Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

November 2024 inflasi Year-on-Year (y-on-y) sebesar 1,55 persen. Inflasiprovinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Tengah sebesar 4,35persen dan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terj

November 2024 inflasi Year-on-Year (y-on-y) sebesar 1,55 persen. Inflasiprovinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Tengah sebesar 4,35persen dan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terj

2024-12-02

Pada November 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,33. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Tengah sebesar 4,35 persen dengan IHK sebesar 110,39 dan terendah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,22 persen dengan IHK sebesar 103,58. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Nabire sebesar 4,48 persen dengan IHK sebesar 110,75 dan terendah terjadi di Kabupaten Muara Enim sebesar 0,08 persen dengan IHK sebesar 108,43. Deflasi kabupaten/kota y-on-y terdalam terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,54 persen dengan IHK sebesar 104,77 dan terendah terjadi di Tanjung Pandan sebesar 0,09 persen dengan IHK sebesar 105,29.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,68 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,20 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,59 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,65 persen; kelompok transportasi sebesar 0,03 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,49 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,89 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,40 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,26 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) November 2024 sebesar 0,30 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) November 2024 sebesar 1,12 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti November 2024 sebesar 2,26 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,17 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 2,09 persen.

Download PDF
Ekspor Oktober 2024 mencapai US$24,41 miliar, naik 10,69 persen dibanding September dan Impor Oktober 2024 senilai US$21,94 miliar, naik 16,54 persen dibanding September 2024

Ekspor Oktober 2024 mencapai US$24,41 miliar, naik 10,69 persen dibanding September dan Impor Oktober 2024 senilai US$21,94 miliar, naik 16,54 persen dibanding September 2024

2024-11-15

A. Perkembangan Ekspor Nilai ekspor Indonesia Oktober 2024 mencapai US$24,41 miliar atau naik 10,69 persen dibanding ekspor September 2024. Dibanding Oktober 2023 nilai ekspor naik sebesar 10,25 persen.Ekspor nonmigas Oktober 2024 mencapai US$23,07 miliar, naik 10,35 persen dibanding September 2024 dan naik 11,04 persen jika dibanding ekspor nonmigas Oktober 2023.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Oktober 2024 mencapai US$217,24 miliar atau naik 1,33 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$204,21 miliar juga naik 1,48 persen.Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Oktober 2024, sebagian besar komoditas mengalami peningkatan, dengan peningkatan terbesar pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$1.046,5 juta (52,67 persen). Sementara yang mengalami penurunan adalah logam mulia dan perhiasan/permata sebesar US$102,0 juta (14,46 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Oktober 2024 naik 3,75 persen dibanding periode yang sama tahun 2023, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 23,78 persen, sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 8,65 persen.Ekspor nonmigas Oktober 2024 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,66 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,34 miliar, dan India US$2,02 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 43,49 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$4,32 miliar dan US$1,59 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Oktober 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai US$31,52 miliar (14,51 persen), diikuti Jawa Timur US$21,44 miliar (9,87 persen) dan Kalimantan Timur US$20,86 miliar (9,60 persen). B. Perkembangan ImporNilai impor Indonesia Oktober 2024 mencapai US$21,94 miliar, naik 16,54 persen dibandingkan September 2024 atau naik 17,49 persen dibandingkan Oktober 2023.Impor migas Oktober 2024 senilai US$3,67 miliar, naik 44,98 persen dibandingkan September 2024 atau naik 14,32 persen dibandingkan Oktober 2023.Impor nonmigas Oktober 2024 senilai US$18,27 miliar, naik 12,13 persen dibandingkan September 2024 atau naik 18,14 persen dibandingkan Oktober 2023.Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Oktober 2024, hanya golongan mesin/peralatan mekanis dan bagiannya yang mengalami penurunan senilai US$62,1 juta (2,09 persen) dibandingkan September 2024. Sementara golongan mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya mengalami peningkatan terbesar senilai US$590,1 juta (29,20 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Oktober 2024 adalah Tiongkok US$6,43 miliar (35,19 persen), Jepang US$1,50 miliar (8,22 persen), dan Singapura US$1,09 miliar (5,96 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$3,40 miliar (18,61 persen) dan Uni Eropa US$1,07 miliar (5,88 persen).Seluruh nilai impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari–Oktober 2024 mengalami peningkatan terhadap periode yang sama tahun sebelumnya. Golongan bahan baku/penolong meningkat tertinggi senilai US$7.210,2 juta (5,40 persen), diikuti barang modal US$1.514,2 juta (4,69 persen) dan barang konsumsi US$888,9 juta (5,08 persen).Neraca perdagangan Indonesia Oktober 2024 mengalami surplus US$2,48 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$4,80 miliar, namun sektor migas defisit senilai US$2,32 miliar.

Download PDF
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2024 mencapai 75,02, meningkat 0,63 poin atau 0,85% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 74,39.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2024 mencapai 75,02, meningkat 0,63 poin atau 0,85% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 74,39.

2024-11-15

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2024 mencapai75,02, meningkat 0,63 poin atau 0,85% dibandingkan tahunsebelumnya yang sebesar 74,39.Selama 2020–2024, IPM Indonesia rata-rata meningkat sebesar 0,75% per tahun.Pertumbuhan IPM 2024 mengalami percepatan dari tahun sebelumnya. Seluruhdimensi pembentuk IPM mengalami peningkatan, terutama standar hidup layakdan pengetahuan.Umur harapan hidup bayi yang lahir pada tahun 2024 sebesar 74,15 tahun,meningkat 0,22 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahunsebelumnya.Pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahunpada tahun 2024 meningkat 0,06 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari13,15 tahun menjadi 13,21 tahun. Sementara itu, rata-rata lama sekolah (RLS)penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,08 tahun, dari 8,77 tahun menjadi8,85 tahun pada tahun 2024.Dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil perkapita per tahun (yang disesuaikan) pada tahun 2024 meningkat 442 ribu rupiahatau 3,71% dibandingkan tahun sebelumnya.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan III-2024 Tumbuh 1,50 Persen (Q-to-Q)

Ekonomi Indonesia Triwulan III-2024 Tumbuh 1,50 Persen (Q-to-Q)

2024-11-05

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2024 mencapai Rp5.638,9 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.279,6 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan III-2024 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 1,50 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Konstruksi sebesar 6,06 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,44 persen.Ekonomi Indonesia triwulan III-2024 terhadap triwulan III-2023 tumbuh sebesar 4,95 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,95 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,69 persen.Sampai dengan triwulan III-2024, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,29 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,10 persen.Secara spasial, perekonomian Indonesia pada triwulan III-2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencatat pertumbuhan (y-on-y) yang stabil. Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih menjadi penyumbang ekonomi terbesar dengan peranan sebesar 56,84 persen dari PDB nasional dan mencatat pertumbuhan sebesar 4,92 persen (y-on-y).

Download PDF
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,91 persen dan Rata-rata upah buruh sebesar 3,27 juta rupiah per bulan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,91 persen dan Rata-rata upah buruh sebesar 3,27 juta rupiah per bulan.

2024-11-05

Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2024 sebanyak 152,11 juta orang, naik 4,40 juta orang dibanding Agustus 2023. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 1,15 persen poin dibanding Agustus 2023.Penduduk yang bekerja pada Agustus 2024 sebanyak 144,64 juta orang, naik sebanyak 4,79 juta orang dari Agustus 2023. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 1,31 juta orang.Pada Agustus 2024 sebanyak 60,81 juta orang (42,05 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik sebesar 1,16 persen poin dibanding Agustus 2023.Persentase setengah pengangguran pada Agustus 2024 naik sebesar 1,32 persen poin, sementara pekerja paruh waktu turun sebesar 0,46 persen poin dibanding Agustus 2023.Jumlah pekerja komuter Agustus 2024 sebesar 7,59 juta orang, naik sebesar 0,21 juta orang dibanding Agustus 2023.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2024 sebesar 4,91 persen, turun sebesar 0,41 persen poin dibanding Agustus 2023.Rata-rata upah buruh pada Agustus 2024 sebesar 3,27 juta rupiah. Rata-rata upah buruh dari Agustus 2023 ke Agustus 2024 tumbuh 2,81 persen dari 3,18 juta rupiah menjadi 3,27 juta rupiah. Rata-rata upah buruh laki-laki sebesar 3,54 juta rupiah sedangkan rata-rata upah buruh perempuan sebesar 2,77 juta rupiah. Rata-rata upah buruh tertinggi terdapat pada kategori Pertambangan dan Penggalian yaitu sebesar 5,23 juta rupiah, sedangkan terendah terdapat pada kategori Aktivitas Jasa Lainnya yaitu sebesar 1,99 juta rupiah. Rata-rata upah buruh lebih tinggi daripada rata-rata upah buruh nasional terlihat pada 10 dari 17 kategori lapangan usaha. Rata-rata upah buruh berpendidikan DIV/S1/S2/S3 sebesar 4,96 juta rupiah, sedangkan buruh berpendidikan SD ke bawah sebesar 2,08 juta rupiah. Menurut kelompok umur, rata-rata upah buruh tertinggi sebesar 3,93 juta rupiah pada kelompok umur 55-59 tahun, sedangkan terendah sebesar 1,90 juta rupiah pada kelompok umur 15-19 tahun

Download PDF
Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,16 Persen di Triwulan III-2024

Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,16 Persen di Triwulan III-2024

2024-11-01

Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan III-2024 naik 0,16 persen terhadap triwulan II-2024 (q-to-q) dan naik 0,83 persen terhadap triwulan III-2023 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan III-2024 naik 0,54 persen terhadap triwulan II-2024 (q-to-q) dan naik 7,67 persen terhadap triwulan III-2023 (y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan III-2024 turun 1,29 persen dibandingkan triwulan II-2024 (q-to-q) dan turun 14,06 persen terhadap triwulan III-2023 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan III-2024 naik 0,42 persen terhadap triwulan II-2024 (q-to-q) dan naik 3,12 persen terhadap triwulan III-2023 (y-on-y). IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan III-2024 turun 0,002 persen dibandingkan dengan triwulan II-2024 (q-to-q) dan terhadap triwulan III-2023 (y-on-y) naik 1,31 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan III-2024 naik 0,82 persen jika dibandingkan dengan triwulan II-2024 (q-to-q) dan naik 7,09 persen terhadap triwulan III-2023 (y-on-y). IHP Sektor Pengangkutan triwulan III-2024 turun 0,74 persen terhadap triwulan II-2024 (q-to-q) dan terhadap triwulan III-2023 (y-on-y) naik 0,52 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan III-2024 naik 0,72 persen terhadap triwulan II-2024 (q-to-q) dan naik 2,98 persen terhadap triwulan III-2023 (y-on-y). IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan III-2024 naik 1,65 persen terhadap triwulan II-2024 (q-to-q) dan terhadap triwulan III-2023 (y-on-y) naik 7,55 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan III-2024 naik 0,69 persen terhadap triwulan II-2024 (q-to-q) dan naik 2,69 persen terhadap triwulan III-2023 (y-on-y).

Download PDF
Selama Januari–September 2024, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri naik 27,17 persen dibanding periode yang sama tahun 2023.

Selama Januari–September 2024, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri naik 27,17 persen dibanding periode yang sama tahun 2023.

2024-11-01

Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada September2024 sebanyak 5,4 juta orang atau turun 2,69 persen dibanding kondisi padaAgustus 2024. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun4,13 persen menjadi 1,7 juta orang. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlahbarang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik mengalamipenurunan sebesar 5,96 persen menjadi 53,6 ribu ton. Selama Januari–September 2024, jumlah penumpang domestik sebanyak 47,5 juta orang danjumlah penumpang internasional sebanyak 14,0 juta orang, masing-masingnaik sebesar 2,20 persen dan 23,28 persen, dibandingkan periode yang samatahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut naik 8,36persen menjadi 491,1 ribu ton.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat padaSeptember 2024 tercatat 2,1 juta orang atau turun 3,14 persen dibandingAgustus 2024. Jumlah barang yang diangkut naik 1,12 persen menjadi 33,1juta ton. Selama Januari–September 2024, jumlah penumpang mencapai 19,4juta orang atau naik 27,17 persen dibanding dengan periode yang sama tahun2023, sementara jumlah barang yang diangkut naik 0,04 persen atau mencapai276,7 juta ton.Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada September 2024 sebanyak35,3 juta orang atau turun 1,43 persen dibanding Agustus 2024. Serupadengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut dengan keretamengalami penurunan sebesar 5,82 persen menjadi 6,2 juta ton. SelamaJanuari–September 2024, jumlah penumpang mencapai 312,8 juta orang ataunaik 14,28 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Hal yang samauntuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 9,39 persen menjadi 54,4juta ton.

Download PDF
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada September 2024 mencapai 1,28 juta kunjungan, naik 19,53 persen year-on-year (y-on-y).

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada September 2024 mencapai 1,28 juta kunjungan, naik 19,53 persen year-on-year (y-on-y).

2024-11-01

Pada September 2024, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,28 juta kunjungan. Jumlah ini turun sebesar 4,53 persen dibandingkan Agustus 2024 month-to-month (m-to-m) tetapi naik 19,53 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (y-on-y). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada September 2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (18,33 persen), Australia (12,45 persen), dan Tiongkok (8,93 persen).Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada September 2024 mencapai 83,36 juta perjalanan. Jumlah tersebut naik sebesar 9,86 persen bila dibandingkan dengan Agustus 2024 (m-to-m), dan naik 38,58 persen bila dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Januari–September 2024, perjalanan wisnus di Indonesia mencapai 757,96 juta perjalanan. Jumlah ini naik 21,06 persen dibandingkan kumulatif periode yang sama pada tahun 2023 cumulative-to-cumulative (c-to-c).Jumlah perjalanan wisnas pada September 2024 mencapai 660,89 ribu perjalanan. Jumlah tersebut naik sebesar 1,97 persen bila dibandingkan dengan Agustus 2024 (m-to-m), dan naik 17,83 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y). Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas yang paling diminati di September 2024 (29,68 persen) diikuti negara Arab Saudi (17,77 persen), Singapura (13,97 persen), dan Tiongkok (5,62 persen).Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada September 2024 mencapai 54,68 persen, mengalami kenaikan sebesar 1,66 poin (y-on-y), tetapi turun sebesar 0,17 poin (m-to-m). Berbeda dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada September 2024 mencapai 27,86 persen, naik 3,04 poin (y-on-y), dan mengalami peningkatan 0,10 poin (m-to-m). Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami peningkatan sebesar 0,01 poin dibandingkan September 2023, yaitu mencapai 1,63 malam.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Oktober 2024 sebesar 120,70 atau naik 0,33 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 0,85 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,11 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Oktober 2024 sebesar 120,70 atau naik 0,33 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 0,85 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,11 persen.

2024-11-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Oktober 2024 sebesar 120,70 atau naik 0,33 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,38 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,04 persen.Pada Oktober 2024, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (3,18 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami penurunan terbesar (2,07 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Oktober 2024 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,07 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Oktober 2024 sebesar 122,78 atau naik 0,35 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Download PDF
Pada Oktober 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 1,95 persen.

Pada Oktober 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 1,95 persen.

2024-11-01

Pada Oktober 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 1,95 persen terhadap IHPB Oktober 2023. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 2,21 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Oktober 2024 antara lain: kelapa sawit, rokok kretek dengan filter, kopi, minyak goreng, dan kopi biji matang.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Oktober 2024 sebesar -0,02 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Oktober 2024 sebesar 1,32 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Oktober 2024 sebesar 0,37 persen terhadap Oktober 2023, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, semen, aspal, batu fondasi bangunan, dan besi konstruksi bangunan.

Download PDF