Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2022 sebesar 109,00 atau naik 1,11 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 4,20 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 4,21 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2022 sebesar 109,00 atau naik 1,11 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 4,20 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 4,21 persen

2023-01-02

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Desember 2022 sebesar 109,00 atau naik 1,11 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,83 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,72 persen.Secara nasional, NTP Januari–Desember 2022 sebesar 107,33 dengan nilai It sebesar 120,67 sedangkan Ib sebesar 112,43.Pada Desember 2022, NTP Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami kenaikan tertinggi (2,26 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan terbesar (2,47 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Desember 2022 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,95 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Desember 2022 sebesar 108,96 atau naik 1,59 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.449 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Desember 2022, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 54,18 persen, gabah kering giling (GKG) 32,02 persen, dan gabah luar kualitas 13,80 persen.Selama Desember 2022, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.624,00 per kg atau naik 17,83 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.748,00 per kg atau naik 17,87 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Desember 2021. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp6.166,00 per kg atau naik 21,75 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.278,00 per kg atau naik 21,41 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.035,00 per kg atau naik 17,01 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.134,00 per kg atau naik 16,94 persen.Dibandingkan bulan lalu, rata-rata harga gabah pada Desember 2022 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 4,20 persen; 6,59 persen; dan 0,26 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Desember 2022 dibandingkan bulan lalu untuk kualitas GKP, GKG dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 4,06 persen; 6,42 persen; dan 0,29 persen.Selama Desember 2022, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 876 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.113 observasi beras di penggilingan.Pada Desember 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp10.954,00 per kg, naik sebesar 13,25 persen dibandingkan Desember 2021, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp10.371,00 per kg atau naik sebesar 13,61 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.807,00 per kg atau naik sebesar 10,33 persen.Dibandingkan dengan bulan lalu, rata-rata harga beras di penggilingan pada Desember 2022 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 4,21 persen; 2,46 persen; dan 2,77 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada November 2022 mencapai 657,27 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada November 2022 naik 1,06 persen.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada November 2022 mencapai 657,27 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada November 2022 naik 1,06 persen.

2023-01-02

A. Perkembangan Pariwisata Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada November 2022 mencapai 657,27 ribu kunjungan, naik 336,50 persen dibandingkan dengan kondisi November 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada November 2022 justru mengalami penurunan sebesar 3,19 persen. Dari Januari hingga November 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 4,58 juta kunjungan, naik 228,30 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2021. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada November 2022 mencapai 54,41 persen, naik 6,58 poin dibandingkan dengan TPK November 2021. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK November 2022 juga mengalami kenaikan sebesar 2,10 poin. TPK hotel klasifikasi nonbintang pada November 2022 tercatat sebesar 24,04 persen, naik 1,16 poin dibandingkan dengan TPK November 2021 namun turun 0,37 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu hotel klasifikasi bintang selama November 2022 tercatat sebesar 1,70 hari, naik 0,11 poin dibandingkan dengan kondisi November 2021 dan 0,04 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada November 2022 sebanyak 4,6 juta orang, naik 1,06 persen dibanding kondisi pada Oktober 2022. Sementara itu, jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 5,21 persen menjadi 934,3 ribu orang. Selama Januari–November 2022, jumlah penumpang domestik sebanyak 47,3 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 6,0 juta orang, masing-masing naik sebesar 81,32 persen dan 1.030,96 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2021. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada November 2022 tercatat 1,5 juta orang atau naik 0,50 persen dibanding Oktober 2022. Jumlah barang yang diangkut turun 0,68 persen menjadi 27,6 juta ton. Selama Januari–November 2022, jumlah penumpang mencapai 16,1 juta orang atau naik 18,48 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2021, sementara jumlah barang yang diangkut naik 2,31 persen atau mencapai 293,7 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada November 2022 sebanyak 26,9 juta orang atau turun 2,48 persen dibanding Oktober 2022. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 1,78 persen menjadi 5,4 juta ton. Selama Januari–November 2022, jumlah penumpang mencapai 247,3 juta orang atau naik 86,87 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Jumlah barang yang diangkut kereta api juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 13,91 persen menjadi 56,1 juta ton.

Download PDF
Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Desember 2022 sebesar 5,51 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 8,65 persen.

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Desember 2022 sebesar 5,51 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 8,65 persen.

2023-01-02

Pada Desember 2022 terjadi inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 5,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,59. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 8,65 persen dengan IHK sebesar 119,83 dan terendah terjadi di Sorong sebesar 3,26 persen dengan IHK sebesar 110,95.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,83 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,78 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,86 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,87 persen; kelompok transportasi sebesar 15,26 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,04 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,77 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,49 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,91 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,36 persen.Tingkat inflasi Month to Month (m-to-m) Desember 2022 sebesar 0,66 persen dan tingkat inflasi Year to Date (y-to-d) Desember 2022 sebesar 5,51 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Desember 2022 sebesar 3,36 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,22 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 3,36 persen.

Download PDF
Pada tahun 1443H/2022M, indeks kepuasan jemaah haji Indonesia (IKJHI) sebesar 90,45.

Pada tahun 1443H/2022M, indeks kepuasan jemaah haji Indonesia (IKJHI) sebesar 90,45.

2022-12-19

Indeks pelayanan di Non-Armuzna lebih tinggi dari pelayanan di Armuzna.Indeks tertinggi untuk layanan di Non-Armuzna adalah pelayanan transportasi bus antarkota (91,93). Sementara itu, pelayanan transportasi bus Armuzna (91,52) merupakan pelayanan dengan indeks tertinggi di Armuzna.Indeks terendah untuk layanan di Non-Armuzna adalah pelayanan hotel (89,35). Sementara itu, pelayanan tenda (87,91) merupakan pelayanan dengan indeks terendah di Armuzna.

Download PDF
Ekspor November 2022 mencapai US$24,12 miliar, turun 2,46 persen dibanding Oktober 2022 dan Impor November 2022 senilai US$18,96 miliar, turun 0,91 persen dibanding Oktober 2022

Ekspor November 2022 mencapai US$24,12 miliar, turun 2,46 persen dibanding Oktober 2022 dan Impor November 2022 senilai US$18,96 miliar, turun 0,91 persen dibanding Oktober 2022

2022-12-15

A. PERKEMBANGAN EKSPORNilai ekspor Indonesia November 2022 mencapai US$24,12 miliar atau turun 2,46 persen dibanding ekspor Oktober 2022. Dibanding November 2021 nilai ekspor naik sebesar 5,58 persen.Ekspor nonmigas November 2022 mencapai US$22,99 miliar, turun 1,94 persen dibanding Oktober 2022, sementara itu naik 6,88 persen jika dibanding ekspor nonmigas November 2021.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–November 2022 mencapai US$268,18 miliar atau naik 28,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$253,61 miliar atau naik 28,04 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas November 2022 terhadap Oktober 2022 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$577,6 juta (16,62 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada logam mulia dan perhiasan/permata sebesar US$292,2 juta (87,19 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–November 2022 naik 18,59 persen dibanding periode yang sama tahun 2021, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 12,44 persen, serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 74,15 persen.Ekspor nonmigas November 2022 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$6,28 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,10 miliar dan Jepang US$1,90 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,73 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$4,25 miliar dan US$1,55 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–November 2022 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$35,61 miliar (13,28 persen), diikuti Kalimantan Timur US$33,30 miliar (12,42 persen) dan Jawa Timur US$22,87 miliar (8,53 persen). B. PERKEMBANGAN IMPORNilai impor Indonesia November 2022 mencapai US$18,96 miliar, turun 0,91 persen dibandingkan Oktober 2022 atau turun 1,89 persen dibandingkan November 2021.Impor migas November 2022 senilai US$2,80 miliar, turun 16,64 persen dibandingkan Oktober 2022 atau turun 7,30 persen dibandingkan November 2021.Impor nonmigas November 2022 senilai US$16,16 miliar, naik 2,45 persen dibandingkan Oktober 2022 atau turun 0,89 persen dibandingkan November 2021.Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar November 2022 dibandingkan Oktober 2022 adalah serealia US$91,6 juta (25,28 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya US$222,8 juta (8,50 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–November 2022 adalah Tiongkok US$61,39 miliar (34,03 persen), Jepang US$15,58 miliar (8,64 persen), dan Thailand US$10,09 miliar (5,60 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$30,38 miliar (16,84 persen) dan Uni Eropa US$10,42 miliar (5,77 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–November 2022 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$333,5 juta (1,88 persen), bahan baku/penolong US$35.079,0 juta (26,62 persen), dan barang modal US$7.333,5 juta (28,88 persen).Neraca perdagangan Indonesia November 2022 mengalami surplus US$5,16 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$6,83 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,67 miliar.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional November 2022 Naik Sebesar 0,25 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional November 2022 Naik Sebesar 0,25 Persen

2022-12-01

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks harga konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada November 2022 naik sebesar 0,25 persen dibanding upah nominal buruh tani Oktober 2022, yaitu dari Rp58.946,00 menjadi Rp59.096,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen.Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada November 2022 naik 0,18 persen dibanding Oktober 2022, yaitu dari Rp93.865,00 menjadi Rp94.034,00 per hari. Sementara upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen.

Download PDF
Pada November 2022, perubahan Indeks Harga  Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun  sebesar 5,75 persen

Pada November 2022, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 5,75 persen

2022-12-01

Pada November 2022, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 5,75 persen terhadap IHPB November 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 10,36 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada November 2022 antara lain: kacang kedelai, bawang merah, kelapa sawit, pasir, rokok kretek dengan filter, solar, dan bensin. Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) November 2022 sebesar 0,27 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) November 2022 sebesar 4,98 persen. Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) November 2022 sebesar 7,08 persen terhadap November 2021, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas solar, semen, aspal, pasir, dan batu fondasi bangunan.

Download PDF
Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah November 2022

Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah November 2022

2022-12-01

Perkembangan Nilai Tukar PetaniNilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional November 2022 sebesar 107,81 atau naik 0,50 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,66 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,15 persen.Pada November 2022, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (5,64 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Gorontalo mengalami penurunan terbesar (1,66 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada November 2022 terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,16 persen yang disebabkan oleh kenaikan Indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional November 2022 sebesar 107,25 atau naik 0,46 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Perkembangan Harga Gabah dan Beras di PenggilinganDari 1.470 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama November 2022, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 57,55 persen; gabah kering giling (GKG) 26,87 persen; dan gabah luar kualitas 15,58 persen.Selama November 2022, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.397,00 per kg atau naik 16,06 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.523,00 per kg atau naik 16,21 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada November 2021. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.785,00 per kg atau naik 14,32 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.900,00 per kg atau naik 14,06 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.021,00 per kg atau naik 13,96 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.120,00 per kg atau naik 14,00 persen.Dibandingkan bulan lalu, rata-rata harga gabah pada November 2022 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 0,81 persen dan 3,61 persen, sedangkan kualitas GKG turun 1,79 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada November 2022 dibandingkan bulan lalu untuk kualitas GKP dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 0,87 persen dan 3,41 persen, sedangkan kualitas GKG turun 1,77 persen.Selama November 2022, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 887 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.143 observasi beras di penggilingan.Pada November 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp10.512,00 per kg, naik sebesar 10,19 persen dibandingkan November 2021, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp10.122,00 per kg atau naik sebesar 11,58 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.542,00 per kg atau naik sebesar 9,54 persen.Dibandingkan dengan bulan lalu, rata-rata harga beras di penggilingan pada November 2022 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 1,05 persen; 0,78 persen; dan 0,27 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Oktober 2022 mencapai 678,53 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Oktober 2022 naik 10,08 persen

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Oktober 2022 mencapai 678,53 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Oktober 2022 naik 10,08 persen

2022-12-01

A. Perkembangan Pariwisata Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Oktober 2022 mencapai 678,53 ribu kunjungan, naik 364,31 persen dibandingkan dengan kondisi Oktober 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada Oktober 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 4,57 persen. Dari Januari hingga Oktober 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,92 juta kunjungan, naik 215,16 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2021. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Oktober 2022 mencapai 52,31 persen, naik 6,69 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK Oktober 2022 juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 2,29 poin. TPK hotel klasifikasi nonbintang pada Oktober 2022 tercatat sebesar 24,41 persen, naik 2,19 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2021 dan naik 1,02 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2022 tercatat sebesar 1,66 hari, naik 0,02 poin dibandingkan dengan kondisi Oktober 2021 dan September 2022. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Oktober 2022 sebanyak 4,6 juta orang, naik 10,08 persen dibanding kondisi pada September 2022. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 7,22 persen menjadi 985,7 ribu orang. Selama Januari–Oktober 2022, jumlah penumpang domestik sebanyak 42,7 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 5,1 juta orang, masing-masing naik sebesar 88,94 persen dan 1.010,64 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2021. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Oktober 2022 tercatat 1,5 juta orang atau naik 3,44 persen dibanding September 2022. Jumlah barang yang diangkut turun 1,08 persen menjadi 27,8 juta ton. Selama Januari–Oktober 2022, jumlah penumpang mencapai 14,7 juta orang atau naik 19,08 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2021, sementara jumlah barang yang diangkut naik 2,02 persen atau mencapai 266,1 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Oktober 2022 sebanyak 27,6 juta orang atau naik 7,99 persen dibanding September 2022. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 1,43 persen menjadi 5,5 juta ton. Selama Januari–Oktober 2022, jumlah penumpang mencapai 220,4 juta orang atau naik 88,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Jumlah barang yang diangkut kereta api juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 14,07 persen menjadi 50,7 juta ton.

Download PDF
Inflasi year-on-year (y-on-y) pada November 2022 sebesar 5,42 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 9,20 persen.

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada November 2022 sebesar 5,42 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 9,20 persen.

2022-12-01

Pada November 2022 terjadi inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 5,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,85. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 9,20 persen dengan IHK sebesar 113,02 dan terendah terjadi di Ternate sebesar 3,26 persen dengan IHK sebesar 110,96.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,87 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,53 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,24 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,96 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,90 persen; kelompok transportasi sebesar 15,45 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,90 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,76 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,59 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,48 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,40 persen.Tingkat inflasi Month to Month (m-to-m) November 2022 sebesar 0,09 persen dan tingkat inflasi Year to Date (y-to-d) November 2022 sebesar 4,82 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti November 2022 sebesar 3,30 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,15 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 3,13 persen.

Download PDF