Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Pada Agustus 2014, Jumlah wisman mencapai 826,8 ribu
2014-10-01
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Agustus 2014 mencapai 826,8 ribu kunjungan atau naik 7,24 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Agustus 2013, yang sebanyak 771,0 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Juli 2014, jumlah kunjungan wisman Agustus 2014 naik sebesar 6,38 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Agustus 2014 mencapai rata-rata 52,02 persen, atau naik 1,83 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2013, yang tercatat sebesar 50,19 persen. Begitu pula, bila dibanding Juli 2014, TPK hotel berbintang pada Agustus 2014 naik 2,93 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Agustus 2014 tercatat sebesar 2,01 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,07 poin, jika dibandingkan keadaan Agustus 2013.
Download PDFAgustus 2014, Ekspor meningkat 2,48 Persen dan Impor meningkat 5,05 Persen
2014-10-01
Nilai ekspor Indonesia Agustus 2014 mencapai US$14,48 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 2,48 persen dibanding ekspor Juli 2014. Demikian juga bila dibanding Agustus 2013 mengalami peningkatan sebesar 10,63 persen.
Download PDFTriwulan II-2014 Inflasi Produsen 0,39%
2014-10-01
Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan II-2014 naik 0,39 persen terhadap triwulan I-2014 (q-to-q) dan naik 7,52 persen terhadap triwulan II-2013 (y-on-y)
Download PDFInflasi September 2014 Sebesar 0,27 Persen
2014-10-01
Pada September 2014 terjadi inflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,89. Dari 82 kota IHK, tercatat 64 kota mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 1,29 persen dengan IHK 114,82 dan terendah terjadi di Gorontalo 0,03 persen dengan IHK 109,62. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tual 0,89 persen dengan IHK 117,57 dan terendah terjadi di Kudus dan Manado masing-masing 0,03 persen dengan IHK masing-masing 119,09 dan 110,90
Download PDFAgustus 2014, harga grosir naik 0,17%
2014-09-01
Pada Agustus 2014, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,17 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,30 persen.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2014 turun 0,06 persen
2014-09-01
NTP nasional Agustus 2014 sebesar 102,06 atau turun 0,06 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,25 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,32 persen.
Download PDFPada Juli 2014, Jumlah Wisman Naik 8,28 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya
2014-09-01
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2014 mencapai 777,2 ribu kunjungan atau naik 8,28 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Juli 2013, yang sebanyak 717,8 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juni 2014, jumlah kunjungan wisman Juli 2014 turun sebesar 8,72 persen.
Download PDFJuli 2014, Ekspor turun 7,99 Persen dan Impor turun 19,55 Persen
2014-09-01
"Nilai ekspor Indonesia Juli 2014 mencapai US$14,18 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7,99 persen dibanding ekspor Juni 2014. Demikian juga bila dibanding Juli 2013 mengalami penurunan sebesar 6,03 persen. Nilai impor Indonesia Juli 2014 mencapai US$14,05 miliar atau turun 10,47 persen dibanding Juni 2014. Demikian pula jika dibanding Juli 2013 turun 19,31 persen. "
Download PDFInflasi Agustus 2014 Sebesar 0,47 Persen
2014-09-01
Pada Agustus 2014 terjadi inflasi sebesar 0,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,58. Dari 82 kota IHK, tercatat 66 kota kota mengalami inflasi dan 16 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan 1,98 persen dengan IHK 121,24 dan terendah terjadi di Banjarmasin 0,02 persen dengan IHK 111,63. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Ternate 1,02 persen dengan IHK 116,00 dan terendah terjadi di Samarinda 0,01 persen dengan IHK 115,17.
Download PDFProduksi IBS Triwulan II Tahun 2014 Naik 4,57 Persen Dibanding Triwulan II Tahun Sebelumnya
2014-08-05
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II tahun 2014 naik sebesar 4,57 persen (y-on-y) terhadap triwulan II-2013. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri mesin dan perlengkapan ytdl (yang tidak termasuk dalam lainnya) naik 12,05 persen, industri makanan naik 11,27 persen, dan industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional naik 9,04 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan turun 9,30 persen, industri pencetakan dan reproduksi media rekaman turun 5,81 persen, industri tekstil turun 5,72 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II-2014 naik sebesar 2,34 persen (q-to-q) terhadap triwulan I-2014. Jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan adalah industri peralatan listrik naik 8,86 persen, industri makanan naik 7,36 persen, dan industri minuman naik 6,48 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional turun 6,65 persen, industri jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan turun 4,42 persen, dan industri karet, barang dari karet dan plastik turun 3,98 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II-2014 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Papua Barat naik 26,14 persen, Provinsi Papua naik 19,38 persen, dan Provinsi Sulawesi Barat naik 18,42 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Kepulauan Riau turun 4,58 persen, dan Provinsi Banten turun 4,34 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II-2014 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Sumatera Barat naik 17,02 persen, Provinsi Sulawesi Barat naik 17,01 persen, dan Provinsi Papua Barat naik 13,72 persen. Provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Jawa Barat turun 1,75 persen.
Download PDF