Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Nilai Tukar Petani (NTP) Maret 2021 sebesar 103,29 atau naik 0,18 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Maret 2021 sebesar 103,29 atau naik 0,18 persen

2021-04-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Maret 2021 sebesar 103,29 atau naik 0,18 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,32 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,13 persen.Secara nasional, NTP Januari–Maret 2021 sebesar 103,22 dengan nilai It sebesar 110,81 sedangkan Ib sebesar 107,36.Pada Maret 2021, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi (3,93 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan terbesar (1,84 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Maret 2021 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,11 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2021 sebesar 103,87 atau naik 0,14 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 7,85 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 1,69 persenDari 2.214 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Maret 2021, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 66,22 persen; gabah kering giling (GKG) 13,23 persen; dan gabah luar kualitas 20,55 persen.Selama Maret 2021, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.385,- per kg atau turun 7,85 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.481,- per kg atau turun 7,86 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.214,- per kg atau turun 1,99 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.331,- per kg atau turun 1,85 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.043,- per kg atau turun 6,84 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.138,- per kg atau turun 6,95 persen.Dibandingkan Maret 2020, rata-rata harga gabah pada Maret 2021 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 11,17 persen; 9,57 persen; dan 11,86 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Maret 2021 dibandingkan dengan Maret 2020 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 10,92 persen; 9,46 persen; dan 11,44 persen.Selama Maret 2021, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.205 observasi beras di penggilingan pada 881 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Pada Maret 2021,rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.607,- per kg, turun sebesar 1,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.154,- per kg atau turun sebesar 2,48 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.742,- per kg atau turun sebesar 4,42 persen.Dibandingkan dengan Maret 2020, rata-rata harga beras di penggilingan pada Maret 2021 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing turun sebesar 4,72 persen; 6,85 persen; dan 7,60 persen.

Download PDF
Pada Maret 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,13 persen

Pada Maret 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,13 persen

2021-04-01

• Pada Maret 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,13 persen terhadap Februari 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,43 persen. • Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2021 antara lain kelapa sawit, bawang merah, getah karet, tomat, ayam ras, dan minyak goreng. • Perubahan IHPB di tahun kalender 2021 adalah sebesar 0,88 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 2,07 persen. • IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Maret 2021 naik sebesar 0,13 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas aspal, atap dan sejenisnya, batu split, pipa PVC, dan solar industri.

Download PDF
Maret 2021 inflasi sebesar 0,08 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,07 persen.

Maret 2021 inflasi sebesar 0,08 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,07 persen.

2021-04-01

Pada Maret 2021 terjadi inflasi sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,15. Dari 90 kota IHK, 58 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,07 persen dengan IHK sebesar 105,53 dan terendah terjadi di Tangerang dan Banjarmasin masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 105,66 dan 107,09. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 0,99 persen dengan IHK sebesar 103,38 dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 104,87.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,40 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,17 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,25 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,39 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Maret) 2021 sebesar 0,44 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2021 terhadap Maret 2020) sebesar 1,37 persen.Komponen inti pada Maret 2021 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Maret) 2021 sebesar 0,23 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Maret 2021 terhadap Maret 2020) sebesar 1,21 persen.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Februari 2021 Naik Sebesar 0,35 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Februari 2021 Naik Sebesar 0,35 Persen

2021-03-15

• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.• Upah nominal harian buruh tani nasional pada Februari 2021 naik sebesar 0,35 persen dibanding upah buruh tani Januari 2021, yaitu dari Rp56.176,00 menjadi Rp56.373,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen.• Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2021 naik 0,05 persen dibanding Januari 2021, yaitu dari Rp90.907,00 menjadi Rp90.953,00 per hari. Namun upah riil mengalami penurunan sebesar 0,05 persen.

Download PDF
Ekspor Februari 2021 Mencapai US$15,27 Miliar dan Impor Januari 2021 senilai US$13,26 Miliar

Ekspor Februari 2021 Mencapai US$15,27 Miliar dan Impor Januari 2021 senilai US$13,26 Miliar

2021-03-15

EKSPORNilai ekspor Indonesia Februari 2021 mencapai US$15,27 miliar atau turun 0,19 persen dibanding ekspor Januari 2021. Sementara dibanding Februari 2020, naik 8,56 persen. Ekspor nonmigas Februari 2021 mencapai US$14,40 miliar, turun 0,04 persen dibanding Januari 2021. Dibanding ekspor nonmigas Februari 2020, naik 8,67 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Februari 2021 mencapai US$30,56 miliar atau naik 10,35 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$28,81 miliar atau naik 10,52 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Februari 2021 terhadap Januari 2021 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$639,5 juta (27,11 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$240,7 juta (24,20 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Februari 2021 naik 10,29 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 8,81 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 12,19 persen. Ekspor nonmigas Februari 2021 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu US$2,95 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,86 miliar, dan Jepang US$1,20 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,77 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar US$2,99 miliar dan US$1,13 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Februari 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$5,16 miliar (16,90 persen), diikuti Jawa Timur US$3,23 miliar (10,56 persen), dan Riau US$2,64 miliar (8,63 persen).IMPOR Nilai impor Indonesia Februari 2021 mencapai US$13,26 miliar, turun 0,49 persen dibandingkan Januari 2021 atau naik 14,86 persen dibandingkan Februari 2020. Impor migas Februari 2021 senilai US$1,30 miliar, turun 15,95 persen dibandingkan Januari 2021 atau turun 25,37 persen dibandingkan Februari 2020. Impor nonmigas Februari 2021 mencapai US$11,96 miliar, naik 1,54 persen dibandingkan Januari 2021 atau naik 22,03 persen dibandingkan Februari 2020. Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Februari 2021 dibandingkan Januari 2021 adalah produk farmasi US$96,9 juta (38,03 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik US$172,8 juta (10,03 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Februari 2021 adalah Tiongkok US$8,06 miliar (33,95 persen), Jepang US$1,86 miliar (7,83 persen), dan Singapura US$1,31 miliar (5,53 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$4,41 miliar (18,57 persen) dan Uni Eropa US$1,55 miliar (6,54 persen). Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari– Februari 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$348,5 juta (15,24 persen), bahan baku/penolong US$363,5 juta (1,87 persen), dan barang modal US$65,2 juta (1,60 persen). Neraca perdagangan Indonesia Februari 2021 mengalami surplus US$1,00 miliar yang berasal dari sektor nonmigas US$2,44 miliar. Sedangkan di sektor migas terjadi defisit US$0,44 miliar.

Download PDF
Luas panen padi pada tahun 2020 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 sebesar 0,19 persen dan produksi padi pada tahun 2020 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019 sebesar 0,08 persen

Luas panen padi pada tahun 2020 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 sebesar 0,19 persen dan produksi padi pada tahun 2020 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019 sebesar 0,08 persen

2021-03-01

Pada 2020, luas panen padi sebesar 10,66 juta hektar dengan produksi sebesar 54,65 juta ton GKG. Jika dikonversikan menjadi beras, produksi beras pada 2020 mencapai 31,33 juta ton.• Luas panen padi pada 2020 sebesar 10,66 juta hektar, mengalami penurunan sebanyak 20,61 ribu hektar atau 0,19 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 10,68 juta hektar.• Produksi padi pada 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 45,17 ribu ton atau 0,08 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 54,60 juta ton GKG.• Jika dilihat menurut subround, terjadi peningkatan produksi padi pada subround Mei–Agustus dan September–Desember 2020, yaitu masing-masing sebesar 1,14 juta ton GKG atau 6,04 persen dan 2,68 juta ton GKG atau 22,54 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019. Penurunan hanya terjadi pada subround Januari–April 2020, yakni sebesar 3,78 juta ton GKG atau 15,91 persen dibandingkan subround Januari–April 2019.• Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 sebesar 31,33 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 21,46 ribu ton atau 0,07 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 31,31 juta ton.• Potensi produksi padi pada subround Januari–April 2021 diperkirakan sebesar 25,37 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 5,37 juta ton atau 26,88 persen dibandingkan subround yang sama pada 2020 yang sebesar 19,99 juta ton GKG.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Januari 2021 mencapai 141,26 ribu kunjungan

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Januari 2021 mencapai 141,26 ribu kunjungan

2021-03-01

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan Januari 2021 mengalami penurunan sebesar 89,05 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2020, yaitu dari 1,29 juta kunjungan menjadi 141,26 ribu kunjungan. Jika dibandingkan dengan bulan Desember 2020, jumlah kunjungan wisman Januari 2021 mengalami penurunan sebesar 13,90 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia bulan Januari 2021 tercatat sebesar 30,35 persen atau turun 18,82 poin dibandingkan dengan TPK bulan Januari tahun 2020 yang mencapai 49,17 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Desember 2020, TPK bulan Januari 2021 juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 10,44 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Januari 2021 mencapai 1,86 hari, atau terjadi penurunan sebesar 0,02 poin jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap di bulan Januari 2020.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2021 sebesar 103,10 atau turun 0,15 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2021 sebesar 103,10 atau turun 0,15 persen

2021-03-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Februari 2021 sebesar 103,10 atau turun 0,15 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,06 persen, lebih rendah dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,21 persen.Secara nasional, NTP Januari–Februari 2021 sebesar 103,18 dengan nilai It sebesar 110,68 sedangkan Ib sebesar 107,27.Pada Februari 2021, NTP Provinsi Papua Barat mengalami penurunan terbesar (1,20 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan tertinggi (2,02 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada Februari 2021 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,17 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Februari 2021 sebesar 103,72 atau turun 0,27 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 3,31 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,08 persen.Dari 1.477 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Februari 2021, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 58,90 persen; gabah kering giling (GKG) 20,85 persen; dan gabah luar kualitas 20,25 persen.Selama Februari 2021,rata-rata harga GKP ditingkat petani Rp4.758,- per kg atau turun 3,31 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.863,- per kg atau turun 3,24 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.320,- per kg atau naik 0,03 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.431,- per kg atau turun 0,01 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.340,- per kg atau turun 3,08 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.447,- per kg atau turun 2,95 persen.Dibandingkan Februari 2020, rata-rata harga gabah pada Februari 2021 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 8,08 persen; 8,70 persen; dan 9,08 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Februari 2021 dibandingkan dengan Februari 2020 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 7,82 persen; 8,62 persen; dan 8,92 persen.Selama Februari 2021, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.210 observasi beras di penggilingan pada 882 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Pada Februari2021,rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.772,- per kg, turun sebesar 0,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.386,- per kg atau turun sebesar 0,20 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.146,- per kg atau naik sebesar 1,21 persen.Dibandingkan dengan Februari 2020, rata-rata harga beras di penggilingan pada Februari 2021 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing turun sebesar 3,06 persen; 4,65 persen; dan 3,95 persen.

Download PDF
Pada Februari 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,18 persen

Pada Februari 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,18 persen

2021-03-01

Pada Februari 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,18 persen terhadap Januari 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,26 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2021 antara lain cabai rawit, getah karet, ikan tongkol, tepung terigu, besi beton, pipa pvc, besi plat, dan rangka atap baja. Perubahan IHPB di tahun kalender 2021 adalah sebesar 0,75 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 2,04 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Februari 2021 naik sebesar 0,68 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas besi konstruksi bangunan, rangka atap baja, gipsum, besi beton, dan pipa pvc.

Download PDF
Inflasi terjadi pada Februari 2021 sebesar 0,10 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 1,12 persen.

Inflasi terjadi pada Februari 2021 sebesar 0,10 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 1,12 persen.

2021-03-01

Pada Februari 2021 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,06. Dari 90 kota IHK, 56 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 1,12 persen dengan IHK sebesar 106,72 dan terendah terjadi di Tasikmalaya dan Sumenep masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,88 dan 105,52. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,55 persen dengan IHK sebesar 107,33 dan terendah terjadi di Malang dan Tarakan masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 104,08 dan 104,27.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,07 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,36 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,19 persen; kelompok transportasi sebesar 0,30 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,06 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,28 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,14 persen. Sementara kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Februari) 2021 sebesar 0,36 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2021 terhadap Februari 2020) sebesar 1,38 persen.Komponen inti pada Februari 2021 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Februari) 2021 sebesar 0,25 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari 2021 terhadap Februari 2020) sebesar 1,53 persen.

Download PDF