Berita Statistik BPS Republik Indonesia
NTP Bulan Juni 2005 Turun 0,62 %
2005-09-01
Pada bulan Juni 2005, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 101,06 atau turun 0,62 persen dibanding NTP Mei 2005 yang mencapai 101,70. Hal ini disebabkan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) sebesar 0,05 persen dari 476,66 menjadi 476,90, lebih rendah dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) sebesar 0,67 persen yaitu dari 468,72 pada bulan Mei 2005 menjadi 471,88 pada bulan Juni 2005. Berdasarkan observasi 602 transaksi gabah di 15 propinsi pada Agustus 2005, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada bulan Agustus 2005 dibandingkan bulan Juli 2005 untuk semua kualitas mengalami kenaikan. Kualitas Gabah Kering Giling (GKG) naik 5,22 persen; kualitas Gabah Kering Panen (GKP) naik 4,52 persen, dan gabah kualitas rendah naik 6,52 persen. Persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP turun dibanding bulan lalu, yaitu: dari 11,71 persen (Juli 2005) menjadi 4,64 persen (Agustus 2005). Persentase gabah yang berkualitas rendah juga turun yaitu dari 14,40 persen (Juli 2005) menjadi 6,98 persen (Agustus 2005). Upah harian buruh tani pada bulan Juni 2005 naik sebesar 0,73 persen dibanding bulan Mei 2005 yaitu dari Rp 11.856,- menjadi Rp 11.942,- (secara riil naik 0,37 persen*), sedangkan terhadap Juni 2004 (year on year) naik 8,63 persen. Upah harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada bulan Agustus 2005 naik 0,08 persen dibanding bulan Juli 2005, yaitu dari Rp 30.269,- menjadi Rp 30.293,- (secara riil turun 0,46 persen*). Dibanding upah Agustus 2004 (year on year) naik 6,79 persen. Upah bulanan buruh industri pada triwulan I 2005 (angka sangat sementara) naik sebesar 2,73 persen dibanding triwulan IV 2004 yaitu dari Rp 855.648,- menjadi Rp 879.001 (secara riil turun 0,44 persen*). Dibanding triwulan I 2004 (year on year) upah nominal naik 7,31 persen.
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Juli 2005
2005-09-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Juli 2005 mencapai 404,3 ribu orang, naik 9,78 persen dibanding jumlah wisman bulan Juni 2005 sebanyak 368,3 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Juli 2005 mencapai 13,43 juta orang, yang berarti naik 7,63 persen dibanding bulan Juni 2005, sedangkan untuk barang mencapai 1,46 juta ton atau turun 12,21 persen. Selama Januari-Juli 2005, jumlah penumpang mencapai 86,41 juta orang atau turun 0,57 persen dan barang mencapai 10,04 juta ton atau naik 7,02 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Juli 2005 mencapai 1,14 juta orang atau naik 9,71 persen dibanding bulan Juni 2005, sedangkan angkutan barang mencapai 14,70 juta ton atau turun 4,92 persen. Selama Januari-Juli 2005 jumlah penumpang mencapai 7,62 juta orang atau naik 1,98 persen, sedangkan barang mencapai 104,17 juta ton atau naik 17,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Juli 2005 mencapai 2,47 juta orang atau naik 17,70 persen dibanding bulan Juni 2005, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 521,8 ribu orang atau naik 11,52 persen. Selama Januari-Juli 2005 jumlah penumpang domestik mencapai 14,87 juta orang, naik 14,10 persen dan penumpang internasional mencapai 3,08 juta orang, naik 1,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Juli 2005
2005-09-01
Nilai ekspor Indonesia bulan Juli 2005 mencapai US$ 6,99 milyar, lebih tinggi 3,93 persen dibanding ekspor bulan Juni 2005 sebesar US$ 6,73 milyar. Secara kumulatif nilai ekspor Januari-Juli tahun 2005 mengalami peningkatan 25,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Ekspor Non-Migas bulan Juli 2005 mencapai US$ 5,42 milyar, naik 3,81 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan nilai ekspor Januari-Juli 2005 mengalami kenaikan sebesar 27,69 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar bulan Juli 2005 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 222,9 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$ 83,5 juta. Nilai impor Indonesia bulan Juli 2005 mencapai US$ 4,82 milyar atau meningkat 2,12 persen dibanding impor bulan Juni 2005 sebesar US$ 4,72 milyar, sedangkan selama Januari-Juli tahun 2005 nilai impor mencapai US$ 33,17 milyar atau meningkat 31,89 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004 sebesar US$ 25,15 milyar. Impor nonmigas bulan Juli 2005 mencapai US$ 3,33 milyar atau menurun 2,88 persen dibanding impor bulan Juni 2005, sedangkan selama Januari-Juli tahun 2005 mencapai US$ 23,76 milyar atau meningkat 24,39 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004. Selama Januari-Juli tahun 2005 impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 4,64 milyar atau 19,54 persen dari total impor nonmigas, sedangkan negara pemasok barang impor terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 4,21 milyar dengan pangsa 17,72 persen, diikuti Cina 11,54 persen dan Amerika Serikat 9,13 persen. Sementara impor dari ASEAN mencapai 19,65 persen dan Uni Eropa sebesar 13,70 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor bahan baku/penolong selama Januari-Juli tahun 2005 meningkat 31,76 persen, demikian juga impor barang modal dan barang konsumsi masing-masing meningkat sebesar 38,82 persen dan 21,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.
Download PDFInflasi Bulan Agustus 2005 Mencapai 0,55 %
2005-09-01
Pada bulan Agustus 2005 terjadi inflasi 0,55 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 38 kota mengalami inflasi, dan 7 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh sebesar 3,24 persen, dan inflasi terendah di Palangkaraya 0,06 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kendari 0,44 persen dan deflasi terkecil di Tasikmalaya 0,03 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 0,14 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,51 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,51 persen, kelompok sandang 0,43 persen, kelompok kesehatan 0,47 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 3,29 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,09 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2005 sebesar 5,66 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (Agustus 2005 terhadap Agustus 2004) sebesar 8,33 persen.
Download PDFITB Triwulan II-2005 Diatas 100 Sedangkan ITK dibawah 100
2005-08-15
Indeks Tendensi Bisnis (ITB) di Indonesia pada Triwulan II-2005 (April-Juni 2005) berada diatas 100 yaitu sebesar 106.Indeks Tendensi Bisnis (ITB) di Indonesia pada Triwulan II-2005 (April-Juni 2005) berada diatas 100 yaitu sebesar 106.31, mengindikasikan kondisi bisnis pada Triwulan II-2005 meningkat dibanding Triwulan I-2005 (Januari-Maret 2005). Menurut wilayah, ITB di wilayah Jabotabek maupun di Luar Jabotebek diatas 100, yaitu 104,63 untuk Jabotabek dan 108,29 untuk Luar Jabotabek; yang mengindikasikan kondisi bisnis di Jabotabek maupun Luar Jabotabek pada Triwulan II-2005 lebih baik dibanding Triwulan I-2005. Dilihat menurut besaran ITB, nilai ITB pada Triwulan II-2005 di Indonesia meningkat sebesar 7,38 poin dari 98,93 pada Triwulan I-2005 menjadi 106,31 pada Triwulan II-2005, mengindikasikan bahwa pengusaha di Indonesia pada Triwulan II-2005 optimis terhadap kondisi bisnis. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan II-2005 (April-Juni 2005) di Jabotabek dibawah angka 100, yaitu 98,68. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan II-2005 di Jabotabek menurun dibanding Triwulan I-2005 (Januari-Maret 2005). Dari besaran ITK, nilai ITK Triwulan II-2005 sedikit meningkat sebesar 1,96 poin, dari 96,72 pada Triwulan I-2005 menjadi 98,68 pada Triwulan II-2005, mengindikasikan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi perekonomian pada triwulan II-2005 relatif sama. Menurunnya kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan II-2005 sangat dipengaruhi oleh menurunnya tingkat konsumsi beberapa komoditi bukan kebutuhan pokok. 31, mengindikasikan kondisi bisnis pada Triwulan II-2005 meningkat dibanding Triwulan I-2005 (Januari-Maret 2005).
Download PDFPDB Indonesia Triwulan II Tahun 2005 Meningkat Sebesar 1,01 %
2005-08-15
PDB Indonesia pada triwulan II tahun 2005 meningkat sebesar 1,01 persen dibanding triwulan I tahun 2005. PDB Indonesia pada triwulan II tahun 2005 dibanding triwulan yang sama tahun 2004 mengalami pertumbuhan sebesar 5,54 persen. Secara kumulatif, PDB semester pertama tahun 2005 dibandingkan dengan semester pertama tahun 2004 meningkat sebesar 5,86 persen. Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan II tahun 2005 mencapai Rp 660,0 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan II tahun 2005 adalah Rp 434,3 triliun. Pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan II tahun 2005 dibandingkan dengan triwulan I tahun 2005 meningkat secara riil sebesar 1,23 persen. Pada periode yang sama pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat sebesar 7,52 persen dan pembentukan modal tetap bruto (investasi fisik) meningkat sebesar 2,10 persen. Sebaliknya ekspor dan impor pada periode tersebut menunjukkan penurunan masing-masing sebesar minus 0,33 persen dan minus 0,87 persen. Dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya, pada triwulan II tahun 2005 pengeluaran konsumsi rumah tangga secara riil meningkat sebesar 3,46 persen. Demikian pula pembentukan modal tetap bruto (investasi fisik), ekspor dan impor pada periode tersebut meningkat masing-masing sebesar 13,21 persen, 7,29 persen, dan 10,08 persen. Dibandingkan dengan semester yang sama tahun 2004, pada semester pertama tahun 2005 hampir semua komponen PDB penggunaan mengalami peningkatkan terutama komponen investasi fisik, impor, ekspor dan konsumsi rumah tangga masing-masing sebesar 13,64 persen, 12,78 persen, 10,22 persen dan 3,34 persen.
Download PDFNTP Bulan Mei 2005 Naik 0,89%
2005-08-01
Pada bulan Mei 2005, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 101,70 atau naik 0,89 persen dibanding NTP April 2005 yang mencapai 100,79. Hal ini disebabkan kenaikan Indeks Harga yg Diterima Petani (IT) sebesar 1,16 persen dari 471,18 menjadi 476,66. Sedangkan pada periode yang sama, Indeks Harga yg Dibayar Petani (IB) naik sebesar 0,27 persen dari 467,47 pada bulan April 2005 menjadi 468,72 pada bulan Mei 2005. Berdasarkan observasi 778 transaksi gabah di 14 propinsi pada Juli 2005, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada bulan Juli 2005 dibandingkan bulan Juni 2005 untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) turun 5,39 persen dari Rp.1.726,56/kg menjadi Rp.1.633,50/kg; kualitas Gabah Kering Panen (GKP) naik 1,16 persen, dan gabah kualitas rendah naik 6,02 persen. Upah harian buruh tani pada bulan Mei 2005 naik sebesar 0,35 persen dibanding bulan April 2005 yaitu dari Rp 11.814,- menjadi Rp 11.856,- (secara riil naik 0,45 persen*). Sedangkan terhadap Mei 2004 (year on year) naik 9,55 persen. Upah bulanan buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada bulan Juli 2005 naik 0,16 persen dibanding bulan Juni 2005, yaitu dari Rp 30.220,- menjadi Rp 30.269,-. (secara riil turun 0,34 persen*). Dibanding upah Juli 2004 (year on year) naik 9,03 persen. Upah bulanan buruh industri pada triwulan I 2005 (angka sangat sementara) naik sebesar 1,68 persen dibanding triwulan IV 2004 yaitu dari Rp 835.367,- menjadi Rp 849.435 (secara riil turun 1,45 persen*). Dibanding triwulan I 2004 (year on year) upah nominal naik 3,59 persen.
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Juni 2005
2005-08-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Juni 2005 mencapai 368,3 ribu orang, naik 7,08 persen dibanding jumlah wisman bulan Mei 2005 sebanyak 343,9 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Juni 2005 mencapai 12,48 juta orang, yang berarti turun 1,93 persen dibanding bulan Mei 2005, sedangkan untuk barang mencapai 1,66 juta ton atau naik 17,69 persen. Selama Januari-Juni 2005, jumlah penumpang mencapai 72,98 juta orang atau turun 0,76 persen dan barang mencapai 8,58 juta ton atau naik 9,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Juni 2005 mencapai 1,04 juta orang atau naik 5,51 persen dibanding bulan Mei 2005, sedangkan angkutan barang mencapai 15,46 juta ton atau turun 0,56 persen. Selama Januari-Juni 2005 jumlah penumpang mencapai 6,48 juta orang atau naik 0,62 persen, sedangkan barang mencapai 89,48 juta ton atau naik 19,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Juni 2005 mencapai 2,10 juta orang atau turun 1,23 persen dibanding bulan Mei 2005, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 467,9 ribu orang atau naik 9,91 persen. Selama Januari-Juni 2005 jumlah penumpang domestik mencapai 12,40 juta orang, naik 14,69 persen dan penumpang internasional mencapai 2,56 juta orang, naik 0,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Juni 2005
2005-08-01
Nilai ekspor Indonesia bulan Juni 2005 mencapai US$ 6,73 milyar, lebih rendah 6,36 persen dibanding ekspor bulan Mei 2005 sebesar US$ 7,18 milyar. Secara kumulatif nilai ekspor Semester I tahun 2005 mengalami peningkatan 27,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Ekspor nonmigas bulan Juni 2005 mencapai US$ 5,22 milyar, turun 9,74 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan nilai ekspor Semester I 2005 mengalami kenaikan sebesar 30,15 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar bulan Juni 2005 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam US$ 64,9 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 220,0 juta. Nilai impor Indonesia bulan Juni 2005 mencapai US$ 4,72 milyar atau turun 5,01 persen dibanding impor bulan Mei 2005 sebesar US$ 4,96 milyar, sedangkan selama semester I tahun 2005 nilai impor mencapai US$ 28,37 milyar atau meningkat 35,35 persen dibanding impor semester I tahun 2004 sebesar US$ 20,96 milyar. Impor non migas bulan Juni 2005 mencapai US$ 3,43 milyar atau menurun 7,28 persen dibanding impor bulan Mei 2005, sedangkan selama semester I tahun 2005 mencapai US$ 20,48 milyar atau meningkat 28,62 persen dibanding impor semester I tahun 2004. Selama semester I tahun 2005 impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 3,94 milyar atau 19,25 persen dari total impor non migas, sedangkan negara pemasok barang impor terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 3,52 milyar dengan pangsa 17,19 persen, diikuti Cina 11,44 persen dan Amerika Serikat 9,13 persen. Sementara impor dari ASEAN mencapai 19,17 persen dan Uni Eropa sebesar 15,32 persen.
Download PDFInflasi Bulan Juli 2005 Mencapai 0,78 %
2005-08-01
Pada bulan Juli 2005 terjadi inflasi 0,78 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 40 kota mengalami inflasi, dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 2,36 persen, dan inflasi terendah di Balikpapan 0,38 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Lhokseumawe 2,76 persen dan deflasi terkecil di Jayapura 0,07 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 2,07 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,44 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,31 persen, kelompok sandang 0,55 persen, kelompok kesehatan 0,31 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,95 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,04 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2005 sebesar 5,09 persen, sedangkan tingkat inflasi ?year on year? (Juli 2005 terhadap Juli 2004) sebesar 7,84 persen.
Download PDF