Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Harga Produsen Mengalami Deflasi 0,98 Persen di Triwulan II-2023

Harga Produsen Mengalami Deflasi 0,98 Persen di Triwulan II-2023

2023-08-01

Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian; Pertambangan dan Penggalian; dan Industri Pengolahan) pada triwulan II 2023 turun 0,98 persen terhadap triwulan I-2023 (q-to-q) dan naik 1,56persen terhadap triwulan II-2022 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian triwulan II-2023 naik 0,85 persen terhadap triwulan I-2023 (q-to-q) dan naik 6,49 persen terhadap triwulan II-2022 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan II-2023 turun 8,79 persen dibandingkan triwulan I-2023 (q-to-q) dan turun 11,96 persen terhadap triwulan II-2022 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan II-2023 naik 0,29 persen terhadap triwulan I-2023 (q-to-q) dan naik 3,47 persen terhadap triwulan II-2022 (y-on-y).IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan II-2023 naik 0,09 persen dibandingkan dengan triwulan I-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan II2022 (y-on-y) naik 2,41 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan II-2023 naik 0,05 persen jika dibandingkan dengan triwulan I-2023 (q-to-q) dan naik 1,04 persen terhadap triwulan II-2022 (y-on-y).IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan II-2023 naik 0,98 persen terhadap triwulan I-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2022 (y-on-y) naik 8,01 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan II-2023 naik 0,32 persen terhadap triwulan I-2023 (q-to-q) dan naik 1,33 persen terhadap triwulan II-2022 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan II-2023 naik 0,12 persen terhadap triwulan I-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2022 (y-on-y) naik 2,38 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan II-2023 naik 0,67 persen terhadap triwulan I-2023 (q-to-q) dan naik 4,23 persen terhadap triwulan II-2022 (y-on-y).

Download PDF
Pada Juli 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,56 persen

Pada Juli 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,56 persen

2023-08-01

Pada Juli 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,56 persen terhadap IHPB Juli 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 6,42 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Juli 2023 antara lain: kelapa sawit, bawang putih, padi, pasir, beras, rokok kretek dengan filter, dan bensin.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Juli 2023 sebesar 0,16 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Juli 2023 sebesar 1,79 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Juli 2023 sebesar 2,82 persen terhadap Juli 2022, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, solar, batu fondasi bangunan, semen, dan aspal.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2023 sebesar 110,64 atau naik 0,21 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 1,55 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 0,11 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2023 sebesar 110,64 atau naik 0,21 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 1,55 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 0,11 persen.

2023-08-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Juli 2023 sebesar 110,64 atau naik 0,21 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,34 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,13 persen.Pada Juli 2023, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan tertinggi (2,27 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Maluku Utara mengalami penurunan terbesar (2,13 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Juli 2023 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,14 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juli 2023 sebesar 111,41 atau naik 0,27 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.684 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Juli 2023, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 61,88 persen, gabah kering giling (GKG) 23,22 persen, dan gabah luar kualitas 14,90 persen.Selama Juli 2023, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.629,00 per kg atau naik 1,55 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.764,00 per kg atau naik 1,61 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp6.389,00 per kg atau naik 0,75 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.506,00 per kg atau naik 0,70 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.424,00 per kg atau naik 1,61 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.569,00 per kg atau naik 2,12 persen.Dibandingkan Juli 2022, rata-rata harga gabah pada Juli 2023 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 23,19 persen; 22,62 persen; dan 26,00 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Juli 2023 dibandingkan Juli 2022 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 23,10 persen; 22,22 persen; dan 26,22 persen.Selama Juli 2023, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 879 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.091 observasi beras di penggilingan.Pada Juli 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp11.537,00 per kg, naik sebesar 0,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp11.121,00 per kg atau naik sebesar 0,37 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp10.303,00 per kg atau turun sebesar 0,12 persen.Dibandingkan dengan Juli 2022, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juli 2023 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 19,83 persen; 22,31 persen; dan 15,69 persen.

Download PDF
Kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2023 tumbuh 119,64 persen bila dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada Juni 2023 naik 10,66 persen

Kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2023 tumbuh 119,64 persen bila dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada Juni 2023 naik 10,66 persen

2023-08-01

A. Perkembangan Pariwisata Memasuki bulan Juni tahun 2023, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,06 juta kunjungan. Jumlah ini naik 11,44 persen dibandingkan Mei 2023 (month to month) dan naik 119,64 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (year on year). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Juni 2023 didominasi oleh wisman yang berasal dari Singapura (16,41 persen), Malaysia (15,88 persen), dan Australia (12,47 persen). Pada semester I-2023, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di Indonesia mencapai 433,57 juta perjalanan. Jumlah ini naik 12,57 persen dibandingkan semester I-2022 (cumulative-to-cumulative). Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Juni 2023 mencapai 53,67 persen, naik 3,39 poin secara y-on-y dan naik 4,65 poin secara secara m-to-m. Sejalan dengan TPK hotel bintang, TPK hotel nonbintang pada Juni 2023 mencapai 24,58 persen, naik 0,66 poin secara y-on-y dan naik 0,34 poin secara m-to-m. Sedangkan rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami kenaikan sebesar 0,05 poin dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,66 hari. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Juni 2023 sebanyak 5,5 juta orang atau turun 4,15 persen dibanding kondisi pada Mei 2023. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 10,66 persen menjadi 1,4 juta orang. Selama Januari–Juni 2023, jumlah penumpang domestik sebanyak 30,4 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 7,1 juta orang, masing-masing naik sebesar 23,37 persen dan 311,56 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2022. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Juni 2023 tercatat 1,7 juta orang atau naik 1,71 persen dibanding Mei 2023. Jumlah barang yang diangkut naik 2,40 persen menjadi 30,0 juta ton. Selama Januari– Juni 2023, jumlah penumpang mencapai 9,6 juta orang atau naik 12,57 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2022, sementara jumlah barang yang diangkut naik 9,11 persen atau mencapai 170,5 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Juni 2023 sebanyak 30,2 juta orang atau turun 0,97 persen dibanding Mei 2023. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 7,40 persen menjadi 5,7 juta ton. Selama Januari–Juni 2023, jumlah penumpang mencapai 174,2 juta orang atau naik 48,68 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 13,03 persen menjadi 32,4 juta ton.

Download PDF
Juli 2023 inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 3,08 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 5,21 persen

Juli 2023 inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 3,08 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 5,21 persen

2023-08-01

Pada Juli 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,24. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 5,21 persen dengan IHK sebesar 116,10 dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 0,50 persen dengan IHK sebesar 116,28.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,90 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,42 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,03 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,37 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,69 persen; kelompok transportasi sebesar 9,58 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,02 persen; kelompok pendidikan sebesar 3,07 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,08 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,98 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,24 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Juli 2023 sebesar 0,21 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Juli 2023 sebesar 1,45 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Juli 2023 sebesar 2,43 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,13 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 1,20 persen.

Download PDF
Gini Ratio Maret 2023 tercatat sebesar 0,388.

Gini Ratio Maret 2023 tercatat sebesar 0,388.

2023-07-17

Pada Maret 2023, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan Gini Ratio adalah sebesar 0,388. Angka ini meningkat 0,007 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2022 yang sebesar 0,381 dan meningkat 0,004 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2022 yang sebesar 0,384.Gini Ratio di perkotaan pada Maret 2023 tercatat sebesar 0,409; naik dibanding Gini Ratio September 2022 yang sebesar 0,402 dan Gini Ratio Maret 2022 yang sebesar 0,403.Gini Ratio di perdesaan pada Maret 2023 tercatat sebesar 0,313; tidak berubah dibanding Gini Ratio September 2022 dan turun jika dibandingkan Gini Ratio Maret 2022 yang sebesar 0,314.Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 18,04 persen. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada Maret 2023 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Jika dirinci berdasarkan daerah, di perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,99 persen yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan sedang. Sementara untuk di perdesaan, angkanya tercatat sebesar 21,18 persen, yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan rendah.

Download PDF
Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2023

Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2023

2023-07-17

Persentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 9,36 persen, menurun 0,21 persen poin terhadap September 2022 dan menurun 0,18 persen poin terhadap Maret 2022.Jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 25,90 juta orang, menurun 0,46 juta orang terhadap September 2022 dan menurun 0,26 juta orang terhadap Maret 2022.Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2023 sebesar 7,29 persen, menurun dibandingkan September 2022 yang sebesar 7,53 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2023 sebesar 12,22 persen, menurun dibandingkan September 2022 yang sebesar 12,36 persen.Dibanding September 2022, jumlah penduduk miskin Maret 2023 perkotaan menurun sebanyak 0,24 juta orang (dari 11,98 juta orang pada September 2022 menjadi 11,74 juta orang pada Maret 2023). Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan menurun sebanyak 0,22 juta orang (dari 14,38 juta orang pada September 2022 menjadi 14,16 juta orang pada Maret 2023).Garis Kemiskinan pada Maret 2023 tercatat sebesar Rp550.458,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp408.522,- (74,21 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp141.936,- (25,79 persen).Pada Maret 2023, rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,71 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp2.592.657,-/rumah tangga miskin/bulan.

Download PDF
Ekspor Juni 2023 mencapai US$20,61 miliar, turun 5,08 persen dibanding Mei 2023 dan Impor Juni 2023 senilai US$17,15 miliar, turun 19,40 persen dibanding Mei 2023

Ekspor Juni 2023 mencapai US$20,61 miliar, turun 5,08 persen dibanding Mei 2023 dan Impor Juni 2023 senilai US$17,15 miliar, turun 19,40 persen dibanding Mei 2023

2023-07-17

A. PERKEMBANGAN EKSPORNilai ekspor Indonesia Juni 2023 mencapai US$20,61 miliar atau turun 5,08 persen dibanding ekspor Mei 2023. Dibanding Juni 2022 nilai ekspor turun sebesar 21,18 persen.Ekspor nonmigas Juni 2023 mencapai US$19,34 miliar, turun 5,17 persen dibanding Mei 2023, dan turun 21,33 persen jika dibanding ekspor nonmigas Juni 2022.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2023 mencapai US$128,66 miliar atau turun 8,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$120,82 miliar atau turun 9,32 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas Juni 2023 terhadap Mei 2023 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$441,3 juta (11,54 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$834,9 juta (43,68 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Juni 2023 turun 10,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 3,41 persen dan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 6,72 persen.Ekspor nonmigas Juni 2023 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,58 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,96 miliar dan India US$1,67 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,42 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,78 miliar dan US$1,32 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juni 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$17,89 miliar (13,91 persen), diikuti Kalimantan Timur US$15,00 miliar (11,66 persen) dan Jawa Timur US$11,13 miliar (8,66 persen).B. PERKEMBANGAN IMPORNilai impor Indonesia Juni 2023 mencapai US$17,15 miliar, turun 19,40 persen dibandingkan Mei 2023 atau turun 18,35 persen dibandingkan Juni 2022.Impor migas Juni 2023 senilai US$2,22 miliar, turun 29,12 persen dibandingkan Mei 2023 atau turun 39,49 persen dibandingkan Juni 2022.Impor nonmigas Juni 2023 senilai US$14,93 miliar, turun 17,73 persen dibandingkan Mei 2023 atau turun 13,86 persen dibandingkan Juni 2022.Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Juni 2023 dibandingkan Mei 2023 adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya senilai US$509,2 juta (16,48 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah ampas dan industri makanan US$89,3 juta (24,66 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2023 adalah Tiongkok US$29,99 miliar (32,56 persen), Jepang US$8,23 miliar (8,94 persen), dan Thailand US$5,31 miliar (5,77 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$15,27 miliar (16,59 persen) dan Uni Eropa US$6,90 miliar (7,49 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Juni 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal senilai US$2.315,9 juta (13,97 persen) dan barang konsumsi US$266,7 juta (2,81 persen). Sementara impor bahan baku/penolong turun US$10.037,4 juta (11,14 persen),Neraca perdagangan Indonesia Juni 2023 mengalami surplus US$3,45 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$4,41 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$0,96 miliar.

Download PDF
Pada Juni 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,87 persen

Pada Juni 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,87 persen

2023-07-03

Pada Juni 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,87 persen terhadap IHPB Juni 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 8,17 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Juni 2023 antara lain: kopi, padi, garam, beras, rokok kretek dengan filter, bensin, solar, dan garam meja/dapur.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Juni 2023 sebesar 0,13 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Juni 2023 sebesar 1,63 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Juni 2023 sebesar 3,30 persen terhadap Juni 2022, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, solar, semen, batu fondasi bangunan, dan aspal.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2023 sebesar 110,41 atau naik 0,19 persen dan Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 0,72 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,85 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2023 sebesar 110,41 atau naik 0,19 persen dan Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 0,72 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,85 persen

2023-07-03

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Juni 2023 sebesar 110,41 atau naik 0,19 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,42 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,23 persen.Pada Juni 2023, NTP Provinsi Lampung mengalami kenaikan tertinggi (2,79 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (4,20 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Juni 2023 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,28 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juni 2023 sebesar 111,11 atau naik 0,33 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.553 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Juni 2023, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 61,30 persen, gabah kering giling (GKG) 26,27 persen, dan gabah luar kualitas 12,43 persen.Selama Juni 2023, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.543,00 per kg atau turun 0,72 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.673,00 per kg atau turun 1,04 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp6.341,00 per kg atau naik 2,97 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.460,00 per kg atau naik 3,13 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.338,00 per kg atau turun 1,21 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.453,00 per kg atau turun 1,18 persen.Dibandingkan Juni 2022, rata-rata harga gabah pada Juni 2023 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 22,13 persen; 23,16 persen; dan 24,97 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Juni 2023 dibandingkan Juni 2022 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 22,01 persen; 22,62 persen; dan 24,68 persen.Selama Juni 2023, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 896 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.128 observasi beras di penggilingan.Pada Juni 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp11.525,00 per kg, turun sebesar 0,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp11.080,00 per kg atau naik sebesar 0,68 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp10.315,00 per kg atau turun sebesar 1,09 persen.Dibandingkan dengan Juni 2022, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juni 2023 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 21,35 persen; 23,00 persen; dan 16,58 persen.

Download PDF