Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,08 Persen di Triwulan III-2023
2023-11-01
Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian; Pertambangan dan Penggalian; dan Industri Pengolahan) pada triwulan III-2023 naik 0,08 persen terhadap triwulan II-2023 (q-to-q) dan naik 0,75 persen terhadap triwulan III-2022 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian triwulan III-2023 naik 0,83 persen terhadap triwulan II-2023 (q-to-q) dan naik 6,91 persen terhadap triwulan III-2022 (y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan III-2023 turun 3,77 persen dibandingkan triwulan II-2023 (q-to-q) dan turun 17,48 persen terhadap triwulan III-2022 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan III-2023 naik 0,68 persen terhadap triwulan II-2023 (q-to-q) dan naik 3,57 persen terhadap triwulan III-2022 (y-on-y). IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan III-2023 naik 0,39 persen dibandingkan dengan triwulan II-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan III2022 (y-on-y) naik 1,50 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan III-2023 naik 0,25 persen jika dibandingkan dengan triwulan II-2023 (q-to-q) dan naik 0,93 persen terhadap triwulan III-2022 (y-on-y). IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan III-2023 naik 0,86 persen terhadap triwulan II-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan III-2022 (y-on-y) naik 4,83 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan III-2023 naik 0,20 persen terhadap triwulan II-2023 (q-to-q) dan naik 1,11 persen terhadap triwulan III-2022 (y-on-y). IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan III-2023 naik 1,41 persen terhadap triwulan II-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan III-2022 (y-on-y) naik 2,03 persen. IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan III-2023 naik 1,22 persen terhadap triwulan II-2023 (q-to-q) dan naik 5,10 persen terhadap triwulan III-2022 (y-on-y).
Download PDFPada Oktober 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,56 persen
2023-11-01
Pada Oktober 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,56 persen terhadap IHPB Oktober 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar 6,96 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Oktober 2023 antara lain: padi, wortel, jahe, pasir, beras, dan rokok kretek dengan filter.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Oktober 2023 sebesar 0,22 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Oktober 2023 sebesar 2,50 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Oktober 2023 sebesar 0,97 persen terhadap Oktober 2022, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, batu fondasi bangunan, batu split, solar, dan aspal.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Oktober 2023 sebesar 115,78 atau naik 1,43 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 5,16 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 3,65 persen.
2023-11-01
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Oktober 2023 sebesar 115,78 atau naik 1,43 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,67 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,24 persen.Pada Oktober 2023, NTP Provinsi Kalimantan Selatan mengalami kenaikan tertinggi (2,53 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Riau mengalami penurunan terbesar (1,16 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Oktober 2023 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,31 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Oktober 2023 sebesar 116,79 atau naik 1,57 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.741 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Oktober 2023, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 64,16 persen, gabah kering giling (GKG) 24,64 persen, dan gabah luar kualitas 11,20 persen.Selama Oktober 2023, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp6.851,00 per kg atau naik 5,16 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.995,00 per kg atau naik 4,69 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp7.703,00 per kg atau naik 4,29 persen dan di tingkat penggilingan Rp7.818,00 per kg atau naik 4,26 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp6.221,00 per kg atau naik 2,94 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.353,00 per kg atau naik 3,00 persen.Dibandingkan Oktober 2022, rata-rata harga gabah pada Oktober 2023 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 27,95 persen; 30,77 persen; dan 28,37 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Oktober 2023 dibandingkan Oktober 2022 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 27,76 persen; 30,17 persen; dan 28,33 persen.Selama Oktober 2023, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 856 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.069 observasi beras di penggilingan.Pada Oktober 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp13.372,00 per kg, naik sebesar 3,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.012,00 per kg atau naik sebesar 2,57 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp12.381,00 per kg atau naik sebesar 5,41 persen.Dibandingkan dengan Oktober 2022, rata-rata harga beras di penggilingan pada Oktober 2023 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 28,54 persen; 29,55 persen; dan 30,11 persen.
Download PDFInflasi year-on-year (y-on-y) pada Oktober 2023 sebesar 2,56 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 5,43 persen
2023-11-01
Pada Oktober 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,64. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 5,43 persen dengan IHK sebesar 120,87 dan terendah terjadi di Jayapura sebesar 1,43 persen dengan IHK sebesar 112,88.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,41 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,85 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,16 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,89 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,04 persen; kelompok transportasi sebesar 1,20 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,11 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,50 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,99 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,21 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,67 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Oktober 2023 sebesar 0,17 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Oktober 2023 sebesar 1,80 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Oktober 2023 sebesar 1,91 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,08 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 1,54 persen.
Download PDFLuas Panen dan Produksi Jagung di Indonesia 2023 (Angka Sementara)
2023-10-16
Pada 2023, luas panen jagung pipilan diperkirakan sebesar 2,49 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2023 sebesar 14,46 juta ton.Luas panen jagung pipilan pada 2023 diperkirakan sebesar 2,49 juta hektare, mengalami penurunan sebanyak 0,28 juta hektare atau 10,03 persen dibandingkan luas panen pada 2022 yang sebesar 2,76 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2023 diperkirakan sebesar 14,46 juta ton, mengalami penurunan sebanyak 2,07 juta ton atau 12,50 persen dibandingkan pada 2022 yang sebesar 16,53 juta ton.
Download PDFLuas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2023 (Angka Sementara)
2023-10-16
Pada 2023, luas panen padi diperkirakan sebesar 10,20 juta hektare dengan produksi padi sekitar 53,63 juta ton gabah kering giling (GKG).Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2023 diperkirakan sebesar 30,90 juta ton.Luas panen padi pada 2023 diperkirakan sekitar 10,20 juta hektare,mengalami penurunan sebanyak 255,79 ribu hektare atau 2,45 persen dibandingkan luas panen padi di 2022 yang sebesar 10,45 juta hektare.Produksi padi pada 2023 diperkirakan sebesar 53,63 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 1,12 juta ton GKG atau 2,05 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 54,75 juta ton GKG.Produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sekitar 30,90 juta ton, mengalami penurunan sebanyak 645,09 ribu ton atau 2,05 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 31,54 juta ton.
Download PDFEkspor September 2023 mencapai US$20,76 miliar, turun 5,63 persen dibanding Agustus 2023 dan Impor September 2023 senilai US$17,34 miliar, turun 8,15 persen dibanding Agustus 2023
2023-10-16
A. Perkembangan Ekspor Nilai ekspor Indonesia September 2023 mencapai US$20,76 miliar atau turun 5,63 persen dibanding ekspor Agustus 2023. Dibanding September 2022 nilai ekspor turun sebesar 16,17 persen. Ekspor nonmigas September 2023 mencapai US$19,35 miliar, turun 6,41 persen dibanding Agustus 2023, dan turun 17,66 persen jika dibanding ekspor nonmigas September 2022. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–September 2023 mencapai US$192,27 miliar atau turun 12,34 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$180,48 miliar atau turun 12,89 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas September 2023 terhadap Agustus 2023 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$601,1 juta (20,54 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$78,6 juta (3,51 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–September 2023 turun 10,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 9,03 persen dan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 19,83 persen. Ekspor nonmigas September 2023 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,17 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,84 miliar dan India US$1,50 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 43,97 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,49 miliar dan US$1,33 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$27,64 miliar (14,37 persen), diikuti Kalimantan Timur US$21,16 miliar (11,01 persen) dan Jawa Timur US$16,21 miliar (8,43 persen). B. Perkembangan Impor Nilai impor Indonesia September 2023 mencapai US$17,34 miliar, turun 8,15 persen dibandingkan Agustus 2023 dan turun 12,45 persen dibandingkan September 2022. Impor migas September 2023 senilai US$3,33 miliar, naik 25,04 persen dibandingkan Agustus 2023 dan turun 2,85 persen dibandingkan September 2022. Impor nonmigas September 2023 senilai US$14,01 miliar, turun 13,60 persen dibandingkan Agustus 2023 dan turun 14,46 persen dibandingkan September 2022. Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar September 2023 dibandingkan Agustus 2023 adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya senilai US$401,7 juta (17,95 persen). Sementara peningkatan terbesar adalah garam, belerang, batu, dan semen US$33,3 juta (43,27 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–September 2023 adalah Tiongkok US$45,68 miliar (32,92 persen), Jepang US$12,36 miliar (8,91 persen), dan Thailand US$7,71 miliar (5,55 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$23,01 miliar (16,58 persen) dan Uni Eropa US$10,66 miliar (7,68 persen). Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–September 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal senilai US$2.408,5 juta (9,11 persen) dan barang konsumsi US$1.071,5 juta (7,34 persen). Sementara impor bahan baku/penolong turun US$18.447,0 juta (13,32 persen), Neraca perdagangan Indonesia September 2023 mengalami surplus US$3,42 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$5,34 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,92 miliar.
Download PDFPerkembangan Transportasi Nasional Agustus 2023
2023-10-02
Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada Agustus 2023 naik 13,40 persen. Jumlah barang yang diangkut oleh angkutan laut pada Agustus 2023 naik 2,06 persen. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Agustus 2023 sebanyak 5,2 juta orang atau turun 12,58 persen dibanding kondisi pada Juli 2023. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 13,40 persen menjadi 1,5 juta orang. Selama Januari–Agustus 2023, jumlah penumpang domestik sebanyak 41,6 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 9,9 juta orang, masing-masing naik sebesar 22,46 persen dan 212,55 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2022. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Agustus 2023 tercatat 1,7 juta orang atau turun 6,80 persen dibanding Juli 2023. Jumlah barang yang diangkut naik 2,06 persen menjadi 30,4 juta ton. Selama Januari–Agustus 2023, jumlah penumpang mencapai 13,2 juta orang atau naik 11,81 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2022, sementara jumlah barang yang diangkut naik 9,78 persen atau mencapai 230,7 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Agustus 2023 sebanyak 31,3 juta orang atau turun 4,93 persen dibanding Juli 2023. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 0,99 persen menjadi 5,9 juta ton. Selama Januari–Agustus 2023, jumlah penumpang mencapai 238,5 juta orang atau naik 42,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Jumlah barang yang diangkut kereta api juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 11,41 persen menjadi 44,2 juta ton.
Download PDFPada September 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,28 persen.
2023-10-02
Pada September 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,28 persen terhadap IHPB September 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar 5,31 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada September 2023 antara lain: padi, bawang putih, pasir, beras, dan rokok kretek dengan filter.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) September 2023 sebesar 0,43 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) September 2023 sebesar 2,27 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) September 2023 sebesar 1,32 persen terhadap September 2022, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, batu fondasi bangunan, batu split, aspal, dan lantai.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) September 2023 sebesar 114,14 atau naik 2,05 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 11,69 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 9,75 persen.
2023-10-02
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional September 2023 sebesar 114,14 atau naik 2,05 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 2,27 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,21 persen.Pada September 2023, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan tertinggi (4,17 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan terbesar (1,40 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada September 2023 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,27 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada kelompok transportasi.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional September 2023 sebesar 114,98 atau naik 2,16 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.614 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama September 2023, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 59,79 persen, gabah kering giling (GKG) 29,68 persen, dan gabah luar kualitas 10,53 persen.Selama September 2023, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp6.514,00 per kg atau naik 11,69 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.682,00 per kg atau naik 11,75 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp7.386,00 per kg atau naik 9,26 persen dan di tingkat penggilingan Rp7.498,00 per kg atau naik 9,18 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp6.044,00 per kg atau naik 5,81 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.168,00 per kg atau naik 5,82 persen.Dibandingkan September 2022, rata-rata harga gabah pada September 2023 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 26,70 persen; 27,31 persen; dan 22,51 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada September 2023 dibandingkan September 2022 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 26,95 persen; 26,74 persen; dan 22,52 persen.Selama September 2023, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 867 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.073 observasi beras di penggilingan.Pada September 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp12.900,00 per kg, naik sebesar 9,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp12.685,00 per kg atau naik sebesar 10,55 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp11.746,00 per kg atau naik sebesar 11,59 persen.Dibandingkan dengan September 2022, rata-rata harga beras di penggilingan pada September 2023 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 25,83 persen; 29,64 persen; dan 24,09 persen.
Download PDF