Berita Statistik BPS Republik Indonesia
ITB, ITK Triwulan I-2005 dibawah 100 yaitu 98,93 dan 96,72.
2005-05-16
Indeks Tendensi Bisnis (ITB) di Indonesia pada Triwulan I-2005 (Januari-Maret 2005) berada dibawah 100 yaitu sebesar 98,93, mengindikasikan kondisi bisnis pada triwulan I-2005 menurun dibanding Triwulan IV-2004 (Oktober-Desember 2004). Perkiraan ITB Triwulan II-2005 (April-Juni 2005) Indonesia diatas 100, yaitu sebesar 106,19. Dilihat menurut wilayah, perkiraan ITB di Jabotabek dan di Luar Jabotabek juga diatas 100, yaitu 110,64 untuk Jabotabek, 100,97 untuk Luar Jabotabek. Hal ini mengindikasikan bahwa prospek bisnis di Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia pada Triwulan II-2005 diperkirakan lebih baik dibanding triwulan I-2005. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2005 (Januari-Maret 2005) di Jabotabek dibawah angka 100, yaitu 96,72. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan I-2005 di Jabotabek menurun dibanding Triwulan IV-2004 (Oktober-Desember 2004). Perkiraan ITK Triwulan II-2005 (April-Juni 2005) mendekati 100, yaitu 99,26. Hal ini mengindikasikan bahwa perkiraan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II-2005 di Jabotabek relatif sama dengan Triwulan I-2005 (Januari-Maret 2005).
Download PDFPDB Indonesia Triwulan I Tahun 2005 meningkat 2,84%
2005-05-16
PDB Indonesia pada triwulan I tahun 2005 meningkat sebesar 2,84 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2004. Pertumbuhan ini terjadi pada hampir semua sektor ekonomi kecuali sektor pertambangan-penggalian, sektor listrik-gas-air dan sektor bangunan. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pertanian sebesar 17,83 persen sebagai akibat faktor musim panen pada triwulan I. PDB Indonesia pada triwulan I tahun 2005 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2004 (Year on Year) mengalami pertumbuhan sebesar 6,35 persen. Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan I tahun 2005 mencapai Rp. 639,7 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 adalah Rp. 430,6 triliun. Pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan I tahun 2005 dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2004 menurun secara riil sebesar minus 0,07 persen, demikian pula pengeluaran konsumsi pemerintah menurun sebesar minus 23,89 persen, sementara pembentukan modal tetap bruto naik sedikit sebesar 0,12 persen demikian juga ekspor barang-jasa naik sebesar 0,10 persen selanjutnya komponen impor barang-jasa menurun sebesar minus 0,49 persen. Dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2004, terjadi peningkatan pada semua komponen penggunaan kecuali pengeluaran konsumsi pemerintah, yakni: pembentukan modal tetap bruto sebesar 14,98 persen, ekspor sebesar 13,39 persen dan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 3,22 persen sementara pengeluaran konsumsi pemerintah turun sebesar minus 8,52 persen dan impor naik sebesar 15,38 persen.
Download PDFNTP Bulan Pebruari 2005 Turun 1,22%
2005-05-02
Pada bulan Pebruari 2005, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 100,05 atau turun 1,22 persen dibanding NTP Januari 2005 yang mencapai 101,29. Hal ini disebabkan penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) sebesar 0,77 persen dari 466,13 menjadi 462,55. Sedangkan pada periode yang sama, Indeks Harga yg Dibayar Petani (IB) naik sebesar 0,46 persen dari 460,21 pada bulan Januari 2005 menjadi 462,32 pada bulan Pebruari 2005. Dari 22 propinsi yang diamati selama bulan Pebruari 2005, 9 propinsi mengalami kenaikan NTP, sedangkan 13 propinsi mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Riau (4,05 persen), terutama karena naiknya harga ketela pohon sebesar 50 persen. Penurunan NTP terbesar terjadi di Bali (minus 11,99 persen) karena turunnya harga pisang ambon produksi petani sebesar 12,47 persen. Berdasarkan observasi 1.239 transaksi gabah di 16 propinsi pada April 2005, rata-rata harga gabah pada bulan April 2005, dibandingkan bulan Maret 2005 untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) naik 1,66 persen; sedangkan kualitas Gabah Kering Panen (GKP) turun 3,28 persen, dan gabah kualitas rendah turun 3,63 persen. Penurunan harga gabah disebabkan panen raya masih berlangsung. Namun, secara rata-rata harga gabah semua kualitas masih berada di atas HPP. Walaupun harga gabah turun tetapi persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP turun dibanding bulan lalu, yaitu: dari 42,86 persen (Maret 2005) menjadi 39,06 persen (April 2005). Persentase gabah yang berkualitas rendah juga turun yaitu dari 25,06 persen (Maret 2005) menjadi 23,97 persen (April 2005). Harga gabah terendah di tingkat petani adalah sebesar Rp. 885,00/kg yang dijumpai di Kec. Sukawati, Kab. Gianyar, Bali (kualitas GKP). Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp. 2.718,71/kg dijumpai di Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman, Sumbar (kualitas GKP).
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Maret 2005
2005-05-02
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Maret 2005 mencapai 346,0 ribu orang, naik 11,96 persen dibanding jumlah wisman bulan Februari 2005 sebanyak 309,0 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Maret 2005 mencapai 12,33 juta orang, yang berarti naik 13,74 persen dibanding bulan Februari 2005, sedangkan untuk barang mencapai 1,32 juta ton atau turun 1,34 persen. Selama Januari-Maret 2005, jumlah penumpang mencapai 35,60 juta orang atau turun 4,50 persen dan barang mencapai 4,13 juta ton atau naik 13,99 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Maret 2005 mencapai 1,05 juta orang atau turun 10,72 persen dibanding bulan Februari 2005, sedangkan angkutan barang mencapai 13,42 juta ton atau turun 7,99 persen. Selama Januari-Maret 2005 jumlah penumpang mencapai 3,49 juta orang atau naik 0,52 persen, sedangkan barang mencapai 43,87 juta ton atau naik 26,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Maret 2005 mencapai 2,07 juta orang atau naik 8,59 persen dibanding bulan Februari 2004, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 391,1 ribu orang atau naik 4,46 persen. Selama Januari-Maret 2005 jumlah penumpang domestik mencapai 6,18 juta orang, naik 24,98 persen dan penumpang internasional mencapai 1,26 juta orang, naik 1,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Maret 2005
2005-05-02
Nilai ekspor Indonesia bulan Maret 2005 mencapai US$ 7,25 milyar, lebih tinggi 13,63 persen dibanding ekspor bulan Februari 2005 sebesar US$ 6,38 milyar. Secara kumulatif ekspor Januari - Maret 2005 juga mengalami peningkatan 31,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Ekspor Non-Migas bulan Maret 2005 mencapai US$ 5,48 milyar, naik 8,75 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan kumulatif Januari - Maret 2005 mengalami kenaikan sebesar 34,20 persen. Nilai impor Indonesia bulan Maret 2005 mencapai US$ 4,98 milyar atau naik 22,02 persen dibanding impor bulan Februari 2005 sebesar US$ 3,98 milyar, sedangkan selama Januari-Maret 2005 nilai impor mencapai US$ 13,09 milyar atau meningkat 28,26 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004 sebesar US$ 10,20 milyar. Impor non migas bulan Maret 2005 mencapai US$ 3,35 milyar atau meningkat 12,10 persen dibanding impor bulan Februari 2005, sedangkan selama Januari-Maret 2005 mencapai US$ 9,40 milyar atau meningkat 21,17 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004.
Download PDFAngka Inflasi Bulan April 2005 Mencapai 0,34 %
2005-05-02
Pada bulan April 2005 terjadi inflasi 0,34 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 32 kota mengalami inflasi, dan 13 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh yang mencapai 4,45 persen, dan inflasi terendah di Serang/Cilegon 0,03 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik 0,57 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,61 persen, kelompok sandang 0,33 persen, kelompok kesehatan 0,30 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,12 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,44 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks sebesar 0,21 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-April) 2005 sebesar 3,54 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (April 2005 terhadap April 2004) sebesar 8,12 persen.
Download PDFNTP Bulan Januari 2005 Naik 0,33%
2005-04-01
Pada bulan Januari 2005, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 101,29 atau naik 0,33 persen dibanding NTP Desember 2004 yang mencapai 100,96. Hal ini disebabkan kenaikan Indeks Harga yg Diterima Petani (IT) sebesar 2,57 persen dari 454,44 pada bulan Desember 2004 menjadi 466,13 pada bulan Januari 2005. Sedangkan pada periode yang sama, Indeks Harga yg Dibayar Petani (IB) naik sebesar 2,24 persen dari 450,13 menjadi 460,21. Berdasarkan Inpres No.2 Tahun 2005 tanggal 2 Maret 2005 tentang Kebijakan Perberasan, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tingkat penggilingan untuk Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp.1.330,00, dan Gabah Kering Giling (GKG) sebesar Rp.1.740,00. Berdasarkan hasil dari 1233 observasi gabah di 17 propinsi pada Maret 2005, rata-rata harga gabah pada bulan Maret 2005, dibandingkan bulan Pebruari 2005 untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) naik 7,48 persen; sedangkan kualitas Gabah Kering Panen (GKP) turun 8,24 persen, dan gabah kualitas rendah turun 6,01 persen. Penurunan harga gabah disebabkan karena sedang terjadi panen raya. Namun, secara rata-rata harga gabah semua kualitas masih berada di atas HPP. Upah harian buruh tani pada bulan Januari 2005 naik sebesar 2,07 persen dibanding bulan Desember 2004 yaitu dari Rp 11.097,- menjadi Rp 11.327,- (secara riil naik 0,13 persen*). Sedangkan terhadap Januari 2004 (year on year) naik 8,42 persen. Upah bulanan pembantu rumah tangga pada bulan Maret 2005 naik 0,13 persen dibanding bulan Pebruari 2005, yaitu dari Rp 150.195,- menjadi Rp 150.391,-. (secara riil turun 1,75 persen*). Dibanding upah Maret 2004 (year on year) naik 8,71 persen. Upah bulanan buruh industri pada triwulan III 2004 (angka sementara) turun sebesar 2,34 persen dibanding triwulan II 2004 yaitu dari Rp 860.329,- menjadi Rp 840.171 (secara riil turun 2,84 persen*). Dibanding triwulan III 2003 (year on year) upah nominal naik 15,85 persen.
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Februari 2005
2005-04-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Februari 2005 mencapai 309,0 ribu orang, turun 11,37 persen dibanding jumlah wisman bulan Januari 2005 sebanyak 348,6 ribu orang. Untuk jumlah wisman ke Bali juga menurun dari 107,7 ribu orang menjadi 105,4 ribu orang, atau turun 2,16 persen. Jumlah penumpang kereta api bulan Februari 2005 mencapai 10,84 juta orang, yang berarti turun 12,72 persen dibanding bulan Januari 2005, sedangkan untuk barang mencapai 1,34 juta ton atau turun 9,04 persen. Selama Januari-Februari 2005, jumlah penumpang mencapai 23,27 juta orang atau turun 6,88 persen dan barang 2,81 juta ton atau naik 22,64 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Februari 2005 mencapai 1,17 juta orang atau turun 7,81 persen dibanding bulan Januari 2005, sedangkan angkutan barang mencapai 14,59 juta ton atau turun 8,03 persen. Selama Januari-Februari 2005 jumlah penumpang mencapai 2,45 juta orang atau turun 0,74 persen, sedangkan barang mencapai 30,45 juta ton atau naik 15,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Februari 2005 mencapai 1,98 juta orang atau turun 7,09 persen dibanding bulan Januari 2004, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 393,0 ribu orang atau turun 17,68 persen. Selama Januari-Februari 2005 jumlah penumpang domestik mencapai 4,11 juta orang, naik 22,46 persen dan penumpang internasional mencapai 870,4 ribu orang, turun 3,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Februari 2005
2005-04-01
Nilai ekspor Indonesia bulan Februari 2005 mencapai US$ 6,38 milyar, lebih tinggi 3,99 persen dibanding ekspor bulan Januari 2005 sebesar US$ 6,13 milyar. Secara kumulatif ekspor Januari - Februari 2005 juga mengalami peningkatan 25,74 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Ekspor Non-Migas bulan Februari 2005 mencapai US$ 5,04 milyar, naik 2,65 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan kumulatif Januari - Februari 2005 mengalami kenaikan sebesar 2,65 persen. Nilai impor Indonesia bulan Februari 2005 mencapai US$ 3,98 milyar, atau turun 0,59 persen dibanding impor bulan Januari 2005 sebesar US$ 4,01 milyar, sedangkan selama Januari-Februari 2005 nilai impor mencapai US$ 7,99 milyar atau meningkat 18,69 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004 sebesar US$ 6,73 milyar. Impor non migas bulan Februari 2005 mencapai US$ 2,99 milyar atau meningkat 1,65 persen dibanding impor bulan Januari 2005, sedangkan selama Januari-Februari 2005 mencapai US$ 5,93 milyar atau meningkat 13,16 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004.
Download PDFInflasi Bulan Maret 2005 Mencapai 1,91%
2005-04-01
Pada bulan Maret 2005 terjadi inflasi 1,91 persen. Kota-kota IHK yang berjumlah 45 kota seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Padang 4,33 persen, dan inflasi terendah di Padang Sidempuan 0,51 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 0,12 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 1,62 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,56 persen, kelompok sandang 0,64 persen, kelompok kesehatan 0,59 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,29 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 10,03 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2005 sebesar 3,19 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (Maret 2005 terhadap Maret 2004) sebesar 8,81 persen.
Download PDF