Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Indeks Pembangunan Manusia 2015
2016-06-15
IPM Indonesia Tahun 2015Pembangunan manusia di Indonesia pada tahun 2015 terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. Pada tahun 2015, IPM Indonesia telah mencapai 69,55. Angka ini meningkat sebesar 0,65 poin dibandingkan dengan IPM Indonesia pada tahun 2014 yang sebesar 68,90.Pada tahun 2015, pembangunan manusia di Indonesia masih berstatus “sedang”, masih sama dengan statusnya pada tahun 2014. IPM Indonesia pada tahun 2015 tumbuh sebesar 0,94 persen dibandingkan tahun 2014.Selama periode 2014 hingga 2015, komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 70,78 tahun, meningkat 0,19 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,55 tahun, meningkat 0,16 tahun dibandingkan pada 2014. Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,84 tahun, meningkat 0,11 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran per kapita disesuaikan (harga konstan 2012) masyarakat telah mencapai Rp 10,15 juta rupiah pada tahun 2015, meningkat Rp 247 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.
Download PDFMei 2016 Rupiah Terdepresiasi 3,14 persen Terhadap Dolar amerika
2016-06-15
Rupiah terdepresiasi 3,14 persen terhadap dolar Amerika pada Mei 2016. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika terjadi pada minggu keempat Mei 2016 yang mencapai Rp13.571,96 per dolar Amerika. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mencapai Rp13.691,67 per dolar Amerika pada minggu keempat Mei 2016.Rupiah terapresiasi 3,13 persen terhadap dolar Australia pada Mei 2016. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada minggu ketiga Mei 2016 yang mencapai Rp9.727,93 per dolar Australia. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Kalimantan Utara yang mencapai Rp9.364,00 per dolar Australia pada minggu kedua Mei 2016.Rupiah terdepresiasi 3,31 persen terhadap yen Jepang pada Mei 2016. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang terjadi pada minggu keempat Mei 2016 yang mencapai Rp122,83 per yen Jepang. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Maluku Utara yang mencapai Rp125,35 per yen Jepang pada minggu keempat Mei 2016.Rupiah terdepresiasi 1,55 persen terhadap euro pada Mei 2016. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap euro terjadi pada minggu keempat Mei 2016 yang mencapai Rp15.153,11 per euro. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Banten yang mencapai Rp15.309,00 per euro pada minggu kedua Mei 2016.
Download PDFUpah nominal harian buruh tani nasional Mei 2016 naik sebesar 0,14%
2016-06-15
Upah nominal harian buruh tani nasional pada Mei 2016 naik sebesar 0,14 persen dibanding upah buruh tani April 2016, yaitu dari Rp47.731,00 menjadi Rp47.796,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,01 persenUpah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Mei 2016 naik 0,15 persen dibanding upah April 2016, yaitu dari Rp81.554,00 menjadi Rp81.677,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,09 persen
Download PDFEkspor Mei 2016 mencapai US$11,51 miliar dan impor Mei 2016 sebesar US$11,14 miliar
2016-06-15
EksporNilai ekspor Indonesia Mei 2016 mencapai US$11,51 miliar atau meningkat 0,31 persen dibanding ekspor April 2016. Sementara dibanding Mei 2015 menurun 9,75 persen.Ekspor nonmigas Mei 2016 mencapai US$10,55 miliar, turun 0,29 persen dibanding April 2016, demikian juga dibanding ekspor Mei 2015 turun 7,12 persen.Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariMei 2016 mencapai US$56,59 miliar atau menurun 12,82 persen dibanding periode yang sama tahun 2015, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$51,28 miliar atau menurun 9,01 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Mei 2016 terhadap April 2016 terjadi pada benda-benda dari besi dan baja sebesar US$74,2 juta (62,59 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$87,0 juta (17,56 persen).Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Mei 2016 mencapai angka terbesar yaitu US$1,28 miliar, disusul Jepang US$1,00 miliar dan Tiongkok US$0,98 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 30,95 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,20 miliar.Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan JanuariMei 2016 turun 5,35 persen dibanding periode yang sama tahun 2015, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 26,91 persen, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 19,25 persen.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada JanuariMei 2016 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$10,25 miliar (18,11 persen), diikuti Jawa Timur US$8,17 miliar (14,44 persen) dan Kalimantan Timur U$5,49 miliar (9,71 persen).ImporNilai impor Indonesia Mei 2016 mencapai US$11,14 miliar atau naik 2,98 persen apabila dibandingkan April 2016. Sebaliknya turun 4,12 persen jika dibandingkan Mei 2015. Impor nonmigas Mei 2016 mencapai US$9,47 miliar atau naik 0,16 persen jika dibandingkan April 2016, namun apabila dibandingkan Mei 2015 turun 0,70 persen. Impor migas Mei 2016 mencapai US$1,67 miliar atau naik 22,50 persen jika dibandingkan April 2016, namun apabila dibandingkan Mei 2015 turun 19,80 persen.Secara kumulatif nilai impor Januari–Mei 2016 mencapai US$53,89 miliar atau turun 11,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2015. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$6,93 miliar (turun 34,15 persen) dan nonmigas US$46,97 miliar (turun 6,91 persen).Peningkatan impor nonmigas terbesar Mei 2016 adalah golongan gula dan kembang gula US$86,0 juta (92,08 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan mekanik US$129,0 miliar (7,45 persen). Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari–Mei 2016 adalah Tiongkok dengan nilai US$12,26 miliar (26,10 persen), Jepang US$5,05 miliar (10,76 persen), dan Thailand US$3,77 miliar (8,03 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 22,26 persen, sementara dari Uni Eropa 9,51 persen. Nilai impor golongan bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Mei 2016 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 12,91 persen dan 16,68 persen. Sebaliknya impor golongan barang konsumsi meningkat 14,15 persen.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Mei 2016 Sebesar 101,55 Atau Naik 0,32 Persen
2016-06-01
NTP nasional Mei 2016 sebesar 101,55 atau naik 0,32 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,42 persen, lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,10 persen.Pada Mei 2016, NTP Provinsi Kalimantan Barat mengalami kenaikan terbesar (1,13 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Banten mengalami penurunan tertinggi (1,35 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Mei 2016 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,13 persen disebabkan oleh naiknya 5 dari 7 kelompok penyusun IKRT terutama indeks kelompok makanan jadi. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Mei 2016 sebesar 109,36 atau naik 0,38 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Download PDFKunjungan Wisatawan Mancanegara Ke Indonesia April 2016 Mencapai 901,1 Ribu Kunjungan
2016-06-01
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia April 2016 naik 12,37 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 801,9 ribu kunjungan menjadi 901,1 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2016, mengalami penurunan sebesar 1,52 persen.Secara kumulatif, (Januari–April) 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,52 juta kunjungan atau naik 7,51 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 3,27 juta kunjungan.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada April 2016 mencapai rata-rata 54,38 persen atau naik 3,10 poin dibandingkan dengan TPK April 2015 yang tercatat sebesar 51,28 persen. Begitu pula, jika dibanding TPK Maret 2016, TPK hotel berbintang pada April 2016 naik 1,50 poin.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama April 2016 tercatat sebesar 1,88 hari, terjadi penurunan 0,31 poin jika dibandingkan keadaan April 2015.
Download PDFMei 2016 Indeks Harga Grosir Naik 1,23 Persen
2016-06-01
Pada Mei 2016 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 1,23 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 5,49 persen.IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Mei 2016 naik sebesar 0,21 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas besi beton sebesar 1,30 persen, kayu 1,10 persen, besi lainnya 0,48 persen, pasir 0,25 persen, dan perlengkapan listrik 0,23 persen.IHPB Bahan Baku dan Barang Modal pada April 2016 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen dan 0,18 persen terhadap bulan sebelumnya. Sementara itu untuk IHPB Barang Konsumsi mengalami penurunan sebesar 0,36 persen terhadap bulan sebelumnya.
Download PDFMei 2016 terjadi inflasi 0,24 persen
2016-06-01
Pada Mei 2016 terjadi inflasi sebesar 0,24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,48. Dari 82 kota IHK, 67 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak 1,67 persen dengan IHK 132,06 dan terendah terjadi di Singaraja dan Palangka Raya masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 131,16 dan 120,37. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong 0,92 persen dengan IHK 122,83 dan terendah terjadi di Maumere 0,01 persen dengan IHK 117,15.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,30 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,58 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,02 persen; kelompok sandang 0,44 persen; kelompok kesehatan 0,27 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,03 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,21 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2016 sebesar 0,40 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) sebesar 3,33 persen.Komponen inti pada Mei 2016 mengalami inflasi sebesar 0,23 persen; tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Mei) 2016 sebesar 1,19 persen; dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) sebesar 3,41 persen.
Download PDFApril 2016 Rupiah Terapresiasi 0,73 Persen Terhadap Dolar Amerika
2016-05-16
Rupiah terapresiasi 0,73 persen terhadap dolar Amerika pada April 2016. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika terjadi pada minggu kedua April 2016 yang mencapai Rp13.119,71 per dolar Amerika. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Kalimantan Utara yang mencapai Rp12.945,00 per dolar Amerika pada minggu ketiga April 2016.Rupiah terapresiasi 0,09 persen terhadap dolar Australia pada April 2016. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada minggu pertama April 2016 yang mencapai Rp9.968,05 per dolar Australia. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi DKI Jakarta yang mencapai Rp9.662,40 per dolar Australia pada minggu pertama April 2016.Rupiah terdepresiasi 0,78 persen terhadap yen Jepang pada April 2016. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang terjadi pada minggu ketiga April 2016 yang mencapai Rp119,99 per yen Jepang. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yang mencapai Rp129,34 per yen Jepang pada minggu keempat April 2016.Rupiah terapresiasi 0,59 persen terhadap euro pada April 2016. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap euro terjadi pada minggu kedua April 2016 yang mencapai Rp14.882,08 per euro. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Bali yang mencapai Rp14.023,70 per euro pada minggu pertama April 2016.
Download PDFUpah nominal harian buruh tani nasional April 2016 naik sebesar 0,36%
2016-05-16
Upah nominal harian buruh tani nasional pada April 2016 naik sebesar 0,36 persen dibanding upah buruh tani Maret 2016, yaitu dari Rp47.559,00 menjadi Rp47.731,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,87 persenUpah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada April 2016 naik 0,09 persen dibanding upah Maret 2016, yaitu dari Rp81.481,00 menjadi Rp81.554,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen
Download PDF