Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

April 2012, Jumlah Wisman Meningkat 2.96 Persen Dibandingkan April Tahun Sebelumnya

April 2012, Jumlah Wisman Meningkat 2.96 Persen Dibandingkan April Tahun Sebelumnya

2012-06-01

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2012 mencapai 626,1 ribu orang atau naik 2,96 persen dibandingkan jumlah wisman April 2011, yang sebesar 608,1 ribu orang. Namun, jika dibandingkan dengan Maret 2012, jumlah wisman April 2012 turun sebesar 4,93 persen. Jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, selama April 2012 turun 0,79 persen dibandingkan April 2011, yaitu dari 224,4 ribu orang menjadi 222,7 ribu orang. Begitu pula, jika dibanding wisman selama Maret 2012, jumlah kunjungan wisman ke Bali turun sebesar 0,13 persen. Secara kumulatif (Januari-April 2012), jumlah kunjungan wisman mencapai 2,53 juta orang atau naik 8,90 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 2,32 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada April 2012 mencapai rata-rata 52,03 persen, atau turun 0,07 poin dibandingkan dengan TPK April 2011, yang tercatat sebesar 52,10 persen. Begitu pula, bila dibanding TPK hotel pada Maret 2012, TPK hotel berbintang pada April 2012 mengalami penurunan 0,67 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama April 2012 tercatat sebesar 1,96 hari, turun 0,11 hari dibanding keadaan April 2011. "

Download PDF
April 2012, Ekspor Indonesia Turun sebesar 7.36 Persen dan Impor Naik 1.82 Persen

April 2012, Ekspor Indonesia Turun sebesar 7.36 Persen dan Impor Naik 1.82 Persen

2012-06-01

"Nilai ekspor Indonesia April 2012 mencapai US$15,98 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7,36 persen dibanding ekspor Maret 2012. Demikian juga bila dibanding April 2011 mengalami penurunan sebesar 3,46 persen. Ekspor nonmigas April 2012 mencapai US$12,62 miliar, turun 8,33 persen dibanding Maret 2012, demikian juga bila dibanding ekspor April 2011 turun 2,37 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-April 2012 mencapai US$64,50 miliar atau meningkat 4,13 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, sementara ekspor nonmigas mencapai US$51,15 miliar atau meningkat 2,25 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar April 2012 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$420,1 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bjih, kerak, dan abu logam sebesar US$108,7 juta. Ekspor nonmigas ke Cina April 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$2,05 miliar, disusul Jepang US$1,22 miliar dan India US$1,21 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,43 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,46 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-April 2012 turun sebesar 0,74 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 2,97 persen sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 15,13 persen. Nilai impor Indonesia April 2012 sebesar US$16,62 miliar atau naik 1,82 persen dibanding impor Maret 2012 yang besarnya US$16,33 miliar, sedangkan jika dibanding impor April 2011 (US$14,89 miliar) naik 11,65 persen. Sementara itu, selama Januari-April 2012 nilai impor mencapai US$62,37 miliar atau meningkat 16,18 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$53,68 miliar). Impor nonmigas April 2012 sebesar US$12,64 miliar atau naik US$0,32 miliar (2,60 persen) dibanding Maret 2012 (US$12,32 miliar), sedangkan selama Januari-April 2012 mencapai US$47,86 miliar atau naik 15,79 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (US$41,34 miliar). Impor migas April 2012 sebesar US$3,99 miliar atau turun US$0,02 miliar (0,59 persen) dibanding Maret 2012 (US$4,01 miliar), sedangkan selama Januari-April 2012 mencapai US$14,51 miliar atau naik 17,48 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$12,35 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar April 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,28 miliar atau naik 1,50 persen (US$0,03 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Maret 2012 (US$2,25 miliar). Impor golongan barang tersebut selama Januari-April 2012 mencapai US$8,94 miliar atau meningkat 24,31 persen (US$1,75 miliar) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$7,19 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-April 2012 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$9,09 miliar dengan pangsa 19,00 persen, diikuti Jepang US$7,72 miliar (16,13 persen) dan Thailand US$3,57 miliar (7,45 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,63 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,87 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-April 2012 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 3,06 persen, bahan baku/penolong sebesar 13,21 persen, dan barang modal sebesar 35,24 persen. "

Download PDF
NTP Naik 0.06 Persen  dan Harga Gabah (GKP) Naik 2.94 Persen

NTP Naik 0.06 Persen dan Harga Gabah (GKP) Naik 2.94 Persen

2012-06-01

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Mei 2012 sebesar 104,77 atau naik 0,06 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,03 persen, NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,21 persen, NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,06 persen, dan NTP Subsektor Perikanan sebesar 0,11 persen. Pada Mei 2012, NTP Provinsi Jawa Timur mengalami kenaikan tertinggi (0,51 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sumatera Barat terjadi penurunan terbesar (1,01 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Mei 2012 terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,31 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks Kelompok Makanan dan Kelompok Makanan Jadi. Berdasarkan 1.134 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi selama Mei 2012, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 68,61 persen, gabah kualitas rendah 21,96 persen, dan gabah kering giling (GKG) 9,43 persen. Selama Mei 2012, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani Rp3.834,91 per kg (naik 2,94 persen) dan di penggilingan Rp3.902,53 per kg (naik 2,78 persen) dibandingkan kualitas yang sama April 2012. Rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani Rp4.256,96 per kg (turun 0,47 persen) dan di penggilingan Rp4.352,63 per kg (turun 0,05 persen). Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani Rp3.420,78 per kg (naik 3,26 persen) dan di penggilingan Rp3.491,22 per kg (naik 3,28 persen). Dibandingkan Mei 2011, rata-rata harga keseluruhan kelompok kualitas gabah selama Mei 2012 meningkat. Di petani, harga gabah kualitas GKP naik 19,15 persen, diikuti kualitas GKG (naik 18,87 persen) dan kualitas rendah (naik 18,11 persen). Peningkatan juga terjadi di penggilingan, yakni gabah kualitas GKP (naik 18,99 persen), kualitas GKG (naik 19,06 persen), dan kualitas rendah (naik 17,62 persen). "

Download PDF
Mei 2012 terjadi Inflasi 0.07 Persen

Mei 2012 terjadi Inflasi 0.07 Persen

2012-06-01

"Pada Mei 2012 terjadi inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,41. Dari 66 kota IHK, 37 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak 0,93 persen dengan IHK 142,11 dan terendah terjadi di Balikpapan 0,04 persen dengan IHK 139,17. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 1,15 persen dengan IHK 143,41 dan terendah terjadi di Bogor 0,03 persen dengan IHK 130,35. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,18 persen; kelompok kesehatan 0,18 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,07 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan dan kelompok sandang mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,15 persen dan 0,22 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2012 sebesar 1,15 persen dan laju inflasi year on year (Mei 2012 terhadap Mei 2011) sebesar 4,45 persen. Komponen inti pada Mei 2012 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Mei) 2012 sebesar 1,39 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Mei 2012 terhadap Mei 2011) sebesar 4,14 persen. "

Download PDF
Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan I 2012 Meningkat

Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan I 2012 Meningkat

2012-05-07

"Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan I-2012 sebesar 103,89, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106,92). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan I-2012 terjadi pada beberapa sektor, dan sebaliknya beberapa sektor lainnya mengalami penurunan. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (nilai ITB sebesar 117,31). Penurunan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi (nilai ITB sebesar 98,42). Kondisi bisnis pada triwulan I-2012 meningkat karena adanya peningkatan penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 104,80), rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 102,36), dan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 101,58) Nilai ITB pada triwulan II-2012 sebesar 107,86, berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan I-2012. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan I-2012 (nilai ITB sebesar 103,89). Semua sektor ekonomi pada triwulan II-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor Pengangkutan dan Komunikasi diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 111,11) dan terendah terjadi pada Sektor Industri Pengolahan (nilai ITB sebesar 104,42)."

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan I-2012 Tumbuh 6.3 Persen

Ekonomi Indonesia Triwulan I-2012 Tumbuh 6.3 Persen

2012-05-07

"Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada Triwulan I-2012 mencapai Rp1.972,4 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp632,8 triliun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2012 dibandingkan triwulan IV-2011, yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat sebesar 1,4 persen (q-to-q). Pertumbuhan ini didukung oleh Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan, Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan, dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 20,9 persen karena adanya musim panen tanaman padi pada triwulan I-2012. PDB Indonesia pada triwulan I-2012 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2011 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 6,3 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh semua sektor, dimana pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 10,3 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2012 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2011 didukung oleh kenaikan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 9,9 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 5,9 persen, dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,9 persen. Demikian halnya dengan Komponen Ekspor Barang dan Jasa juga mengalami peningkatan sebesar 7,8 persen, sedangkan Komponen Impor Barang dan Jasa naik 8,2 persen. Pada triwulan I-2012 dibandingkan dengan triwulan IV-2011, hanya Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga secara riil meningkat sebesar 0,5 persen. Sedangkan komponen-komponen lainnya mengalami penurunan, seperti Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah turun sebesar 45,1 persen, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto turun sebesar 4,8 persen, Komponen Ekspor Barang dan Jasa turun sebesar 7,2 persen, dan Komponen Impor Barang dan Jasa juga turun sebesar 6,2 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan I-2012 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto, yakni sebesar 57,5 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,6 persen, Pulau Kalimantan 9,8 persen, Pulau Sulawesi 4,5 persen, Bali dan Nusa Tenggara 2,4 persen, dan kontribusi terkecil berasal kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua, yakni sebesar 2,2 persen."

Download PDF
Pada Februari 2012, Tingkat Pengangguran Terbuka 6.32 Persen

Pada Februari 2012, Tingkat Pengangguran Terbuka 6.32 Persen

2012-05-07

"Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 120,4 juta orang, bertambah sekitar 3,0 juta orang dibanding angkatan kerja Agustus 2011 sebesar 117,4 juta orang atau bertambah sebesar 1,0 juta orang dibanding Februari 2011. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 112,8 juta orang, bertambah sekitar 3,1 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2011 sebesar 109,7 juta orang atau bertambah 1,5 juta orang dibanding keadaan Februari 2011. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 6,32 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2011 sebesar 6,56 persen dan TPT Februari 2011 sebesar 6,80 persen. Selama setahun terakhir (Februari 2011-Februari 2012), jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan, terutama di Sektor Perdagangan sekitar 780 ribu orang (3,36 persen) serta Sektor Keuangan sebesar 720 ribu orang (34,95 persen). Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian 1,3 juta orang (3,01 persen) dan Sektor Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi sebesar 380 ribu orang (6,81 persen). Berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2012, sebesar 77,2 juta orang (68,48 persen) bekerja di atas 35 jam per minggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 per minggu mencapai 6,9 juta orang (6,08 persen). Pada Februari 2012, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebesar 55,5 juta orang (49,21 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan diploma sekitar 3,1 juta orang (2,77 persen) dan pekerja dengan pendidikan universitas hanya sebesar 7,2 juta orang (6,43 persen)."

Download PDF
April 2012, Harga Grosir Naik 0.48 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

April 2012, Harga Grosir Naik 0.48 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2012-05-01

"Pada April 2012 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,48 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Barang Impor Nonmigas sebesar 0,64 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada April 2012 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,50 persen, 0,31 persen, dan 0,17 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada April 2012 naik sebesar 0,61 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang-barang dari besi dan baja dasar 0,99 persen, aspal 0,85 persen, semen 0,83 persen, bahan bangunan dari logam 0,64 persen, dan barang galian segala jenis 0,57 persen. "

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan I Naik Sebesar 4.88 Persen dibandingkan Triwulan I Tahun Sebelumnya

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan I Naik Sebesar 4.88 Persen dibandingkan Triwulan I Tahun Sebelumnya

2012-05-01

"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-on-y) pada triwulan I tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 4,88 persen dari triwulan I tahun 2011, triwulan I tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 3,51 persen dari triwulan I tahun 2010. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulanan (q-to-q) pada triwulan I tahun 2012 turun sebesar 0,82 persen dari triwulan IV tahun 2011. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV tahun 2011 naik sebesar 2,05 persen dari triwulan III tahun 2011 dan pertumbuhan triwulan III tahun 2011 naik sebesar 0,52 persen dari triwulan II tahun 2011. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang bulanan (m-to-m) selama triwulan I tahun 2012 mengalami kenaikan pada Februari dan Maret, sedangkan pada Januari 2012 mengalami penurunan. Pertumbuhan Februari naik 4,99 persen dari Januari 2012, pertumbuhan Maret 2012 naik sebesar 0,27 persen dari Februari 2012, dan pertumbuhan Januari 2012 turun 5,48 persen dari Desember 2011. "

Download PDF
NTP Naik 0.03 Persen  dan Harga Gabah (GKP) Naik 2.87 Persen

NTP Naik 0.03 Persen dan Harga Gabah (GKP) Naik 2.87 Persen

2012-05-01

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional April 2012 sebesar 104,71 atau naik 0,03 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,29 persen dan NTP Subsektor Perikanan sebesar 0,03 persen. Pada April 2012, NTP Provinsi Jawa Timur mengalami kenaikan tertinggi (0,67 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jawa Barat terjadi penurunan terbesar (0,60 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada April 2012 terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,30 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks Kelompok Makanan Jadi dan Kelompok Perumahan. Berdasarkan 1.563 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi selama April 2012, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 71,98 persen, gabah kualitas rendah 23,54 persen, dan gabah kering giling (GKG) 4,48 persen. Selama April 2012, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani Rp3.725,51 per kg, naik 2,87 persen, dan di penggilingan Rp3.797,13 per kg, naik 2,83 persen, dibandingkan kualitas yang sama Maret 2012. Pada gabah kualitas GKG di petani Rp4.276,90 per kg (naik 0,18 persen) dan di penggilingan Rp4.354,87 per kg (turun 0,14 persen). Sedangkan gabah kualitas rendah di petani Rp3.312,89 per kg (naik 4,93 persen) dan di penggilingan Rp3.380,45 per kg (naik 4,91 persen). Dibandingkan dengan April 2011, rata-rata harga keseluruhan kelompok kualitas gabah selama April 2012 meningkat. Di petani, harga gabah kualitas GKP naik 17,21 persen diikuti kualitas GKG 15,36 persen dan kualitas rendah 18,57 persen. Peningkatan juga terjadi di penggilingan, yakni gabah kualitas GKP 17,13 persen, kualitas GKG 15,47 persen, dan kualitas rendah 18,03 persen. "

Download PDF