Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Februari 2018 Naik Sebesar 0,52 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Februari 2018 Naik Sebesar 0,52 Persen

2018-03-15

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Februari 2018 naik sebesar 0,52 persen dibanding upah buruh tani Januari 2018, yaitu dari Rp51.110,00 menjadi Rp51.378,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen . Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2018 naik 0,50 persen dibanding upah Januari 2018, yaitu dari Rp85.206,00 menjadi Rp85.632,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen.

Download PDF
Ekspor Februari 2018 Mencapai US$ 14,10 Miliar

Ekspor Februari 2018 Mencapai US$ 14,10 Miliar

2018-03-15

Nilai ekspor Indonesia Februari 2018 mencapai US$14,10 miliar atau menurun 3,14 persen dibanding ekspor Januari 2018. Sementara dibanding Februari 2017 meningkat 11,76 persen.Ekspor nonmigas Februari 2018 mencapai US$12,71 miliar, turun 3,96 persen dibanding Januari 2018. Sementara dibanding ekspor nonmigas Februari 2017 naik 11,30 persen.Secara kumulatf nilai ekspor Indonesia Januari–Februari 2018 mencapai US$28,65 miliar atau meningkat 10,13 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$25,94 miliar atau meningkat 10,15 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas Februari 2018 terhadap Januari 2018 terjadi pada mesin/peralatan listrik sebesar US$86,6 juta (12,04 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada timah sebesar US$163,8 juta (404,94 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Februari 2018 naik 5,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 39,44 persen, sementara ekspor hasil pertanian turun 12,48 persen.Ekspor nonmigas Februari 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,06 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,29 miliar dan Jepang US$1,27 miliar, dengan kontribusi ketganya mencapai 36,34 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,41 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Februari 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$4,95 miliar (17,26 persen), diikut Jawa Timur US$3,05 miliar (10,66 persen) dan Kalimantan Timur US$2,90 miliar (10,12 persen).

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Januari 2018 mencapai 1,04 juta kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Januari 2018 mencapai 1,04 juta kunjungan.

2018-03-01

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Januari 2018 turun 6,17 persen dibanding jumlah kunjungan pada Januari 2017, yaitu dari 1,11 juta kunjungan menjadi 1,04 juta kunjungan. Demikian juga, jika dibandingkan dengan Desember 2017, jumlah kunjungan wisman pada Januari 2018 mengalami penurunan sebesar 9,36 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Januari 2018 mencapai rata-rata 51,91 persen atau naik 1,25 poin dibandingkan dengan TPK Januari 2017 yang tercatat sebesar 50,66 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK Desember 2017, TPK hotel klasifikasi bintang pada Januari 2018 mengalami penurunan sebesar 7,62 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Januari 2018 tercatat sebesar 2,02 hari, terjadi kenaikan 0,08 poin jika dibandingkan keadaan Januari 2017.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2018 sebesar 102,33 atau turun 0,57 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2018 sebesar 102,33 atau turun 0,57 persen

2018-03-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indicator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. NTP nasional Februari 2018 sebesar 102,33 atau turun 0,57 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,20 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,38 persen. Pada Februari 2018, NTP Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan terbesar (1,66 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi 1,16 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Pada Februari 2018 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,43 persen, disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), terutama Kelompok Bahan Makanan. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Januari 2018 sebesar 112,11 atau turun 0,50 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Download PDF
Februari 2018 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,25 persen

Februari 2018 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,25 persen

2018-03-01

Pada Februari 2018, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,25 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,64 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2018 antara lain tomat, batu bara, beras, ikan beku, rokok kretek, solar, besi dan baja impor, serta kayu, barang dari kayu ekspor. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Februari 2018 naik sebesar 0,34 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas besi lainnya, besi beton, kawat dan sejenisnya, kaca lembaran, serta paku, mur, baut. IHPB Umum naik 1,20 persen pada Januari 2018 terhadap bulan sebelumnya. Kelompok Barang Ekspor merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,41 persen. IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada Januari 2018 masing-masing naik sebesar 1,35 persen dan 2,05 persen terhadap bulan sebelumnya.

Download PDF
Februari 2018 inflasi sebesar 0,17 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,05 persen.

Februari 2018 inflasi sebesar 0,17 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,05 persen.

2018-03-01

Pada Februari 2018 terjadi inflasi sebesar 0,17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,32. Dari 82 kota IHK, 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,05 persen dengan IHK sebesar 131,65 dan terendah terjadi di Palangka Raya sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 127,64. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 0,96 persen dengan IHK sebesar 136,82 dan terendah terjadi di Lubuklinggau sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 129,79.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,13 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,43 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,22 persen; kelompok sandang sebesar 0,35 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,26 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,07 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Februari) 2018 sebesar 0,79 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2018 terhadap Februari 2017) sebesar 3,18 persen.Komponen inti pada Februari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Februari) 2018 mengalami inflasi sebesar 0,57 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari 2018 terhadap Februari 2017) sebesar 2,58 persen.

Download PDF
Pola utama distribusi perdagangan beras tahun 2016 terputus satu rantai.

Pola utama distribusi perdagangan beras tahun 2016 terputus satu rantai.

2018-02-15

Distribusi perdagangan beras, cabai merah, bawang merah, daging sapi, dan daging ayam ras dari produsen sampai ke konsumen akhir melibatkan dua hingga tujuh pelaku usaha. Pola utama distribusi perdagangan di Indonesia: Beras: Produsen --> Distributor --> Pedagang Eceran -->Konsumen Akhir. Cabai merah: Petani --> Pedagang Pengepul --> Pedagang Grosir --> Pedagang Eceran --> Konsumen Akhir. Bawang merah: Petani --> Pedagang Grosir --> Pedagang Eceran --> Konsumen Akhir. Daging sapi Jalur Produsen: Produsen --> Pedagang Grosir -->Pedagang Eceran --> Konsumen Akhir. Jalur Importir: Importir --> Pedagang Eceran --> Konsumen Akhir. Daging ayam ras: Produsen --> Pedagang Eceran -->Konsumen Akhir. Potensi pola terpanjang distribusi perdagangan beras terjadi di Provinsi Maluku Utara, cabai merah di Sulawesi Tengah,bawang merah di Jawa Tengah, daging sapi di DKI Jakarta, dan daging ayam ras di Maluku. Potensi pola terpendek distribusi perdagangan beras di Provinsi Nusa Tenggara Timur, cabai merah di Bali, bawang merah di Bengkulu, daging sapi di Sulawesi Utara, dan daging ayam ras di DI Yogyakarta. Persentase Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) beras secara nasional berdasarkan Survei Pola Distribusi Perdagangan 2017 sebesar 26,12 persen; cabai merah 62,39 persen; bawang merah 43,56 persen; daging sapi 30,05 persen; dan daging ayam ras 25,54 persen.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Januari 2018 Naik Sebesar 1,07 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Januari 2018 Naik Sebesar 1,07 Persen

2018-02-15

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Januari 2018 naik sebesar 1,07 persen dibanding upah buruh tani Desember 2017, yaitu dari Rp50.568,00 menjadi Rp51.110,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,15 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Januari 2018 naik 0,89 persen dibanding upah Desember 2017, yaitu dari Rp84.454,00 menjadi Rp85.206,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen.

Download PDF
Januari 2018, nilai ekspor Indonesia mencapai US$14,46 miliar dan Nilai impor Indonesia mencapai US$15,13 miliar

Januari 2018, nilai ekspor Indonesia mencapai US$14,46 miliar dan Nilai impor Indonesia mencapai US$15,13 miliar

2018-02-15

EKSPORNilai ekspor Indonesia Januari 2018 mencapai US$14,46 miliar atau menurun 2,81 persen dibanding ekspor Desember 2017. Sementara dibanding Januari 2017 meningkat 7,86 persen. Ekspor nonmigas Januari 2018 mencapai US$13,17 miliar, turun 1,45 persen dibanding Desember 2017. Sementara dibanding ekspor nonmigas Januari 2017 naik 8,57 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Januari 2018 terhadap Desember 2017 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$370,9 juta (49,13 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$253,5 juta (78,40 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari 2018 naik 6,85 persen dibanding bulan yang sama tahun 2017, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 19,64 persen, sementara ekspor hasil pertanian turun 8,27 persen. Ekspor nonmigas Januari 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$1,92 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,54 miliar dan Jepang US$1,39 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,81 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,36 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$2,58 miliar (17,81 persen), diikuti Jawa Timur US$1,51 miliar (10,43 persen) dan Kalimantan Timur US$1,50 miliar (10,35 persen). IMPORNilai impor Indonesia Januari 2018 mencapai US$15,13 miliar atau naik 0,26 persen dibanding Desember 2017, sebaliknya jika dibandingkan Januari 2017 meningkat 26,44 persen. Impor nonmigas Januari 2018 mencapai US$12,99 miliar atau naik 3,65 persen dibanding Desember 2017, demikian juga jika dibanding Januari 2017 meningkat 28,08 persen. Impor migas Januari 2018 mencapai US$2,14 miliar atau turun 16,31 persen dibanding Desember 2017, namun meningkat 17,35 persen dibanding Januari 2017. Peningkatan impor nonmigas terbesar Januari 2018 dibanding Desember 2017 adalah kendaraan dan bagiannya US$167,9 juta (31,81 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung sebesar US$136,5 juta (74,06 persen). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2018 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$3,76 miliar (28,94 persen), Jepang US$1,37 miliar (10,52 persen), dan Singapura US$0,90 miliar (6,91 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 19,59 persen, sementara dari Uni Eropa 9,93 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari 2018 mengalami peningkatan dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing 32,98 persen, 24,76 persen, dan 30,90 persen.

Download PDF
Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan IV-2017 serta Perkiraan Triwulan I-2018

Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen Triwulan IV-2017 serta Perkiraan Triwulan I-2018

2018-02-05

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) triwulan IV-2017 sebesar 111,02 menunjukan kondisi bisnis secara umum masih tumbuh walaupun optimisme pelaku bisnis lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (ITB triwulan III-2017 sebesar 112,39). Optimisme pelaku bisnis terjadi pada seluruh kategori lapangan usaha.Meskipun tidak setinggi pada triwulan IV, perbaikan kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis diperkirakan masih akan dirasakan pada triwulan I-2018. Hal ini tercermin dari angka ITB sebesar 108,60. Secara umum konsumen masih merasakan optimisme pada triwulan IV-2017 (nilai indeks sebesar 107,00) walau tidak setinggi optimisme pada triwulan III-2017 (nilai indeks sebesar 109,42). Hal ini menunjukkan kondisi ekonomi konsumen masih mengalami perbaikan.Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Mendatang sebesar 101,35 menunjukkan kondisi ekonomi konsumen diperkirakan masih mengalami perbaikan pada triwulan I-2018 walau dengan optimisme konsumen yang mendekati stagnan dan lebih rendah jika dibandingkan triwulan IV/2017 (ITK sebesar 107,00).

Download PDF