Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

April 2014, Jumlah Wisman Naik 12,41 Persen Dibanding April 2013

April 2014, Jumlah Wisman Naik 12,41 Persen Dibanding April 2013

2014-06-02

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2014 mencapai 726,3 ribu kunjungan atau naik 12,41 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman April 2013, yang sebanyak 646,1 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2014, jumlah kunjungan wisman April 2014 turun sebesar 5,13 persen.

Download PDF
April 2014, Ekspor Indonesia Turun 5,92 Persen dan Impor Naik 11,93 Persen

April 2014, Ekspor Indonesia Turun 5,92 Persen dan Impor Naik 11,93 Persen

2014-06-02

"Nilai impor Indonesia April 2014 mencapai US$16,26 miliar atau naik 11,93 persen dibanding Maret 2014. Namun bila dibanding April 2013 turun 1,26 persen. "

Download PDF
Inflasi Mei 2014 Sebesar 0,16 Persen

Inflasi Mei 2014 Sebesar 0,16 Persen

2014-06-02

Pada Mei 2014 terjadi inflasi sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,53. Dari 82 kota IHK, tercatat 67 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pematang Siantar 1,61 persen dengan IHK 115,14 dan terendah terjadi di Tegal dan Kupang 0,01 persen dengan IHK masing-masing 108,30 dan 112,72. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 1,27 persen dengan IHK 110,83 dan terendah terjadi di Palembang 0,03 persen dengan IHK 108,41.

Download PDF
Februari 2014,  Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar  5,70 Persen

Februari 2014, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,70 Persen

2014-05-05

"Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2014 mencapai 125,3 juta orang, bertambah sebanyak 5,2 juta orang dibanding angkatan kerja Agustus 2013 sebanyak 120,2 juta orang atau bertambah sebanyak 1,7 juta orang dibanding Februari 2013. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2014 mencapai 118,2 juta orang, bertambah sebanyak 5,4 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2013 sebanyak 112,8 juta orang atau bertambah 1,7 juta orang dibanding keadaan Februari 2013. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2014 mencapai 5,70 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2013 sebesar 6,17 persen dan TPT Februari 2013 sebesar 5,82 persen. Selama setahun terakhir (Februari 2013-Februari 2014), jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan pada hampir semua sektor, terutama di Sektor Jasa Kemasyarakatan sebanyak 640 ribu orang (3,59 persen), Sektor Perdagangan sebanyak 450 ribu orang (1,77 persen), serta Sektor Industri sebanyak 390 ribu orang (2,60 persen). Sedangkan sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian yang mengalami penurunan jumlah penduduk bekerja sebesar 0,68 persen. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2014, sebanyak 81,2 juta orang (68,71 persen) bekerja di atas 35 jam per minggu, sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 jam per minggu mencapai 7,3 juta orang (6,16 persen). Pada Februari 2014, penduduk bekerja pada jenjang pendidikan SD kebawah masih tetap mendominasi yaitu sebanyak 55,3 juta orang (46,80 persen), sedangkan penduduk bekerja dengan pendidikan Diploma sebanyak 3,1 juta orang (2,65 persen) dan penduduk bekerja dengan pendidikan Universitas hanya sebanyak 8,8 juta orang (7,49 persen). "

Download PDF
Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan I/2014 sebesar 101,95.

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan I/2014 sebesar 101,95.

2014-05-05

"Indeks Tendensi Bisnis adalah indikator perkembangan ekonomi usaha terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. ITB merupakan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. STB dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB triwulan I-2014 sebesar 2.896 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan. Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan I-2014 sebesar 101,95, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan IV-2013 (nilai ITB sebesar 104,72). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan I-2014 hanya terjadi pada 4 sektor ekonomi, sedangkan 5 sektor lainnya mengalami penurunan. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (nilai ITB sebesar 115,79), dan penurunan tertinggi terjadi pada sektor Pertambangan dan Penggalian (nilai indeks 94,61) . Kondisi bisnis pada triwulan I-2014 meningkat karena adanya peningkatan penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 102,74), rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks sebesar 102,07), dan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 101,43) ."

Download PDF
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I/2014 mencapai 5,21 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I/2014 mencapai 5,21 Persen

2014-05-05

"Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2014 mencapai Rp2.401,2 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp706,6 triliun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2014 dibandingkan triwulan IV-2013, yang diukur dari kenaikan PDB atas dasar harga konstan meningkat sebesar 0,95 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan ini terutama didukung oleh Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan yang meningkat sebesar 22,70 persen karena mulainya musim panen tanaman padi pada triwulan I-2014. PDB Indonesia pada triwulan I-2014 dibandingkan triwulan I-2013 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,21 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan ini didukung oleh hampir semua sektor, kecuali Sektor Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan sebesar 0,38 persen. Sementara ,pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 10,23 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2014 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2013 (y-on-y) didukung oleh kenaikan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 5,61 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 5,13 persen, serta Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3,58 persen. Sedangkan Komponen Ekspor dan Impor, baik barang dan jasa masing-masing terkontraksi sebesar 0,78 persen dan 0,66 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), PDB triwulan I-2014 hanya didorong oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang secara riil meningkat sebesar 0,70 persen, sedangkan komponen lainnya mengalami kontraksi. Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah turun sebesar 44,17 persen, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto turun sebesar 5,62 persen, Komponen Ekspor Barang dan Jasa turun sebesar 11,44 persen, dan Komponen Impor Barang dan Jasa juga turun sebesar 12,93 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan I-2014 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto, yakni sebesar 58,52 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,88 persen, Pulau Kalimantan 8,45 persen, Pulau Sulawesi 4,72 persen, Bali dan Nusa Tenggara 2,48 persen. Kontribusi terkecil berasal dari kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua, yakni sebesar 1,95 persen. "

Download PDF
April 2014, Harga Grosir Naik 0,39 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

April 2014, Harga Grosir Naik 0,39 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2014-05-02

"Pada April 2014, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,39 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 6,59 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada April 2014 naik sebesar 0,43 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas batu split/pecah 1,03 persen, kerikil dan sirtu alam 1,01 persen, kayu 0,93 persen, dan batu bata sebesar 0,88 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Maret 2014 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,35 persen, 0,62 persen, dan 0,35 persen. "

Download PDF
Produksi IBS Triwulan I Tahun 2014 Naik Sebesar 3,76 Persen dibandingkan Triwulan I Tahun Sebelumnya

Produksi IBS Triwulan I Tahun 2014 Naik Sebesar 3,76 Persen dibandingkan Triwulan I Tahun Sebelumnya

2014-05-02

"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I tahun 2014 naik sebesar 3,76 persen (y-on-y) terhadap triwulan I tahun 2013. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri pengolahan lainnya naik 17,78 persen, industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional naik 15,41 persen, dan industri mesin dan perlengkapan naik 9,73 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri pencetakan dan reproduksi media rekaman turun 8,77 persen, industri tekstil turun 5,88 persen, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan turun 3,13 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I tahun 2014 turun sebesar 0,02 persen (q-to-q) terhadap triwulan IV tahun 2013. Jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan pertumbuhan yang terbesar adalah industri kertas dan barang dari kertas naik 6,60 persen, industri mesin dan perlengkapan ytdl (yang tidak termasuk dalam lainnya) naik 6,43 persen, dan industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik 4,90 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan turun 9,10 persen, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki turun 8,50 persen, dan industri tekstil turun 6,61 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I tahun 2014 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur naik 19,89 persen, Provinsi Papua Barat naik 16,59 persen, dan Provinsi Papua naik 16,49 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Maluku turun 13,08 persen, Provinsi Nusa Tenggara Barat turun 6,95 persen, dan Provinsi Banten turun 4,52 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I tahun 2014 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Papua naik 9,11 persen, Provinsi Papua Barat naik 7,93 persen, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur naik 5,38 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat turun 14,20 persen, Provinsi Maluku turun 13,15 persen, dan Provinsi Lampung turun 9,78 persen. "

Download PDF
NTP April 2014 Turun 0,06 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya

NTP April 2014 Turun 0,06 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya

2014-05-02

"NTP nasional April 2014 sebesar 101,80 atau turun 0,06 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun 0,05 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,01 persen. Pada April 2014, NTP Provinsi DKI Jakarta mengalami kenaikan tertinggi (1,23 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jawa Barat terjadi penurunan terbesar (0,81 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada April 2014 terjadi deflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,05 persen terutama disebabkan oleh turunnya indeks Kelompok Bahan Makanan. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional April 2014 sebesar 105,07 atau turun 0,22 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. "

Download PDF
Maret 2014, Jumlah Wisman Naik 5,55 Persen Dibanding Maret 2013

Maret 2014, Jumlah Wisman Naik 5,55 Persen Dibanding Maret 2013

2014-05-02

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Maret 2014 mencapai 765,6 ribu kunjungan atau naik 5,55 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Maret 2013, yang sebanyak 725,3 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Februari 2014, jumlah kunjungan wisman Maret 2014 naik sebesar 8,96 persen. Jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada Maret 2014 naik 8,66 persen dibandingkan Maret 2013, yaitu dari 247,0 ribu kunjungan menjadi 268,4 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibanding Februari 2014, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali turun sebesar 0,35 persen. Selama Triwulan I (kumulatif Januari–Maret) 2014, jumlah kunjungan wisman mencapai 2,22 juta kunjungan atau naik 10,07 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 2,02 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Maret 2014 mencapai rata-rata 51,29 persen, atau turun 0,68 poin dibandingkan dengan TPK Maret 2013, yang tercatat sebesar 51,97 persen. Sementara itu, bila dibanding Februari 2014, TPK hotel berbintang pada Maret 2014 naik 2,48 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Maret 2014 tercatat sebesar 1,96 hari, tidak terjadi perubahan, jika dibandingkan keadaan Maret 2013. "

Download PDF