Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Januari 2012, Jumlah Wisman Meningkat 18.93 Persen Dibandingkan Januari Tahun Sebelumnya

Januari 2012, Jumlah Wisman Meningkat 18.93 Persen Dibandingkan Januari Tahun Sebelumnya

2012-03-01

"Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Januari 2012 mencapai 652,7 ribu orang atau naik 18,93 persen dibanding jumlah wisman Januari 2011 yang mencapai 548,8 ribu orang. Apabila dibandingkan dengan Desember 2011, jumlah wisman Januari 2012 turun sebesar 9,92 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui bandara Ngurah Rai pada Januari 2012 naik 19,87 persen dibanding Januari 2011, yaitu dari 208,3 ribu orang menjadi 249,7 ribu orang pada Januari 2012. Jika dibanding Desember 2011, jumlah wisman ke Bali naik tipis sebesar 0,56 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2012 mencapai rata-rata 51,27 persen, atau naik 0,80 poin dibanding TPK Januari 2011 sebesar 50,47 persen. Sedangkan bila dibanding TPK hotel Desember 2011, TPK hotel berbintang pada Januari 2012 mengalami penurunan 4,30 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2012 adalah 2,03 hari, turun 0,10 hari dibanding keadaan Januari 2011. "

Download PDF
Januari 2012, Ekspor Indonesia Turun sebesar 9.28 Persen dan Impor Turun 11.57 Persen

Januari 2012, Ekspor Indonesia Turun sebesar 9.28 Persen dan Impor Turun 11.57 Persen

2012-03-01

"Nilai ekspor Indonesia Januari 2012 mencapai US$15,49 miliar atau mengalami penurunan sebesar 9,28 persen dibanding ekspor Desember 2011. Sementara bila dibanding Januari 2011 mengalami peningkatan sebesar 6,07 persen. Ekspor nonmigas Januari 2012 mencapai US$12,52 miliar, turun 7,90 persen dibanding Desember 2011, sedangkan dibanding ekspor Januari 2011 meningkat 4,40 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2012 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$619,3 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$213,5 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2012 mencapai angka terbesar, yaitu US$1,61 miliar, disusul Cina US$1,36 miliar dan Amerika Serikat US$1,20 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,26 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,60 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri Januari 2012 naik sebesar 2,08 persen dibanding bulan yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14,82 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun sebesar 1,82 persen. Nilai impor Indonesia Januari 2012 sebesar US$14,57 miliar atau turun 11,57 persen dibanding impor Desember 2011 yang besarnya US$16,48 miliar, sedangkan jika dibanding impor Januari 2011 (US$12,56 miliar) naik 16,02 persen. Impor nonmigas Januari 2012 sebesar US$11,58 miliar atau turun US$1,25 miliar (9,72 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2011 (US$12,83 miliar). Sebaliknya jika dibanding Januari 2011 (US$9,57 miliar) maka terjadi peningkatan, yaitu sebesar US$1,99 miliar atau 20,80 persen. Impor migas Januari 2012 sebesar US$2,99 miliar atau turun US$0,66 miliar (18,05 persen) dibanding impor migas Desember 2011 (US$3,65 miliar), sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$2,97 miliar) terjadi peningkatan US$0,02 miliar atau 0,58 persen. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,32 miliar. Nilai ini turun 7,81 persen (US$0,20 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2011 (US$2,52 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut meningkat US$0,60 miliar (34,57 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1,72 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar Januari 2012 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2,53 miliar dengan pangsa 21,88 persen, diikuti Jepang US$1,74 miliar (15,06 persen), dan Singapura US$0,85 miliar (7,31 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20,94 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 9,42 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang Januari 2012 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 8,71 persen, bahan baku/penolong sebesar 11,19 persen, dan barang modal sebesar 41,26 persen. "

Download PDF
Februari 2012 terjadi inflasi 0.05 persen

Februari 2012 terjadi inflasi 0.05 persen

2012-03-01

"Pada Februari 2012 terjadi inflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,96. Dari 66 kota IHK, 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram 1,73 persen dengan IHK 145,51 dan terendah terjadi di Tangerang 0,03 persen dengan IHK 131,59. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1,29 persen dengan IHK 133,21 dan terendah terjadi Palu 0,04 persen dengan IHK 135,00. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,27 persen; kelompok sandang 1,22 persen; kelompok kesehatan 0,15 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,08 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,06 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi 0,73 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2012 sebesar 0,81 persen dan laju inflasi year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 3,56 persen. Komponen inti pada Februari 2012 mengalami inflasi sebesar 0,33 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Februari) 2012 sebesar 0,77 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Februari 2012 terhadap Februari 2011) sebesar 4,31 persen. "

Download PDF
Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan IV 2011 Meningkat

Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan IV 2011 Meningkat

2012-02-06

"Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan IV-2011 sebesar 106,92, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107,86). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor, kecuali Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (nilai ITB sebesar 98,14). Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111,51) Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108,27), penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105,53), dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106,32). Nilai ITB triwulan I-2012 sebesar 108,37, berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV-2011. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106,92) Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 116,27), dan terendah terjadi pada Sektor Jasa-Jasa (nilai ITB sebesar 104,55). "

Download PDF
PDB 2011 tumbuh sebesar 6.5 Persen dibanding 2010

PDB 2011 tumbuh sebesar 6.5 Persen dibanding 2010

2012-02-06

"Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2011 tumbuh sebesar 6,5 persen dibandingkan dengan tahun 2010. Pertumbuhan terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 10,7 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian 1,4 persen. Sementara PDB (tidak termasuk migas) tahun 2011 tumbuh 6,9 persen. Besaran PDB Indonesia tahun 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7.427,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.463,2 triliun. Secara triwulanan, PDB Indonesia triwulan IV-2011 dibandingkan dengan triwulan III-2011 (q-to-q) turun sebesar 1,3 persen, tapi bila dibandingkan dengan triwulan IV-2010 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,5 persen. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 menurut sisi penggunaan terjadi pada komponen ekspor sebesar 13,6 persen, diikuti pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 8,8 persen, pengeluaran konsumsi rumah tangga 4,7 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 3,2 persen, dan komponen impor sebagai faktor pengurang juga mengalami pertumbuhan, yaitu sebesar 13,3 persen. Pada tahun 2011, PDB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 54,6 persen, konsumsi pemerintah 9,0 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 32,0 persen, ekspor 26,3 persen, dan impor 24,9 persen. PDB per kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2011 mencapai Rp30,8 juta (US$3.542,9), meningkat dibandingkan pada tahun 2010 yaitu sebesar Rp27,1 juta (US$3.010,1). 57,5 persen dari PDB triwulan IV-2011 disumbang oleh Pulau Jawa, dengan urutan tiga provinsi terbesarnya adalah: DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Secara kuantitatif, kegiatan-kegiatan di sektor sekunder dan tersier masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan kegiatan sektor primernya lebih diperankan oleh luar Pulau Jawa "

Download PDF
Januari 2012, Harga Grosir Naik 0.73 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

Januari 2012, Harga Grosir Naik 0.73 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2012-02-01

"Pada Januari 2012 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,73 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,40 persen. IHPB Bahan Baku dan Barang Konsumsi pada Januari 2012 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,68 persen dan 0,93 persen, sedangkan Barang Modal turun sebesar 0,19 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Januari 2012 naik sebesar 0,75 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga semen 1,40 persen, bahan bangunan dari logam 1,09 persen, aspal 1,02 persen, barang galian segala jenis 0,98 persen, dan barang-barang logam lainnya 0,87 persen. "

Download PDF
Januari 2012, Harga Grosir Naik 0.73 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

Januari 2012, Harga Grosir Naik 0.73 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2012-02-01

"Pada Januari 2012 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,73 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,40 persen. "

Download PDF
NTP Turun Sebesar 0.02 Persen  dan Harga Gabah (GKP) Naik 7.86 Persen

NTP Turun Sebesar 0.02 Persen dan Harga Gabah (GKP) Naik 7.86 Persen

2012-02-01

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Januari 2012 sebesar 105,73 atau turun 0,02 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya NTP Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 0,64 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,55 persen, dan NTP Subsektor Perikanan sebesar 0,27 persen. Pada Januari 2012, NTP Provinsi Banten mengalami kenaikan tertinggi (1,05 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Barat terjadi penurunan terbesar (1,46 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Januari 2012, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,74 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan dan Kelompok Makanan Jadi. Berdasarkan 765 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi selama Januari 2012, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 72,16 persen, gabah kualitas rendah 17,52 persen, dan gabah kering giling (GKG) 10,32 persen. Selama Januari 2012, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani Rp4.406,32 per kg (naik 7,86 persen) dan di penggilingan Rp4.475,32 per kg (naik 7,82 persen) dibandingkan kualitas yang sama Desember 2012. Pada gabah kualitas GKG di petani Rp4.776,92 per kg (naik 5,03 persen) dan di penggilingan Rp4.857,87 per kg (naik 5,15 persen). Sedangkan gabah kualitas rendah di petani Rp3.804,19 per kg (naik 3,25 persen) dan di penggilingan Rp3.880,49 per kg (naik 3,35 persen). Dibandingkan rata-rata harga Januari 2011, keseluruhan kelompok kualitas gabah meningkat. Di petani, untuk kualitas GKP meningkat 12,47 persen, kualitas GKG 13,79 persen, dan kualitas rendah 22,64 persen selama Januari 2012. Sedangkan di penggilingan, kualitas GKP meningkat 12,14 persen, kualitas GKG 13,73 persen, dan kualitas rendah 22,40 persen. "

Download PDF
Desember 2011, Jumlah Wisman Meningkat 12.47 Persen dibandingkan Desember Tahun Sebelumnya

Desember 2011, Jumlah Wisman Meningkat 12.47 Persen dibandingkan Desember Tahun Sebelumnya

2012-02-01

"Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Desember 2011 mencapai 724,5 ribu orang atau naik 12,47 persen dibanding jumlah wisman Desember 2010 yang mencapai 644,2 ribu orang. Apabila dibandingkan dengan November 2011, jumlah wisman Desember 2011 naik sebesar 10,63 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui bandara Ngurah Rai pada Desember 2011 naik 11,61 persen dibanding Desember 2010, yaitu dari 222,5 ribu orang menjadi 248,3 ribu orang pada Desember 2011. Begitu pula, jika dibanding November 2011, jumlah wisman ke Bali naik sebesar 12,71 persen. Secara kumulatif (Januari-Desember) 2011, jumlah wisman mencapai 7,65 juta orang atau naik 9,24 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2010 sebanyak 7,00 juta orang. Penerimaan devisa pariwisata pada tahun 2011 diperkiraan mencapai US$8,6 miliar atau naik 13,16 persen dibanding penerimaan devisa tahun 2010 yang mencapai US$7,6 miliar. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Desember 2011 mencapai rata-rata 55,57 persen, atau naik 1,92 poin dibanding TPK Desember 2010 sebesar 53,65 persen. Sedangkan bila dibanding TPK hotel November 2011, TPK hotel berbintang pada Desember 2011 mengalami kenaikan 2,60 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Desember 2011 adalah 1,93 hari, turun 0,05 hari dibanding keadaan Desember 2010. "

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan IV Naik Sebesar 6.02 Persen dibandingkan Triwulan IV Tahun Sebelumnya

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan IV Naik Sebesar 6.02 Persen dibandingkan Triwulan IV Tahun Sebelumnya

2012-02-01

"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV tahun 2011 naik sebesar 6,02 persen (y-on-y) dari triwulan IV tahun 2010. Selama tiga tahun terakhir, terjadi kenaikan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV. Pada triwulan IV tahun 2010 pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang naik 5,53 persen dari triwulan IV tahun 2009, pertumbuhan triwulan IV tahun 2009 naik 4,46 persen dari triwulan IV tahun 2008. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang tahunan pada tahun 2011 naik sebesar 5,56 persen dari tahun 2010. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri logam dasar (16,26 persen), industri kendaraan bermotor (14,85 persen), dan industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia (11,93 persen). Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulanan (q-to-q) pada triwulan IV tahun 2011 naik sebesar 3,09 persen dari triwulan III tahun 2011. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2011 naik sebesar 2,95 persen dari triwulan II tahun 2011 dan pertumbuhan triwulan II tahun 2011 naik sebesar 1,61 persen dari triwulan I tahun 2011. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang bulanan (m-to-m) selama triwulan IV tahun 2011 mengalami kenaikan pada bulan Oktober dan Desember, sedangkan pada bulan November 2011 mengalami penurunan. Pertumbuhan bulan Oktober naik 3,01 persen dari bulan September 2011, pertumbuhan bulan November 2011 turun sebesar 0,43 persen dari bulan Oktober 2011, dan pertumbuhan bulan Desember 2011 naik 1,16 persen dari bulan November 2011. "

Download PDF