Berita Statistik BPS Republik Indonesia
NTP Februari 2014 Turun 0,16 Persen Dibandingkan NTP Bulan Sebelumnya
2014-03-03
"NTP nasional Februari 2014 sebesar 101,79 atau turun 0,16 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,22 persen lebih rendah dari Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang naik sebesar 0,38 persen. Pada Februari 2014, NTP Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan tertinggi (0,89 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terjadi penurunan terbesar (1,97 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Februari 2014 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,45 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan dan Kelompok Perumahan. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Februari 2014 sebesar 105,28 atau turun 0,06 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. "
Download PDFJanuari 2014, Jumlah Wisman Naik 22,59 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya
2014-03-03
"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari 2014 mencapai 753,1 ribu kunjungan atau naik 22,59 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Januari 2013, yang sebanyak 614,3 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Desember 2013, jumlah kunjungan wisman Januari 2014 turun sebesar 12,50 persen. Jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada Januari 2014 naik 21,40 persen dibandingkan Januari 2013, yaitu dari 229,6 ribu kunjungan menjadi 278,7 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibanding Desember 2013, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali turun sebesar 4,87 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Januari 2014 mencapai rata-rata 46,98 persen, atau naik 0,82 poin dibandingkan dengan TPK Januari 2013, yang tercatat sebesar 46,16 persen. Sementara itu, bila dibanding Desember 2013, TPK hotel berbintang pada Januari 2014 turun 8,75 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Januari 2014 tercatat sebesar 2,12 hari, terjadi kenaikan 0,17 poin, jika dibandingkan keadaan Januari 2013. "
Download PDFJanuari 2014, Ekspor Indonesia Turun 14,63 Persen dan Impor Turun 3,50 Persen
2014-03-03
"Nilai ekspor Indonesia Januari 2014 mencapai US$14,48 miliar atau mengalami penurunan sebesar 14,63 persen dibanding ekspor Desember 2013. Demikian juga bila dibanding Januari 2013 mengalami penurunan sebesar 5,79 persen. Ekspor nonmigas Januari 2014 mencapai US$11,99 miliar, turun 11,60 persen dibanding Desember 2013, demikian juga bila dibanding ekspor Januari 2013 turun 5,76 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Januari 2014 terhadap Desember 2013 terjadi pada bijih, kerak dan abu logam sebesar US$685,2 juta (70,13 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$146,7 juta (31,92 persen). Ekspor nonmigas ke Cina Januari 2014 mencapai angka terbesar yaitu US$1,82 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,29 miliar dan Jepang US$1,20 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,95 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,47 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri bulan Januari 2014 turun sebesar 2,31 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 20,30 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 3,30 persen. Nilai impor Indonesia Januari 2014 mencapai US$14,92 miliar atau turun 3,50 persen (US$0,54 miliar) dibanding impor Desember 2013. Demikian pula jika dibanding impor Januari 2013 turun 3,46 persen. Impor nonmigas Januari 2014 sebesar US$11,36 miliar atau naik US$0,12 miliar (1,13 persen) dibanding Desember 2013, sementara bila dibandingkan Januari 2013 turun 1,07 persen. Impor migas Januari 2014 sebesar US$3,56 miliar atau turun US$0,66 miliar (15,81 persen) dibanding Desember 2013, demikian pula jika dibanding impor Januari 2013 turun 10,39 persen. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2014 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,18 miliar. Nilai ini turun 5,56 persen dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2013. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2014 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$2,74 miliar (24,07 persen), diikuti Jepang US$1,47 miliar (12,96 persen) dan Singapura US$0,83 miliar (7,31 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20,52 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 10,22 persen. Nilai impor golongan bahan baku/penolong selama Januari 2014 mengalami penurunan 5,29 persen dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk golongan barang konsumsi dan barang modal mengalami peningkatan masing-masing sebesar 8,26 persen dan 0,80 persen. Nilai neraca perdagangan Indonesia Januari 2014 mengalami defisit sebesar US$0,43 miliar, disebabkan oleh besarnya defisit neraca sektor migas, yaitu sebesar US$1,06 miliar walaupun sektor nonmigas mengalami surplus sebesar US$0,63 miliar. "
Download PDFInflasi Februari 2014 Sebesar 0,26 Persen
2014-03-03
"Pada Februari 2014 terjadi inflasi sebesar 0,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,28. Dari 82 kota IHK, tercatat 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak 2,73 persen dengan IHK 114,83 dan terendah terjadi di Bandar Lampung dan Probolinggo masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 110,10 dan 112,25. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sibolga 2,43 persen dengan IHK 111,00 dan deflasi terendah terjadi di Tanjung dan Balikpapan masing-masing 0,18 persen dengan IHK 109,80 dan 111,96. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,36 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,43 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,17 persen; kelompok sandang 0,57 persen; kelompok kesehatan 0,28 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,17 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,15 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2014 sebesar 1,33 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 7,75 persen. Komponen inti pada Februari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Februari) 2014 sebesar 0,92 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 4,57 persen. "
Download PDFKondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Triwulan IV/2013 Meningkat dari Triwulan Sebelumnya
2014-02-05
" Penjelasan Umum Indeks Tendensi Bisnis adalah indikator perkembangan ekonomi usaha terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. ITB merupakan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. STB dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB triwulan IV-2013 sekitar 2.300 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan. Kondisi Bisnis Triwulan IV-2013 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan IV-2013 sebesar 104,72, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2013 (nilai ITB sebesar 106,12). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2013 terjadi pada semua sektor ekonomi, kecuali sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (nilai ITB sebesar 95,54). Peningkatan tertinggi terjadi pada sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih (nilai ITB sebesar 107,33) dan terendah pada sektor Jasa-jasa (nilai ITB sebesar 103,33). Kondisi bisnis pada triwulan IV-2013 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108,86), penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 106,21), dan rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks sebesar 102,68). Prospek Bisnis Triwulan I-2014 Nilai ITB pada triwulan I-2014 diprediksi sebesar 103,93, berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan IV-2013 (nilai ITB sebesar 104,72). Kondisi bisnis di semua sektor ekonomi pada triwulan I-2014 diperkirakan mengalami peningkatan, kecuali sektor Pertambangan dan Penggalian (nilai ITB sebesar 95,40). Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 110,68). "
Download PDFPertumbuhan PDB 2013 Mencapai 5,78 Persen
2014-02-05
"Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2013 tumbuh sebesar 5,78 persen dibandingkan dengan tahun 2012. Pertumbuhan terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 10,19 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,34 persen. Sementara PDB Tanpa Migas tahun 2013 tumbuh 6,25 persen. Besaran PDB Indonesia tahun 2013 atas dasar harga berlaku mencapai Rp9.084,0 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.770,3 triliun. Secara triwulanan, PDB Indonesia triwulan IV-2013 dibandingkan dengan triwulan III-2013 (q-to-q) turun sebesar 1,42 persen, tapi bila dibandingkan dengan triwulan IV-2012 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,72 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 menurut sisi pengeluaran terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 5,30 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 5,28 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 4,87 persen, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 4,71 persen. Sementara, Komponen Impor sebagai faktor pengurang mengalami pertumbuhan sebesar 1,21 persen. Pada tahun 2013, PDB (harga berlaku) digunakan untuk memenuhi Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 55,82 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 9,12 persen, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto atau Komponen Investasi Fisik 31,66 persen, ekspor 23,74 persen, dan Komponen Impor 25,74 persen. PDB per kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2013 mencapai Rp36,5 juta meningkat dibandingkan PDB per kapita pada tahun 2012 yang mencapai Rp33,5 juta. 57,78 persen dari PDB triwulan IV-2013 disumbang oleh Pulau Jawa, dengan urutan tiga provinsi terbesarnya adalah: DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Secara kuantitatif, kegiatan-kegiatan di sektor sekunder dan tersier masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan kegiatan sektor primernya lebih diperankan oleh luar Jawa. "
Download PDFJanuari 2014, Harga Grosir Naik 1,81 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya
2014-02-03
"Pada Januari 2014 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 1,81 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 5,73 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Januari 2014 naik sebesar 0,92 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas pendingin ruangan 2,37 persen, pipa dan assesoriesnya 1,79 persen, dan aspal sebesar 1,78 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Desember 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 1,40 persen, 1,13 persen, dan 0,48 persen."
Download PDFProduksi IBS Triwulan IV Tahun 2013 Naik Sebesar 0,13 Persen dibandingkan Triwulan IV Tahun Sebelumnya
2014-02-03
"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang 2013 (y-on-y) tahunan naik 5,64 persen dibanding tahun 2012. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer, naik 11,48 persen, industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya, naik 11,37 persen, dan industri makanan, naik 10,77 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV-2013 naik sebesar 0,13 persen (y-on-y) terhadap triwulan IV-2012. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri makanan naik 13,66 persen, industri pengolahan lainnya naik 10,71 persen, dan industri logam dasar naik 10,18 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia turun 3,57 persen, industri kertas dan barang dari kertas turun 2,55 persen, dan industri percetakan dan reproduksi media rekaman turun 2,04 persen. Produksi industri manufaktur besar dan sedang tahunan pada tahun 2013 naik sebesar 5,64 persen dari tahun 2012. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV-2013 naik sebesar 0,55 persen (q-to-q) terhadap triwulan III-2013. Jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan pertumbuhan yang terbesar adalah industri pengolahan lainnya naik 5,16 persen, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki naik 4,79 persen, dan industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya naik 3,78 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri komputer, barang elektronik dan optik turun 4,48 persen, industri pencetakan dan reproduksi media rekaman turun 3,42 persen, dan industri peralatan listrik turun 1,15 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV-2013 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Jawa Timur naik 16,25 persen, Provinsi Sumatera Selatan naik 13,22 persen, dan Provinsi Sulawesi Barat naik 12,49 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV-2013 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Jawa Timur naik 9,22 persen, Provinsi Lampung naik 7,93 persen, dan Provinsi Jawa Barat naik 5,60 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Banten turun 5,97 persen, Provinsi Maluku turun 5,61 persen, dan Provinsi Riau turun 1,95 persen. "
Download PDFNTP Januari 2014 Turun 0,01 Persen Dibandingkan NTP Bulan Sebelumnya
2014-02-03
"NTP nasional Januari 2014 sebesar 101,95 atau turun 0,01 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,92 persen lebih rendah dari Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang naik sebesar 0,93 persen. Pada Januari 2014, NTP Provinsi Sumatera Barat mengalami kenaikan tertinggi (0,98 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Tenggara terjadi penurunan terbesar (1,47 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Januari 2014 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 1,16 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan dan Kelompok Perumahan. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Januari 2014 sebesar 105,34 atau naik 0,46 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. "
Download PDFDesember 2013, Jumlah Wisman Naik 12,22 Persen Dibandingkan Desember Tahun Sebelumnya
2014-02-03
"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Desember 2013 mencapai 860,7 ribu kunjungan atau naik 12,22 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Desember 2012, yang sebanyak 767,0 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan November 2013, jumlah kunjungan wisman Desember 2013 naik sebesar 6,59 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Desember 2013 naik 10,82 persen dibandingkan Desember 2012, yaitu dari 264,4 ribu kunjungan menjadi 293,0 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibanding November 2013, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai turun sebesar 1,36 persen. Secara kumulatif (Januari-Desember) 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 8,80 juta kunjungan atau naik 9,42 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 8,04 juta kunjungan. Penerimaan devisa pariwisata pada tahun 2013 diperkirakan mencapai US$10,1 miliar atau naik 10,99 persen dibanding penerimaan devisa tahun 2012 yang sebesar US$9,1 miliar. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada Desember 2013 mencapai rata-rata 55,91 persen, atau naik 0,06 poin dibandingkan dengan TPK Desember 2012, yang tercatat sebesar 55,85 persen. Sementara itu, bila dibanding November 2013, TPK hotel berbintang pada Desember 2013 turun 0,19 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama Desember 2013 tercatat sebesar 1,91 hari, terjadi kenaikan 0,05 poin, jika dibandingkan keadaan Desember 2012."
Download PDF