Berita Statistik BPS Republik Indonesia
September 2012, Jumlah Wisman Naik 5,16 Persen Dibandingkan September Tahun Sebelumnya
2012-11-01
"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2012 mencapai 683,6 ribu orang atau naik 5,16 persen dibandingkan jumlah wisman September 2011, yang sebesar 650,1ribu orang. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Agustus 2012, jumlah kunjungan wisman September 2012 naik sebesar 7,79 persen. Jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, selama September 2012 naik tipis 1,13 persen dibandingkan September 2011, yaitu dari 252,9 ribu orang menjadi 255,7 ribu orang. Sementara itu, jika dibanding kedatangan wisman selama Agustus 2012, jumlah wisman ke Bali juga naik sebesar 0,69 persen. Secara kumulatif (Januari─September) 2012, jumlah kunjungan wisman mencapai 5,90 juta orang atau naik 5,01 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 5,61 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada September 2012 mencapai rata-rata 52,96 persen, atau naik 1,21 poin dibandingkan dengan TPK September 2011, yang tercatat sebesar 51,75 persen. Demikian pula, bila dibanding TPK hotel pada Agustus 2012, TPK hotel berbintang pada September 2012 mengalami kenaikan 4,95 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama September 2012 tercatat sebesar 2,05 hari, turun 0,05 hari dibanding keadaan September 2011. "
Download PDFSeptember 2012, Ekspor Indonesia Naik sebesar 13,21 Persen dan Impor Naik 11,12 Persen
2012-11-01
"Nilai ekspor Indonesia September 2012 mencapai US$15,90 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 13,21 persen dibanding ekspor Agustus 2012. Sementara bila dibanding September 2011 mengalami penurunan sebesar 9,35 persen. Nilai impor Indonesia September 2012 sebesar US$15,35 miliar atau naik 11,12 persen dibanding impor Agustus 2012 yang besarnya US$13,81 miliar. Dan jika dibanding impor September 2011 (US$15,17 miliar) juga naik 1,19 persen. Sementara itu, selama Januari–September 2012 nilai impor mencapai US$141,97 miliar atau meningkat 9,18 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$130,03 miliar)."
Download PDFPada Oktober 2012, terjadi Inflasi 0.16 Persen
2012-11-01
"Pada Oktober 2012 terjadi inflasi sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,67. Dari 66 kota IHK, pada bulan ini 37 kota diantaranya mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari 0,97 persen dengan IHK 148,74 dan terendah terjadi di Kediri 0,01 persen dengan IHK 134,05. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Ambon 2,44 persen dengan indeks 138,56 dan terendah terjadi di Madiun 0,01 persen dengan IHK 137,48. "
Download PDFSeptember 2012, Harga Grosir Naik 0.16 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya
2012-10-01
"Pada September 2012 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,16 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Barang Impor Nonmigas sebesar 0,56 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada September 2012 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen, 0,05 persen, dan 0,46 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada September 2012 naik sebesar 0,26 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang-barang dari karet sebesar 0,47 persen, barang-barang lainnya dari bahan bukan logam sebesar 0,25 persen, dan bahan bangunan dari logam 0,12 persen."
Download PDFNTP Naik 0.15 Persen dan Harga Gabah (GKP) Naik 1.27 Persen
2012-10-01
"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional September 2012 sebesar 105,41 atau naik 0,15 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,41 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,12 persen, dan NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,01 persen. Pada September 2012, NTP Provinsi Sulawesi Utara mengalami kenaikan tertinggi (0,75 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jambi terjadi penurunan terbesar (0,84 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada September 2012 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,05 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Sandang dan Kelompok Kesehatan. Berdasarkan 1.054 transaksi penjualan gabah di 19 provinsi selama September 2012, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 69,07 persen, gabah kualitas rendah 20,49 persen, dan gabah kering giling (GKG) 10,44 persen. Selama September 2012, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani naik 1,27 persen (Rp3.911,14 per kg) dan di penggilingan naik 1,45 persen (Rp3.985,83 per kg) dibandingkan kualitas yang sama Agustus 2012. Rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani Rp4.405,39 per kg (naik 0,63 persen) dan di penggilingan Rp4.470,61 per kg (naik 0,40 persen). Sedangkan gabah kualitas rendah di petani Rp3.604,34 per kg (naik 0,84 persen) dan di penggilingan Rp3.670,31 per kg (naik 0,62 persen). Dibandingkan September 2011, rata-rata harga keseluruhan kelompok kualitas gabah selama September 2012 meningkat. Di petani, harga gabah kualitas GKP naik 3,67 persen diikuti kualitas GKG 5,33 persen dan kualitas rendah 2,76 persen. Peningkatan juga terjadi di penggilingan, yakni gabah kualitas GKP 3,85 persen, kualitas GKG 5,09 persen, dan kualitas rendah 2,13 persen."
Download PDFAgustus 2012, Jumlah Wisman Naik 2.11 Persen Dibandingkan Agustus Tahun Sebelumnya
2012-10-01
"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Agustus 2012 mencapai 634,2 ribu orang atau naik 2,11 persen dibandingkan jumlah wisman Agustus 2011, yang sebesar 621,1 ribu orang. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juli 2012, jumlah kunjungan wisman Agustus 2012 turun sebesar 9,56 persen. Jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, selama Agustus 2012 naik tipis 0,50 persen dibandingkan Agustus 2011, yaitu dari 252,7 ribu orang menjadi 254,0 ribu orang. Sementara itu, jika dibanding kedatangan wisman selama Juli 2012, jumlah wisman ke Bali turun sebesar 6,41 persen. Secara kumulatif (Januari-Agustus) 2012, jumlah kunjungan wisman mencapai 5,21 juta orang atau naik 4,99 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 4,96 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Agustus 2012 mencapai rata-rata 48,01 persen, atau naik 1,96 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2011, yang tercatat sebesar 46,05 persen. Sebaliknya, bila dibanding TPK hotel pada Juli 2012, TPK hotel berbintang pada Agustus 2012 mengalami penurunan 4,52 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Agustus 2012 tercatat sebesar 2,08 hari, naik 0,05 hari dibanding keadaan Agustus 2011."
Download PDFAgustus 2012, Ekspor Indonesia Turun sebesar 12.27 Persen dan Impor Turun 15.21 Persen
2012-10-01
Nilai ekspor Indonesia Agustus 2012 mencapai US$14,12 miliar atau mengalami penurunan sebesar 12,27 persen dibanding ekspor Juli 2012. Sementara bila dibanding Agustus 2011 mengalami penurunan sebesar 24,30 persen. Ekspor nonmigas Agustus 2012 mencapai US$11,26 miliar, turun 14,49 persen dibanding Juli 2012, sementara bila dibanding ekspor Agustus 2011 turun 22,62 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Agustus 2012 mencapai US$127,17 miliar atau turun 5,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$101,23 miliar atau turun 5,58 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Agustus 2012 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$666,3 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bahan kimia anorganik sebesar US$10,5 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Agustus 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1,31 miliar, disusul Jepang US$1,28 miliar dan Amerika Serikat US$1,16 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,31 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,42 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Agustus 2012 turun sebesar 6,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 4,53 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 2,48 persen. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-Juni 2012 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai US$17,61 miliar (18,16 persen), diikuti Jawa Barat sebesar US$14,07 miliar (14,51 persen) dan Riau sebesar U$12,89 miliar (13,30 persen). Nilai impor Indonesia Agustus 2012 sebesar US$13,87 miliar atau turun 15,21 persen dibanding impor Juli 2012 yang besarnya US$16,35 miliar, sedangkan jika dibanding impor Agustus 2011 (US$15,08 miliar) turun 8,02 persen. Sementara itu, selama Januari-Agustus 2012 nilai impor mencapai US$126,67 miliar atau meningkat 10,28 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$114,86 miliar). Impor nonmigas Agustus 2012 sebesar US$10,56 miliar atau turun US$3,03 miliar (22,35 persen) dibanding Juli 2012 (US$13,59 miliar), sedangkan selama Januari-Agustus 2012 mencapai US$99,16 miliar atau naik 12,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (US$88,02 miliar). Impor migas Agustus 2012 sebesar US$3,31 miliar atau naik US$0,55 miliar (19,97 persen) dibanding Juli 2012 (US$2,76 miliar), sedangkan selama Januari-Agustus 2012 mencapai US$27,51 miliar atau naik 2,46 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$26,85 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar Agustus 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,14 miliar atau turun 21,33 persen (US$0,58 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Juli 2012 (US$2,72 miliar). Impor golongan barang tersebut selama Januari-Agustus 2012 mencapai US$18,81 miliar atau meningkat 22,38 persen (US$3,44 miliar) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$15,37 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Agustus 2012 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$19,21 miliar dengan pangsa 19,37 persen, diikuti Jepang US$15,48 miliar (15,61 persen) dan Thailand US$7,66 miliar (7,72 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,54 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 9,08 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-Agustus 2012 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 1,79 persen, bahan baku/penolong sebesar 6,87 persen, dan barang modal sebesar 28,65 persen.
Download PDFSeptember 2012 terjadi Inflasi 0.01 Persen
2012-10-01
Pada September 2012 terjadi inflasi sebesar 0,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,45. Dari 66 kota IHK, pada bulan ini 21 kota diantaranya mengalami inflasi dan 45 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 0,74 persen dengan IHK 149,99 dan terendah terjadi di Dumai 0,01 persen dengan IHK 137,15 Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Singkawang 2,18 persen dengan indeks 140,26 dan terendah terjadi di Medan, Cirebon, Kediri, dan Cilegon masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 133,81; 138,24; 134,03; dan 133,22.
Download PDFAgustus 2012, Harga Grosir Naik 0.55 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya
2012-09-03
"Pada Agustus 2012 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,55 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,16 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Agustus 2012 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,43 persen, 1,00 persen, dan 0,14 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Agustus 2012 naik sebesar 0,30 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang-barang lainnya dari bahan bukan logam sebesar 0,72 persen, semen sebesar 0,35 persen, dan barang galian segala jenis 0,24 persen."
Download PDFNTP Naik 0.28 Persen dan Harga Gabah (GKP) Turun 0.60 Persen
2012-09-03
"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Agustus 2012 sebesar 105,26 atau naik 0,28 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,46 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,14 persen, NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,05 persen, dan NTP Subsektor Perikanan sebesar 0,42 persen. Pada Agustus 2012, NTP Provinsi Banten mengalami kenaikan tertinggi (1 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Bengkulu terjadi penurunan terbesar (0,53 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Agustus 2012 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,80 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan dan Kelompok Sandang. Berdasarkan 1.183 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi selama Agustus 2012, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 72,95 persen, gabah kualitas rendah 19,19 persen, dan gabah kering giling (GKG) 7,86 persen. Selama Agustus 2012, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani turun 0,60 persen menjadi Rp3.862,13 per kg dan di penggilingan turun 0,73 persen menjadi Rp3.929,02 per kg dibandingkan kualitas yang sama Juli 2012. Pada gabah kualitas GKG di petani Rp4.377,74 per kg (turun 1,05 persen) dan di penggilingan Rp4.452,91 per kg (turun 0,80 persen). Sedangkan gabah kualitas rendah di petani Rp3.574,28 per kg (turun 0,21 persen) dan di penggilingan Rp3.647,87 per kg (turun 0,19 persen). Dibandingkan Agustus 2011, rata-rata harga keseluruhan kelompok kualitas gabah selama Agustus 2012 meningkat. Di petani, harga gabah kualitas GKP naik 2,89 persen, kualitas GKG 10,25 persen, dan kualitas rendah 3,61 persen. Peningkatan juga terjadi di penggilingan, yakni gabah kualitas GKP 2,73 persen, kualitas GKG 10,11 persen, dan kualitas rendah 3,66 persen."
Download PDF