Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Upah nominal harian buruh tani nasional Februari 2016 naik sebesar 0,41%

Upah nominal harian buruh tani nasional Februari 2016 naik sebesar 0,41%

2016-03-15

1. Upah nominal harian buruh tani nasional pada Februari 2016 naik sebesar 0,41 persen dibanding upah buruh tani Januari 2016, yaitu dari Rp47.241,00 menjadi Rp47.437,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen2. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2016 naik 0,18 persen dibanding upah Januari 2016, yaitu dari Rp81.221,00 menjadi Rp81.367,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen

Download PDF
Ekspor Februari 2016 mencapai US$11,30 miliar dan Impor mencapai US$10,16 miliar

Ekspor Februari 2016 mencapai US$11,30 miliar dan Impor mencapai US$10,16 miliar

2016-03-15

Nilai ekspor Indonesia Februari 2016 mencapai US$11,30 miliar atau meningkat 7,80 persen dibanding ekspor Januari 2016. Sementara dibanding Februari 2015 menurun 7,18 persen. Ekspor nonmigas Februari 2016 mencapai US$10,19 miliar, naik 8,67 persen dibanding Januari 2016, sementara dibanding ekspor Februari 2015 turun 2,25 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari - Februari 2015 mencapai US$21,78 miliar atau menurun 14,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2015, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$19,56 miliar atau menurun 9,89 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Februari 2016 terhadap Januari 2016 terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$593,7 juta (153,80 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$48,7 juta (4,44 persen). Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Februari 2016 mencapai angka terbesar yaitu US$1,15 miliar, disusul Jepang US$1,11 miliar dan Tiongkok US$0,95 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,42 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,11 miliar. Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari - Februari 2016 turun 7,69 persen dibanding periode yang sama tahun 2015, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 21,12 persen, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 14,80 persen. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari - Februari 2016 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$3,95 miliar (18,13 persen), diikuti Jawa Timur US$3,10 miliar (14,25 persen) dan Kalimantan Timur U$2,21 miliar (10,13 persen). Nilai impor Indonesia Februari 2016 mencapai US$10,16 miliar atau turun 2,91 persen apabila dibandingkan Januari 2016, demikian pula apabila dibanding Februari 2015 turun 11,71 persen. Impor nonmigas Februari 2016 mencapai US$9,05 miliar atau turun 2,13 persen jika dibandingkan Januari 2016, demikian pula apabila dibandingkan Februari 2015 turun 7,58 persen. Impor migas Februari 2016 mencapai US$1,11 miliar atau turun 8,79 persen jika dibandingkan Januari 2016, demikian pula apabila dibandingkan Februari 2015 turun 35,21 persen. Secara kumulatif nilai impor Januari–Februari 2016 mencapai US$20,63 miliar atau turun 14,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2015. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$2,34 miliar (turun 39,09 persen) dan nonmigas US$18,29 miliar (turun 9,83 persen). Peningkatan impor nonmigas terbesar Februari 2016 adalah golongan kendaraan dan bagiannya US$129,2 juta (35,35 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan mekanik US$187,1 miliar (10,41 persen). Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari Februari 2016 adalah Tiongkok dengan nilai US$4,87 miliar (26,65 persen), Jepang US$1,92 miliar (10,50 persen), dan Thailand US$1,48 miliar (8,11 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 22,22 persen, sementara dari Uni Eropa 9,68 persen. Nilai impor golongan bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari Februari 2016 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 19,18 persen dan 12,62 persen. Sebaliknya impor golongan barang konsumsi meningkat 34,38 persen.

Download PDF
Produksi Padi tahun 2015 naik 6,37 persen

Produksi Padi tahun 2015 naik 6,37 persen

2016-03-01

A. PADI1. Produksi padi tahun 2015 sebanyak 75,36 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami kenaikan sebanyak 4,51 juta ton (6,37 persen) dibandingkan tahun 2014. Kenaikan produksi tersebut terjadi di Pulau Jawa sebanyak 2,31 juta ton dan di luar Pulau Jawa sebanyak 2,21 juta ton. Kenaikan produksi padi terjadi karena kenaikan luas panen seluas 0,32 juta hektar (2,31 persen) dan peningkatan produktivitas sebesar 2,04 kuintal/hektar (3,97 persen).2. Kenaikan produksi padi tahun 2015 sebanyak 4,51 juta ton (6,37 persen) terjadi pada subround Januari–April, subround Mei–Agustus, dan subround September-Desember masing-masing sebanyak 1,49 juta ton (4,73 persen), 3,02 juta ton (13,26 persen), dan 1,80 ribu ton (0,01 persen) dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama tahun 2014 (year-on-year). B. JAGUNG Produksi jagung tahun 2015 sebanyak 19,61 juta ton pipilan kering, mengalami kenaikan sebanyak 0,60 juta ton (3,17 persen) dibandingkan tahun 2014. Kenaikan produksi tersebut terjadi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa masing-masing sebanyak 0,46 juta ton dan 0,15 juta ton. Kenaikan produksi jagung terjadi karena kenaikan produktivitas sebesar 2,25 kuintal/hektar (4,54 persen), meskipun luas panen mengalami penurunan sebesar 50,20 ribu hektar (1,31 persen). C. KEDELAIProduksi kedelai tahun 2015 sebanyak 963,10 ribu ton biji kering, meningkat sebanyak 8,10 ribu ton (0,85 persen) dibandingkan tahun 2014. Peningkatan produksi tersebut terjadi di luar Pulau Jawa sebanyak 30,41 ribu ton, sementara di Pulau Jawa terjadi penurunan produksi sebanyak 22,31 ribu ton. Peningkatan produksi kedelai terjadi karena kenaikan produktivitas sebesar 0,18 kuintal/hektar (1,16 persen) meskipun luas panen mengalami penurunan seluas 1,80 ribu hektar (0,29 persen).

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2016 Sebesar 102,23 Atau Turun 0,31 Persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2016 Sebesar 102,23 Atau Turun 0,31 Persen

2016-03-01

NTP nasional Februari 2016 sebesar 102,23 atau turun 0,31 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,18 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,13 persen.Pada Februari 2016, NTP Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan terbesar (0,97 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (1,21 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Pada Februari 2016 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,09 persen disebabkan oleh naiknya empat dari enam indeks kelompok konsumsi rumah tangga kecuali kelompok bahan makanan serta kelompok transportasi dan komunikasi. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Februari 2016 sebesar 109,69 atau turun 0,40 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Download PDF
Kunjungan Wisatawan Mancanegara Januari 2016 Mencapai 814,3 Ribu

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Januari 2016 Mencapai 814,3 Ribu

2016-03-01

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman dalam arti luas ke Indonesia Januari 2016 mencapai 814,3 ribu kunjungan, naik 3,60 persen dibanding kunjungan Januari 2015. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Desember 2015, mengalami penurunan sebesar 17,44 persen. Jumlah kunjungan wisman reguler pada Januari 2016 mencapai 740,6 ribu kunjungan atau naik 2,19 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman reguler Januari 2015 yang tercatat sebanyak 724,7 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Desember 2015, turun sebesar 18,96 persen. Jumlah kunjungan wisman reguler melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada Januari 2016 naik 19,02 persen dibandingkan Januari 2015, yaitu dari 288,8 ribu kunjungan menjadi 343,7 ribu kunjungan. Sedangkan, jika dibanding Desember 2015, jumlah kunjungan wisman reguler melalui Bandara Ngurah Rai, Bali turun, sebesar 5,53 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Januari 2016 mencapai rata-rata 49,33 persen atau naik 2,25 poin dibandingkan dengan TPK Januari 2015 yang tercatat sebesar 47,08 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK Desember 2015, TPK hotel berbintang pada Januari 2016 turun 7,92 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Januari 2016 tercatat sebesar 1,83 hari, terjadi penurunan 0,29 poin jika dibandingkan keadaan Januari 2015.

Download PDF
Februari 2016 harga grosir turun 0,07%

Februari 2016 harga grosir turun 0,07%

2016-03-01

Pada Februari 2016 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen turun sebesar 0,07 persen terhadap bulan sebelumnya. Penurunan IHPB tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 0,76 persen.IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Februari 2016 turun sebesar 0,11 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan penurunan harga komoditas aspal sebesar 0,97 persen, besi beton 0,80 persen, semen 0,76 persen, kerikil dan sirtu alam 0,62 persen, dan kawat dan sejenisnya 0,21 persen.IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Januari 2016 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,42 persen, 1,69 persen, dan 0,36 persen.

Download PDF
Februari 2016 terjadi deflasi 0,09 persen

Februari 2016 terjadi deflasi 0,09 persen

2016-03-01

Pada Februari 2016 terjadi deflasi sebesar 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,51. Dari 82 kota IHK, 52 kota mengalami deflasi dan 30 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Merauke 2,95 persen dengan IHK 128,60 dan terendah terjadi di Sibolga, Bogor, Sumenep, dan Makassar masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 125,62; 122,73; 121,13; dan 124,19. Sedangkan Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 1,02 persen dengan IHK 129,21 dan terendah terjadi di Banda Aceh 0,02 persen dengan IHK 117,03.Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,58 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,45 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,15 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,63 persen; kelompok sandang 0,64 persen; kelompok kesehatan 0,26 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,06 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Februari) 2016 sebesar 0,42 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2016 terhadap Februari 2015) sebesar 4,42 persen.Komponen inti pada Februari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,31 persen; tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Februari) 2016 sebesar 0,60 persen; dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari 2016 terhadap Februari 2015) sebesar 3,59 persen.

Download PDF
Indeks Perilaku Anti Korupsi (Ipak) Indonesia 2015 Sebesar 3,59 Pada Skala 0 Sampai 5

Indeks Perilaku Anti Korupsi (Ipak) Indonesia 2015 Sebesar 3,59 Pada Skala 0 Sampai 5

2016-02-22

Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2015 sebesar 3,59 pada skala 0 sampai 5. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan capaian 2014 sebesar 3,61. Nilai indeks semakin mendekati 5 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin anti korupsi, sebaliknya nilai IPAK yang semakin mendekati 0 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin permisif terhadap korupsiIPAK disusun berdasarkan dua dimensi utama yakni persepsi dan pengalaman. Indeks Persepsi cenderung meningkat dari kondisi 2013 ke 2015, sebaliknya pada Indeks Pengalaman cenderung menurun. Menggambarkan bahwa masyarakat semakin idealis ‘membenci korupsi’ tetapi tidak sejalan dengan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.IPAK masyarakat perkotaan lebih tinggi (3,71) dibanding masyarakat perdesaan (3,46). IPAK laki-laki (3,63) sedikit lebih tinggi dibanding perempuan (3,55). Semakin tinggi pendidikan, semakin anti korupsi: IPAK penduduk berpendidikan SLTP ke bawah sebesar 3,49, SLTA sebesar 3,80, dan di atas SLTA sebesar 4,00.

Download PDF
Januari 2016 Rupiah Terdepresiasi 0,96 Persen Terhadap Dolar Amerika

Januari 2016 Rupiah Terdepresiasi 0,96 Persen Terhadap Dolar Amerika

2016-02-15

Rupiah terdepresiasi 0,96 persen terhadap dolar Amerika pada Januari 2016. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika terjadi pada minggu ketiga Januari 2016 yaitu Rp13.863,13 per dolar Amerika. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Aceh sebesar Rp14.000,00 per dolar Amerika pada minggu kedua Januari 2016.Rupiah terapresiasi 2,62 persen terhadap dolar Australia pada Januari 2016. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada minggu ketiga Januari 2016 yang mencapai Rp9.580,80 per dolar Australia. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mencapai Rp9.460,00 per dolar Australia pada minggu ketiga Januari 2016.Rupiah terdepresiasi 2,36 persen terhadap yen Jepang pada Januari 2016. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang terjadi pada minggu ketiga Januari 2016 yang mencapai Rp117,69 per yen Jepang. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Maluku Utara yang mencapai Rp119,69 per yen Jepang pada minggu ketiga Januari 2016.Rupiah terdepresiasi 0,36 persen terhadap euro pada Januari 2016. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap euro terjadi pada minggu ketiga Januari 2016 yang mencapai Rp15.129,72 per euro. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Papua Barat yang mencapai Rp15.244,25 per euro pada minggu ketiga Januari 2016.

Download PDF
Upah nominal harian buruh tani nasional Januari 2016 naik sebesar 0,52%

Upah nominal harian buruh tani nasional Januari 2016 naik sebesar 0,52%

2016-02-15

Upah nominal harian buruh tani nasional pada Januari 2016 naik sebesar 0,52 persen dibanding upah buruh tani Desember 2015, yaitu dari Rp46.995,00 menjadi Rp47.241,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,30 persenUpah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Januari 2016 naik 0,27 persen dibanding upah Desember 2015, yaitu dari Rp81.002,00 menjadi Rp81.221,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,24 persen

Download PDF