Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Tahun 2018 sebesar 3,66
2018-09-17
Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia tahun 2018 sebesar 3,66 pada skala 0 sampai 5. Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2017 sebesar 3,71.Nilai indeks semakin mendekati 5 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin anti korupsi, sebaliknya nilai IPAK yang semakin mendekati 0 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin permisif terhadap korupsi.Indeks Perilaku Anti Korupsi disusun berdasarkan dua dimensi, yaitu persepsi dan pengalaman. Pada tahun 2018, nilai indeks persepsi sebesar 3,86, meningkat sebesar 0,05 poin dibandingkan indeks persepsi tahun 2017 (3,81). Sebaliknya, indeks pengalaman tahun 2018 (3,57) turun sebesar 0,03 poin dibanding indeks pengalaman tahun 2017 (3,60).Pada tahun 2018, IPAK masyarakat perkotaan lebih tinggi (3,81) dibanding masyarakat perdesaan (3,47).Semakin tinggi pendidikan, masyarakat cenderung semakin anti korupsi. Pada tahun 2018, IPAK masyarakat berpendidikan SLTP ke bawah sebesar 3,53; SLTA sebesar 3,94; dan di atas SLTA sebesar 4,02.Masyarakat berusia 60 tahun atau lebih paling permisif dibanding kelompok usia lain. Tahun 2018, IPAK masyarakat berusia 40 tahun ke bawah sebesar 3,65; usia 40-59 tahun sebesar 3,70; dan usia 60 tahun atau lebih sebesar 3,56.
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Agustus 2018 naik sebesar 0,24 persen
2018-09-17
Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Agustus 2018 naik sebesar 0,24 persen dibanding upah buruh tani Juli 2018, yaitu dari Rp52.379,00 menjadi Rp52.505,00 per hari. Upah riil juga turut mengalami kenaikan sebesar 0,57 persen.Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Agustus 2018 naik 0,14 persen dibanding upah Juli 2018, yaitu dari Rp86.276,00 menjadi Rp86.397,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen.
Download PDFEkspor Agustus 2018 Mencapai US$15,82 Miliar, Impor Agustus 2018 sebesar US$16,84 Miliar, turun 7,97 persen dibanding Juli 2018.
2018-09-17
- EksporNilai ekspor Indonesia Agustus 2018 mencapai US$15,82 miliar atau menurun 2,90 persen dibanding ekspor Juli 2018. Sementara dibanding Agustus 2017 meningkat 4,15 persen.Ekspor nonmigas Agustus 2018 mencapai US$14,43 miliar, turun 2,86 persen dibanding Juli 2018. Sementara dibanding ekspor nonmigas Agustus 2017, naik 3,43 persen.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Agustus 2018 mencapai US$120,10 miliar atau meningkat 10,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$108,69 miliar atau meningkat 10,02 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2018 terhadap Juli 2018 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$380,7 juta (16,25 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$61,3 juta (3,47 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Agustus 2018 naik 6,13 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 34,79 persen, sementara ekspor hasil pertanian turun 9,60 persen.Ekspor nonmigas Agustus 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,11 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,60 miliar dan Jepang US$1,48 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,95 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,52 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Agustus 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$20,22 miliar (16,83 persen), diikuti Jawa Timur US$12,74 miliar (10,61 persen) dan Kalimantan Timur US$12,18 miliar (10,14 persen).- ImporNilai impor Indonesia Agustus 2018 mencapai US$16,84 miliar atau turun 7,97 persen dibanding Juli 2018, sebaliknya jika dibandingkan Agustus 2017 meningkat 24,65 persen.Impor nonmigas Agustus 2018 mencapai US$13,79 miliar atau turun 11,79 persen dibanding Juli 2018, namun meningkat 19,97 persen dibanding Agustus 2017.Impor migas Agustus 2018 mencapai US$3,05 miliar atau naik 14,50 persen dibanding Juli 2018 dan meningkat 51,43 persen dibanding Agustus 2017.Peningkatan impor nonmigas terbesar Agustus 2018 dibanding Juli 2018 adalah golongan susu, mentega, telur US$48,6 juta (94,19 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan pesawat mekanik sebesar US$296,3 juta (11,31 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Agustus 2018 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$28,78 miliar (27,56 persen), Jepang US$11,98 miliar (11,47 persen), dan Thailand US$7,29 miliar (6,98 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,47 persen, sementara dari Uni Eropa 9,18 persen.Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Agustus 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 27,38 persen, 23,24 persen, dan 29,24 persen.
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia Juli 2018 mencapai 1,54 juta kunjungan.
2018-09-03
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Juli 2018 naik 12,10 persen dibanding jumlah kunjungan pada Juli 2017, yaitu dari 1,37 juta kunjungan menjadi 1,54 juta kunjungan. Demikian pula, jika dibandingkan dengan Juni 2018, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2018 mengalami kenaikan sebesar 16,57 persen.Secara kumulatif (Januari–Juli 2018), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 9,06 juta kunjungan atau naik 12,92 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 8,03 juta kunjungan.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juli 2018 mencapai rata-rata 59,30 persen atau naik 1,78 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2017 yang tercatat sebesar 57,52 persen. Demikian pula, jika dibanding TPK Juni 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada Juli 2018 mengalami kenaikan sebesar 7,26 poin.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juli 2018 tercatat sebesar 1,73 hari, terjadi penurunan 0,16 poin jika dibandingkan keadaan Juli 2017.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2018 sebesar 102,56 atau naik 0,89 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 3,05 persen dan Harga Beras Medium di Penggilingan turun 0,28 persen.
2018-09-03
- NTPNilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.NTP nasional Agustus 2018 sebesar 102,56 atau naik 0,89 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,75 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,14 persen.Pada Agustus 2018, NTP Provinsi Jawa Timur mengalami kenaikan tertinggi (2,40 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (1,25 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Agustus 2018 terjadi deflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,32 persen, disebabkan oleh penurunan indeks kelompok Bahan Makanan yang cukup besar, sementara indeks kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) lainnya naik.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2018 sebesar 112,08 atau naik 0,48 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya- GabahDari 1.862 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Agustus 2018, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 71,59 persen, gabah kualitas rendah 17,88 persen, dan gabah kering giling (GKG) 10,53 persen.Selama Agustus 2018, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.774,00 per kg atau naik 3,05 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.870,00 per kg atau naik 3,27 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Juli 2018. Rata-rata harga GKG di petani Rp5.308,00 per kg atau naik 1,95 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.400,00 per kg atau naik 1,64 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.363,00 per kg atau naik 2,45 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.456,00 per kg atau naik 2,18 persen.Dibandingkan Agustus 2017, rata-rata harga pada Agustus 2018 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 5,88 persen dan 8,72 persen, sedangkan GKG mengalami penurunan sebesar 2,98 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Agustus 2018 untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah juga mengalami kenaikan masing-masing 6,08 persen dan 8,58 persen, sedangkan GKG turun sebesar 3,21 persen.Pada Agustus 2018, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.458,00 per kg, turun sebesar 0,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.172,00 per kg, turun sebesar 0,28 persen. Sementara rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp8.977,00 per kg, turun sebesar 0,42 persen.Dibandingkan dengan Agustus 2017, rata-rata harga beras di penggilingan pada Agustus 2018 semua kualitas mengalami kenaikan, untuk kualitas premium sebesar 0,22 persen, kualitas medium sebesar 3,96 persen, dan kualitas rendah sebesar 6,40 persen.
Download PDFAgustus 2018 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas turun 0,07 persen
2018-09-03
Pada Agustus 2018, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen turun sebesar 0,07 persen terhadap bulan sebelumnya. Penurunan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,53 persen. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Agustus 2018 antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, minyak kelapa sawit (CPO), daging ayam, serta lemak dan minyak hewan/nabati ekspor. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Agustus 2018 naik sebesar 0,31 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas aspal, besi beton, pendingin ruangan, pipa dan assesoriesnya, serta paku, mur, baut. IHPB Umum naik 0,58 persen pada Juli 2018 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,21 persen. IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada Juli 2018 masing-masing naik sebesar 0,90 persen dan 0,98 persen terhadap bulan sebelumnya.
Download PDFAgustus 2018 deflasi sebesar 0,05 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau sebesar 2,49 persen.
2018-09-03
Pada Agustus 2018 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,07. Dari 82 kota IHK, 52 kota mengalami deflasi dan 30 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau sebesar 2,49 persen dengan IHK sebesar 134,76 dan terendah terjadi di Jember sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 129,38. Sementara inflasi tertinggi terjadi Tarakan sebesar 0,62 dengan IHK sebesar 144,99 dan terendah terjadi di Medan dan Padangsidimpuan masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masingmasing sebesar 137,15 dan 131,65.Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 1,10 persen; kelompok sandang sebesar 0,07 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,15 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,35 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,25 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 1,03 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2018 sebesar 2,13 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2018 terhadap Agustus 2017) sebesar 3,20 persen.Komponen inti pada Agustus 2018 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Agustus) 2018 mengalami inflasi sebesar 2,09 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Agustus 2018 terhadap Agustus 2017) sebesar 2,90 persen.
Download PDFIndeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tingkat Nasional 2017 Mengalami Peningkatan Dibandingkan dengan IDI Nasional 2016
2018-08-15
IDI adalah indikator komposit yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yaitu Kebebasan Sipil (Civil Liberty), Hak-Hak Politik (Political Rights), dan Lembaga Demokrasi (Institution of Democracy). Metodologi penghitungan IDI menggunakan 4 sumber data yaitu: (1) review surat kabar lokal, (2) review dokumen (Perda, Pergub, dll), (3) Focus Group Discussion (FGD), dan (4) wawancara mendalam. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2017 mencapai angka 72,11 dalam skala 0 sampai 100. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan angka IDI 2016 yang sebesar 70,09. Capaian kinerja demokrasi Indonesia tersebut masih berada pada kategori “sedang”. Klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni “baik” (indeks > 80), “sedang” (indeks 60–80), dan “buruk” (indeks < 60). Perubahan angka Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) dari 2016–2017 dipengaruhi oleh tiga aspek demokrasi yakni (1) Kebebasan Sipil yang naik 2,30 poin (dari 76,45 menjadi 78,75), (2) Hak-Hak Politik yang turun 3,48 poin (dari 70,11 menjadi 66,63), dan (3) Lembaga Demokrasi yang naik 10,44 poin (dari 62,05 menjadi 72,49).
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juli 2018 Naik Sebesar 0,34 Persen
2018-08-15
Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Juli 2018 naik sebesar 0,34 persen dibanding upah buruh tani Juni 2018, yaitu dari Rp 52.200,00 menjadi Rp 52.379,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,48 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juli 2018 naik 0,11 persen dibanding upah Juni 2018, yaitu dari Rp 86.181,00 menjadi Rp 86.276,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,17 persen.
Download PDFEkspor Juli 2018 Mencapai US$16,24 Miliar naik 25,19 persen dibanding Juni 2018, Impor Juli 2018 sebesar US$18,27 Miliar, naik 62,17 persen dibanding Juni 2018
2018-08-15
- Ekspor Nilai ekspor Indonesia Juli 2018 mencapai US$16,24 miliar atau meningkat 25,19 persen dibanding ekspor Juni 2018. Demikian juga dibanding Juli 2017 meningkat 19,33 persen.Ekspor nonmigas Juli 2018 mencapai US$14,81 miliar, naik 31,18 persen dibanding Juni 2018. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Juli 2017, naik 19,03 persen.Secara kumulatf, nilai ekspor Indonesia Januari–Juli 2018 mencapai US$104,24 miliar atau meningkat 11,35 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$94,21 miliar atau meningkat 11,05 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juli 2018 terhadap Juni 2018 terjadi pada kendaraan dan bagiannya sebesar US$285,6 juta (67,50 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$86,0 juta (15,99 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Juli 2018 naik 6,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 37,43 persen, sementara ekspor hasil pertanian turun 7,50 persen.Ekspor nonmigas Juli 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,19 miliar, disusul Jepang US$1,59 miliar dan Amerika Serikat US$1,56 miliar, dengan kontribusi ketganya mencapai 36,09 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,46 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juli 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$17,40 miliar (16,69 persen), diikut Jawa Timur US$10,98 miliar (10,53 persen) dan Kalimantan Timur US$10,76 miliar (10,32 persen)- ImporNilai impor Indonesia Juli 2018 mencapai US$18,27 miliar atau naik 62,17 persen dibanding Juni 2018, demikian pula jika dibandingkan Juli 2017 meningkat 31,56 persen.Impor nonmigas Juli 2018 mencapai US$15,66 miliar atau naik 71,54 persen dibanding Juni 2018, demikian juga jika dibanding Juli 2017 naik 29,28 persen.Impor migas Juli 2018 mencapai US$2,61 miliar atau naik 22,20 persen dibanding Juni 2018 dan meningkat 47,09 persen dibanding Juli 2017.Peningkatan impor nonmigas terbesar Juli 2018 dibanding Juni 2018 adalah golongan mesin dan pesawat mekanik US$1.096,3 juta (71,95 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan gula dan kembang gula sebesar US$35,8 juta (20,00 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juli 2018 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai US$24,83 miliar (27,39 persen), Jepang US$10,45 miliar (11,53 persen), dan Thailand US$6,34 miliar (6,99 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,55 persen, sementara dari Uni Eropa 9,27 persen.Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Juli 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 27,03 persen, 22,99 persen, dan 30,44 persen.
Download PDF