Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Juli 2012, Jumlah Wisman Turun 5.94 Persen Dibandingkan Juli Tahun Sebelumnya

Juli 2012, Jumlah Wisman Turun 5.94 Persen Dibandingkan Juli Tahun Sebelumnya

2012-09-03

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2012 mencapai 701,2 ribu orang atau turun 5,94 persen dibandingkan jumlah wisman Juli 2011, yang sebesar 745,5 ribu orang. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juni 2012, jumlah kunjungan wisman Juli 2012 naik tipis sebesar 0,82 persen. Jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, selama Juli 2012 turun 2,81 persen dibandingkan Juli 2011, yaitu dari 279,2 ribu orang menjadi 271,4 ribu orang. Sementara itu, jika dibanding kedatangan wisman selama Juni 2012, jumlah wisman ke Bali naik sebesar 12,55 persen. Secara kumulatif (Januari-Juli) 2012, jumlah kunjungan wisman mencapai 4,58 juta orang atau naik 5,40 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 4,34 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Juli 2012 mencapai rata-rata 52,53 persen, atau turun 5,84 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2011, yang tercatat sebesar 58,37 persen. Begitu pula, bila dibanding TPK hotel pada Juni 2012, TPK hotel berbintang pada Juli 2012 mengalami penurunan 4,27 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Juli 2012 tercatat sebesar 2,05 hari, naik 0,08 hari dibanding keadaan Juli 2011."

Download PDF
Juli 2012, Ekspor Indonesia Naik sebesar 4.60 Persen dan Impor Turun 2.39 Persen

Juli 2012, Ekspor Indonesia Naik sebesar 4.60 Persen dan Impor Turun 2.39 Persen

2012-09-03

"Nilai ekspor Indonesia Juli 2012 mencapai US$16,15 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 4,60 persen dibanding ekspor Juni 2012. Sementara, bila dibanding Juli 2011 mengalami penurunan sebesar 7,27 persen. Ekspor nonmigas Juli 2012 mencapai US$13,17 miliar, naik 5,04 persen dibanding Juni 2012, sementara bila dibanding ekspor Juli 2011 turun 3,25 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juli 2012 mencapai US$113,11 miliar atau turun 2,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$89,97 miliar atau turun 2,90 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Juli 2012 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$831,7 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$171,8 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Juli 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1,57 miliar, disusul Jepang US$1,53 miliar, dan Amerika Serikat US$1,28 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,32 persen. Sementara, ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,66 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Juli 2012 turun sebesar 3,56 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 1,19 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 1,77 persen. Nilai impor Indonesia Juli 2012 sebesar US$16,33 miliar atau turun 2,39 persen dibanding impor Juni 2012 yang besarnya US$16,73 miliar, sedangkan jika dibanding impor Juli 2011 (US$16,21 miliar) naik 0,75 persen. Sementara itu, selama Januari-Juli 2012 nilai impor mencapai US$112,78 miliar atau meningkat 13,02 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$99,79 miliar). Impor nonmigas Juli 2012 sebesar US$13,60 miliar atau naik US$0,23 miliar (1,66 persen) dibanding Juni 2012 (US$13,37 miliar), sedangkan selama Januari-Juli 2012 mencapai US$88,61 miliar atau naik 15,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (US$76,75 miliar). Impor migas Juli 2012 sebesar US$2,73 miliar atau turun US$0,62 miliar (18,51 persen) dibanding Juni 2012 (US$3,35 miliar), sedangkan selama Januari-Juli 2012 mencapai US$24,17 miliar atau naik 4,91 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$23,04 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar Juli 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,72 miliar atau naik 7,37 persen (US$0,19 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Juni 2012 (US$2,53 miliar). Impor golongan barang tersebut selama Januari-Juli 2012 mencapai US$16,67 miliar atau meningkat 25,55 persen (US$3,39 miliar) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$13,28 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Juli 2012 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$17,37 miliar dengan pangsa 19,60 persen, diikuti Jepang US$13,94 miliar (15,73 persen) dan Thailand US$6,86 miliar (7,75 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,64 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,95 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-Juli 2012 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 5,43 persen, bahan baku/penolong sebesar 9,28 persen, dan barang modal sebesar 32,59 persen."

Download PDF
Agustus 2012 terjadi Inflasi 0.95 Persen

Agustus 2012 terjadi Inflasi 0.95 Persen

2012-09-03

"Pada Agustus 2012 terjadi inflasi sebesar 0,95 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,43. Dari 66 kota IHK, pada bulan ini seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palu 2,81 persen dengan IHK 144,02 dan terendah terjadi di Medan 0,04 persen dengan IHK 133,84. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 1,48 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,67 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,26 persen; kelompok sandang 0,86 persen; kelompok kesehatan 0,24 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 1,70 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,50 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2012 sebesar 3,48 persen dan laju inflasi year on year (Agustus 2012 terhadap Agustus 2011) sebesar 4,58 persen. Komponen inti pada Agustus 2012 mengalami inflasi sebesar 0,97 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Agustus) 2012 sebesar 3,28 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Agustus 2012 terhadap Agustus 2011) sebesar 4,16 persen."

Download PDF
Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan II 2012 Meningkat

Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan II 2012 Meningkat

2012-08-06

"Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan II-2012 sebesar 104,22, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan I-2012 (nilai ITB sebesar 103,89). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan II-2012 terjadi pada semua sektor, kecuali Sektor Pertambangan dan Penggalian. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (nilai ITB sebesar 110,21). Penurunan kondisi bisnis terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian (nilai ITB sebesar 92,55). Kondisi bisnis pada triwulan II-2012 meningkat karena adanya peningkatan penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 106,13), pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 103,59), dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 103,45). Nilai ITB pada triwulan III-2012 sebesar 107,64, berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan II-2012. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan II-2012 (nilai ITB sebesar 104,22). Semua sektor ekonomi pada triwulan III-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor Pengangkutan dan Komunikasi diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 112,11) dan terendah pada Sektor Pertambangan dan Penggalian (nilai ITB sebesar 101,45)."

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan II-2012 Tumbuh 6.4 Persen

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2012 Tumbuh 6.4 Persen

2012-08-06

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-2012 mencapai 2,8 persen dibanding triwulan I-2012 (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2011 mengalami pertumbuhan 6,4 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2012 dibandingkan dengan semester I-2011 tumbuh sebesar 6,3 persen. Besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2012 mencapai Rp2.050,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama sebesar Rp650,6 triliun. Tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi (q-to-q) adalah Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 5,2 persen; Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih 4,6 persen; dan Sektor Konstruksi 4,4 persen. Sementara untuk pertumbuhan (y-on-y) Sektor Pengangkutan dan Komunikasi tumbuh 10,1 persen; Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran 8,9 persen; dan Sektor Konstruksi 7,3 persen. Struktur PDB triwulan II-2012 didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan, Sektor Pertanian, dan Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran masing-masing memberikan kontribusi sebesar 23,5 persen, 14,8 persen, dan 13,8 persen. Pertumbuhan PDB pada triwulan II-2012 dibandingkan dengan triwulan I-2012 (q-to-q) sebesar 2,8 persen ditopang oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang meningkat sebesar 1,4 persen; sementara Pengeluaran Konsumsi Pemerintah meningkat 27,2 persen; Pembentukan Modal Tetap Bruto 6,3 persen; Ekspor Barang dan Jasa 1,3 persen; serta Impor Barang dan Jasa 9,2 persen. Dibandingkan dengan triwulan II-2011 (y-on-y), pertumbuhan ekonomi tumbuh 6,4 persen didukung Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang meningkat 5,0 persen; Pengeluaran Konsumsi Pemerintah naik 7,0 persen; Pembentukan Modal Tetap Bruto 12,3 persen; Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,9 persen; serta Impor Barang dan Jasa 10,9 persen. Pertumbuhan ekonomi semester I-2012 terhadap semester I-2011 (c-to-c) sebesar 6,3 persen didukung Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 5,0 persen, Konsumsi Pemerintah tumbuh 6,5 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 11,2 persen, sedangkan Ekspor dan Impor tumbuh positif masing-masing 4,8 persen dan 9,5 persen. Struktur PDB Pengeluaran triwulan II-2012 didominasi oleh Komponen Pengeluaran Rumah Tangga sebesar 53,5 persen. Selain itu, didukung oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang memberikan kontribusi masing-masing sebesar 32,9 persen dan 9,0 persen. Sedangkan peranan Ekspor dan Impor masing-masing sebesar 24,3 persen dan 26,6 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan II-2012 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 57,5 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,6 persen, Pulau Kalimantan 9,5 persen, Pulau Sulawesi 4,8 persen, dan sisanya 4,6 persen di pulau-pulau lainnya."

Download PDF
Produksi Cabai Besar Tahun 2011 Naik 10.12 Persen dibandingkan Tahun Sebelumnya

Produksi Cabai Besar Tahun 2011 Naik 10.12 Persen dibandingkan Tahun Sebelumnya

2012-08-01

"Produksi cabai besar segar dengan tangkai tahun 2011 sebesar 888,852 ribu ton dengan luas panen cabai besar tahun 2011 sebesar 121,063 ribu hektar, dan rata-rata produktivitas 7,34 ton per hektar. Dibandingkan tahun 2010, terjadi kenaikan produksi sebesar 81,692 ribu ton (10,12 persen). Kenaikan ini disebabkan kenaikan produktivitas sebesar 0,76 ton per hektar (11,55 persen) sementara luas panen terjadi penurunan sebesar 1,692 ribu hektar (1,38 persen) dibandingkan tahun 2010. Produksi umbi bawang merah dengan daun tahun 2011 sebesar 893,124 ribu ton, dengan luas panen sebesar 93,667 ribu hektar, dan rata-rata produktivitas sebesar 9,54 ton per hektar. Dibandingkan tahun 2010, produksi menurun sebesar 155,810 ribu ton (14,85 persen). Penurunan disebabkan menurunnya produktivitas sebesar 0,03 ton per hektar (0,31 persen) dan penurunan luas panen seluas 15,967 ribu hektar (14,56 persen). Produksi buah segar mangga tahun 2011 sebesar 2,13 juta ton. Dibandingkan dengan tahun 2010, produksi 2011 mengalami kenaikan sebesar 0,84 juta ton (65,55 persen). Kenaikan produksi mangga tahun 2011 disebabkan kondisi iklim yang baik untuk tanaman mangga dan tidak terjadi serangan hama. "

Download PDF
Juli 2012, Harga Grosir Naik 0.28 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

Juli 2012, Harga Grosir Naik 0.28 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2012-08-01

"Pada Juli 2012 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,28 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,03 persen. IHPB Bahan Baku dan Barang Konsumsi pada Juli 2012 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen dan 0,70 persen. Sedangkan Barang Modal mengalami penurunan sebesar 0,31 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juli 2012 naik sebesar 0,10 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga aspal sebesar 0,58 persen, kaca lembaran sebesar 0,58 persen, dan barang galian segala jenis sebesar 0,34 persen."

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan II Naik Sebesar 2.55 Persen dibandingkan Triwulan II Tahun Sebelumnya

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan II Naik Sebesar 2.55 Persen dibandingkan Triwulan II Tahun Sebelumnya

2012-08-01

"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-on-y) pada triwulan II tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 2,55 persen dari triwulan II tahun 2011, triwulan II tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 2,60 persen dari triwulan II tahun 2010. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulanan (q-to-q) pada triwulan II tahun 2012 naik sebesar 3,94 persen dari triwulan I tahun 2012. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I tahun 2012 turun sebesar 0,31 persen dari triwulan IV tahun 2011 dan pertumbuhan triwulan IV tahun 2011 turun sebesar 1,53 persen dari triwulan III tahun 2011. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang bulanan (m-to-m) selama triwulan II tahun 2012 mengalami kenaikan pada bulan April dan Mei, sedangkan pada Juni 2012 mengalami penurunan. Pertumbuhan bulan April naik sebesar 1.06 persen dari Maret 2012, pertumbuhan bulan Mei naik 6,01 persen dari April 2012, dan pertumbuhan bulan Juni 2012 turun 0,01 persen dari Mei 2012."

Download PDF
NTP Naik 0.07 Persen  dan Harga Gabah (GKP) Naik 0.64 Persen

NTP Naik 0.07 Persen dan Harga Gabah (GKP) Naik 0.64 Persen

2012-08-01

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juli 2012 sebesar 104,96 atau naik 0,07 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,14 persen, NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,25 persen, NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,20 persen, dan NTP Subsektor Perikanan sebesar 0,02 persen. Pada Juli 2012, NTP Provinsi Jawa Barat mengalami kenaikan tertinggi (0,44 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Barat terjadi penurunan terbesar (0,76 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Juli 2012 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,77 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan dan Kelompok Makanan Jadi. Berdasarkan 1.343 transaksi penjualan gabah di 19 provinsi selama Juli 2012, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 70,51 persen, gabah kualitas rendah 22,41 persen, dan gabah kering giling (GKG) 7,08 persen. Selama Juli 2012, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani naik 0,64 persen menjadi Rp3.885,29 per kg dan di penggilingan naik 0,65 persen menjadi Rp3.957,75 per kg dibandingkan kualitas yang sama Juni 2012. Pada gabah kualitas GKG di petani Rp4.424,16 per kg (naik 1,81 persen) dan di penggilingan Rp4.489,00 per kg (naik 1,40 persen). Sedangkan gabah kualitas rendah di petani Rp3.581,89 per kg (naik 4,28 persen) dan di penggilingan Rp3.654,77 per kg (naik 4,35 persen). Dibandingkan Juli 2011, rata-rata harga keseluruhan kelompok kualitas gabah selama Juli 2012 meningkat. Di petani, harga gabah kualitas GKP naik 8,97 persen, kualitas GKG 10,68 persen, dan kualitas rendah 10,93 persen. Peningkatan juga terjadi di penggilingan, yakni gabah kualitas GKP 8,99 persen, kualitas GKG 10,37 persen, dan kualitas rendah 10,76 persen."

Download PDF
Juni 2012, Jumlah Wisman Meningkat 3.13 Persen Dibandingkan Juni Tahun Sebelumnya

Juni 2012, Jumlah Wisman Meningkat 3.13 Persen Dibandingkan Juni Tahun Sebelumnya

2012-08-01

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juni 2012 mencapai 695,5 ribu orang atau naik 3,13 persen dibandingkan jumlah wisman Juni 2011, yang sebesar 674,4 ribu orang. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Mei 2012, jumlah kunjungan wisman Juni 2012 naik sebesar 6,86 persen. Jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, selama Juni 2012 turun 1,69 persen dibandingkan Juni 2011, yaitu dari 245,2 ribu orang menjadi 241,1 ribu orang. Sementara itu, jika dibanding kedatangan wisman selama Mei 2012, jumlah wisman ke Bali naik sebesar 9,34 persen. Selama Semester I (Januari-Juni) 2012, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,88 juta orang atau naik 7,75 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 3,60 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Juni 2012 mencapai rata-rata 56,80 persen, atau naik 0,79 poin dibandingkan dengan TPK Juni 2011, yang tercatat sebesar 56,01 persen. Begitu pula, bila dibanding TPK hotel pada Mei 2012, TPK hotel berbintang pada Juni 2012 mengalami kenaikan 3,17 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Juni 2012 tercatat sebesar 1,93 hari, turun 0,05 hari dibanding keadaan Juni 2011."

Download PDF