Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2019 sebesar 104,46 atau naik 0,35 persen
2020-01-02
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Desember 2019 sebesar 104,46 atau naik 0,35 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,59 persen, lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,24 persen.Pada Desember 2019, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (2,65 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Papua Barat mengalami penurunan terbesar (1,08 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Desember 2019 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,28 persen disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), terutama Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Desember 2019 sebesar 114,04 atau naik 0,43 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.273 transaksi penjualan gabah di 23 provinsi selama Desember 2019, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 70,07 persen, gabah kering giling (GKG) 20,19 persen, dan gabah kualitas rendah 9,74 persen.Selama Desember 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.215,00 per kg atau naik 2,29 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.313,00 per kg atau naik 2,11 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.775,00 per kg atau naik 2,76 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.886,00 per kg atau naik 2,76 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.633,00 per kg atau turun 0,49 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.721,00 per kg atau turun 0,34 persen.Dibandingkan Desember 2018, rata-rata harga gabah pada Desember 2019 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan kualitas rendah masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,42 persen, dan 4,22 persen, sedangkan GKG mengalami kenaikan sebesar 1,07 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Desember 2019 dibandingkan dengan Desember 2018 untuk kualitas GKP dan kualitas rendah masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,31 persen dan 4,57 persen, sedangkan GKG mengalami kenaikan sebesar 1,17 persen.Pada Desember 2019, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.838,00 per kg, naik sebesar 0,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya, kualitas medium sebesar Rp9.566,00 per kg atau naik sebesar 0,46 persen, dan rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp9.253,00 per kg atau naik sebesar 0,08 persen.Selama Desember 2019, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.071 observasi beras di penggilingan pada 877 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Dibandingkan dengan Desember 2018, rata-rata harga beras di penggilingan pada Desember 2019 untuk kualitas premium naik 0,21 persen, sedangkan kualitas medium dan rendah masing-masing turun sebesar 2,38 persen dan 1,91 persen.Selama Desember 2018–Desember 2019, rata-rata harga tertinggi GKP di tingkat petani Rp5.353,00 per kg pada Januari 2019, sedangkan rata-rata terendah Rp4.356,00 terjadi pada Mei 2019.Rata-rata tertinggi untuk beras Medium selama Desember 2018–Desember 2019 Rp9.903,00 terjadi pada Januari 2019, sedangkan rata-rata terendah Rp9.143,00 terjadi pada Mei 2019.
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia November 2019 mencapai 1,29 juta kunjungan
2020-01-02
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia November 2019 mengalami kenaikan 11,55 persen dibanding jumlah kunjungan pada November 2018. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Oktober 2019, jumlah kunjungan wisman pada November 2019 mengalami penurunan sebesar 4,67 persen. Secara kumulatif (Januari–November 2019), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 14,92 juta kunjungan atau naik 3,55 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 14,40 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada November 2019 mencapai rata-rata 58,58 persen atau turun 1,61 poin dibandingkan dengan TPK November 2018 yang tercatat sebesar 60,19 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK Oktober 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada November 2019 mengalami kenaikan sebesar 1,81 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama November 2019 tercatat sebesar 1,78 hari, terjadi penurunan sebesar 0,07 poin jika dibandingkan keadaan November 2018.
Download PDFDesember 2019 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,19 persen
2020-01-02
• Pada Desember 2019, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,19 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Industri sebesar 0,41 persen.• Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2019 antara lain kelapa sawit, bawang merah, tomat, minyak kelapa sawit (CPO), minyak goreng kelapa sawit, beras, dan rokok kretek. • IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Desember 2019 naik sebesar 0,01 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas bahan bangunan siap pasang dari kayu, batako, genteng dan atap lainnya, batu split/pecah, serta batu hias dan batu bangunan. • IHPB Umum naik 0,35 persen pada November 2019 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,21 persen. • IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada November 2019 masing-masing naik sebesar 0,23 persen dan 1,05 persen terhadap bulan sebelumnya.
Download PDFDesember 2019 inflasi sebesar 0,34 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Batam sebesar 1,28 persen.
2020-01-02
Pada Desember 2019 terjadi inflasi sebesar 0,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 139,07. Dari 82 kota IHK, 72 kota mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Batam sebesar 1,28 persen dengan IHK sebesar 139,73 dan terendah terjadi di Watampone sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 135,06. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,88 persen dengan IHK sebesar 138,34 dan terendah terjadi di Bukittinggi dan Singkawang masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 133,58 dan 137,78.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,78 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,09 persen; kelompok sandang sebesar 0,05 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,58 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,05 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2019 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2019 terhadap Desember 2018) masing-masing sebesar 2,72 persen.Komponen inti pada Desember 2019 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Desember) 2019 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2019 terhadap Desember 2018) masing-masing sebesar 3,02 persen.
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional November 2019 Naik Sebesar 0,25 Persen
2019-12-16
Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja. Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan. Upah nominal harian buruh tani nasional pada November 2019 naik sebesar 0,25 persen dibanding upah buruh tani Oktober 2019, yaitu dari Rp54.515,00 menjadi Rp54.650,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,05 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada November 2019 naik 0,01 persen dibanding upah Oktober 2019, yaitu dari Rp89.072,00 menjadi Rp89.081,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,13 persen.
Download PDFEkspor November 2019 Mencapai US$ 14,01 Miliar. Impor November 2019 Mencapai US$ 15,34 Miliar, naik 3,94 persen dibanding Oktober 2019.
2019-12-16
Ekspor :Nilai ekspor Indonesia November 2019 mencapai US$14,01 miliar atau menurun 6,17 persen dibanding ekspor Oktober 2019. Demikian juga jika dibanding November 2018 turun 5,67 persen.Ekspor nonmigas November 2019 mencapai US$12,90 miliar, turun 7,92 persen dibanding Oktober 2019. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas November 2018, turun 4,68 persen.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–November 2019 mencapai US$153,11 miliar atau menurun 7,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$141,67 miliar atau menurun 5,71 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas November 2019 terhadap Oktober 2019 terjadi pada bijih, terak, dan abu logam sebesar US$239,6 juta (46,78 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$131,2 juta (8,69 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– November 2019 turun 3,55 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 16,35 persen. Sementara ekspor hasil pertanian naik 3,50 persen.Ekspor nonmigas November 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,42 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,48 miliar dan Jepang US$1,11 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,81 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,14 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–November 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$27,71 miliar (18,09 persen), diikuti Jawa Timur US$17,08 miliar (11,16 persen) dan Kalimantan Timur US$15,03 miliar (9,82 persen).Impor :Nilai impor Indonesia November 2019 mencapai US$15,34 miliar atau naik 3,94 persen dibanding Oktober 2019, namun jika dibandingkan November 2018 turun 9,24 persen.Impor nonmigas November 2019 mencapai US$13,21 miliar atau naik 1,55 persen dibanding Oktober 2019, namun jika dibandingkan November 2018 turun 5,91 persen.Impor migas November 2019 mencapai US$2,13 miliar atau naik 21,60 persen dibanding Oktober 2019 dan turun 25,55 persen dibandingkan November 2018.Peningkatan impor nonmigas terbesar November 2019 dibanding Oktober 2019 adalah golongan mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$146,8 juta (8,13 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan serealia sebesar US$69,8 juta (22,83 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–November 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$40,51 miliar (29,68 persen), Jepang US$14,50 miliar (10,63 persen), dan Thailand US$8,68 miliar (6,36 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$26.867,5 (19,69 persen), sementara dari Uni Eropa US$11.250,2 (8,24 persen).Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–November 2019 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 6,07 persen; 11,40 persen; dan 4,81 persen.
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia Oktober 2019 mencapai 1,35 juta kunjungan.
2019-12-02
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Oktober 2019 mengalami kenaikan 4,86 persen dibanding jumlah kunjungan pada Oktober 2018. Sementara itu, jika dibandingkan dengan September 2019, jumlah kunjungan wisman pada Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 3,28 persen.Secara kumulatif (Januari–Oktober 2019), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 13,62 juta kunjungan atau naik 2,85 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 13,25 juta kunjungan.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Oktober 2019 mencapai rata-rata 56,77 persen atau turun 2,07 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2018 yang tercatat sebesar 58,84 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK September 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Oktober 2019 mengalami kenaikan sebesar 3,25 poin.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2019 tercatat sebesar 1,80 hari, terjadi penurunan sebesar 0,10 poin jika dibandingkan keadaan Oktober 2018.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) November 2019 sebesar 104,14 atau naik 0,05 persen
2019-12-02
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.NTP nasional November 2019 sebesar 104,10 atau naik 0,05 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,31 persen, lebih tinggi daripada kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,26 persen.PadaNovember2019,NTPProvinsiRiaumengalamikenaikan tertinggi (2,34 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (3,07 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada November 2019 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,29 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional November 2019 sebesar 113,56 atau naik sebesar 0,12 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.588 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama November 2019, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 64,23 persen, gabah kering giling (GKG) 18,01 persen, dan gabah kualitas rendah 17,76 persen.Selama November 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.098,00 per kg atau naik 1,71 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.203,00 per kg atau naik 1,64 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.619,00 per kg atau naik 2,02 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.728,00 per kg atau naik 1,88 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.656,00 per kg atau turun 1,85 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.738,00 per kg atau turun 1,88 persen.Dibandingkan November 2018, rata-rata harga gabah pada November 2019 di tingkat petani untuk semua kualitas yaitu GKP, GKG, dan rendah masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,35 persen, 0,48 persen, dan 1,75 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada November 2019 dibandingkan dengan November 2018 untuk semua kualitas yaitu GKP, GKG, dan rendah masing-masing juga mengalami penurunan sebesar 0,16 persen, 0,45 persen, dan 2,13 persen.Pada November 2019, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.742,00 per kg, naik sebesar 0,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya, kualitas medium sebesar Rp9.522,00 per kg atau naik sebesar 0,93 persen, dan rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp9.245,00 per kg atau naik sebesar 0,03 persen.Selama November 2019, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.084 observasi beras di penggilingan pada 874 perusahaan penggilingan di 32 provinsi.DibandingkandenganNovember2018,rata-ratahargaberasdi penggilingan pada November 2019 untuk semua kualitas yaitu premium, medium, dan rendah masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,29 persen, 0,85 persen, dan 1,92 persen.
Download PDFNovember 2019, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,07 persen
2019-12-02
Pada November 2019, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,07 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Industri sebesar 0,37 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2019 antara lain jeruk, bawang merah, kelapa sawit, ayam ras, minyak kelapa sawit (CPO), daging ayam, dan rokok kretek. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada November 2019 naik sebesar 0,07 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas batako, pasir, genteng dan atap lainnya, alat konstruksi, serta cat dan cat dasar. IHPB Umum naik 0,06 persen pada Oktober 2019 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Impor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,16 persen. IHPB Kelompok Barang Impor pada Oktober 2019 naik sebesar 1,04 persen dan Kelompok Barang Ekspor turun 0,75 persen terhadap bulan sebelumnya.
Download PDFNovember 2019 inflasi sebesar 0,14 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 3,30 persen.
2019-12-02
Pada November 2019 terjadi inflasi sebesar 0,14 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,60. Dari 82 kota IHK, 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 3,30 persen dengan IHK sebesar 140,99 dan terendah terjadi di Malang sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 136,92. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,06 persen dengan IHK sebesar 146,21 dan terendah terjadi di Batam dan Denpasar masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 137,96 dan 133,54.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,25 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,12 persen; kelompok sandang sebesar 0,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2019 sebesar 2,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 3,00 persen.Komponen inti pada November 2019 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–November) 2019 sebesar 2,91 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 3,08 persen.
Download PDF