar 9,06 persen.

Download PDF