Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Triwulan III 2019, Harga Produsen Mengalami Deflasi 0,22 Persen.

Triwulan III 2019, Harga Produsen Mengalami Deflasi 0,22 Persen.

2019-11-01

Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan III-2019 turun 0,22 persen terhadap triwulan II-2019 (q-to-q) dan naik 0,33 persen terhadap triwulan III-2018 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian triwulan III-2019 naik 1,18 persen terhadap triwulan II-2019 (q-to-q) dan naik 2,02 persen terhadap triwulan III-2018 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan III-2019 turun 6,05 persen dibandingkan triwulan II-2019 (q-to-q) dan turun 10,77 persen terhadap triwulan III-2018 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan III-2019 naik 0,24 persen terhadap triwulan II-2019 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan III-2018 (y-on-y) naik 1,59 persen.IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan III-2019 naik 0,11 persen dibandingkan dengan triwulan II-2019 (q-to-q) dan terhadap triwulan III-2018 (y-on-y) naik 0,47 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan III-2019 naik 0,01 persen dibandingkan dengan triwulan II-2019 (q-to-q) dan naik 0,07 persen terhadap triwulan III-2018 (y-on-y).IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan III-2019 turun 1,90 persen terhadap triwulan II-2019 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan III-2018 (y-on-y) naik 3,33 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan III-2019 naik 0,16 persen terhadap triwulan II-2019 (q-to-q) dan naik 0,83 persen terhadap triwulan III-2018 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan III-2019 naik 1,56 persen terhadap triwulan II-2019 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan III-2018 (y-on-y) naik 4,35 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan III-2019 naik 0,63 persen terhadap triwulan II-2019 (q-to-q) dan naik 2,27 persen terhadap triwulan III-2018 (y-on-y)

Download PDF
Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 1440H/2019M naik sebesar 0,68 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 1440H/2019M naik sebesar 0,68 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

2019-10-17

Indeks kepuasan jemaah haji Indonesia (IKJHI) di Arab Saudi pada tahun 1440H/2019M sebesar 85,91. Secara umum, jemaah haji Indonesia telah menerima semua pelayanan yang diberikan oleh pemerintah secara “sangat memuaskan”. Indeks kepuasaan pelayanan jemaah haji naik sebesar 0,68 dibandingkan dengan tahun 2018.Bila dirinci menurut jenis pelayanan, indeks kepuasan tertinggi terdapat pada pelayanan transportasi bus shalawat, yaitu sebesar 88,05; kemudian berturut-turut adalah pelayanan ibadah 87,77; pelayanan katering non Armuzna 87,72; pelayanan petugas 87,66; pelayanan bus antar kota 87,35; pelayanan akomodasi hotel 87,21; pelayanan lain-lain 85,41; pelayanan katering di Armuzna 84,48; pelayanan transportasi bus Armuzna 80,37; dan pelayanan tenda di Armuzna 76,92.Berdasarkan lokasi tempat pelayanan, Indeks kepuasan jemaah tertinggi terdapat pada pelayanan yang dilakukan selama di bandara, yaitu sebesar 87,94, berikutnya secara berturut-turut pelayanan di Makkah 87,89; pelayanan di Madinah 86,44; dan pelayanan di Armuzna 82,57.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional September 2019 Naik Sebesar 0,13 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional September 2019 Naik Sebesar 0,13 Persen

2019-10-15

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada September 2019 naik sebesar 0,13 persen dibanding upah buruh tani Agustus 2019, yaitu dari Rp54.354,00 menjadi Rp54.424,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani juga mengalami kenaikan sebesar 0,87 persen.Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada September 2019 naik 0,01 persen dibanding upah Agustus 2019, yaitu dari Rp89.063,00 menjadi Rp89.072,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen.

Download PDF
Ekspor September 2019 Mencapai US$ 14,10 Miliar. Impor September 2019 Mencapai US$ 14.26 Miliar, naik 0,63 persen dibanding Agustus 2019.

Ekspor September 2019 Mencapai US$ 14,10 Miliar. Impor September 2019 Mencapai US$ 14.26 Miliar, naik 0,63 persen dibanding Agustus 2019.

2019-10-15

Ekspor :Nilai ekspor Indonesia September 2019 mencapai US$ 14,10 miliar atau menurun 1,29 persen dibanding ekspor Agustus 2019. Demikian juga jika dibanding September 2018 menurun 5,74 persen.Ekspor nonmigas September 2019 mencapai US$ 13,27 miliar, turun 1,03 persen dibanding Agustus 2019. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas September 2018, turun 2,70 persen.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–September 2019 mencapai US$ 124,17 miliar atau menurun 8,00 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 114,75 miliar atau menurun 6,22 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas September 2019 terhadap Agustus 2019 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$ 272,4 juta (32,60 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 267,0 juta (193,08 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–September 2019 turun 3,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 17,41 persen. Sementara ekspor hasil pertanian naik 2,88 persen.Ekspor nonmigas September 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$ 2,41 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,48 miliar dan Jepang US$ 1,14 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,90 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$ 1,09 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 22,66 miliar (18,25 persen), diikuti Jawa Timur US$ 14,03 miliar (11,30 persen) dan Kalimantan Timur US$ 12,37 miliar (9,96 persen).Impor :Nilai impor Indonesia September 2019 mencapai US$ 14,26 miliar atau naik 0,63 persen dibanding Agustus 2019, namun jika dibandingkan September 2018 turun 2,41 persen.Impor nonmigas September 2019 mencapai US$ 12,67 miliar atau naik 1,02 persen dibanding Agustus 2019, demikian pula jika dibandingkan September 2018 naik 2,82 persen.Impor migas September 2019 mencapai US$ 1,59 miliar atau turun 2,36 persen dibanding Agustus 2019 dan turun 30,50 persen dibandingkan September 2018.Peningkatan impor nonmigas terbesar September 2019 dibanding Agustus 2019 adalah golongan serealia sebesar US$ 125,5 juta (67,58 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan gula dan kembang gula sebesar US$ 66,0 juta (37,04 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–September 2019 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai US$ 32,35 miliar (29,34 persen), Jepang US$ 11,82 miliar (10,72 persen), dan Thailand US$ 7,06 miliar (6,41 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$ 21.680,2 (19,66 persen), sementara dari Uni Eropa US$ 9.305,3 (8,44 persen).Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–September 2019 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 8,77 persen; 10,22 persen; dan 4,13 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Agustus 2019 mencapai 1,56 juta kunjungan

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Agustus 2019 mencapai 1,56 juta kunjungan

2019-10-01

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Agustus 2019 mengalami kenaikan 2,94 persen dibanding jumlah kunjungan pada Agustus 2018. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Juli 2019, jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2019 mengalami kenaikan sebesar 4,83 persen. Secara kumulatif (Januari–Agustus 2019), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 10,87 juta kunjungan atau naik 2,67 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 10,58 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Agustus 2019 mencapai rata-rata 54,14 persen atau turun 5,87 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2018 yang tercatat sebesar 60,01 persen. Begitu pula, jika dibanding TPK Juli 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Agustus 2019 mengalami penurunan sebesar 2,59 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Agustus 2019 tercatat sebesar 1,84 hari, terjadi penurunan sebesar 0,10 poin jika dibandingkan keadaan Agustus 2018.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) September 2019 sebesar 103,88 atau naik 0,63 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) September 2019 sebesar 103,88 atau naik 0,63 persen

2019-10-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.NTP nasional September 2019 sebesar 103,88 atau naik 0,63 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,14 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,49 persen.Pada September 2019, NTP Provinsi Jambi mengalami kenaikan tertinggi (2,27 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Maluku Utara mengalami penurunan terbesar (1,56 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada September 2019 terjadi deflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,73 persen, dengan penurunan indeks tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional September 2019 sebesar 113,31 atau naik sebesar 0,02 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 3,07 persen dan Harga Beras Medium di Penggilingan naik 0,84 persen.Dari 1.847 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama September 2019, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 73,42 persen, gabah kering giling (GKG) 12,67 persen, dan gabah kualitas rendah 13,91 persen.Selama September 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.905,00 per kg atau naik 3,07 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.012,00 per kg atau naik 3,21 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.392,00 per kg atau naik 1,56 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.522,00 per kg atau naik 1,82 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.660,00 per kg atau naik 2,39 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.750,00 per kg atau naik 2,31 persen.Dibandingkan September 2018, rata-rata harga gabah pada September 2019 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan rendah masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen dan 0,17 persen, sedangkan GKG mengalami penurunan sebesar 0,14 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada September 2019 dibandingkan dengan September 2018 untuk kualitas GKP dan GKG masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,43 persen dan 0,39 persen, sedangkan kualitas rendah turun sebesar 0,06 persen.Pada September 2019, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.594,00 per kg, naik sebesar 0,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya, kualitas medium sebesar Rp9.301,00 per kg atau naik sebesar 0,84 persen, dan rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp9.141,00 per kg atau naik sebesar 1,02 persen.Dibandingkan dengan September 2018, rata-rata harga beras di penggilingan pada September 2019 untuk kualitas premium dan rendah masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen, dan 0,17 persen, sedangkan kualitas medium turun sebesar 0,10 persen.

Download PDF
September 2019, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas turun 0,36 persen

September 2019, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas turun 0,36 persen

2019-10-01

Pada September 2019, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen turun sebesar 0,36 persen terhadap bulan sebelumnya. Penurunan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,88 persen.Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada September 2019, antara lain cabai merah, cabai rawit, ayam ras, tomat, daging ayam, timah, serta plastik dan barang dari plastik impor.IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada September 2019 naik sebesar 0,09 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas tanah uruk, batako, semen, kerikil dan sirtu alam, serta batu split/pecah.IHPB Umum turun 0,32 persen pada Agustus 2019 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil dominan pada penurunan IHPB, yaitu sebesar negatif 0,24 persen.IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada Agustus 2019 masing-masing turun sebesar 0,77 persen dan 1,19 persen terhadap bulan sebelumnya.

Download PDF
September 2019 deflasi sebesar 0,27 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,94 persen

September 2019 deflasi sebesar 0,27 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,94 persen

2019-10-01

Pada September 2019 terjadi deflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,37. Dari 82 kota IHK, 70 kota mengalami deflasi dan 12 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,94 persen dengan IHK sebesar 144,61 dan terendah terjadi di Surabaya sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 137,13. Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 0,91 persen dengan IHK sebesar 139,48 dan terendah terjadi di Watampone dan Palopo masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 134,97 dan 136,36.Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok bahan makanan sebesar 1,97 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,28 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,09 persen; kelompok sandang sebesar 0,72 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,32 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,47 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2019 sebesar 2,20 persen dan tngkat inflasi tahun ke tahun (September 2019 terhadap September 2018) sebesar 3,39 persen.Komponen inti pada September 2019 mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–September) 2019 sebesar 2,62 persen dan tngkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (September 2019 terhadap September 2018) sebesar 3,32 persen.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Agustus 2019 Naik Sebesar 0,22 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Agustus 2019 Naik Sebesar 0,22 Persen

2019-09-16

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Agustus 2019 naik sebesar 0,22 persen dibanding upah buruh tani Juli 2019, yaitu dari Rp54.237,00 menjadi Rp54.354,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani juga mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Agustus 2019 naik 0,14 persen dibanding upah Juli 2019, yaitu dari Rp88.939,00 menjadi Rp89.063,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen.

Download PDF
Ekspor Agustus 2019 Mencapai US$ 14,28 Miliar. Impor Agustus 2019 Mencapai US$ 14.20 Miliar, turun 8,53 persen dibanding Juli 2019.

Ekspor Agustus 2019 Mencapai US$ 14,28 Miliar. Impor Agustus 2019 Mencapai US$ 14.20 Miliar, turun 8,53 persen dibanding Juli 2019.

2019-09-16

Ekspor :Nilai ekspor Indonesia Agustus 2019 mencapai US$14,28 miliar atau menurun 7,60 persen dibanding ekspor Juli 2019. Demikian juga jika dibanding Agustus 2018 menurun 9,99 persen.Ekspor nonmigas Agustus 2019 mencapai US$13,40 miliar, turun 3,20 persen dibanding Juli 2019. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Agustus 2018, turun 7,18 persen.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Agustus 2019 mencapai US$110,07 miliar atau menurun 8,28 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$101,48 miliar atau menurun 6,66 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2019 terhadap Juli 2019 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$157,9 juta (8,23 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$168,8 juta (25,31 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Agustus 2019 turun 4,33 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 17,73 persen. Sementara ekspor hasil pertanian naik 1,53 persen.Ekspor nonmigas Agustus 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,27 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,59 miliar dan Jepang US$1,18 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,62 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,11 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Agustus 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$20,13 miliar (18,29 persen), diikut Jawa Timur US$12,59 miliar (11,44 persen) dan Kalimantan Timur US$11,09 miliar (10,08 persen).Impor :Nilai impor Indonesia Agustus 2019 mencapai US$14,20 miliar atau turun 8,53 persen dibanding Juli 2019, demikian pula jika dibandingkan Agustus 2018 turun 15,60 persen.Impor nonmigas Agustus 2019 mencapai US$12,56 miliar atau turun 8,76 persen dibanding Juli 2019, demikian pula jika dibandingkan Agustus 2018 turun 8,77 persen.Impor migas Agustus 2019 mencapai US$1,63 miliar atau turun 6,73 persen dibanding Juli 2019, dan turun 46,47 persen dibandingkan Agustus 2018.Penurunan impor nonmigas terbesar Agustus 2019 dibanding Juli 2019 adalah golongan mesin/pesawat mekanik sebesar US$259,8 juta (9,88 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan benda-benda dari besi dan baja sebesar US$46,4 juta (14,77 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Agustus 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$28,47 miliar (29,17 persen), Jepang US$10,49 miliar (10,75 persen), dan Thailand US$6,27 miliar (6,43 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 19,54 persen, sementara dari Uni Eropa 8,47 persen.Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–Agustus 2019 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 10,47 persen; 10,70 persen; dan 5,72 persen.

Download PDF