Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2023 tumbuh 166,42 persen bila dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada Mei 2023 naik 14,40 persen

Kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2023 tumbuh 166,42 persen bila dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada Mei 2023 naik 14,40 persen

2023-07-03

A. Perkembangan Pariwisata Memasuki Mei 2023, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 945,59 ribu kunjungan. Jumlah ini naik 9,21 persen dibandingkan April 2023 (month to month) dan naik 166,42 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (year on year). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Mei 2023 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (17,89 persen), Australia (12,04 persen), dan Singapura (10,65 persen). Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Mei 2023 meningkat 312,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, masing-masing meningkat sebesar 882,11 persen dan 335,91 persen Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Mei 2023 mencapai 49,03 persen, turun 0,82 poin secara year on year (y-on-y) namun mengalami kenaikan 7,65 poin secara secara month to month (m-to-m). Sejalan dengan TPK hotel bintang, TPK hotel nonbintang pada Mei 2023 mencapai 24,24 persen, turun tipis 0,51 poin secara y-on-y dan naik 2,37 poin secara m-to-m. Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami kenaikan sebesar 0,04 poin dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,62 hari. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Mei 2023 sebanyak 5,7 juta orang atau naik 13,61 persen dibanding kondisi pada April 2023. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 14,40 persen menjadi 1,3 juta orang. Selama Januari–Mei 2023, jumlah penumpang domestik sebanyak 24,9 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 5,7 juta orang, masing-masing naik sebesar 26,15 persen dan 399,40 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2022. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Mei 2023 tercatat 1,7 juta orang atau turun 5,68 persen dibanding April 2023. Jumlah barang yang diangkut naik 7,76 persen menjadi 29,3 juta ton. Selama Januari–Mei 2023, jumlah penumpang mencapai 7,9 juta orang atau naik 13,55 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2022, sementara jumlah barang yang diangkut naik 8,46 persen atau mencapai 140,5 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Mei 2023 sebanyak 30,5 juta orang atau naik 7,80 persen dibanding April 2023. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 4,91 persen menjadi 5,3 juta ton. Selama Januari–Mei 2023, jumlah penumpang mencapai 144,0 juta orang atau naik 53,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Jumlah barang yang diangkut kereta api juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 13,36 persen menjadi 26,6 juta ton.

Download PDF
Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Juni 2023 sebesar 3,52 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 6,10 persen.

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Juni 2023 sebesar 3,52 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 6,10 persen.

2023-07-03

Pada Juni 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,52 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,00. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Ambon sebesar 6,10 persen dengan IHK sebesar 118,67 dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,01 persen dengan IHK sebesar 114,79.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,85 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,49 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,57 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,58 persen; kelompok transportasi sebesar 10,18 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,17 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,75 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,27 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,27 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Juni 2023 sebesar 0,14 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Juni 2023 sebesar 1,24 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Juni 2023 sebesar 2,58 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,12 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 1,06 persen.

Download PDF
Ekspor Mei 2023 mencapai US$21,72 miliar, naik 12,61 persen dibanding April 2023 dan Impor Mei 2023 senilai US$21,28 miliar, naik 38,65 persen dibanding April 2023

Ekspor Mei 2023 mencapai US$21,72 miliar, naik 12,61 persen dibanding April 2023 dan Impor Mei 2023 senilai US$21,28 miliar, naik 38,65 persen dibanding April 2023

2023-06-15

A. EKSPOR Nilai ekspor Indonesia Mei 2023 mencapai US$21,72 miliar atau naik 12,61 persen dibanding ekspor April 2023. Dibanding Mei 2022 nilai ekspor naik sebesar 0,96 persen.Ekspor nonmigas Mei 2023 mencapai US$20,40 miliar, naik 13,18 persen dibanding April 2023, demikian juga naik 1,94 persen jika dibanding ekspor nonmigas Mei 2022.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2023 mencapai US$108,06 miliar atau turun 6,01 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$101,48 miliar atau turun 6,69 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Mei 2023 terhadap April 2023 terjadi pada komoditas kendaraan dan bagiannya sebesar US$373,2 juta (60,20 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$175,8 juta (4,39 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Mei 2023 turun 8,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 3,95 persen, sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya naik 1,36 persen.Ekspor nonmigas Mei 2023 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,78 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,05 miliar dan Jepang US$1,77 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,12 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,97 miliar dan US$1,56 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Mei 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$14,80 miliar (13,70 persen), diikuti Kalimantan Timur US$12,83 miliar (11,87 persen) dan Jawa Timur US$9,63 miliar (8,91 persen).B. IMPORNilai impor Indonesia Mei 2023 mencapai US$21,28 miliar, naik 38,65 persen dibandingkan April 2023 atau naik 14,35 persen dibandingkan Mei 2022.Impor migas Mei 2023 senilai US$3,14 miliar, naik 6,09 persen dibandingkan April 2023 atau turun 6,52 persen dibandingkan Mei 2022.Impor nonmigas Mei 2023 senilai US$18,14 miliar, naik 46,42 persen dibandingkan April 2023 atau naik 18,94 persen dibandingkan Mei 2022.Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Mei 2023 dibandingkan April 2023 adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya US$1.063,7 juta (52,49 persen). Sedangkan penurunan terbesar adalah ampas dan industri makanan US$36,5 juta (9,15 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Mei 2023 adalah Tiongkok US$25,13 miliar (32,57 persen), Jepang US$6,83 miliar (8,85 persen), dan Thailand US$4,53 miliar (5,87 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$12,99 miliar (16,84 persen) dan Uni Eropa US$5,70 miliar (7,38 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Mei 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal senilai US$2.189,6 juta (16,22 persen) dan barang konsumsi US$378,8 juta (4,85 persen). Sementara impor bahan baku/penolong turun US$6.169,6 juta (8,35 persen),Neraca perdagangan Indonesia Mei 2023 mengalami surplus US$0,44 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$2,26 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,82 miliar.

Download PDF
Pada Mei 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 4,43 persen

Pada Mei 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 4,43 persen

2023-06-05

Pada Mei 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 4,43 persen terhadap IHPB Mei 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 9,75 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Mei 2023 antara lain: padi, kopi, garam, beras, rokok kretek dengan filter, bensin, solar, dan tepung terigu.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Mei 2023 sebesar 0,20 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Mei 2023 sebesar 1,50 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Mei 2023 sebesar 4,34 persen terhadap Mei 2022, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas solar, pasir, aspal, semen, dan batu fondasi bangunan.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Mei 2023 sebesar 110,20 atau turun 0,34 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 3,37 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,42 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Mei 2023 sebesar 110,20 atau turun 0,34 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 3,37 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,42 persen.

2023-06-05

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.„NTP nasional Mei 2023 sebesar 110,20 atau turun 0,34 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,02 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik (Ib) sebesar 0,32 persen.Pada Mei 2023, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (5,20 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Lampung mengalami kenaikan tertinggi terbesar (1,61 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada Mei 2023 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,40 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Mei 2023 sebesar 110,74 atau turun 0,16 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.625 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Mei 2023, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 61,35 persen, gabah kering giling (GKG) 24,55 persen, dan gabah luar kualitas 14,10 persen.Selama Mei 2023, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.583,00 per kg atau naik 3,37 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.732,00 per kg atau naik 3,77 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp6.158,00 per kg atau naik 0,86 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.264,00 per kg atau naik 0,71 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.404,00 per kg atau naik 2,18 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.518,00 per kg atau naik 2,36 persen.„Dibandingkan Mei 2022, rata-rata harga gabah pada Mei 2023 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 25,13 persen; 19,84 persen; dan 26,32 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Mei 2023 dibandingkan Mei 2022 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 25,21 persen; 19,24 persen; dan 25,98 persen.Selama Mei 2023, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 917 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.161 observasi beras di penggilingan.Pada Mei 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp11.624,00 per kg, turun sebesar 0,42 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp11.006,00 per kg atau turun sebesar 0,40 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp10.429,00 per kg atau turun sebesar 1,28 persen.Dibandingkan dengan Mei 2022, rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2023 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 22,19 persen; 21,40 persen; dan 17,15 persen.

Download PDF
Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2023 yang tumbuh 276,31 persen dibandingkan April 2022 dan Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada April 2023 naik 24,75 persen

Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2023 yang tumbuh 276,31 persen dibandingkan April 2022 dan Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada April 2023 naik 24,75 persen

2023-06-05

A. Perkembangan Pariwisata Memasuki bulan keempat tahun 2023, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 865,81 ribu kunjungan. Jumlah ini turun tipis 0,39 persen dibandingkan April 2023 (month to month) dan naik 276,31 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (year on year). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada April 2023 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (17,01 persen), Australia (12,69 persen), dan Singapura (11,24 persen). Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga April 2023 meningkat 393,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, masing-masing meningkat sebesar 1.819,01 persen dan 441,24 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada April 2023 mencapai 41,37 persen, naik 7,14 poin secara year on year (y-on-y) dan turun 4,88 poin secara month to month (m-to-m). Sementara itu, TPK hotel nonbintang pada April 2023 mencapai 21,87 persen, meningkat 4,47 poin secara y-on-y dan 0,61 poin secara m-to-m. Ratarata lama tamu menginap di hotel bintang mengalami kenaikan sebesar 0,01 poin dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,63 hari. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada April 2023 sebanyak 5,0 juta orang atau naik 3,07 persen dibanding kondisi pada Maret 2023. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 5,05 persen menjadi 1,1 juta orang. Selama Januari-April 2023, jumlah penumpang domestik sebanyak 19,2 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 4,4 juta orang, masing-masing naik sebesar 32,84 persen dan 564,12 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2022. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada April 2023 tercatat 1,8 juta orang atau naik 24,75 persen dibanding Maret 2023. Jumlah barang yang diangkut turun 4,97 persen menjadi 27,2 juta ton. Selama Januari - April 2023, jumlah penumpang mencapai 6,1 juta orang atau naik 18,55 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2022, sementara jumlah barang yang diangkut naik 6,37 persen atau mencapai 111,2 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada April 2023 sebanyak 28,3 juta orang atau turun 5,01 persen dibanding Maret 2023. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 10,61 persen menjadi 5,1 juta ton. Selama Januari-April 2023, jumlah penumpang mencapai 113,4 juta orang atau naik 62,13 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Jumlah barang yang diangkut kereta api juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 14,12 persen menjadi 21,3 juta ton.

Download PDF
Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Mei 2023 sebesar 4,00 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kotabaru dan Timika masing-masing sebesar 6,04 persen.

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Mei 2023 sebesar 4,00 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kotabaru dan Timika masing-masing sebesar 6,04 persen.

2023-06-05

Pada Mei 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,84. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kotabaru dan Timika masing-masing sebesar 6,04 persen dengan IHK masing-masing sebesar 121,80 dan 117,74 dan terendah terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,93 persen dengan IHK sebesar 114,16.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,27 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,54 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,48 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,52 persen; kelompok transportasi sebesar 10,62 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,18 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,75 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,38 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,48 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,27 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Mei 2023 sebesar 0,09 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Mei 2023 sebesar 1,10 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Mei 2023 sebesar 2,66 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,06 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,94 persen.

Download PDF
Ekspor April 2023 mencapai US$19,29 miliar, turun 17,62 persen dibanding Maret 2023 dan Impor April 2023 senilai US$15,35 miliar, turun 25,45 persen dibanding Maret 2023

Ekspor April 2023 mencapai US$19,29 miliar, turun 17,62 persen dibanding Maret 2023 dan Impor April 2023 senilai US$15,35 miliar, turun 25,45 persen dibanding Maret 2023

2023-05-15

A. PERKEMBANGAN EKSPORNilai ekspor Indonesia April 2023 mencapai US$19,29 miliar atau turun 17,62 persen dibanding ekspor Maret 2023. Dibanding April 2022 nilai ekspor turun sebesar 29,40 persen.Ekspor nonmigas April 2023 mencapai US$18,03 miliar, turun 18,33 persen dibanding Maret 2023, demikian juga turun 30,35 persen jika dibanding ekspor nonmigas April 2022.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2023 mencapai US$86,35 miliar atau turun 7,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$81,08 miliar atau turun 8,62 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas April 2023 terhadap Maret 2023 terjadi pada komoditas logam mulia dan perhiasan/permata sebesar US$573,4 juta (52,30 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih logam, terak, dan abu sebesar US$166,8 juta (26,16 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–April 2023 turun 12,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 10,86 persen, sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya naik 8,44 persen.Ekspor nonmigas April 2023 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,62 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,57 miliar dan India US$1,54 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,92 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,16 miliar dan US$1,44 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–April 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$11,45 miliar (13,26 persen), diikuti Kalimantan Timur US$10,35 miliar (11,99 persen) dan Jawa Timur US$7,76 miliar (8,98 persen).B. PERKEMBANGAN IMPORNilai impor Indonesia April 2023 mencapai US$15,35 miliar, turun 25,45 persen dibandingkan Maret 2023 atau turun 22,32 persen dibandingkan April 2022.Impor migas April 2023 senilai US$2,96 miliar, turun 1,98 persen dibandingkan Maret 2023 atau turun 22,52 persen dibandingkan April 2022.Impor nonmigas April 2023 senilai US$12,39 miliar, turun 29,48 persen dibandingkan Maret 2023 atau turun 22,27 persen dibandingkan April 2022.Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar April 2023 dibandingkan Maret 2023 adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya US$820,1 juta (32,01 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah ampas dan industri makanan US$73,2 juta (22,48 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–April 2023 adalah Tiongkok US$19,18 miliar (32,50 persen), Jepang US$5,24 miliar (8,88 persen), dan Thailand US$3,53 miliar (5,98 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$9,97 miliar (16,89 persen) dan Uni Eropa US$4,35 miliar (7,37 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–April 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan pada golongan bahan baku/penolong US$6.818,0 juta (11,52 persen) dan barang konsumsi US$174,5 juta (2,77 persen), namun barang modal justru meningkat US$720,9 juta (6,51 persen)Neraca perdagangan Indonesia April 2023 mengalami surplus US$3,94 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$5,64 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,70 miliar.

Download PDF
Februari 2023: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,45 persen dan Rata-rata upah buruh sebesar 2,94 juta rupiah per bulan

Februari 2023: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,45 persen dan Rata-rata upah buruh sebesar 2,94 juta rupiah per bulan

2023-05-05

A. Keadaan Tenaga Kerja Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2023 sebanyak 146,62 juta orang, naik 2,61 juta orang dibanding Februari 2022. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,24 persen poin. Penduduk yang bekerja sebanyak 138,63 juta orang, naik sebanyak 3,02 juta orang dari Februari 2022. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum serta Aktivitas Jasa Lainnya, masing-masing sebesar 0,51 juta orang. Sebanyak 83,34 juta orang (60,12 persen) bekerja pada kegiatan informal, naik 0,15 persen poin dibanding Februari 2022. Persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan, masing-masing sebesar 0,95 persen poin dan 0,33 persen poin dibandingkan Februari 2022. Jumlah pekerja komuter Februari 2023 sebesar 7,18 juta orang, naik sebesar 0,11 juta orang dibanding Februari 2022. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2023 sebesar 5,45 persen, turun sebesar 0,38 persen poin dibandingkan dengan Februari 2022. Terdapat 3,60 juta orang (1,70 persen) penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (0,20 juta orang); Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (0,26 juta orang); sementara tidak bekerja karena COVID-19 (0,07 juta orang); dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (3,07 juta orang). B. Rata-Rata Upah Buruh Rata-rata upah buruh pada Februari 2023 sebesar 2,94 juta rupiah. Rata-rata upah buruh dari Februari 2022 ke Februari 2023 naik 1,80 persen, dari 2,89 juta rupiah menjadi 2,94 juta rupiah. Rata-rata upah buruh laki-laki sebesar 3,23 juta rupiah dan rata-rata upah buruh perempuan sebesar 2,42 juta rupiah. Rata-rata upah buruh tertinggi berada di kategori Real Estat, yaitu sebesar 4,82 juta rupiah, sedangkan terendah berada di kategori Jasa Lainnya, yaitu sebesar 1,79 juta rupiah. Terdapat 11 dari 17 kategori lapangan pekerjaan dengan rata-rata upah buruh lebih tinggi daripada rata-rata upah buruh nasional. Rata-rata upah buruh berpendidikan universitas sebesar 4,46 juta rupiah, sedangkan buruh berpendidikan SD ke bawah sebesar 1,90 juta rupiah. Menurut kelompok umur, rata-rata upah buruh tertinggi sebesar 3,66 juta rupiah pada kelompok umur 50-54 tahun, sedangkan terendah sebesar 1,76 juta rupiah pada kelompok umur 15–19 tahun.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan I-2023 Tumbuh 5,03 Persen (y-on-y)

Ekonomi Indonesia Triwulan I-2023 Tumbuh 5,03 Persen (y-on-y)

2023-05-05

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2023 mencapai Rp5.071,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 Rp2.961,2 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 terhadap triwulan I-2022 tumbuh sebesar 5,03 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,68 persen. Ekonomi Indonesia triwulan I-2023 terhadap triwulan sebelumnya terkontraksi sebesar 0,92 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 14,56 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 45,38 persen. Kelompok provinsi di Pulau Jawa pada triwulan I-2023 mencatat dominasi struktur ekonomi Indonesia secara spasial dengan peranan sebesar 57,17 persen dengan kinerja ekonomi yang mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar 4,96 persen dibanding triwulan I-2022 (y-on-y).

Download PDF