Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan II/2014 sebesar 106,00
2014-08-05
Indeks Tendensi Bisnis adalah indikator perkembangan ekonomi usaha terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. ITB merupakan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. STB dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB triwulan II-2014 sebesar 2.801 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan II-2014 sebesar 106,00 berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan I-2014 (nilai ITB sebesar 101,95). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan II-2014 terjadi pada semua sektor ekonomi, kecuali sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami penurunan. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan (nilai ITB sebesar 113,05) dan peningkatan terendah terjadi pada sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (nilai ITB sebesar 102,13). Kondisi bisnis pada triwulan II-2014 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 109,70), kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 106,68), dan rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks sebesar 103,49).
Download PDFProduksi Cabai Besar Tahun 2013 Naik 6,13 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya
2014-08-04
Produksi cabai besar segar dengan tangkai tahun 2013 sebesar 1,013 juta ton. Dibandingkan tahun 2012, terjadi kenaikan produksi sebesar 58,52 ribu ton (6,13 persen). Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan produktivitas sebesar 0,23 ton per hektar (2,90 persen) dan peningkatan luas panen sebesar 3,84 ribu hektar (3,19 persen) dibandingkan tahun 2012.
Download PDFJuli 2014, Harga Grosir Naik 1,19 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya
2014-08-04
Pada Juli 2014 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 1,19 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 2,90 persen.
Download PDFPertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II/2014 mencapai 5,12 Persen
2014-08-04
Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2014 mencapai Rp2.480,8 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp724,1 triliun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-2014 dibanding triwulan I-2014 mencapai 2,47 persen (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2013 mengalami pertumbuhan 5,12 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2014 dibandingkan dengan semester I-2013 tumbuh 5,17 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2014 dibandingkan triwulan II-2013 (y-on-y) didorong oleh hampir semua sektor. Pertumbuhan tertinggi dicapai Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang tumbuh sebesar 9,53 persen. Sementara bila dibandingkan dengan triwulan I-2014 (q-to-q), pertumbuhan tertinggi dicapai Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 4,17 persen. Pertumbuhan semester I-2014 dibanding semester I-2013 (c-to-c) didukung oleh semua sector, kecuali Sektor Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan sebesar 0,21 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 9,87 persen. Struktur PDB triwulan II-2014 didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan, Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan dan Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran masing-masing memberikan kontribusi sebesar 23,75 persen, 14,84 persen, dan 14,61 persen. Pertumbuhan PDB pada triwulan II-2014 dibandingkan dengan triwulan I-2014 (q-to-q) sebesar 2,47 persen ditopang oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh sebesar 1,50 persen; sementara Pengeluaran Konsumsi Pemerintah meningkat 25,39 persen; Pembentukan Modal Tetap Bruto 4,61 persen; Ekspor Barang dan Jasa 2,14 persen; dan Impor Barang dan Jasa 5,32 persen. Dibandingkan dengan triwulan II-2013 (y-on-y), ekonomi tumbuh 5,12 persen didukung Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 5,59 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto yang tumbuh 4,53 persen. Sedangkan komponen pengeluaran PDB yang lain mengalami kontraksi pertumbuhan. Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh minus 0,71 persen, dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa minus 1,04 persen. Pertumbuhan ekonomi semester I-2014 terhadap semester I-2013 (c-to-c) sebesar 5,17 persen didukung Komponen Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 5,60 persen, Komponen Konsumsi Pemerintah tumbuh 1,15 persen, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 4,83 persen serta Komponen Komponen Impor sebagai pengurang tumbuh minus 2,98 persen. Namun di sisi lain, Komponen Ekspor tumbuh minus 0,74 persen. Struktur PDB menurut Pengeluaran triwulan II-2014 didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 55,79 persen. Selain itu, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto memberikan kontribusi masing-masing sebesar 8,02 persen dan 31,50 persen. Sedangkan peranan Komponen Ekspor dan Impor masing-masing sebesar 23,19 persen dan 25,78 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan II-2014 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 58,70 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,74 persen, Pulau Kalimantan 8,31 persen, Pulau Sulawesi 4,84 persen, dan sisanya 4,41 persen di pulau-pulau lainnya.
Download PDFNTP Juli 2014 Naik 0,14 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya
2014-08-04
NTP nasional Juli 2014 sebesar 102,12 atau naik 0,14 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,79 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,65 persen.
Download PDFJuni 2014, Jumlah Wisman Naik 7,84 Persen Dibanding Juni Tahun Sebelumnya
2014-08-04
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juni 2014 mencapai 851,5 ribu kunjungan atau naik 7,84 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Juni 2013, yang sebanyak 789,6 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Mei 2014, jumlah kunjungan wisman Juni 2014 naik sebesar 13,17 persen.
Download PDFJuni 2014, Ekspor Naik 4,00 Persen dan Impor Naik 6,44 Persen
2014-08-04
Nilai ekspor Indonesia Juni 2014 mencapai US$15,42 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 4,00 persen dibanding ekspor Mei 2014. Demikian juga bila dibanding Juni 2013 mengalami peningkatan sebesar 4,45 persen.
Download PDFInflasi Juli 2014 Sebesar 0,93 Persen
2014-08-04
Pada Juli 2014 terjadi inflasi sebesar 0,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,05. Dari 82 kota IHK, tercatat seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bengkulu 2,92 persen dengan IHK 116,30 dan terendah terjadi di Maumere 0,13 persen dengan IHK 111,07.
Download PDFIndeks Demokrasi Indonesia Nasional 2013 sebesar 63,68 dari Skala 0 sampai 100
2014-07-04
Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) nasional 2013 sebesar 63,68 dari skala 0 sampai 100, angka ini naik 1,05 poin dibandingkan dengan IDI nasional 2012 sebesar 62,63. Meskipun mengalami peningkatan, tingkat demokrasi Indonesia masih tetap berada pada kategori sedang. Tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga katergori yakni “baik” (indeks > 80), “sedang” (indeks 60-80), dan “buruk” (indeks < 60).
Download PDFRata-rata Pendapatan Rumah Tangga Pertanian (Usaha Pertanian) 2013 Sebesar 1 Juta Rupiah per Bulan
2014-07-01
Hasil Sensus Pertanian 2013 (ST2013), jumlah rumah tangga usaha tanaman padi sebanyak 14,1 juta rumah tangga, mengalami penurunan sebesar 0,41 persen atau sekitar 58,4 ribu rumah tangga dibandingkan ST2003.
Download PDF