Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2022 mencapai 72,91, meningkat 0,62 poin (0,86 persen) dibandingkan tahun sebelumnya (72,29)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2022 mencapai 72,91, meningkat 0,62 poin (0,86 persen) dibandingkan tahun sebelumnya (72,29)

2022-11-15

Selama 2010–2022, IPM Indonesia rata-rata meningkat sebesar 0,77 persen per tahunPeningkatan IPM 2022 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.Pertumbuhan IPM 2022 mengalami percepatan dari tahun sebelumnya. Seluruh dimensi pembentuk IPM mengalami peningkatan, terutama umur panjang dan hidup sehat serta standar hidup layak.Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2022 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,85 tahun, meningkat 0,28 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.Pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah penduduk umur 7 tahun meningkat 0,02 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 13,08 menjadi 13,10 tahun, sedangkan rata-rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,15 tahun, dari 8,54 tahun menjadi 8,69 tahun pada tahun 2022.Dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita (yang disesuaikan) meningkat 323 ribu rupiah (2,90 persen) dibandingkan tahun sebelumnya.

Download PDF
Ekspor Oktober 2022 mencapai US$24,81 miliar, naik 0,13 persen dibanding September 2022, Impor Oktober 2022 senilai US$19,13 miliar, turun 3,40 persen dibanding September 2022

Ekspor Oktober 2022 mencapai US$24,81 miliar, naik 0,13 persen dibanding September 2022, Impor Oktober 2022 senilai US$19,13 miliar, turun 3,40 persen dibanding September 2022

2022-11-15

EKSPOR„Nilai ekspor Indonesia Oktober 2022 mencapai US$24,81 miliar atau naik 0,13 persen dibanding ekspor September 2022. Dibanding Oktober 2021 nilai ekspor naik sebesar 12,30 persen.Ekspor nonmigas Oktober 2022 mencapai US$23,43 miliar, turun 0,14 persen dibanding September 2022, sementara itu naik 11,45 persen jika dibanding ekspor nonmigas Oktober 2021.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Oktober 2022 mencapai US$244,14 miliar atau naik 30,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$230,62 miliar atau naik 30,61 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2022 terhadap September 2022 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$437,1 juta (14,38 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih logam, terak, dan abu sebesar US$407,7 juta (38,57 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Oktober 2022 naik 20,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2021, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 14,17 persen, serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 82,68 persen.Ekspor nonmigas Oktober 2022 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$6,25 miliar, disusul India US$2,12 miliar dan Amerika Serikat US$2,07 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,51 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$4,23 miliar dan US$1,81 miliar.„„Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Oktober 2022 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$32,52 miliar (13,32 persen), diikuti Kalimantan Timur US$30,11 miliar (12,33 persen), dan Jawa Timur US$20,82 miliar (8,53 persen). IMPORNilai impor Indonesia Oktober 2022 mencapai US$19,13 miliar, turun 3,40 persen dibandingkan September 2022 atau naik 17,44 persen dibandingkan Oktober 2021.Impor migas Oktober 2022 senilai US$3,36 miliar, turun 1,81 persen dibandingkan September 2022 atau naik 77,23 persen dibandingkan Oktober 2021.„„Impor nonmigas Oktober 2022 senilai US$15,77 miliar, turun 3,73 persen dibandingkan September 2022 atau naik 9,56 persen dibandingkan Oktober 2021.„„Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Oktober 2022 dibandingkan September 2022 adalah logam mulia dan perhiasan/permata US$196,0 juta (35,97 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah pupuk US$114,8 juta (48,80 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Oktober 2022 adalah Tiongkok US$55,49 miliar (33,79 persen), Jepang US$14,14 miliar (8,61 persen), dan Thailand US$9,25 miliar (5,63 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$27,81 miliar (16,94 persen) dan Uni Eropa US$9,44 miliar (5,75 persen).„„Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Oktober 2022 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$657,7 juta (4,19 persen), bahan baku/penolong US$35.339,7 juta (30,10 persen), dan barang modal US$7.114,7 juta (31,77 persen).„„Neraca perdagangan Indonesia Oktober 2022 mengalami surplus US$5,67 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$7,66 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,99 miliar.

Download PDF
Agustus 2022: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,86 persen dan Rata-rata upah buruh sebesar 3,07 juta rupiah per bulan

Agustus 2022: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,86 persen dan Rata-rata upah buruh sebesar 3,07 juta rupiah per bulan

2022-11-07

Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2022 sebanyak 143,72 juta orang, naik 3,57 juta orang dibanding Agustus 2021. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,83 persen poin.Penduduk yang bekerja sebanyak 135,30 juta orang, naik sebanyak 4,25 juta orang dari Agustus 2021. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (1,57 juta orang). Hanya Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang yang mengalami penurunan, yaitu sebesar 0,05 juta orang.Sebanyak 55,06 juta orang (40,69 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik 0,14 persen poin dibanding Agustus 2021.Persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan, masing-masing sebesar 2,39 persen poin dan 1,77 persen poin dibandingkan Agustus 2021.Persentase pekerja komuter Agustus 2022 sebesar 5,97 persen, mengalami peningkatan 0,37 persen poin dibanding Agustus 2021.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2022 sebesar 5,86 persen, turun sebesar 0,63 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021.Terdapat 4,15 juta orang (1,98 persen) penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (0,24 juta orang); Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (0,32 juta orang); sementara tidak bekerja karena COVID-19 (0,11 juta orang); dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (3,48 juta orang).

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan III-2022 Tumbuh 5,72 Persen (y-on-y)

Ekonomi Indonesia Triwulan III-2022 Tumbuh 5,72 Persen (y-on-y)

2022-11-07

Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2022 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp5.091,2 triliun atau atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.976,8 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan III-2022 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 1,81 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,12 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,22 persen.Ekonomi Indonesia triwulan III-2022 terhadap triwulan III-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,72 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,81 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,64 persen.Sampai dengan triwulan III-2022, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,40 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 20,97 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan terbesar terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 19,57 persen.Secara spasial, perekonomian Indonesia pada triwulan III-2022 mengalami peningkatan di seluruh provinsi, dimana kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sebesar 56,30 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,76 persen (y-on-y).

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Oktober 2022 Naik Sebesar 0,32 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Oktober 2022 Naik Sebesar 0,32 Persen

2022-11-01

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks harga konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Oktober 2022 naik sebesar 0,32 persen dibanding upah nominal buruh tani September 2022, yaitu dari Rp58.760,00 menjadi Rp58.946,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,65 persen.Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Oktober 2022 naik 1,08 persen dibanding September 2022, yaitu dari Rp92.695,00 menjadi Rp93.865,00 per hari. Sementara itu, upah riil mengalami kenaikan sebesar 1,19 persen.

Download PDF
Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,89 Persen di Triwulan III-2022

Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,89 Persen di Triwulan III-2022

2022-11-01

Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan III-2022 naik 0,89 persen terhadap triwulan II-2022 (q-to-q) dan naik 10,68 persen terhadap triwulan III-2021 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian triwulan III-2022 naik 0,44 persen terhadap triwulan II-2022 (q-to-q) dan naik 5,78 persen terhadap triwulan III-2021 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan II-2022 naik 2,67 persen dibandingkan triwulan II-2022 (q-to-q) dan naik 53,34 persen terhadap triwulan III-2021 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan III-2022 naik 0,58 persen terhadap triwulan II-2022 (q-to-q) dan naik 4,66 persen terhadap triwulan III-2021 (y-on-y).IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan III-2022 naik 1,29 persen dibandingkan dengan triwulan II-2022 (q-to-q) dan terhadap triwulan III- 2021 (y-on-y) naik 1,75 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan III-2022 naik 0,36 persen jika dibandingkan dengan triwulan II-2022 (q-to-q) dan naik 0,94 persen terhadap triwulan III-2021 (y-on-y).IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan III-2022 naik 3,93 persen terhadap triwulan II-2022 (q-to-q) dan terhadap triwulan III-2021 (y-on-y) naik 19,71 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan III-2022 naik 0,42 persen terhadap triwulan II-2022 (q-to-q) dan naik 1,78 persen terhadap triwulan III-2021 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan III-2022 naik 1,76 persen terhadap triwulan II-2022 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan III-2021 (y-on-y) naik 3,45 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan III-2022 naik 0,38 persen terhadap triwulan II-2022 (q-to-q) dan naik 2,04 persen terhadap triwulan III-2021 (y-on-y).

Download PDF
Pada Oktober 2022, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 5,80 persen

Pada Oktober 2022, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 5,80 persen

2022-11-01

Pada Oktober 2022, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-o-y) sebesar 5,80 persen terhadap IHPB Oktober 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 11,15 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Oktober 2022 antara lain: telur ayam ras, kacang kedelai, bensin, solar, dan rokok kretek dengan filter.Perubahan IHPB bulanan (m-to-m) Oktober 2022 sebesar negatif 0,05 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Oktober 2022 sebesar 4,70 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-o-y) Oktober 2022 sebesar 7,63 persen terhadap Oktober 2021, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas solar, semen, aspal, pasir, dan batu fondasi bangunan.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Oktober 2022 sebesar 107,27 atau naik 0,42 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Oktober 2022 sebesar 107,27 atau naik 0,42 persen

2022-11-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Oktober 2022 sebesar 107,27 atau naik 0,42 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,29 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,13 persen.Pada Oktober 2022, NTP Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan tertinggi (3,92 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Utara mengalami penurunan terbesar (1,80 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Oktober 2022 terjadi penurunan Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,33 persen yang disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Oktober 2022 sebesar 106,76 atau turun 0,10 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 4,13 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 1,46 persen.Dari 1.478 transaksi penjualan gabah di 29 provinsi selama Oktober 2022, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 61,71 persen, gabah kering giling (GKG) 25,98 persen, dan gabah luar kualitas 12,31 persen.Selama Oktober 2022, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.354,00 per kg atau naik 16,18 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.475,00 per kg atau naik 15,89 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Oktober 2021. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.891,00 per kg atau naik 17,44 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.006,00 per kg atau naik 17,22 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.846,00 per kg atau naik 12,43 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.951,00 per kg atau naik 11,90 persen.Dibandingkan bulan lalu, rata-rata harga gabah pada Oktober 2022 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan GKG masing-masing naik sebesar 4,13 persen dan 1,53 persen, sedangkan gabah luar kualitas turun 1,76 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Oktober 2022 dibandingkan bulan lalu untuk kualitas GKP dan GKG masing-masing naik sebesar 4,03 persen dan 1,52 persen, sedangkan gabah luar kualitas turun 1,66 persen.Selama Oktober 2022, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 894 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.138 observasi beras di penggilingan.Pada Oktober 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp10.402,00 per kg, naik sebesar 10,08 persen dibandingkan Oktober 2021, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp10.043,00 per kg atau naik sebesar 11,46 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.516,00 per kg atau naik sebesar 10,26 persen.Dibandingkan dengan bulan lalu, rata-rata harga beras di penggilingan pada Oktober 2022 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 1,46 persen; 2,64 persen; dan 0,53 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada September 2022 mencapai 538,32 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada September 2022 naik 11,52 persen.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada September 2022 mencapai 538,32 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada September 2022 naik 11,52 persen.

2022-11-01

A. Perkembangan Pariwisata Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada September 2022 mencapai 538,32 ribu kunjungan, naik 10.768,46 persen dibandingkan dengan kondisi September 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada September 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 5,50 persen. Dari Januari hingga September 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai 2,27 juta kunjungan, naik 2.530,58 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2021. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2022 mencapai 50,02 persen, naik 13,38 poin dibandingkan dengan TPK September 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK September 2022 juga mengalami kenaikan sebesar 2,64 poin. TPK hotel klasifikasi nonbintang pada September 2022 tercatat sebesar 23,39 persen, naik 3,44 poin dibandingkan dengan TPK September 2021 namun turun 0,30 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu hotel klasifikasi bintang selama September 2022 tercatat sebesar 1,64 hari, naik 0,05 poin dibandingkan September 2021, tetapi turun 0,02 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada September 2022 sebanyak 4,1 juta orang, turun 2,93 persen dibanding kondisi pada Agustus 2022. Sementara itu, jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 11,52 persen menjadi 919,3 ribu orang. Selama Januari–September 2022, jumlah penumpang domestik sebanyak 38,1 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 4,1 juta orang, masing-masing naik sebesar 93,74 persen dan 910,58 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2021. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada September 2022 tercatat 1,4 juta orang atau turun 8,21 persen dibanding Agustus 2022. Jumlah barang yang diangkut naik 1,61 persen menjadi 28,1 juta ton. Selama Januari–September 2022, jumlah penumpang mencapai 13,2 juta orang atau naik 19,16 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2021, sementara jumlah barang yang diangkut naik 1,91 persen atau mencapai 238,3 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada September 2022 sebanyak 25,6 juta orang atau naik 5,27 persen dibanding Agustus 2022. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 0,73 persen menjadi 5,5 juta ton. Selama Januari–September 2022, jumlah penumpang mencapai 192,8 juta orang atau naik 85,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 15,22 persen menjadi 45,2 juta ton.

Download PDF
Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Oktober 2022 sebesar 5,71 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 9,11 persen.

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Oktober 2022 sebesar 5,71 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 9,11 persen.

2022-11-01

Pada Oktober 2022 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,71 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,75. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 9,11 persen dengan IHK sebesar 112,73 dan terendah terjadi di Ternate sebesar 3,32 persen dengan IHK sebesar 110,75.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,76 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,50 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,30 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 5,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,70 persen; kelompok transportasi sebesar 16,03 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,85 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,74 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,72 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,41 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,42 persen.Tingkat deflasi month to month (m-to-m) Oktober 2022 sebesar 0,11 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Oktober 2022 sebesar 4,73 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Oktober 2022 sebesar 3,31 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,16 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 2,97 persen.

Download PDF