Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Oktober 2011, Jumlah Wisman Meningkat 10.32 Persen dibanding Tahun Sebelumnya

Oktober 2011, Jumlah Wisman Meningkat 10.32 Persen dibanding Tahun Sebelumnya

2011-12-01

"Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Oktober 2011 mencapai 656,0 ribu orang atau naik 10,32 persen dibanding jumlah wisman Oktober 2010 yang sebanyak 594,7 ribu orang. Apabila dibandingkan dengan September 2011, jumlah wisman Oktober 2011 naik tipis sebesar 0,91 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui bandara Ngurah Rai pada Oktober 2011 naik 6,43 persen dibanding Oktober 2010, yaitu dari 229,7 ribu orang menjadi 244,4 ribu orang pada Oktober 2011. Namun, jika dibanding September 2011, jumlah wisman ke Bali turun sebesar 3,34 persen. Secara kumulatif (Januari─Oktober) 2011, jumlah wisman mencapai 6,27 juta orang atau naik 8,47 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2010 sebanyak 5,78 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Oktober 2011 mencapai rata-rata 54,87 persen, atau naik 1,73 poin dibanding TPK Oktober 2010 sebesar 53,14 persen. Apabila dibanding TPK hotel September 2011, TPK hotel berbintang pada Oktober 2011 mengalami kenaikan 3,12 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Oktober 2011 adalah 2,01 hari, turun 0,03 hari dibanding keadaan Oktober 2010. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Oktober 2011 mencapai 4,3 juta orang atau turun 4,35 persen dibanding September 2011. Demikian juga untuk jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 2,25 persen menjadi 867,5 ribu orang. Selama Januari-Oktober 2011 jumlah penumpang domestik mencapai 42,6 juta orang atau naik 9,91 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 9,0 juta orang atau naik 13,44 persen dibanding periode yang sama tahun 2010. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Oktober 2011 tercatat 598,1 ribu orang atau turun 23,96 persen dibanding September 2011, namun jumlah barang yang diangkut naik 7,25 persen menjadi 11,2 juta ton. Selama Januari-Oktober 2011 jumlah penumpang mencapai 6,5 juta orang atau naik 9,05 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 131,7 juta ton atau turun 4,96 persen. Jumlah penumpang kereta api pada Oktober 2011 sebanyak 16,5 juta orang atau turun 2,72 persen dibanding September 2011. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 9,43 persen menjadi 1,9 juta ton. Selama Januari-Oktober 2011, jumlah penumpang sebanyak 166,3 juta orang atau turun 1,69 persen dibanding periode yang sama tahun 2010. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 3,65 persen menjadi 16,7 juta ton."

Download PDF
Oktober 2011, Ekspor Indonesia Turun 4.21 Persen dan Impor Meningkat 3.18 Persen

Oktober 2011, Ekspor Indonesia Turun 4.21 Persen dan Impor Meningkat 3.18 Persen

2011-12-01

"Nilai ekspor Indonesia Oktober 2011 mencapai US$16,80 miliar atau mengalami penurunan sebesar 4,21 persen dibanding ekspor September 2011. Sementara bila dibanding Oktober 2010 ekspor mengalami peningkatan sebesar 16,70 persen. Ekspor nonmigas Oktober 2011 mencapai US$13,91 miliar, naik 2,17 persen dibanding September 2011, sedangkan dibanding ekspor Oktober 2010 meningkat 20,33 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariOktober 2011 mencapai US$169,03 miliar atau meningkat 34,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2010, sementara ekspor nonmigas mencapai US$134,73 miliar atau meningkat 30,36 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Oktober 2011 terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$318,6 juta, sedangkan penurunan terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$270,3 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Oktober 2011 mencapai angka terbesar yaitu US$2,24 miliar, disusul Jepang US$1,55 miliar dan Amerika Serikat US$1,39 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,28 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,48 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Oktober 2011 naik sebesar 30,29 persen dibanding periode yang sama tahun 2010, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 2,57 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 36,07 persen. Nilai impor Indonesia Oktober 2011 sebesar US$15,65 miliar atau naik 3,18 persen dibanding impor September 2011 yang besarnya US$15,17 miliar, sedangkan jika dibanding impor Oktober 2010 (US$12,12 miliar) naik 29,14 persen. Sementara itu, selama Januari-Oktober 2011 nilai impor mencapai US$145,68 miliar atau meningkat 33,03 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$109,51 miliar). Impor nonmigas Oktober 2011 sebesar US$12,37 miliar atau naik US$0,68 miliar (5,82 persen) dibanding impor nonmigas September 2011 (US$11,69 miliar), sedangkan impor nonmigas selama JanuariOktober 2011 mencapai US$112,08 miliar atau naik 27,82 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2010 (US$87,69 miliar). Impor migas Oktober 2011 sebesar US$3,28 miliar atau turun US$0,20 miliar (5,70 persen) dibanding impor migas September 2011 (US$3,48 miliar), sedangkan impor migas selama JanuariOktober 2011 mencapai US$33,60 miliar atau naik 53,99 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya (US$21,82 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar Oktober 2011 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,41 miliar. Nilai ini naik 9,49 persen (US$0,21 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama September 2011 (US$2,20 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama JanuariOktober 2011 mencapai US$19,98 miliar atau meningkat 22,41 persen (US$3,66 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama tahun sebelumnya (US$16,32 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama JanuariOktober 2011 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$20,71 miliar dengan pangsa 18,47 persen, diikuti Jepang US$15,60 miliar (13,92 persen) dan Singapura US$8,86 miliar (7,90 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,27 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,93 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama JanuariOktober 2011 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 39,81"

Download PDF
November 2011 terjadi inflasi 0.34 persen

November 2011 terjadi inflasi 0.34 persen

2011-12-01

"Pada bulan November 2011 terjadi inflasi sebesar 0,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 129,18. Dari 66 kota IHK, 50 kota diantaranya mengalami inflasi sedangkan 16 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram 1,25 persen dengan IHK 138,83 dan terendah terjadi di Palembang 0,02 persen dengan IHK 129,46. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 1,19 persen dengan IHK 139,13 dan terendah terjadi di Samarinda 0,03 persen dengan IHK 137,43. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,59 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,20 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,22 persen; kelompok sandang 1,36 persen; kelompok kesehatan 0,17 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,04 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,13 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-November) 2011 sebesar 3,20 persen dan laju inflasi year on year (November 2011 terhadap November 2010) sebesar 4,15 persen. Komponen inti pada bulan November 2011 mengalami inflasi sebesar 0,31 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-November) 2011 sebesar 4,05 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (November 2011 terhadap November 2010) sebesar 4,44 persen."

Download PDF
Pada Agustus 2011, Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 6,56 Persen

Pada Agustus 2011, Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 6,56 Persen

2011-11-07

Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 117,4 juta orang, berkurang sekitar 2,0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 119,4 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 109,7 juta orang, berkurang sekitar 1,6 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2011 sebesar 111,3 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2011 mencapai 6,56 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2011 sebesar 6,80 persen dan TPT Agustus 2010 sebesar 7,14 persen. Selama enam bulan terakhir (Februari 2011―Agustus 2011),jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan terutama di Sektor Industri sebesar 840 ribu orang (6,13 persen) dan Sektor Konstruksi sebesar 750 ribu orang (13,42 persen. Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian sebesar 3,1 juta orang (7,42 persen) dan Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi sekitar 500 ribu orang (8,96 persen), dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 370 ribu orang (2,17 persen). Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2011, sebesar 75,1 juta orang (68,46 persen) bekerja diatas 35 jam perminggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1,4 juta orang (1,31 persen). Pada Agustus 2011, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54,2 juta orang (49,40 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3,2 juta orang (2,89 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5,6 juta orang (5,15persen).

Download PDF
Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan III 2011 Meningkat

Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan III 2011 Meningkat

2011-11-07

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan III-2011 sebesar 107,86, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis juga meningkat jika dibandingkan dengan Triwulan II-2011 (nilai ITB sebesar 105,75). Peningkatan kondisi bisnis pada Triwulan III-2011 terjadi di semua sektor. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi (nilai ITB sebesar 112,85). Sedangkan Sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami peningkatan bisnis terendah (nilai ITB sebesar 105,13). Kondisi bisnis pada Triwulan III-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 109,90), penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 110,43), dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 105,01). Nilai ITB Triwulan IV-2011 sebesar 105,60, berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan III-2011. Semua sektor ekonomi pada Triwulan IV-2011 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor Konstruksi diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi, dan terendah terjadi pada Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan III - 2011 Tumbuh 6.5 Persen

Ekonomi Indonesia Triwulan III - 2011 Tumbuh 6.5 Persen

2011-11-07

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada Triwulan III-2011 meningkat sebesar 3,5 persen terhadap Triwulan II-2011 (q-to-q). Peningkatan terjadi pada semua sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pertanian 5,0 persen dan terendah di Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih yaitu 1,3 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y), PDB Indonesia Triwulan III-2011 ini tumbuh sebesar 6,5 persen, dimana semua sektor tumbuh positif dan pertumbuhan tertinggi di Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 10,1 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan III-2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 (c-to-c) tumbuh sebesar 6,5 persen. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada Triwulan III-2011 Rp1.923,6 triliun sehingga kumulatif Triwulan ke III-2011 mencapai Rp5.482,4 triliun. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan PDB Triwulan III-2011 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 10,6 persen, ekspor sebesar 5,2 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 5,1 persen, dan konsumsi rumah tangga sebesar 2,3 persen. Sementara impor tumbuh 2,4 persen dibanding triwulan sebelumnya. Pertumbuhan PDB penggunaan Triwulan III-2011 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 ditopang oleh pertumbuhan ekspor sebesar 18,5 persen, PMTB sebesar 7,1 persen, konsumsi rumah tangga sebesar 4,8 persen, dan konsumsi pemerintah sebesar 2,5 persen. Sedangkan impor juga tumbuh 14,2 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2010. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada Triwulan III-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57,7 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,6 persen, Pulau Kalimantan 9,5 persen, Pulau Sulawesi 4,6 persen, dan sisanya 4,6 persen di pulau-pulau lainnya

Download PDF
Oktober 2011, Harga Grosir Naik 0.2 Persen dibanding Bulan Sebelumnya

Oktober 2011, Harga Grosir Naik 0.2 Persen dibanding Bulan Sebelumnya

2011-11-01

Pada bulan Oktober 2011 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,20 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Impor Nonmigas sebesar 0,55 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan Oktober 2011 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen,0,14 persen, dan 0,15 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Oktober 2011 naik sebesar 0,32persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga kayu lapis 0,81 persen, cat, vernis, dan lak 0,76 persen, perlengkapan listrik 0,53 persen, dan kaca lembaran 0,52 persen.

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan III Tahun 2011 Naik 5.6 Persen dibanding Tahun Sebelumnya

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Triwulan III Tahun 2011 Naik 5.6 Persen dibanding Tahun Sebelumnya

2011-11-01

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2011 naik sebesar 5,60 persen (y-on-y) dari triwulan III tahun 2010. Selama tiga tahun terakhir,terjadi kenaikan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III. Pada triwulan III tahun 2010 pertumbuhan produksi industrimanufaktur besar dan sedang naik 3,67 persen dari triwulan III tahun 2009, pertumbuhan triwulan III tahun 2009 naik 0,09 persen dari triwulan III tahun 2008. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulanan(q-to-q) pada triwulan III tahun 2011 naik sebesar 2,87 persen dari triwulan II tahun 2011. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II tahun 2011 naik sebesar 1,61 persen dari triwulan I tahun 2011 dan pertumbuhan triwulan I tahun 2011 turun sebesar 1,69 persen dari triwulan IV tahun 2010. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang bulanan (m-to-m) selama triwulan III tahun 2011 mengalami kenaikan pada bulan Juli dan September, sedangkan pada bulan Agustus2011 mengalami penurunan. Pertumbuhan bulan Juli naik2,54 persen dari bulan Juni 2011, pertumbuhan bulan Agustus 2011 turun sebesar 3,12 persen dari bulan Juli2011, dan pertumbuhan bulan September 2011 naik 1,68 persen dari bulan Agustus2011.

Download PDF
Produksi Padi Tahun 2011 (Angka Ramalan III) diperkirakan Turun 1.63 Persen

Produksi Padi Tahun 2011 (Angka Ramalan III) diperkirakan Turun 1.63 Persen

2011-11-01

Produksi padi tahun 2011 (ARAM III) diperkirakan sebesar 65,39 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 1,08 juta ton (1,63 persen) dibandingkan tahun 2010. Penurunan produksi diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen seluas 29,07 ribu hektar (0,22 persen) dan produktivitas sebesar 0,71 kuintal/hektar (1,42 persen). Penurunan produksi padi tahun 2011 sebesar 1,08 juta ton tersebut terjadi pada subround Mei−Agustus sebesar 1,14 juta ton (5,16 persen) dan perkiraan subround September−Desember sebesar 1,26 juta ton (8,44 persen), sedangkan pada subround Januari−April terjadi peningkatan sebesar 1,32 juta ton (4,52 persen) dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama tahun 2010 (year-on-year). Produksi jagung tahun 2011 (ARAM III) diperkirakan sebesar 17,23 juta ton pipilan kering, menurun sebanyak 1,10 juta ton (5,99 persen) dibandingkan tahun 2010. Penurunan produksi diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen seluas 261,82 ribu hektar (6,34 persen), sedangkan produktivitas diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 0,16 kuintal/hektar (0,36 persen). Produksi kedelai tahun 2011 (ARAM III) diperkirakan sebesar 870,07 ribu ton biji kering, menurun sebanyak 36,96 ribu ton (4,08 persen) dibandingkan tahun 2010. Penurunan produksi kedelai diperkirakan terjadi karena turunnya luas panen seluas 29,40 ribu hektar (4,45 persen), sedangkan produktivitas diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 0,05 kuintal/hektar (0,36 persen).

Download PDF
NTP Naik Sebesar 0.33 Persen dan Harga Gabah (GKP) Naik 4.38 Persen

NTP Naik Sebesar 0.33 Persen dan Harga Gabah (GKP) Naik 4.38 Persen

2011-11-01

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Oktober 2011 sebesar 105,51 atau naik 0,33 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,51 persen, NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,41 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,02 persen dan NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,26 persen. Pada Oktober 2011, NTP Provinsi Jawa Barat mengalami kenaikan tertinggi (1,08 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Tengah terjadi penurunan terbesar (0,76 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya sedangkan NTP Provinsi Sumatera Selatan relatif stabil. Pada Oktober 2011, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,13 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks Subkelompok Kesehatan. Berdasarkan 1.290 transaksi penjualan gabah di 18 provinsi selama Oktober 2011, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 77,44 persen, gabah kualitas rendah 13,33 persen, dan gabah kering giling (GKG) 9,23 persen. Rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani Rp3.937,96 per kg (naik 4,38 persen) dan di penggilingan Rp3.999,32 per kg (naik 4,20 persen) dibandingkan bulan lalu. Rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani Rp4.281,49 per kg (naik 2,37 persen) dan di penggilingan Rp4.354,58 per kg (naik 2,36 persen) dibandingkan bulan lalu. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani Rp3.480,53 per kg (turun 0,77 persen) dan di penggilingan Rp3.552,28 per kg (turun 1,16 persen) dibandingkan bulan lalu. Upah nominal harian buruh tani nasional pada Oktober 2011 naik sebesar 0,17 persen dibanding upah buruh tani September 2011, yaitu dari Rp39.345,00 menjadi Rp39.412,00 per hari, sedangkan secara riil juga mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Oktober 2011 naik 0,24 persen dibanding upah September 2011, yaitu dari Rp62.064,00 menjadi Rp62.210,00 per hari. Secara riil naik sebesar 0,35 persen1).

Download PDF