Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Inflasi Bulan Agustus 2011 Sebesar 0,93 %

Inflasi Bulan Agustus 2011 Sebesar 0,93 %

2011-09-05

Pada bulan Agustus 2011 terjadi inflasi sebesar 0,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,54. Dari 66 kota IHK, pada bulan ini seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 3,05 persen dengan IHK 140,49 dan terendah terjadi di Denpasar 0,02 persen dengan IHK 129,38. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan 1,07 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,46 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,33 persen; kelompok sandang 3,07 persen; kelompok kesehatan 0,26 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 2,14 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,80 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari - Agustus) 2011 sebesar 2,69 persen dan laju inflasi year on year (Agustus 2011 terhadap Agustus 2010) sebesar 4,79 persen. Komponen inti pada bulan Agustus 2011 mengalami inflasi sebesar 1,09 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari - Agustus) 2011 sebesar 3,45 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Agustus 2011 terhadap Agustus 2010) sebesar 5,15 persen.

Download PDF
Pada Bulan Agustus 2011 Harga Grosir Naik Sebesar 0,63 Persen

Pada Bulan Agustus 2011 Harga Grosir Naik Sebesar 0,63 Persen

2011-09-05

Pada bulan Agustus 2011 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,63 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,85 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan Agustus 2011 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen, 0,93 persen, dan 0,43 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Agustus 2011 naik sebesar 0,44 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang-barang dari karet 2,25 persen, batu split 1,38 persen, semen 1,31 persen, dan bahan bangunan dari kayu 0,78 persen.

Download PDF
NTP Nasional Pada Bulan Agustus 2011  Naik 0,23 Persen Serta Harga Gabah di Petani Naik 5,28 Persen

NTP Nasional Pada Bulan Agustus 2011 Naik 0,23 Persen Serta Harga Gabah di Petani Naik 5,28 Persen

2011-09-05

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Agustus 2011 sebesar 105,11 atau naik 0,23 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,58 persen dan NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,15 persen. Pada Agustus 2011, NTP Provinsi Jawa Barat mengalami kenaikan tertinggi (0,81 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya NTP Provinsi Sulawesi Tenggara terjadi penurunan terbesar (1,62 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Agustus 2011, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,74 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks subkelompok bahan makanan. Berdasarkan 1.020 transaksi penjualan gabah di 21 provinsi selama Agustus 2011, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 73,53 persen, gabah kualitas rendah 17,45 persen, dan gabah kering giling (GKG) 9,02 persen. Rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani Rp3.753,64 per kg (naik 5,28 persen) dan di penggilingan Rp3.824,77 per kg (naik 5,33 persen) dibandingkan bulan lalu. Rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani Rp3.970,79 per kg (turun 0,66 persen) dan di penggilingan Rp4.044,02 per kg (turun 0,57 persen) dibandingkan bulan lalu. Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani Rp3.449,65 per kg (naik 6,83 persen) dan di penggilingan Rp3.519,20 per kg (naik 6,65 persen) dibandingkan bulan lalu. Upah nominal harian buruh tani nasional pada Agustus 2011 naik sebesar 0,18 persen dibanding upah buruh tani Juli 2011, yaitu dari Rp39.215,00 menjadi Rp39.287,00 per hari, sedangkan secara riil mengalami penurunan sebesar 0,55 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Agustus 2011 naik 0,59 persen dibanding upah Juli 2011, yaitu dari Rp61.583,00 menjadi Rp61.948,00 per hari. Secara riil turun sebesar 0,34 persen.

Download PDF
Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan II 2011 Meningkat

Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan II 2011 Meningkat

2011-08-05

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan II-2011 sebesar 105,75, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis juga meningkat jika dibandingkan dengan Triwulan I-2011 (nilai ITB sebesar 102,16). Peningkatan kondisi bisnis pada Triwulan II-2011 terjadi di semua sektor. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan (nilai ITB sebesar 108,60). Sedangkan Sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami peningkatan bisnis terendah (nilai ITB sebesar 104,53). Kondisi bisnis pada Triwulan II-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha, penggunaan kapasitas produksi, dan rata-rata jam kerja. Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan pendapatan usaha tertinggi dan peningkatan terendah adalah Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih. Peningkatan kapasitas produksi tertinggi terjadi pada Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih, sedangkan peningkatan rata-rata jam kerja tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi. Nilai ITB Triwulan III-2011 sebesar 108,51, berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan II-2011. Semua sektor ekonomi pada Triwulan III-2011 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor Pengangkutan dan Komunikasi diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi, sementara Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan bisnis terendah. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) nasional pada Triwulan II-2011 sebesar 106,36, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 102,42). Membaiknya kondisi ekonomi konsumen terutama didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga (nilai indeks sebesar 109,19). Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi) dan 15 provinsi diantaranya (45,45 persen) memiliki nilai indeks diatas nasional. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 114,57). Sebaliknya, Provinsi Nusa Tenggara Timur tercatat memiliki nilai ITK terendah, yaitu sebesar 103,55. Nilai ITK nasional pada Triwulan III-2011 diperkirakan sebesar 109,49, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan Triwulan II-2011 (nilai ITK sebesar 106,36). Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi). Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 117,88) dan terendah di Nusa Tenggara Timur (nilai ITK sebesar 105,83).

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan II-2011 Tumbuh 6,5 %

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2011 Tumbuh 6,5 %

2011-08-05

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada Triwulan II-2011 mencapai 2,9 persen dibanding triwulan I-2011 (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 mengalami pertumbuhan 6,5 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2011 dibandingkan dengan semester I-2010 tumbuh sebesar 6,5 persen. Besaran PDB atas dasar harga berlaku pada Triwulan II-2011 mencapai Rp1.811,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp611,1 triliun. Tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi (q-to-q) adalah Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran 4,8 persen, Sektor Konstruksi 4,2 persen, Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih 4,0 persen. Sementara untuk pertumbuhan (y-on-y) Sektor Pengangkutan dan Komunikasi tumbuh 10,7 persen, Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran 9,6 persen, dan Sektor Konstruksi 7,4 persen. Struktur PDB Triwulan II-2011 masih didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan, Sektor Pertanian, dan Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran masing-masing memberikan kontribusi sebesar 24,3 persen, 15,4 persen, dan 13,9 persen. Pertumbuhan PDB pada Triwulan II-2011 dibandingkan dengan Triwulan I-2011 (q-to-q) sebesar 2,9 persen ditopang oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang meningkat sebesar 1,3 persen, sementara Pengeluaran Konsumsi Pemerintah meningkat 26,0 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto 3,9 persen, Ekspor Barang dan Jasa 7,4 persen, serta Impor Barang dan Jasa 6,0 persen. Dibandingkan dengan Triwulan II-2010 (y-on-y), pertumbuhan ekonomi tumbuh 6,5 persen didukung Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang meningkat 4,6 persen, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah naik 4,5 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto 9,2 persen, Ekspor Barang dan Jasa sebesar 17,4 persen, serta Impor Barang dan Jasa 16,0 persen. Pertumbuhan ekonomi Semester I-2011 terhadap Semester I-2010 (c-to-c) sebesar 6,5 persen didukung Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 4,5 persen, Konsumsi Pemerintah tumbuh 3,7 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 8,3 persen, sedangkan Ekspor dan Impor tumbuh positif masing-masing 14,9 persen dan 15,8 persen. Struktur PDB Penggunaan Triwulan II-2011 didominasi oleh Komponen Pengeluaran Rumah Tangga sebesar 54,3 persen. Selain itu, didukung oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah masing-masing memberikan kontribusi sebesar 31,6 persen dan 8,3 persen. Sedangkan Ekspor Neto berperan sebesar 1,9 persen (Ekspor 27,3 persen dan Impor 25,4 Persen) Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada Triwulan II-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 57,7 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,5 persen, Pulau Kalimantan 9,5 persen, Pulau Sulawesi 4,7 persen dan sisanya 4,6 persen di pulau-pulau lainnya.

Download PDF
Juli 2011 Harga Grosir Naik Sebesar 0,49 Persen

Juli 2011 Harga Grosir Naik Sebesar 0,49 Persen

2011-08-01

Pada bulan Juli 2011 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,49 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Industri sebesar 0,46 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, danBarang Modal pada bulan Juli 2011 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen, 0,95 persen, dan 0,01 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juli 2011 naik sebesar 0,31persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga semen 0,97 persen, kayu lapis 0,62 persen, barang-barang logam 0,45 persen, dan aspal 0,28 persen.

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulan II Tahun 2011 naik Sebesar  1,48 Persen

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil Triwulan II Tahun 2011 naik Sebesar 1,48 Persen

2011-08-01

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulanan pada triwulan II tahun 2011 naik sebesar 1,48 persen (q-to-q) dari triwulan I tahun 2011, pada triwulan I tahun 2011 naik sebesar 1,26 persen dari triwulan IV tahun 2010. Jenis-jenis industri yang mengalami pertumbuhan produksi tertinggi pada triwulan II tahun 2011 adalah Industri Kertas dan Barang dari Kertas naik 11,35 persen, Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer naik 10,12 persen, dan Industri Bahan Kimia dan Barang dari bahan Kimia naik 9,92 persen. Jenis-jenis industri yang mengalami penurunan pertumbuhan yang terbesar adalah Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk furnitur), dan Barang Anyaman dari Rotan, Bambu dan sejenisnya turun 5,83 persen, Industri Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan turun 4,10 persen, dan Industri Barang Galian bukan Logam turun 2,88 persen. Jenis-jenis industri yang mempunyai kontribusi tertinggi pada triwulan II tahun 2011 adalah Industri Furnitur 12,51 persen, Industri Barang Galian bukan Logam 12,39 persen, dan Industri Makanan 12,32 persen. Jenis-jenis industri yang mempunyai kontribusi terendah adalah Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional 0,11 persen, Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik 0,12 persen, dan Industri Peralatan Listrik 0,21 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulanan (q-to-q) pada triwulan II tahun 2011 pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Sumatera Utara naik 9,45 persen, Provinsi Sumatera Barat naik 9,19 persen, dan Provinsi Aceh naik 8,55 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan terbesar adalah Provinsi Sulawesi Selatan turun 6,75 persen, Provinsi Papua Barat turun 6,29 persen, dan Provinsi Kalimantan Barat turun 6,16 persen.

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan II Tahun 2011 Naik Sebesar 4,79 %

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan II Tahun 2011 Naik Sebesar 4,79 %

2011-08-01

Pertumbuhan produksi industri manufakturbesar dan sedang triwulan II tahun 2011 naik sebesar 4,79 persen (y-on-y) dari triwulan II tahun 2010. Selama tiga tahun terakhir,terjadi kenaikan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II. Pada triwulan II tahun 2010 pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang naik 4,30 persen dari triwulan II tahun 2009, pertumbuhan triwulan II tahun 2009 naik 0,64 persen dari triwulan II tahun 2008. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulanan (q-to-q) pada triwulan II tahun 2011 naik sebesar 1,56 persen dari triwulan I tahun 2011. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I tahun 2011 turun sebesar 1,69 persen dari triwulan IV tahun 2010, dan pertumbuhan triwulan IV tahun 2010 naik sebesar 2,77 persen dari triwulan III tahun 2010. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang bulanan (m-to-m) selama triwulan II tahun 2011 mengalami kenaikan pada bulan Mei dan Juni, sedangkan pada bulan April 2011 mengalami penurunan. Pertumbuhan bulan April turun 1,92 persen dari bulan Maret 2011, pertumbuhan bulan Mei 2011 naik sebesar 2,23 persen dari bulan April 2011, dan pertumbuhan bulan Juni 2011 naik 1,62 persen dari bulan Mei 2011.

Download PDF
NTP Bulan Juli 2011 Sebesar 104,87 Atau Naik 0,07 % serta Harga Gabah Di Petani Naik 8,15 %.

NTP Bulan Juli 2011 Sebesar 104,87 Atau Naik 0,07 % serta Harga Gabah Di Petani Naik 8,15 %.

2011-08-01

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juli 2011 sebesar 104,87 atau naik 0,07 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,38 persen. Pada Juli 2011, NTP Provinsi Banten mengalami kenaikan tertinggi (0,74 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Bengkulu terjadi penurunan terbesar (1,39 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Juli 2011 terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,63 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks Subkelompok Bahan Makanan. Berdasarkan 1.034 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi selama Juli 2011, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 75,24 persen, gabah kualitas rendah 18,09 persen, dan gabah kering giling (GKG) 6,67 persen. Rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani Rp3.565,32 per kg (naik 8,15 persen dibandingkan bulan lalu) dan di penggilingan Rp3.631,30 per kg (naik 8,02 persen dibandingkan bulan lalu). Rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani Rp3.997,17 per kg (naik 4,13 persen dibandingkan bulan lalu) dan di penggilingan Rp4.067,39 per kg (naik 3,47 persen dibandingkan bulan lalu). Rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani Rp3.229,01 per kg (naik 10,45 persen dibandingkan bulan lalu) dan di penggilingan Rp3.299,85 per kg (naik 10,68 persen dibandingkan bulan lalu). Upah nominal harian buruh tani nasional pada Juli 2011 naik sebesar 0,18 persen dibanding upah buruh tani Juni 2011, yaitu dari Rp39.144,00 menjadi Rp39.215,00 per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,44 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juli 2011 naik 0,17 persen dibanding upah Juni 2011, yaitu dari Rp61.476,00 menjadi Rp61.583,00 per hari. Secara riil turun sebesar 0,49 persen.

Download PDF
Pada Bulan Juni 2011 Jumlah Wisman Mencapai 674,4 Ribu Orang, Naik 9,94 % dan Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Naik Sebesar 10,78 Persen

Pada Bulan Juni 2011 Jumlah Wisman Mencapai 674,4 Ribu Orang, Naik 9,94 % dan Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Naik Sebesar 10,78 Persen

2011-08-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Juni 2011 mencapai 674,4 ribu orang atau naik 9,94 persen dibanding jumlah wisman Juni 2010 yang sebanyak 613,4 ribu orang. Apabila dibandingkan dengan Mei 2011, jumlah wisman Juni 2011juga mengalami kenaikan sebesar 12,36 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui bandara Ngurah Rai pada Juni 2011 naik 9,15 persen dibanding Juni 2010, yaitu dari 224,7 ribu orang menjadi 245,2 ribu orang pada Juni 2011. Demikian pula, jika dibanding Mei 2011, jumlah wisman ke Bali mengalami peningkatan sebesar 17,44 persen. Selama Semester I (Januari-Juni) 2011, jumlah wisman mencapai 3,60 juta orang atau naik 6,42 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2010 sebanyak 3,38 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Juni 2011 mencapai rata-rata 56,01 persen, atau naik 2,76 poin dibanding TPK Juni 2010 sebesar 53,25 persen. Begitu pula jika dibanding TPK hotel Mei 2011, TPK hotel berbintang pada Juni 2011 mengalami kenaikan 3,88 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Juni 2011 adalah 1,98 hari, naik 0,03 hari dibanding keadaan Juni 2010. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Juni 2011 mencapai 4,7 juta orang atau naik 10,78 persen dibanding bulan Mei 2011. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 15,59 persen menjadi 1,0 juta orang. Selama Januari-Juni 2011 jumlah penumpang domestik mencapai 25,1 juta orang atau naik 25,82 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 5,3 juta orang atau naik 17,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2010. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Juni 2011 tercatat 656,1 ribu orang atau naik11,03 persen dibanding bulan Mei 2011, sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun 11,68 persen menjadi 12,4 juta ton. Selama Januari-Juni 2011 jumlah penumpang mencapai 3,7 juta orang atau naik 18,38 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 84,4 juta ton atau turun0,47 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Juni 2011 sebanyak 17,3 juta orang atau turun 1,47 persen dibanding bulan Mei 2011. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api turun 7,80 persen menjadi 1,6 juta ton. Selama Januari-Juni2011, jumlah penumpang sebanyak 100,0 juta orang atau turun 0,84 persen dibanding periode yang sama tahun 2010. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 3,62 persen menjadi 9,6 juta ton.

Download PDF