Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2017  Tumbuh 5,19 Persen

Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2017 Tumbuh 5,19 Persen

2018-02-05

- Perekonomian Indonesia tahun 2017 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp13.588,8 triliun dan PDB perkapita mencapai Rp51,89 juta atau US$3.876,8.- Ekonomi Indonesia tahun 2017 tumbuh 5,07 persen lebih tinggi dibanding capaian tahun 2016 sebesar 5,03 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 9,81 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 9,09 persen.- Ekonomi Indonesia triwulan IV-2017 bila dibandingkan triwulan IV-2016 (y-on-y) tumbuh 5,19 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Perusahaan sebesar 9,25 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barangdan Jasa sebesar 8,50 persen.- Ekonomi Indonesia triwulan IV-2017 bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 1,70 persen. Dari sisi produksi, hal ini disebabkan oleh efek musiman pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang mengalami kontraksi 21,60 persen. Dari sisi pengeluaran disebabkan oleh penurunan Ekspor neto.- Struktur ekonomi Indonesia secara spasial Tahun 2017 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto, yakni sebesar 58,49 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,66 persen, dan Pulau Kalimantan 8,20 persen.

Download PDF
Triwulan IV-2017 Harga Produsen Mengalami Inflasi 1,60 Persen

Triwulan IV-2017 Harga Produsen Mengalami Inflasi 1,60 Persen

2018-02-01

Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan IV-2017 naik 1,60 persen terhadap triwulan III-2017 (q-to-q) dan naik 3,10 persen terhadap triwulan IV-2016 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian triwulan IV-2017 naik 1,99 persen terhadap triwulan III-2017 (q-to-q) dan naik 3,41 persen terhadap triwulan IV-2016 (y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan IV-2017 naik 6,89 persen dibandingkan triwulan III-2017 (q-to-q) dan naik 6,94 persen terhadap triwulan IV-2016 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan IV-2017 naik 0,74 persen terhadap triwulan III-2017 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan IV-2016 (y-on-y) naik 2,47 persen. IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan IV-2017 naik 0,16 persen dibandingkan dengan triwulan III-2017 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2016 (y-on-y) naik 0,33 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan IV-2017 naik 0,06 persen dibandingkan dengan triwulan III-2017 (q-to-q) dan naik 0,81 persen terhadap triwulan IV-2016 (y-on-y).IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan IV-2017 naik 0,14 persen terhadap triwulan III-2017 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan IV-2016 (y-on-y) turun 2,13 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi, Makanan dan Minuman triwulan IV-2017 naik 0,12 persen terhadap triwulan III-2017 (q-to-q) dan naik 1,07 persen terhadap triwulan IV-2016 (y-on-y).

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV tahun 2017 Naik sebesar 5,15 persen dan pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulan IV-2017 Naik sebesar 4,59 persen

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV tahun 2017 Naik sebesar 5,15 persen dan pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulan IV-2017 Naik sebesar 4,59 persen

2018-02-01

Industri Manufaktur Besar dan SedangPertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang tahun 2017 naik sebesar 4,74 persen terhadap tahun 2016. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri makanan, naik 9,93 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri pengolahan Lainnya, turun 4,51 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV tahun 2017 naik sebesar 5,15 persen (y-on-y) terhadap triwulan IV tahun 2016. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri makanan, naik 15,28 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, turun 12,02 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV tahun 2017 turun sebesar 0,59 persen (q-to-q) terhadap triwulan III tahun 2017. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya, naik 8,71 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, turun 14,85 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV tahun 2017 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi D.K.I Jakarta, naik 16,00 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Jambi, turun 6,54 persen.Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV tahun 2017 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Tenggara, naik 10,22 persen. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Sumatera Selatan, turun 15,93 persen.Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil tahun 2017 naik sebesar 4,74 persen terhadap tahun 2016. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi komputer, barang elektronik dan optik, naik 35,25 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri pengolahan tembakau, turun 20,45 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV-2017 naik sebesar 4,59 persen (y-on-y) terhadap triwulan IV-2016. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri logam dasar, naik 36,19 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri pengolahan tembakau, turun 44,51 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV-2017 turun sebesar 0,21 persen (q-to-q) terhadap triwulan III-2017. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri logam dasar, naik 20,25 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri pengolahan tembakau, turun 48,77 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV-2017 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Kalimantan Timur, naik 37,69 persen. Sedangkan Provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Bali, turun 3,86 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV-2017 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Kalimantan Timur, naik 39,54 persen. Sedangkan Provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah provinsi Papua Barat, turun 14,82 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Desember 2017 mencapai 1,15 juta kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Desember 2017 mencapai 1,15 juta kunjungan.

2018-02-01

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Desember 2017 naik 3,03 persen dibanding jumlah kunjungan pada Desember 2016, yaitu dari 1,11 juta kunjungan menjadi 1,15 juta kunjungan. Demikian juga, jika dibandingkan dengan December 2017, jumlah kunjungan wisman pada Desember 2017 mengalami kenaikan sebesar 8,00 persen. Selama tahun 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 14,04 juta kunjungan atau naik 21,88 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada tahun 2016 yang berjumlah 11,52 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2017 mencapai rata-rata 59,53 persen atau naik 3,03 poin dibandingkan dengan TPK Desember 2016 yang tercatat sebesar 56,50 persen. Begitu pula, jika dibanding TPK December 2017, TPK hotel klasifikasi bintang pada Desember 2017 mengalami kenaikan sebesar 1,65 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Desember 2017 tercatat sebesar 1,72 hari, terjadi kenaikan 0,02 poin jika dibandingkan keadaan Desember 2016.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2018 sebesar 102,92 atau turun 0,14 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2018 sebesar 102,92 atau turun 0,14 persen

2018-02-01

- Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). - NTP merupakan salah satu indicator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.- NTP nasional Januari 2018 sebesar 102,92 atau turun 0,14 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,92 persen, lebih kecil dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 1,05 persen. - Pada Januari 2018, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (2,46 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Aceh mengalami kenaikan tertinggi (0,89 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.- Pada Januari 2018 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 1,22 persen, disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), terutama Kelompok Bahan Makanan.- Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Januari 2018 sebesar 112,67 atau naik 0,24 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Download PDF
Januari 2018 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,76 persen

Januari 2018 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik 0,76 persen

2018-02-01

Pada Januari 2018, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,76 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,08 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2018 antara lain cabe rawit, cabe merah, ayam ras, batu bara, beras, daging ayam, rokok kretek, serta lemak dan minyak hewan/nabati ekspor. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Januari 2018 naik sebesar 0,46 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas kaca lembaran, kawat dan sejenisnya, besi beton, bahan bangunan dari aluminium, serta genteng dan atap lainnya. IHPB Umum naik 0,75 persen pada Desember 2017 terhadap bulan sebelumnya. Sektor Pertanian merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,22 persen. IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada Desember 2017 masing-masing naik sebesar 1,03 persen dan 0,90 persen terhadap bulan sebelumnya.

Download PDF
Januari 2018 inflasi sebesar 0,62 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 1,42 persen.

Januari 2018 inflasi sebesar 0,62 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 1,42 persen.

2018-02-01

Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132,10. Dari 82 kota IHK, 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung sebesar 1,42 persen dengan IHK sebesar 133,17 dan terendah terjadi di Tangerang sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 138,34. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,12 persen dengan IHK sebesar 130,28 dan terendah terjadi di Meulaboh sebesar 0,14 persen dengan IHK sebesar 131,63.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 2,34 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,43 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,23 persen; kelompok sandang sebesar 0,50 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,16 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,28 persen.Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2018 sebesar 0,62 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2018 terhadap Januari 2017) sebesar 3,25 persen.Komponen inti pada Januari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,31 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender Januari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Januari 2018 terhadap Januari 2017) sebesar 2,69 persen.

Download PDF
Upah nominal harian buruh tani nasional Desember 2017 naik sebesar 0,24%

Upah nominal harian buruh tani nasional Desember 2017 naik sebesar 0,24%

2018-01-15

Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Desember 2017 naik sebesar 0,24 persen dibanding upah buruh tani November 2017, yaitu dari Rp50.445,00 menjadi Rp50.568,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,78 persen . Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Desember 2017 naik 0,02 persen dibanding upah November 2017, yaitu dari Rp84.438,00 menjadi Rp84.454,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,69 persen.

Download PDF
Nilai ekspor Indonesia Desember 2017 mencapai US$14,79 miliar dan Nilai impor Indonesia Desember 2017 mencapai US$15,06 miliar

Nilai ekspor Indonesia Desember 2017 mencapai US$14,79 miliar dan Nilai impor Indonesia Desember 2017 mencapai US$15,06 miliar

2018-01-15

EKSPORNilai ekspor Indonesia Desember 2017 mencapai US$14,79 miliar atau menurun 3,45 persen dibanding ekspor November 2017. Sementara dibanding Desember 2016 meningkat 6,93 persenEkspor nonmigas Desember 2017 mencapai US$13,28 miliar, turun 5,41 persen dibanding November 2017. Sementara dibanding ekspor nonmigas Desember 2016 naik 5,56 persen.Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2017 mencapai US$168,73 miliar atau meningkat 16,22 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$152,99 miliar atau meningkat 15,83 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas Desember 2017 terhadap November 2017 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$205,2 juta (38,83 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$421,0 juta (126,05 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Desember 2017 naik 13,14 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 7,79 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 33,71 persen.Ekspor nonmigas Desember 2017 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,19 miliar, disusul Jepang US$1,47 miliar dan Amerika Serikat US$1,42 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,31 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,33 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Desember 2017 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$29,18 miliar (17,29 persen), diikuti Jawa Timur US$18,43 miliar (10,92 persen) dan Kalimantan Timur US$17,63 miliar (10,45 persen).IMPORNilai impor Indonesia Desember 2017 mencapai US$15,06 miliar atau turun 0,29 persen dibanding November 2017. Sebaliknya jika dibandingkan Desember 2016 meningkat 17,83 persen.Impor nonmigas Desember 2017 mencapai US$12,51 miliar atau turun 3,05 persen dibanding November 2017. Namun jika dibanding Desember 2016 meningkat 12,87 persen. Impor migas Desember 2017 mencapai US$2,55 miliar atau naik 15,89 persen dibanding November 2017 dan juga meningkat 50,10 persen dibanding Desember 2016.Peningkatan impor nonmigas terbesar Desember 2017 dibanding November 2017 adalah kapal laut dan bangunan terapung US$121,8 juta (194,88 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan pesawat mekanik sebesar US$199,2 juta (8,51 persen). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Desember 2017 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$35,52 miliar (26,79 persen), Jepang US$15,21 miliar (11,47 persen), dan Thailand US$9,19 miliar (6,93 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,37 persen, sementara dari Uni Eropa 9,27 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Desember 2017 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masingmasing 14,69 persen, 16,56 persen, dan 12,14 persen.

Download PDF
Desember 2017 Rupiah Terdepresiasi 0,37% terhadap Dollar Amerika

Desember 2017 Rupiah Terdepresiasi 0,37% terhadap Dollar Amerika

2018-01-15

Rupiah terdepresiasi 0,37 persen terhadap dolar Amerika pada Desember 2017 dengan nilai tukar sebesar Rp13.540,79 per dolar Amerika. Menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai Rp13.667,50 per dolar Amerika pada minggu keempat Desember 2017. Rupiah terdepresiasi 1,76 persen terhadap dolar Australia pada Desember 2017 dengan nilai tukar sebesar Rp10.429,91 per dolar Australia. Menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara yang mencapai Rp10.534,50 per dolar Australia pada minggu keempat Desember 2017. Rupiah terapresiasi 0,91 persen terhadap yen Jepang pada Desember 2017 dengan nilai tukar sebesar Rp119,32 per yen Jepang. Menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mencapai Rp112,50 per yen Jepang pada minggu keempat Desember 2017. Rupiah terdepresiasi 0,60 persen terhadap euro pada Desember 2017 dengan nilai tukar sebesar Rp16.046,80 per euro. Menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai Rp16.325,00 per euro pada minggu keempat Desember 2017.

Download PDF