Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Pada Juli 2024, jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara domestik naik 11,04 persen dibandingkan Juni 2024.

Pada Juli 2024, jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara domestik naik 11,04 persen dibandingkan Juni 2024.

2024-09-02

Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Juli 2024 sebanyak 6,0 juta orang atau naik 11,04 persen dibanding kondisi pada Juni 2024. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 1,36 persen menjadi 1,6 juta orang. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik mengalami peningkatan sebesar 8,81 persen menjadi 53,1 ribu ton. Selama Januari–Juli 2024, jumlah penumpang domestik sebanyak 36,5 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 10,5 juta orang, masing-masing naik sebesar 0,84 persen dan 24,75 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut naik 6,62 persen menjadi 365,6 ribu ton.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Juli 2024 tercatat 2,6 juta orang atau naik 13,05 persen dibanding Juni 2024. Jumlah barang yang diangkut naik 3,58 persen menjadi 31,2 juta ton. Selama Januari– Juli 2024, jumlah penumpang mencapai 15,1 juta orang atau naik 24,92 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2023, sementara jumlah barang yang diangkut turun 0,38 persen atau mencapai 210,8 juta ton.Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada Juli 2024 sebanyak 37,9 juta orang atau naik 8,21 persen dibanding Juni 2024. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut dengan kereta mengalami peningkatan sebesar 3,61 persen menjadi 6,5 juta ton. Selama Januari–Juli 2024, jumlah penumpang mencapai 241,7 juta orang atau naik 15,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 8,55 persen menjadi 41,6 juta ton.

Download PDF
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli 2024 mencapai  1,31 juta kunjungan, naik 16,91 persen year-on-year (y-on-y).

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli 2024 mencapai 1,31 juta kunjungan, naik 16,91 persen year-on-year (y-on-y).

2024-09-02

Pada Juli 2024, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,31 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 9,42 persen dibandingkan Juni 2024 month-to-month (m-to-m) dan naik 16,91 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (y-on-y). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Juli 2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (13,56 persen), Australia (12,73 persen), dan Tiongkok (9,62 persen). Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juli 2024 mencapai 77,24 juta perjalanan. Jumlah tersebut turun sebesar 7,46 persen bila dibandingkan dengan Juni 2024 (m-to-m). Akan tetapi bila dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y), naik 4,83 persen. Pada Januari–Juli 2024, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di Indonesia mencapai 598,72 juta perjalanan. Jumlah ini naik 18,03 persen dibandingkan kumulatif periode yang sama pada tahun 2023 (cumulative-to-cumulative). Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Juli 2024 mencapai 917,80 ribu perjalanan. Jumlah tersebut naik sebesar 7,23 persen bila dibandingkan dengan Juni 2024 (m-to-m) dan naik 12,46 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y). Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas yang paling diminati di Juli 2024 (33,14 persen) diikuti negara Arab Saudi (18,33 persen), Singapura (12,86 persen), dan Thailand (5,18 persen). Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Juli 2024 mencapai 56,36 persen, mengalami kenaikan sebesar 1,72 poin (y-on-y), dan naik sebesar 1,66 poin (m-to-m). Sejalan dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada Juli 2024 mencapai 28,02 persen, naik 2,28 poin (y-on-y), dan mengalami kenaikan 0,37 poin (m-to-m). Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mencapai 1,61 malam, mengalami penurunan sebesar 0,07 poin dibandingkan Juli 2023.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2024 sebesar 119,85 atau naik 0,20 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 1,15 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 1,19 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2024 sebesar 119,85 atau naik 0,20 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 1,15 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 1,19 persen.

2024-09-02

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Agustus 2024 sebesar 119,85 atau naik 0,20 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,08 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,12 persen.Pada Agustus 2024, NTP Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan tertinggi (2,60 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Utara mengalami penurunan terbesar (2,25 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Agustus 2024 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,22 persen yang utamanya disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2024 sebesar 122,20 atau turun 0,04 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Agustus 2024, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 59,63 persen, gabah kering giling (GKG) 29,58 persen, dan gabah luar kualitas 10,79 persen.Selama Agustus 2024, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp6.422,00 per kg atau turun 1,15 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.566,00 per kg atau turun 0,97 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp7.177,00 per kg atau naik 0,14 persen dan di tingkat penggilingan Rp7.291,00 per kg atau turun 0,001 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp6.181,00 per kg atau naik 2,63 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.300,00 per kg atau naik 2,16 persen.Dibandingkan Agustus 2023, rata-rata harga gabah pada Agustus 2024 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 10,10 persen; 6,17 persen; dan 8,22 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Agustus 2024 dibandingkan Agustus 2023 untuk kualitas GKP, GKG, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 9,82 persen; 6,17 persen; dan 8,09 persen.Pada Agustus 2024, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp13.084,00 per kg, turun sebesar 1,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp12.627,00 per kg atau naik sebesar 0,87 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp12.435,00 atau turun sebesar 1,01 persen, dan rata-rata harga beras pecah di penggilingan sebesar Rp11.944,00 per kg atau turun sebesar 3,26 persen.Dibandingkan dengan Agustus 2023, rata-rata harga beras di penggilingan pada Agustus 2024 untuk kualitas premium, medium, submedium, dan pecah masing-masing naik sebesar 11,31 persen; 10,04 persen; 18,21 persen; dan 13,19 persen.

Download PDF
Pada Agustus 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 2,82 persen

Pada Agustus 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 2,82 persen

2024-09-02

Pada Agustus 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 2,82 persen terhadap IHPB Agustus 2023. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar 4,01 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Agustus 2024 antara lain: beras, kelapa sawit, jahe, rokok kretek dengan filter, dan kopi.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Agustus 2024 sebesar -0,12 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Agustus 2024 sebesar 1,52 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Agustus 2024 sebesar 1,24 persen terhadap Agustus 2023, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas solar, pasir, batu fondasi bangunan, aspal, dan semen.

Download PDF
Agustus 2024 inflasi Year-on-Year (y-on-y) sebesar 2,12 persen. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,05 persen dan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi

Agustus 2024 inflasi Year-on-Year (y-on-y) sebesar 2,12 persen. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,05 persen dan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi

2024-09-02

Pada Agustus 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,06. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,05 persen dengan IHK sebesar 110,78 dan terendah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 1,02 persen dengan IHK sebesar 103,78. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 7,75 persen dengan IHK sebesar 108,61 dan terendah terjadi di Kabupaten Bangka Barat sebesar 0,11 persen dengan IHK sebesar 101,11. Sementara deflasi kabupaten/kota y-on-y terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 0,88 persen dengan IHK sebesar 103,99.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,39 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,19 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,57 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,05 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,72 persen; kelompok transportasi sebesar 1,42 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,52 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,83 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,24 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,04 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen.Tingkat deflasi month-to-month (m-to-m) Agustus 2024 sebesar 0,03 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Agustus 2024 sebesar 0,87 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Agustus 2024 sebesar 2,02 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,20 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 1,52 persen.

Download PDF
Ekspor Juli 2024 mencapai US$22,21 miliar, naik 6,55 persen dibanding Juni 2024 dan Impor Juli 2024 senilai US$21,74 miliar, naik 17,82 persen dibanding Juni 2024

Ekspor Juli 2024 mencapai US$22,21 miliar, naik 6,55 persen dibanding Juni 2024 dan Impor Juli 2024 senilai US$21,74 miliar, naik 17,82 persen dibanding Juni 2024

2024-08-15

A. Perkembangan EksporNilai ekspor Indonesia Juli 2024 mencapai US$22,21 miliar atau naik 6,55 persen dibanding ekspor Juni 2024. Dibanding Juli 2023 nilai ekspor naik sebesar 6,46 persen.Ekspor nonmigas Juli 2024 mencapai US$20,79 miliar, naik 5,98 persen dibanding Juni 2024 dan naik 5,87 persen jika dibanding ekspor nonmigas Juli 2023.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juli 2024 mencapai US$147,30 miliar atau turun 1,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$137,98 miliar juga turun 1,75 persen.Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Juli 2024, sebagian besar komoditas mengalami peningkatan, dengan peningkatan terbesar pada bijih logam, terak, dan abu sebesar US$691,2 juta (3.973,44 persen). Sementara yang mengalami penurunan adalah lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$770,2 juta (28,58 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Juli 2024 naik 1,01 persen dibanding periode yang sama tahun 2023, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 10,55 persen, sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 12,35 persen.Ekspor nonmigas Juli 2024 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,82 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,15 miliar dan Jepang US$1,78 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,11 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,71 miliar dan US$1,44 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juli 2024 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$21,32 miliar (14,47 persen), diikuti Kalimantan Timur US$14,70 miliar (9,98 persen) dan Jawa Timur US$14,59 miliar (9,91 persen).B. Perkembangan ImporNilai impor Indonesia Juli 2024 mencapai US$21,74 miliar, naik 17,82 persen dibandingkan Juni 2024 atau naik 11,07 persen dibandingkan Juli 2023.Impor migas Juli 2024 senilai US$3,56 miliar, naik 8,78 persen dibandingkan Juni 2024 atau naik 13,59 persen dibandingkan Juli 2023.Impor nonmigas Juli 2024 senilai US$18,18 miliar, naik 19,76 persen dibandingkan Juni 2024 atau naik 10,60 persen dibandingkan Juli 2023.Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Juli 2024, mesin/peralatan mekanis dan bagiannya mengalami peningkatan terbesar senilai US$555,4 juta (21,25 persen) dibandingkan Juni 2024. Sementara golongan instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis menjadi satu-satunya golongan barang utama nonmigas yang menurun US$58,7 juta (11,75 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juli 2024 adalah Tiongkok US$38,97 miliar (35,49 persen), Jepang US$7,88 miliar (7,18 persen), dan Thailand US$5,73 miliar (5,21 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$19,59 miliar (17,84 persen) dan Uni Eropa US$7,09 miliar (6,45 persen).Menurut golongan penggunaan barang, perkembangan nilai impor Januari–Juli 2024 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya, hanya golongan barang modal yang turun 1,8 juta (0,01 persen). Sementara golongan bahan baku/penolong dan barang konsumsi meningkat US$2.444,1 juta (2,60 persen) dan US$638,4 juta (5,38 persen).Neraca perdagangan Indonesia Juli 2024 mengalami surplus US$0,47 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$2,60 miliar, tetapi tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$2,13 miliar.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan II-2024 Tumbuh 3,79 Persen (Q-to-Q), Ekonomi Indonesia Triwulan II-2024 Tumbuh 5,05 Persen (Y-on-Y), dan Ekonomi Indonesia Semester I-2024 Tumbuh 5,08 Persen (C-to-C)

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2024 Tumbuh 3,79 Persen (Q-to-Q), Ekonomi Indonesia Triwulan II-2024 Tumbuh 5,05 Persen (Y-on-Y), dan Ekonomi Indonesia Semester I-2024 Tumbuh 5,08 Persen (C-to-C)

2024-08-05

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2024 mencapai Rp5.536,5 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.231,0 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,79 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,58 persen.Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,17 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,98 persen.Ekonomi Indonesia semester I-2024 terhadap semester I-2023 tumbuh sebesar 5,08 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,25 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,84 persen.Ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II-2024 menunjukkan pertumbuhan positif pada semua wilayah. Kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi penyumbang terbesar dengan peranan sebesar 57,04 persen dari ekonomi nasional dan mencatat kinerja pertumbuhan sebesar 4,92 persen (y-on-y) dibanding triwulan II-2023.

Download PDF
Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,64 Persen di Triwulan II-2024

Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,64 Persen di Triwulan II-2024

2024-08-01

Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan II-2024 naik 0,64 persen terhadap triwulan I-2024 quarter-to-quarter (q-to-q) dan naik 0,01 persen terhadap triwulan II-2023 year-on-year (y-on-y).IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan II-2024 naik 2,50 persen terhadap triwulan I-2024 (q-to-q) dan naik 8,31 persen terhadap triwulan II-2023 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan II-2024 naik 0,14 persen dibandingkan triwulan I-2024 (q-to-q) dan turun 20,28 persen terhadap triwulan II-2023 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan II-2024 naik 0,22 persen terhadap triwulan I-2024 (q-to-q) dan naik 3,29 persen terhadap triwulan II-2023 (y-on-y).IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan II-2024 naik 0,09 persen dibandingkan dengan triwulan I-2024 (q-to-q) dan terhadap triwulan II2023 (y-on-y) naik 1,59 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan II-2024 naik 2,61 persen jika dibandingkan dengan triwulan I-2024 (q-to-q) dan naik 6,87 persen terhadap triwulan II-2023 (y-on-y).IHP Sektor Pengangkutan triwulan II-2024 naik 2,01 persen terhadap triwulan I-2024 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2023 (y-on-y) naik 1,60 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan II-2024 naik 0,98 persen terhadap triwulan I-2024 (q-to-q) dan naik 2,93 persen terhadap triwulan II-2023 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan II-2024 naik 0,28 persen terhadap triwulan I-2024 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2023 (y-on-y) naik 7,29 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan II-2024 naik 0,42 persen terhadap triwulan I-2024 (q-to-q) dan naik 3,23 persen terhadap triwulan II-2023 (y-on-y).

Download PDF
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Juni 2024 naik 5,94 persen dibanding Mei 2024.

Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Juni 2024 naik 5,94 persen dibanding Mei 2024.

2024-08-01

Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Juni 2024 sebanyak 5,4 juta orang atau naik 2,80 persen dibanding kondisi pada Mei 2024. Sementara jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 2,70 persen menjadi 1,6 juta orang. Jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik mengalami penurunan sebesar 5,79 persen menjadi 48,8 ribu ton. Selama Januari–Juni 2024, jumlah penumpang domestik sebanyak 30,4 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 8,9 juta orang, masing-masing naik sebesar 0,71 persen dan 25,61 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut naik 7,31 persen menjadi 312,5 ribu ton.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Juni 2024 tercatat 2,3 juta orang atau naik 5,94 persen dibanding Mei 2024. Jumlah barang yang diangkut turun 5,77 persen menjadi 30,2 juta ton. Selama Januari–Juni 2024, jumlah penumpang mencapai 12,4 juta orang atau naik 23,69 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2023, sementara jumlah barang yang diangkut turun 0,58 persen atau mencapai 179,6 juta ton.Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada Juni 2024 sebanyak 35,0 juta orang atau turun 0,41 persen dibanding Mei 2024. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut dengan kereta mengalami penurunan sebesar 2,20 persen menjadi 6,2 juta ton. Selama Januari–Juni 2024, jumlah penumpang mencapai 203,8 juta orang atau naik 15,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 8,58 persen menjadi 35,2 juta ton.

Download PDF
Kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2024 mencapai 1,17 juta kunjungan, naik 9,99 persen Year-on-Year (Y-on-Y).

Kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2024 mencapai 1,17 juta kunjungan, naik 9,99 persen Year-on-Year (Y-on-Y).

2024-08-01

Pada Juni 2024, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,17 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 2,05 persen dibandingkan Mei 2024 month-to-month (m-to-m) dan naik 9,99 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (y-on-y). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Juni 2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (16,11 persen), Singapura (13,44 persen), dan Australia (12,33 persen).Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Juni 2024 meningkat 21,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Kunjungan wisman utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai-Bali dan Soekarno Hatta Banten. Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Juni 2024 mencapai 900,06 ribu perjalanan. Jumlah tersebut naik sebesar 43,63 persen bila dibandingkan dengan Mei 2024 (m-to-m) dan naik 77,09 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y). Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas yang paling diminati di bulan Juni 2024 (32,05 persen) diikuti negara Arab Saudi (16,05 persen), Singapura (13,23 persen), dan Thailand (5,83 persen). Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Juni 2024 mencapai 54,69 persen, mengalami kenaikan sebesar 1,02 poin (y-on-y), dan naik sebesar 0,66 poin (m-to-m). Sejalan dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada Juni 2024 mencapai 27,65 persen, naik 3,07 poin (y-on-y), dan mengalami kenaikan 0,54 poin (m-to-m). Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mencapai 1,61 malam, mengalami penurunan sebesar 0,05 poin dibandingkan Juni 2023.

Download PDF