Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Hasil Sensus Penduduk (SP2020) pada September 2020 mencatat jumlah penduduk sebesar 270,20 juta jiwa.

Hasil Sensus Penduduk (SP2020) pada September 2020 mencatat jumlah penduduk sebesar 270,20 juta jiwa.

2021-01-21

Hasil Sensus Penduduk (SP2020) pada September 2020 mencatat jumlah penduduk sebesar 270,20 juta jiwa. Jumlah penduduk hasil SP2020 bertambah 32,56 juta jiwa dibandingkan hasil SP2010.Dengan luas daratan Indonesia sebesar 1,9 juta km2, maka kepadatan penduduk Indonesia sebanyak 141 jiwa per km2.Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun selama 2010-2020 rata-rata sebesar 1,25 persen, melambat dibandingkan periode 2000-2010 yang sebesar 1,49 persen.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Desember 2020 Naik Sebesar 0,13 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Desember 2020 Naik Sebesar 0,13 Persen

2021-01-15

• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.• Upah nominal harian buruh tani nasional pada Desember 2020 naik sebesar 0,13 persen dibanding upah buruh tani November 2020, yaitu dari Rp55.848,00 menjadi Rp55.921,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,45 persen.• Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Desember 2020 naik 0,01 persen dibanding November 2020, yaitu dari Rp90.807,00 menjadi Rp90.816,00 per hari. Sementara upah riil mengalami penurunan sebesar 0,44 persen.

Download PDF
Ekspor Desember 2020 Mencapai US$16,54 Miliar dan Impor Desember 2020 senilai US$14,44 Miliar

Ekspor Desember 2020 Mencapai US$16,54 Miliar dan Impor Desember 2020 senilai US$14,44 Miliar

2021-01-15

EKSPORNilai ekspor Indonesia Desember 2020 mencapai US$16,54 miliar atau meningkat 8,39 persen dibanding ekspor November 2020. Demikian juga dibanding Desember 2019 meningkat 14,63 persen. Ekspor nonmigas Desember 2020 mencapai US$15,52 miliar, naik 7,06 persen dibanding November 2020. Demikian juga jika dibanding ekspor nonmigas Desember 2019, naik 16,73 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2020 mencapai US$163,31 miliar atau menurun 2,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$155,00 miliar atau menurun 0,57 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Desember 2020 terhadap November 2020 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$264,2 juta (11,23 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$77,7 juta (6,06 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Desember 2020 naik 2,95 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 13,98 persen, sementara ekspor hasil tambang dan lainnya turun 20,70 persen. Ekspor nonmigas Desember 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$3,32 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,87 miliar dan Jepang US$1,25 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,50 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,27 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Desember 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$26,59 miliar (16,28 persen), diikuti Jawa Timur US$20,31 miliar (12,44 persen) dan Riau US$13,77 miliar (8,43 persen). IMPORNilai impor Indonesia Desember 2020 mencapai US$14,44 miliar atau naik 14,00 persen dibandingkan November 2020. Sementara jika dibandingkan Desember 2019 turun 0,47 persen. Impor migas Desember 2020 senilai US$1,48 miliar atau naik 36,57 persen dibandingkan November 2020, namun jika dibandingkan Desember 2019 turun 30,54 persen. Impor nonmigas Desember 2020 mencapai US$12,96 miliar atau naik 11,89 persen dibandingkan November 2020. Demikian pula jika dibandingkan Desember 2019 naik 4,71 persen. Peningkatan impor nonmigas terbesar Desember 2020 dibandingkan November 2020 adalah golongan mesin dan peralatan mekanis senilai US$240,0 juta (12,48 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan logam mulia dan perhiasan/permata senilai US$146,9 juta (39,68 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Desember 2020 adalah Tiongkok senilai US$39,35 miliar (30,91 persen), Jepang US$10,63 miliar (8,35 persen), dan Singapura US$8,12 miliar (6,38 persen). Impor nonmigas dari ASEAN senilai US$23,41 miliar (18,39 persen) dan Uni Eropa senilai US$10,09 miliar (7,92 persen). Nilai impor seluruh golongan penggunaan barang selama Januari–Desember 2020 turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada golongan barang konsumsi (10,93 persen), bahan baku/penolong (18,32 persen), dan barang modal (16,73 persen).

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan November 2020 mencapai 175,31 ribu kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan November 2020 mencapai 175,31 ribu kunjungan.

2021-01-04

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan November 2020 mengalami penurunan tajam sebesar 86,31 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan November 2019. Namun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Oktober 2020, kondisi ini meningkat cukup tinggi sebesar 13,90 persen. Secara kumulatif (Januari–November 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,89 juta kunjungan atau turun sebesar 73,60 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 14,73 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia bulan November 2020 mencapai rata-rata 40,14 persen atau turun 18,44 poin dibandingkan dengan TPK bulan yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar 58,58 persen. Sebaliknya, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK bulan November 2020 mengalami kenaikan sebesar 2,66 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama November 2020 tercatat sebesar 1,59 hari, atau terjadi penurunan sebesar 0,19 poin jika dibandingkan dengan keadaan November 2019.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2020 Sebesar 103,25 Atau Naik 0,37 Persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2020 Sebesar 103,25 Atau Naik 0,37 Persen

2021-01-04

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Desember 2020 sebesar 103,25 atau naik 0,37 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,82 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,44 persen.Secara nasional, NTP Januari–Desember 2020 sebesar 101,65 dengan nilai It sebesar 107,46 sedangkan Ib sebesar 105,72.Pada Desember 2020, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (2,37 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Aceh mengalami penurunan terbesar (1,12 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Desember 2020 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,58 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Desember 2020 sebesar 104,00 atau naik 0,70 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 1,16 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 0,76 persenDari 1.469 transaksi penjualan gabah di 25 provinsi selama Desember 2020, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 59,22 persen; gabah kering giling (GKG) 25,39 persen; dan gabah luar kualitas 15,39 persen.Selama Desember 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.776,- per kg atau naik 1,16 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.875,- per kg atau naik 1,24 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.357,- per kg atau naik 0,85 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.476,- per kg atau naik 0,65 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.439,- per kg atau turun 0,33 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.522,- per kg atau turun 0,94 persen.Dibandingkan Desember 2019, rata-rata harga gabah pada Desember 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 8,40 persen; 7,23 persen; dan 4,18 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Desember 2020 dibandingkan dengan Desember 2019 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 8,25 persen; 6,98 persen; dan 4,22 persen.Pada Desember 2020,rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.788,- per kg, naik sebesar 0,76 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.383,- per kg atau turun sebesar 0,02 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.056,- per kg atau turun sebesar 0,43 persen.Selama Desember 2020, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.075 observasi beras di penggilingan pada 802 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Dibandingkan dengan Desember 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada Desember 2020 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing turun sebesar 0,51 persen; 1,91 persen; dan 2,13 persen.Selama Desember 2019–Desember 2020, rata-rata harga tertinggi GKP di tingkat petani Rp5.273,- per kg pada Januari 2020, sedangkan rata-rata terendah Rp4.600,- per kg terjadi pada April 2020.Rata-rata tertinggi untuk beras premium selama Desember 2019–Desember 2020 Rp10.082,- per kg pada Maret 2020, sedangkan rata-rata terendah Rp9.715,- per kg terjadi pada November 2020.

Download PDF
Pada Desember 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,54 persen

Pada Desember 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,54 persen

2021-01-04

Pada Desember 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,54 persen terhadap November 2020. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,98 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2020 antara lain telur ayam ras, cabai merah, kelapa sawit, cabai rawit, wortel, tepung tapioka, dan teh ekstrak/ celup. Perubahan IHPB di tahun kalender 2020 adalah sebesar 1,82 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 1,82 persen.IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Desember 2020 naik sebesar 0,13 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas besi beton, batu split, besi konstruksi bangunan, rangka atap baja, dan kayu balok.

Download PDF
Inflasi terjadi pada Desember 2020 sebesar 0,45 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,87 persen.

Inflasi terjadi pada Desember 2020 sebesar 0,45 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,87 persen.

2021-01-04

Pada Desember 2020 terjadi inflasi sebesar 0,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,68. Dari 90 kota IHK, 87 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,87 persen dengan IHK sebesar 107,85 dan terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,05 persen dengan IHK sebesar 102,47. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 0,26 persen dengan IHK sebesar 107,51 dan terendah terjadi di Ambon sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 105,52.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,49 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,19 persen; kelompok transportasi sebesar 0,46 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,27 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen. Sementara kelompok yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2020 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 1,68.Komponen inti pada Desember 2020 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Desember) 2020 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2020 terhadap Desember 2019) sebesar 1,60 persen.

Download PDF
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2020 mencapai 71,94

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2020 mencapai 71,94

2020-12-15

Kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat Indonesia mengalami peningkatan, sedangkan dari sisi pengeluaran per kapita yang disesuaikan mengalami penurunan.Pandemi COVID-19 membawa pengaruh terhadap pembangunan manusia di Indonesia. Hal ini terlihat dari perlambatan pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2020 dibanding tahun-tahun sebelumnya. IPM Indonesia tahun 2020 adalah sebesar 71,94 atau tumbuh 0,03 persen (meningkat 0,02 poin) dibandingkan capaian tahun sebelumnya.Perlambatan pertumbuhan IPM tahun 2020 sangat dipengaruhi oleh turunnya rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan. Indikator ini turun dari 11,30 juta rupiah pada tahun 2019 menjadi 11,01 juta rupiah pada tahun 2020.Dari sisi pendidikan, pada tahun 2020 anak-anak berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 12,98 tahun atau hampir setara dengan lamanya waktu untuk menamatkan pendidikan hingga setingkat Diploma I. Angka ini meningkat 0,03 tahun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12,95 tahun. Selain itu, rata-rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas juga masih meningkat 0,14 tahun, dari 8,34 tahun pada tahun 2019 menjadi 8,48 tahun pada tahun 2020.Dari sisi kesehatan, bayi yang lahir pada tahun 2020 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,47 tahun, lebih lama 0,13 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.

Download PDF
Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia Tahun 2019 Sebesar 5,32 pada Skala 0–10

Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia Tahun 2019 Sebesar 5,32 pada Skala 0–10

2020-12-15

Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) merupakan suatu ukuran standar yang dapat menggambarkan tingkat pembangunan teknologi informasi dan komunikasi suatu wilayah, kesenjangan digital, serta potensi pengembangan TIK.IP-TIK disusun oleh 11 indikator yang dikombinasikan menjadi 3 subindeks, yaitu subindeks akses dan infrastruktur, subindeks penggunaan, dan subindeks keahlian.Skala IP-TIK berada pada rentang 0–10, semakin tinggi nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK suatu wilayah semakin pesat, demikian pula sebaliknya, semakin rendah nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK di suatu wilayah relatif masih lambat.Indeks Pembangunan TIK (IP-TIK) Indonesia tahun 2019 mencapai 5,32, meningkat dibanding IP-TIK 2018 sebesar 5,07.Peningkatan IP-TIK 2019 ini didorong oleh pencapaian ketiga subindeksnya yaitu: (1) subindeks akses dan infrastruktur TIK yang mencerminkan kesiapan TIK Indonesia (ICT readiness) mencapai 5,53; (2) subindeks penggunaan yang mencerminkan tingkat penggunaan TIK di Indonesia mencapai 4,85; dan (3) subindeks keahlian yang mencerminkan kemampuan yang diperlukan dalam TIK di Indonesia mencapai 5,84.IP-TIK level provinsi secara umum mengalami peningkatan dari tahun 2018 ke tahun 2019. Provinsi dengan IP-TIK tertinggi pada tahun 2019 adalah DKI Jakarta, yaitu 7,31, sedangkan provinsi dengan IP-TIK terendah adalah Papua, yaitu 3,33.

Download PDF
Pola Utama Distribusi Perdagangan Beras, Cabai Merah, Bawang Merah, dan Daging Ayam Ras Tahun 2019 Memiliki Jumlah Rantai Utama yang sama Seperti Tahun Sebelumnya

Pola Utama Distribusi Perdagangan Beras, Cabai Merah, Bawang Merah, dan Daging Ayam Ras Tahun 2019 Memiliki Jumlah Rantai Utama yang sama Seperti Tahun Sebelumnya

2020-12-15

Pola utama distribusi perdagangan di Indonesia: 1. Beras: Produsen -> Distributor -> Pedagang Eceran -> Konsumen Akhir. 2. Cabai merah: Petani -> Pedagang Pengepul -> Pedagang Eceran -> Konsumen Akhir. 3. Bawang merah: Petani -> Pedagang Pengepul -> Pedagang Eceran -> Konsumen Akhir. 4. Daging ayam ras: Produsen -> Pedagang Eceran -> Konsumen Akhir.Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) total beras nasional tahun 2019 sebesar 22,34 persen; cabai merah 61,31 persen; bawang merah 38,01 persen; dan daging ayam ras 25,53 persen. Pola utama distribusi perdagangan beras dengan MPP total tertinggi terjadi di Provinsi DKI Jakarta, cabai merah di Kalimantan Tengah, bawang merah di Papua Barat, dan daging ayam ras di Kalimantan Utara.Pola utama distribusi perdagangan beras dengan MPP total terendah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, cabai merah di Bali, bawang merah di Jambi, dan daging ayam ras di Sumatera Selatan.

Download PDF