Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan II-2018 serta Perkiraan Triwulan III-2018

Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan II-2018 serta Perkiraan Triwulan III-2018

2018-08-06

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) triwulan II-2018 sebesar 112,82 menunjukkan kondisi bisnis secara umum terus tumbuh dengan optimisme pelaku bisnis lebih tinggi. Optimisme pelaku bisnis terjadi pada seluruh kategori lapangan usaha.Kondisi bisnis pada triwulan III-2018 diperkirakan meningkat dengan optimisme pelaku bisnis yang lebih rendah dibandingkan dengan triwulan II-2018. Hal ini tercermin dari angka perkiraan ITB sebesar 106,05.Secara umum konsumen merasakan peningkatan kondisi ekonomi dan optimisme pada triwulan II-2018 (nilai indeks sebesar 125,43) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (nilai indeks sebesar 103,83).Kondisi ekonomi dan optimisme konsumen diperkirakan mengalami penurunan pada triwulan III-2018 jika dibandingkan dengan triwulan II-2018 (nilai perkiraan ITK sebesar 96,99).

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan II-2018 Tumbuh 5,27 Persen

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2018 Tumbuh 5,27 Persen

2018-08-06

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2018 mencapai Rp3.683,9 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.603,7 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan II-2018 terhadap triwulan II-2017 tumbuh 5,27 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 9,22 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 8,71 persen. Ekonomi Indonesia triwulan II-2018 terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 4,21 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 9,93 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang meningkat signifikan sebesar 32,52 persen. Ekonomi Indonesia semester I-2018 terhadap semester I-2017 tumbuh 5,17 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 8,82 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada Komponen PK-LNPRT yang tumbuh sebesar 8,40 persen. Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II- 2018 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 58,61 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,54 persen, dan Pulau Kalimantan sebesar 8,05 persen. Sementara itu, walaupun kontribusinya masih yang terkecil, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kelompok Pulau Maluku dan Papua.

Download PDF
Triwulan II-2018 Harga Produsen  Mengalami Inflasi 0,03 Persen

Triwulan II-2018 Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,03 Persen

2018-08-01

Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan II-2018 naik 0,03 persen terhadap triwulan I-2018 (q-to-q) dan naik 3,79 persen terhadap triwulan II-2017 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian triwulan II-2018 turun 1,70 persen terhadap triwulan I-2018 (q-to-q) dan naik 2,89 persen terhadap triwulan II-2017(y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan II-2018 naik 1,15 persen dibandingkan triwulan I-2018 (q-to-q) dan naik 14,05 persen terhadap triwulan II-2017 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan II-2018 naik 0,36 persen terhadap triwulan I-2018 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan II-2017 (y-on-y) naik 2,63 persen. IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan II-2018 naik 0,02 persen dibandingkan dengan triwulan I-2018 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2017 (y-on-y) naik 0,02 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan II-2018 naik 0,01 persen dibandingkan dengan triwulan I-2018 (q-to-q) dan naik 0,60 persen terhadap triwulan II-2017 (y-on-y).IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan II-2018 naik 2,60 persen terhadap triwulan I-2018 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan II-2017 (y-on-y) naik 1,15 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan II-2018 naik 0,17 persen terhadap triwulan I-2018 (q-to-q) dan naik 0,96 persen terhadap triwulan II-2017 (y-on-y).

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan II-2018 Naik Sebesar 4,36 Persen dan Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulan II-2018 Naik Sebesar 4,93 Persen

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan II-2018 Naik Sebesar 4,36 Persen dan Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulan II-2018 Naik Sebesar 4,93 Persen

2018-08-01

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II-2018 naik sebesar 4,36 persen (y-on-y) terhadap triwulan II-2017. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, yaitu naik 27,73 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan, yaitu turun 11,37 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II-2018 naik sebesar 1,49 persen (q-to-q) terhadap triwulan I-2018. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri pengolahan tembakau, yaitu naik 10,31 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri barang galian bukan logam, yaitu turun 8,47 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II-2018 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Aceh, yaitu naik 62,64 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Maluku Utara, yaitu turun 49,70 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II-2018 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Aceh, yaitu naik 30,07 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu turun 22,85 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II-2018 naik sebesar 4,93 persen (y-on-y) terhadap triwulan II-2017. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, naik 25,55 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan pertumbuhan produksi terbesar adalah industri pengolahan tembakau, turun 57,28 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II-2018 naik sebesar 1,34 persen (q-to-q) terhadap triwulan I-2018. Industri yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi tertinggi adalah industri pakaian jadi, naik 6,90 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri pengolahan tembakau turun 13,63 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II-2018 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Kalimantan Timur, naik 76,83 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan terbesar adalah Provinsi Bangka Belitung, turun 4,27 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II-2018 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Gorontalo, naik 20,01 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan terbesar adalah Provinsi Papua Barat, turun 8,70 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Juni 2018 mencapai 1,32 juta kunjungan

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Juni 2018 mencapai 1,32 juta kunjungan

2018-08-01

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Juni 2018 naik 15,21 persen dibanding jumlah kunjungan pada Juni 2017, yaitu dari 1,14 juta kunjungan menjadi 1,32 juta kunjungan. Demikian pula, jika dibandingkan dengan Mei 2018, jumlah kunjungan wisman pada Juni 2018 mengalami kenaikan sebesar 6,07 persen. Secara kumulatif (Januari–Juni 2018), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,53 juta kunjungan atau naik 13,08 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 6,66 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juni 2018 mencapai rata-rata 52,04 persen atau naik 1,02 poin dibandingkan dengan TPK Juni 2017 yang tercatat sebesar 51,02 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK Mei 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada Juni 2018 mengalami penurunan sebesar 1,82 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juni 2018 tercatat sebesar 1,85 hari, terjadi penurunan 0,07 poin jika dibandingkan keadaan Juni 2017.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2018 sebesar 101,66 atau turun 0,37 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 0,38 persen dan Harga Beras Medium di Penggilingan naik 0,68 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2018 sebesar 101,66 atau turun 0,37 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 0,38 persen dan Harga Beras Medium di Penggilingan naik 0,68 persen

2018-08-01

- NTPNilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.NTP nasional Juli 2018 sebesar 101,66 atau turun 0,37 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It), sebesar 0,28 persen, lebih kecil dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,66 persen.Pada Juli 2018, NTP Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan tertinggi (1,10 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Banten mengalami penurunan terbesar (2,11 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Juli 2018 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,82 persen disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), dengan kenaikan terbesar pada Kelompok Bahan Makanan.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juli 2018 sebesar 111,55 atau naik 0,04 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.- GabahDari 1.828 transaksi penjualan gabah di 31 provinsi selama Juli 2018, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 70,24 persen, gabah kualitas rendah 18,54 persen, dan gabah kering giling (GKG) 11,22 persen.Selama Juli 2018, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.633,00 per kg atau turun 0,38 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.716,00 per kg atau turun 0,48 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Juni 2018. Rata-rata harga GKG di petani Rp5.206,00 per kg atau turun 2,88 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.313,00 per kg atau turun 2,84 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.259,00 per kg atau turun 0,53 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.361,00 per kg atau turun 0,15 persen.Dibandingkan Juli 2017, rata-rata harga pada Juli 2018 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 3,35 persen dan 8,98 persen, sedangkan GKG mengalami penurunan sebesar 4,60 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Juli 2018 untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah juga mengalami kenaikan masing-masing 3,19 persen dan 9,33 persen, sedangkan GKG turun sebesar 4,25 persen.Pada Juli 2018, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.520,00 per kg, naik sebesar 0,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.198,00 per kg, naik sebesar 0,68 persen. Sementara rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp9.015,00 per kg, naik sebesar 0,82 persen.Dibandingkan dengan Juli 2017, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juli 2018 semua kualitas mengalami kenaikan, untuk kualitas premium sebesar 1,45 persen, kualitas medium sebesar 5,19 persen, dan kualitas rendah sebesar 7,86 persen.

Download PDF
Juli 2018 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,56 persen

Juli 2018 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,56 persen

2018-08-01

Pada Juli 2018, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,56 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 1,10 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juli 2018 antara lain cabai rawit, tomat, telur ayam buras, daging ayam, ikan beku, rokok kretek, ampas/sisa industri makanan impor (khususnya pakan ternak/unggas impor), dan mesin/ peralatan listrik ekspor. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juli 2018 naik sebesar 0,62 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas bak dan tangki, tanah uruk, aspal, bahan bangunan dari aluminium, dan kayu. IHPB Umum naik 0,54 persen pada Juni 2018 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Impor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,24 persen. IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada Juni 2018 masing-masing naik sebesar 1,52 persen dan 1,02 persen terhadap bulan sebelumnya.

Download PDF
Inflasi sebesar 0,28 persen pada Juli 2018. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,47 persen.

Inflasi sebesar 0,28 persen pada Juli 2018. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,47 persen.

2018-08-01

Pada Juli 2018 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,14. Dari 82 kota IHK, 68 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,47 persen dengan IHK sebesar 135,77 dan terendah terjadi di Depok, Banyuwangi, dan Surabaya masing-masing sebesar 0,03 persen dengan IHK masing-masing sebesar 131,59; 128,51; dan 133,37.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,45 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,16 persen; kelompok sandang sebesar 0,29 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,83 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,65 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2018 sebesar 2,18 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2018 terhadap Juli 2017) sebesar 3,18 persen.Komponen inti pada Juli 2018 mengalami inflasi sebesar 0,41 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Juli) 2018 mengalami inflasi sebesar 1,78 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juli 2018 terhadap Juli 2017) sebesar 2,87 persen.

Download PDF
Gini Ratio Maret 2018 tercatat sebesar 0,389

Gini Ratio Maret 2018 tercatat sebesar 0,389

2018-07-16

Pada Maret 2018, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,389. Angka ini menurun sebesar 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,391. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,393 turun sebesar 0,004 poin. Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2018 tercatat sebesar 0,401, turun dibanding Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,404 dan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,407. Sementara itu, Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2018 tercatat sebesar 0,324, naik sebesar 0,004 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 dan September 2017 yang sebesar 0,320. Pada Maret 2018, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,29 persen. Artinya pengeluaran penduduk berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,47 persen yang artinya berada pada kategori ketimpangan sedang. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,15 persen, yang berarti masuk dalam kategori ketimpangan rendah.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juni 2018 Naik Sebesar 0,28 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juni 2018 Naik Sebesar 0,28 Persen

2018-07-16

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Juni 2018 naik sebesar 0,28 persen dibanding upah buruh tani Mei 2018, yaitu dari Rp52.052,00 menjadi Rp52.200,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,04 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juni 2018 naik 0,09 persen dibanding upah Mei 2018, yaitu dari Rp86.104,00 menjadi Rp86.181,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,49 persen.

Download PDF