Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Maret 2012, Jumlah Wisman Meningkat 10.12 Persen Dibandingkan Maret Tahun Sebelumnya

Maret 2012, Jumlah Wisman Meningkat 10.12 Persen Dibandingkan Maret Tahun Sebelumnya

2012-05-01

"Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Maret 2012 mencapai 658,6 ribu orang atau naik 10,12 persen dibanding jumlah wisman Maret 2011 yang mencapai 598,1 ribu orang. Apabila dibandingkan dengan Februari 2012, jumlah wisman Maret 2012 naik sebesar 11,16 persen. Jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, selama Maret 2012 naik 10,08 persen dibanding Maret 2011, yaitu dari 202,5 ribu orang menjadi 223,0 ribu orang. Jika dibanding Februari 2012, jumlah wisman ke Bali naik sebesar 6,59 persen. Secara kumulatif (Januari-Maret) 2012, jumlah wisman mencapai 1,90 juta orang atau naik 11,01 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2011 sebanyak 1,71 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Maret 2012 mencapai rata-rata 52,70 persen, atau naik 0,75 poin dibanding TPK Maret 2011 yang sebesar 51,95 persen. Begitu pula, bila dibanding TPK hotel Februari 2012, TPK hotel berbintang pada Maret 2012 mengalami kenaikan 1,92 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Maret 2012 tercatat sebesar 2,01 hari, turun 0,10 hari dibanding keadaan Maret 2011. "

Download PDF
Maret 2012, Ekspor Indonesia Naik sebesar 10.01 Persen dan Impor Naik 10.49 Persen

Maret 2012, Ekspor Indonesia Naik sebesar 10.01 Persen dan Impor Naik 10.49 Persen

2012-05-01

"Nilai ekspor Indonesia Maret 2012 mencapai US$17,27 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 10,01 persen dibanding ekspor Februari 2012. Sementara bila dibanding Maret 2011 mengalami peningkatan sebesar 5,51 persen. Ekspor nonmigas Maret 2012 mencapai US$13,76 miliar, naik 11,55 persen dibanding Februari 2012, sedangkan dibanding ekspor Maret 2011 meningkat 3,46 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2012 mencapai US$48,53 miliar atau meningkat 6,93 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, sementara ekspor nonmigas mencapai US$38,53 miliar atau meningkat 3,87 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Maret 2012 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$670,1 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tembaga sebesar US$68,3 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Maret 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$2,05 miliar, disusul Jepang US$1,43 miliar dan Amerika Serikat US$1,28 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,63 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,54 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Maret 2012 naik sebesar 2,74 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 9,31 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun sebesar 2,91 persen. Nilai impor Indonesia Maret 2012 sebesar US$16,43 miliar atau naik 10,49 persen dibanding impor Februari 2012 yang besarnya US$14,87 miliar, sedangkan jika dibanding impor Maret 2011 (US$14,49 miliar) naik 13,40 persen. Sementara itu, selama Januari-Maret 2012 nilai impor mencapai US$45,85 miliar atau meningkat 18,18 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$38,79 miliar). Impor nonmigas Maret 2012 sebesar US$12,50 miliar atau naik US$1,13 miliar (9,88 persen) dibanding Februari 2012 (US$11,37 miliar), sedangkan selama Januari-Maret 2012 mencapai US$35,41 miliar atau naik 16,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (US$30,40 miliar). Impor migas Maret 2012 sebesar US$3,93 miliar atau naik US$0,44 miliar (12,48 persen) dibanding Februari 2012 (US$3,49 miliar), sedangkan selama Januari-Maret 2012 mencapai US$10,44 miliar atau naik 24,39 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$8,39 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar Maret 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,25 miliar atau naik 6,81 persen (US$0,15 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Februari 2012 (US$2,10 miliar). Impor golongan barang tersebut selama Januari-Maret 2012 mencapai US$6,66 miliar atau meningkat 26,52 persen (US$1,40 miliar) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$5,26 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Maret 2012 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$6,64 miliar dengan pangsa 18,75 persen, diikuti Jepang US$5,63 miliar (15,89 persen) dan Amerika Serikat US$2,77 miliar (7,83 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,88 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,06 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-Maret 2012 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 4,67 persen, bahan baku/penolong sebesar 15,53 persen, dan barang modal sebesar 35,55 persen. "

Download PDF
April 2012 terjadi Inflasi 0.21 Persen

April 2012 terjadi Inflasi 0.21 Persen

2012-05-01

"Pada April 2012 terjadi inflasi sebesar 0,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,32. Dari 66 kota IHK, 52 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 1,76 persen dengan IHK 145,08 dan terendah terjadi di Bengkulu 0,03 persen dengan IHK 135,99. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tarakan 0,51 persen dengan IHK 153,41 dan terendah terjadi Banjarmasin 0,01 persen dengan IHK 138,70. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 0,12 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,62 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,24 persen; kelompok kesehatan 0,23 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,06 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,21 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami deflasi 0,46 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-April) 2012 sebesar 1,09 persen dan laju inflasi year on year (April 2012 terhadap April 2011) sebesar 4,50 persen. Komponen inti pada April 2012 mengalami inflasi sebesar 0,23 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-April) 2012 sebesar 1,20 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (April 2012 terhadap April 2011) sebesar 4,24 persen. "

Download PDF
Maret 2012, Harga Grosir Naik 0.41 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

Maret 2012, Harga Grosir Naik 0.41 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2012-04-02

"Pada Maret 2012 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,41 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 1,56 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Maret 2012 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,46 persen, 0,04 persen, dan 0,18 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Maret 2012 naik sebesar 0,73 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga aspal 1,58 persen, barang galian segala jenis 1,12 persen, semen 0,78 persen, barang-barang dari besi dan baja dasar 0,72 persen, dan bahan bangunan dari logam 0,72 persen."

Download PDF
NTP Turun Sebesar 0.40 Persen  dan Harga Gabah (GKP) Turun 12.87 Persen

NTP Turun Sebesar 0.40 Persen dan Harga Gabah (GKP) Turun 12.87 Persen

2012-04-02

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Maret 2012 sebesar 104,68 atau turun 0,40 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,04 persen. Pada Maret 2012, NTP Provinsi Kalimantan Barat mengalami kenaikan tertinggi (1,12 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jawa Tengah terjadi penurunan terbesar (0,86 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya, sedangkan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Papua relatif stabil. Pada Maret 2012, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,15 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks Kelompok Makanan Jadi dan Kelompok Perumahan. Pemerintah memberlakukan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terbaru melalui Inpres No. 3/2012 tanggal 27 Februari 2012. Berdasarkan 1.760 transaksi penjualan gabah di 21 provinsi selama Maret 2012, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 60,57 persen, gabah kualitas rendah 36,19 persen, dan gabah kering giling (GKG) 3,24 persen. Selama Maret 2012, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani Rp3.621,41 per kg (turun 12,87 persen) dan di penggilingan Rp3.692,51 per kg (turun 12,76 persen) dibandingkan kualitas yang sama Februari 2012. Pada gabah kualitas GKG di petani Rp4.269,25 per kg (turun 8,54 persen) dan di penggilingan Rp4.360,88 per kg (turun 8,29 persen). Sedangkan gabah kualitas rendah di petani Rp3.157,24 per kg (turun 11,04 persen) dan di penggilingan Rp3.222,39 per kg (turun 11,05 persen). Dibandingkan dengan Maret 2011, rata-rata harga keseluruhan kelompok kualitas gabah selama Maret 2012 meningkat. Di petani, harga gabah kualitas GKP naik 18,78 persen diikuti kualitas GKG (9,81 persen) dan kualitas rendah (20,55 persen). Sedangkan di penggilingan, gabah kualitas GKP (18,89 persen), kualitas GKG (9,79 persen), dan kualitas rendah (19,71 persen). "

Download PDF
Februari 2012, Jumlah Wisman Meningkat 4.30 Persen Dibandingkan Februari Tahun Sebelumnya

Februari 2012, Jumlah Wisman Meningkat 4.30 Persen Dibandingkan Februari Tahun Sebelumnya

2012-04-02

"Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Februari 2012 mencapai 592,5 ribu orang atau naik 4,30 persen dibanding jumlah wisman Februari 2011 yang mencapai 568,1 ribu orang. Apabila dibandingkan dengan Januari 2012, jumlah wisman Februari 2012 turun sebesar 9,22 persen. Jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, selama Februari 2012 naik 3,82 persen dibanding Februari 2011, yaitu dari 201,5 ribu orang menjadi 209,2 ribu orang. Jika dibanding Januari 2012, jumlah wisman ke Bali turun sebesar 16,24 persen. Secara kumulatif (Januari-Februari) 2012, jumlah wisman mencapai 1,25 juta orang atau naik 11,49 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2011 sebanyak 1,12 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Februari 2012 mencapai rata-rata 50,78 persen, atau turun 0,56 poin dibanding TPK Februari 2011 yang sebesar 51,34 persen. Begitu pula, bila dibanding TPK hotel Januari 2012, TPK hotel berbintang pada Februari 2012 mengalami penurunan 0,49 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Februari 2012 adalah 2,06 hari, naik 0,02 hari dibanding keadaan Februari 2011. "

Download PDF
Februari 2012, Ekspor Indonesia Naik sebesar 0.49 Persen dan Impor Naik 2.74 Persen

Februari 2012, Ekspor Indonesia Naik sebesar 0.49 Persen dan Impor Naik 2.74 Persen

2012-04-02

"Nilai ekspor Indonesia Februari 2012 mencapai US$15,65 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 0,49 persen dibanding ekspor Januari 2012. Sementara bila dibanding Februari 2011 mengalami peningkatan sebesar 8,54 persen. Ekspor nonmigas Februari 2012 mencapai US$12,34 miliar, turun 0,70 persen dibanding Januari 2012, sedangkan dibanding ekspor Februari 2011 meningkat 4,55 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Februari 2012 mencapai US$31,22 miliar atau meningkat 7,56 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, sementara ekspor nonmigas mencapai US$24,77 miliar atau meningkat 4,09 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Februari 2012 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$547,3 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$62,1 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Februari 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1,58 miliar, disusul Jepang US$1,48 miliar dan Amerika Serikat US$1,20 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,53 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,50 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Februari 2012 naik sebesar 3,34 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 2,83 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 7,15 persen. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-Desember 2011 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai US$38,18 miliar (18,76 persen), diikuti Jawa Barat sebesar US$27,21 miliar (13,37 persen) dan Riau sebesar U$21,18 miliar (10,41 persen). Nilai impor Indonesia Februari 2012 sebesar US$14,95 miliar atau naik 2,74 persen dibanding impor Januari 2012 yang besarnya US$14,55 miliar, sedangkan jika dibanding impor Februari 2011 (US$11,75 miliar) naik 27,26 persen. Sementara itu, selama Januari-Februari 2012 nilai impor mencapai US$29,51 miliar atau meningkat 21,39 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$24,31 miliar). Impor nonmigas Februari 2012 sebesar US$11,46 miliar atau turun US$0,08 miliar (0,65 persen) dibanding impor nonmigas Januari 2012 (US$11,54 miliar), sedangkan impor nonmigas selama Januari-Februari 2012 mencapai US$23,00 miliar atau naik 22,37 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2011 (US$18,79 miliar). Impor migas Februari 2012 sebesar US$3,49 miliar atau naik US$0,47 miliar (15,68 persen) dibanding impor migas Januari 2012 (US$3,02 miliar), sedangkan impor migas selama Januari-Februari 2012 mencapai US$6,51 miliar atau naik 18,05 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya (US$5,52 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar Februari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,12 miliar. Nilai ini turun 8,10 persen (US$0,18 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2012 (US$2,30 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari-Februari 2012 mencapai US$4,42 miliar atau meningkat 32,58 persen (US$1,08 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama tahun sebelumnya (US$3,34 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Februari 2012 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$4,41 miliar dengan pangsa 19,19 persen, diikuti Jepang US$3,58 miliar (15,57 persen) dan Singapura US$1,71 miliar (7,42 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,81 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 9,23 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-Februari 2012 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 16,80 persen, bahan baku/penolong sebesar 17,28 persen, dan barang modal sebesar 41,19 persen. "

Download PDF
Maret 2012 terjadi Inflasi 0.07 Persen

Maret 2012 terjadi Inflasi 0.07 Persen

2012-04-02

"Pada Maret 2012 terjadi inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,05. Dari 66 kota IHK, 34 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 1,33 persen dengan IHK 137,57 dan terendah terjadi di Malang 0,01 persen dengan IHK 130,50. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jayapura 1,44 persen dengan IHK 126,38 dan terendah terjadi di Pekanbaru 0,03 persen dengan IHK 130,20. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,46 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,20 persen; kelompok sandang 0,15 persen; kelompok kesehatan 0,16 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,10 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi 0,33 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2012 sebesar 0,88 persen dan laju inflasi year on year (Maret 2012 terhadap Maret 2011) sebesar 3,97 persen. Komponen inti pada Maret 2012 mengalami inflasi sebesar 0,20 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Maret) 2012 sebesar 0,97 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Maret 2012 terhadap Maret 2011) sebesar 4,25 persen"

Download PDF
Februari 2012, Harga Grosir Naik 0.35 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

Februari 2012, Harga Grosir Naik 0.35 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2012-03-01

"Pada Februari 2012 Indeks Harga Grosir/Agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,35 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,65 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Februari 2012 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen, 0,66 persen, dan 0,16 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Februari 2012 naik sebesar 0,25 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang-barang dari karet 0,91 persen, hasil kilang minyak lainnya 0,65 persen, barang-barang lainnya dari bahan bukan logam 0,51 persen, semen 0,40 persen, dan bahan bangunan dari logam 0,35 persen. "

Download PDF
NTP Turun Sebesar 0.60 Persen  dan Harga Gabah (GKP) Turun 5.67 Persen

NTP Turun Sebesar 0.60 Persen dan Harga Gabah (GKP) Turun 5.67 Persen

2012-03-01

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Februari 2012 sebesar 105,10 atau turun 0,60 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya seluruh NTP subsektor, NTP Subsektor Tanaman Pangan turun sebesar 1,02 persen, NTP Subsektor Hortikultura turun sebesar 0,23 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 0,16 persen, NTP Subsektor Peternakan turun sebesar 0,09 persen dan NTP Subsektor Perikanan turun sebesar 0,39 persen. Pada Februari 2012, NTP Provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan tertinggi (1,13 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jawa Timur terjadi penurunan terbesar (1,39 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Februari 2012, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,46 persen disebabkan oleh naiknya seluruh indeks Kelompok Pengeluaran. Berdasarkan 971 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi selama Februari 2012, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 65,81 persen, gabah kualitas rendah 25,95 persen, dan gabah kering giling (GKG) 8,24 persen. Selama Februari 2012, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani Rp4.156,31 per kg (turun 5,67 persen) dan di penggilingan Rp4.232,68 per kg (turun 5,42 persen) dibandingkan kualitas yang sama Januari 2012. Pada gabah kualitas GKG di petani Rp4.667,85 per kg (turun 2,28 persen) dan di penggilingan Rp4.755,16 per kg (turun 2,11 persen). Sedangkan gabah kualitas rendah di petani Rp3.549,24 per kg (turun 6,70 persen) dan di penggilingan Rp3.622,52 per kg (turun 6,65 persen). Dibandingkan rata-rata harga Februari 2011, keseluruhan kelompok kualitas gabah meningkat. Di petani, harga gabah kualitas GKP naik 21,65 persen, kualitas GKG naik 17,64 persen, dan kualitas rendah naik 39,57 persen selama Februari 2012. Sedangkan di penggilingan, gabah kualitas GKP naik 21,61 persen, kualitas GKG naik 18,00 persen, dan kualitas rendah naik 38,91 persen. "

Download PDF