Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

NTP Mei 2011 Sebesar 104,50 Atau Naik 0,57%. Harga Gabah Di Petani Naik 1,26 %.

NTP Mei 2011 Sebesar 104,50 Atau Naik 0,57%. Harga Gabah Di Petani Naik 1,26 %.

2011-06-01

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Mei 2011 sebesar 104,50 atau naik 0,57 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, dan Subsektor Perikanan masing-masing sebesar 1,16 persen, 0,46 persen, dan 0,19 persen. Pada Mei 2011, NTP Provinsi Lampung mengalami kenaikan tertinggi (1,88 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Timur terjadi penurunan terbesar (0,91 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Mei 2011, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,01 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks Subkelompok Perumahan. Dari 946 transaksi penjualan gabah di 20 provinsi selama Mei 2011, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 71,78 persen, gabah kualitas rendah 16,17 persen, dan gabah kering giling (GKG) 12,05 persen. Rata-rata harga gabah kualitas GKP naik, masing-masing 1,26 persen di petani (menjadi Rp3.218,63 per kg ) dan 1,17 persen di penggilingan (menjadi Rp3.279,61 per kg) dibandingkan bulan lalu. Rata-rata harga gabah kualitas GKG turun, masing-masing 3,40 persen di petani (menjadi Rp3.581,26 per kg) dan 3,06 persen di penggilingan (menjadi Rp3.655,93 per kg) dibandingkan bulan lalu. Rata-rata harga gabah kualitas rendah naik, masing-masing naik 3,66 persen di petani (menjadi Rp2.896,29 per kg) dan 3,64 persen di penggilingan (menjadi Rp2.968,12 per kg) dibandingkan bulan lalu.

Download PDF
Wisman April 2011 Mencapai 608,1 Ribu Orang, Naik 9,39 %. Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik April 2011 Turun 1,37 %

Wisman April 2011 Mencapai 608,1 Ribu Orang, Naik 9,39 %. Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik April 2011 Turun 1,37 %

2011-06-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada April 2011 mencapai 608,1 ribu orang atau naik 9,39 persen dibanding jumlah wisman April 2010 yang sebanyak 555,9 ribu orang. Apabila dibandingkan dengan Maret 2011, jumlah wisman April 2011 naik tipis 1,68 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui bandara Ngurah Rai pada April 2011 naik 21,82 persen dibanding April 2010, yaitu dari 184,2 ribu orang menjadi 224,4 ribu orang pada April 2011. Demikian pula, jika dibanding Maret 2011, jumlah wisman ke Bali mengalami kenaikan sebesar 10,80 persen. Secara kumulatif (Januari–April) 2011, jumlah wisman mencapai 2,32 juta orang atau naik 7,20 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2010 sebanyak 2,17 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada April 2011 mencapai rata-rata 52,10 persen, atau naik 2,41 poin dibanding TPK April 2010 sebesar 49,69 persen. Begitu pula jika dibanding TPK hotel Maret 2011, TPK hotel berbintang pada April 2011 mengalami kenaikan 0,15 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama April 2011 adalah 2,07 hari, naik 0,08 hari dibanding keadaan April 2010. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan April 2011 mencapai 4,1 juta orang atau turun 1,37 persen dibanding bulan Maret 2011. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 3,60 persen menjadi 858,8 ribu orang. Selama Januari–April 2011 jumlah penumpang domestik mencapai 16,2 juta orang atau naik 25,62 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 3,3 juta orang atau naik 16,13 persen dibanding periode yang sama tahun 2010. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan April 2011 tercatat 624,7 ribu orang atau naik 1,83 persen dibanding bulan Maret 2011, sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun tipis 0,12 persen menjadi 15,2 juta ton. Selama Januari–April 2011 jumlah penumpang mencapai 2,4 juta orang atau naik 21,20 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2010 dan jumlah barang yang diangkut 58,0 juta ton atau naik tipis 0,08 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan April 2011 sebanyak 16,4 juta orang atau turun 3,16 persen dibanding bulan Maret 2011. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api turun 6,34 persen menjadi 1,6 juta ton. Selama Januari–April 2011, jumlah penumpang sebanyak 65,2 juta orang atau turun 1,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2010. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 6,75 persen menjadi 6,2 juta ton.

Download PDF
Ekspor April 2011 Mencapai Us$16,52 Miliar. Impor April 2011 Sebesar Us$14,89 Miliar

Ekspor April 2011 Mencapai Us$16,52 Miliar. Impor April 2011 Sebesar Us$14,89 Miliar

2011-06-01

Nilai ekspor Indonesia April 2011 mencapai US$16,52 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 0,96 persen dibanding ekspor Maret 2011. Sementara bila dibanding April 2010 ekspor mengalami peningkatan sebesar 37,28 persen. Ekspor nonmigas April 2011 mencapai US$12,93 miliar, turun 2,82 persen dibanding Maret 2011, sedangkan dibanding ekspor nonmigas April 2010 meningkat 31,52 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari–April 2011 mencapai US$61,91 miliar atau meningkat 30,14 persen dibanding periode yang sama tahun 2010, sementara ekspor nonmigas mencapai US$50,03 miliar atau meningkat 29,34 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar April 2011 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$412,1 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$982,2 juta. Ekspor nonmigas ke Cina April 2011 mencapai angka terbesar yaitu US$1,57 miliar, disusul Jepang US$1,46 miliar dan Amerika Serikat US$1,31 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,56 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,69 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari–April 2011 naik sebesar 34,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2010, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 24,13 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 11,62 persen. Nilai impor Indonesia April 2011 sebesar US$14,89 miliar atau naik 2,80 persen dibanding impor Maret 2011 yang besarnya US$14,49 miliar, sedangkan jika dibanding impor April 2010 (US$11,24 miliar) naik 32,54 persen. Sementara itu, selama Januari–April 2011 nilai impor mencapai US$53,69 miliar atau meningkat 30,32 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$41,20 miliar). Impor nonmigas April 2011 sebesar US$11,00 miliar atau turun US$0,61 miliar (5,25 persen) dibanding impor nonmigas Maret 2011 (US$11,61 miliar), sedangkan impor nonmigas selama Januari–April 2011 mencapai US$41,40 miliar atau naik 27,63 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2010 (US$32,44 miliar). Impor migas April 2011 sebesar US$3,89 miliar atau naik US$1,01 miliar (35,28 persen) dibanding impor migas Maret 2011 (US$2,88 miliar), sedangkan impor migas selama Januari–April 2011 mencapai US$12,29 miliar atau naik 40,29 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya (US$8,76 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar April 2011 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$1,93 miliar. Nilai ini naik 0,11 persen (US$2,2 juta) dibanding impor golongan barang yang sama Maret 2011 (US$1,92 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari–April 2011 mencapai US$7,19 miliar atau meningkat 18,77 persen (US$1,14 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama tahun sebelumnya (US$6,05 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–April 2011 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$7,47 miliar dengan pangsa 18,03 persen, diikuti Jepang US$5,75 miliar (13,89 persen) dan Thailand US$3,49 miliar (8,43 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,74 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,82 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari–April 2011 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 39,42 persen, bahan baku/penolong sebesar 34,42 persen, dan barang modal sebesar 11,99 persen.

Download PDF
Mei 2011 Inflasi  0,12%.

Mei 2011 Inflasi 0,12%.

2011-06-01

Pada bulan Mei 2011 terjadi inflasi sebesar 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,81. Dari 66 kota IHK, 51 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 1,66 persen dengan IHK 128,84 dan terendah terjadi di Kediri, Denpasar dan Mataram masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 123,61; 127,30 dan 131,30. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tarakan 1,14 persen dengan IHK 144,35 dan terendah terjadi di Bandar Lampung 0,03 persen dengan IHK 136,82. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,25 persen; kelompok sandang 0,64 persen; kelompok kesehatan 0,50 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,14 persen. Sedangkan deflasi pada bulan ini disebabkan karena terjadinya penurunan indeks pada kelompok bahan makanan 0,28 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2011 sebesar 0,51 persen dan laju inflasi year on year (Mei 2011 terhadap Mei 2010) sebesar 5,98 persen. Komponen inti pada bulan Mei 2011 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Mei) 2011 sebesar 1,58 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Mei 2011 terhadap Mei 2010) sebesar 4,64 persen.

Download PDF
Pada Februari 2011, Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 6,80 Persen

Pada Februari 2011, Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 6,80 Persen

2011-05-05

Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2011 mencapai 119,4 juta orang, bertambah sekitar 2,9 juta orang dibanding angkatan kerja Agustus 2010 sebesar 116,5 juta orang atau bertambah 3,4 juta orang dibanding Februari 2010 sebesar 116,0 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2011 mencapai 111,3 juta orang, bertambah sekitar 3,1 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2010 sebesar 108,2 juta orang atau bertambah 3,9 juta orang dibanding keadaan Februari 2010 sebesar 107,4 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2011 mencapai 6,80 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2010 sebesar 7,14 persen dan TPT Februari 2010 sebesar 7,41 persen. Setahun terakhir (Februari 2010―Februari 2011), hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja, kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi, masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 360 ribu orang (0,84 persen) dan 240 ribu orang (4,12 persen). Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penampung terbesar tenaga kerja pada bulan Februari 2011. Pada Februari 2011, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 34,5 juta orang (31,01 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 21,3 juta orang (19,15 persen) dan berusaha sendiri sejumlah 21,1 juta orang (19,01 persen). Berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2011, sebesar 77,1 juta orang (69,28 persen) bekerja di atas 35 jam perminggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sebesar 1,4 juta orang (1,23 persen). Pada Februari 2011, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebesar 55,1 juta orang (49,53 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sebesar 3,3 juta orang (2,98 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5,5 juta orang (4,98 persen).

Download PDF
Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan I 2011 Meningkat

Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan I 2011 Meningkat

2011-05-05

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan I-2011 sebesar 102,16, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya, namun tingkat optimisme pelaku bisnis sedikit menurun dibandingkan Triwulan IV-2010 (nilai ITB sebesar 106,63). Peningkatan kondisi bisnis terjadi di semua sektor, kecuali sektor Industri Pengolahan (nilai ITB sebesar 97,94) dan Konstruksi (nilai ITB sebesar 98,58). Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 111,27). Kondisi bisnis pada Triwulan I-2011 meningkat terutama karena adanya peningkatan kapasitas produksi dan rata-rata jam kerja. Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan pendapatan usaha tertinggi, dan terendah adalah Sektor Konstruksi. Peningkatan kapasitas produksi dan rata-rata jam kerja paling tinggi juga terjadi pada Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan. Nilai ITB Triwulan II-2011 sebesar 104,51, berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan I-2011. Seluruh sektor ekonomi pada Triwulan II-2011 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor Jasa-jasa diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi, sementara Sektor Industri Pengolahan mengalami peningkatan bisnis terendah.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan I-2011 Tumbuh 6,5 Persen

Ekonomi Indonesia Triwulan I-2011 Tumbuh 6,5 Persen

2011-05-05

Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada Triwulan I-2011 mencapai Rp1.732,3 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp594,0 triliun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2011 dibandingkan Triwulan IV-2010, yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat sebesar 1,5 persen (q-to-q). Pertumbuhan ini didukung oleh Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan dan Sektor Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan sebesar 18,1 persen, karena adanya musim panen tanaman padi pada Triwulan I-2011. PDB Indonesia pada Triwulan I-2011 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 6,5 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh semua sektor, dimana pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 13,8 persen. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2011 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2010 didukung oleh kenaikan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,5 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 7,3 persen, Komponen Ekspor naik sebesar 12,3 persen. Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah juga mengalami peningkatan sebesar 3,0 persen, sedangkan komponen Impor naik 15,6 persen. Pada Triwulan I-2011 dibandingkan dengan Triwulan IV-2010, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga secara riil meningkat sebesar 0,9 persen, sedangkan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah turun sebesar 46,6 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto turun 3,4 persen. Ekspor Barang dan Jasa juga turun sebesar 7,0 persen dan Impor Barang dan Jasa turun sebesar 3,4 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada Triwulan I-2011 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57,9 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,5 persen, Pulau Kalimantan 9,2 persen, Pulau Sulawesi 4,6 persen, Bali dan Nusa Tenggara 2,5 persen dan sisanya (Maluku dan Papua) 2,3 persen.

Download PDF
April 2011 Harga Grosir Turun 0,07%

April 2011 Harga Grosir Turun 0,07%

2011-05-02

Pada Bulan April 2011 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas turun sebesar 0,07 persen terhadap bulan sebelumnya. Penurunan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,81 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan April 2011 masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,02 persen, 0,36 persen, dan 0,36 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada April 2011 naik sebesar 0,47persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga batu split 0,96 persen, kayu gelondongan 0,82 persen, kaca lembaran 0,70 persen, dan kayu gergajian dan awetan 0,65 persen.

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Naik Sebesar 5,15%

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Naik Sebesar 5,15%

2011-05-02

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang triwulan I tahun 2011naik sebesar 5,15persen (y-on-y) dari triwulan I tahun 2010. Selama tiga tahun terakhir,terjadi kenaikan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I. Pada triwulan I tahun 2010 pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang naik 4,26 persen dari triwulan I tahun 2009, dan pertumbuhan triwulan I tahun 2009naik 0,19 persen dari triwulan I tahun 2008. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulanan (q-to-q) pada triwulan I tahun 2011turun sebesar 2,18 persen dari triwulan IV tahun 2010. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV tahun 2010 naik sebesar 2,77 persen dari triwulan III tahun 2010, dan pertumbuhan triwulan III tahun 2010 naik sebesar 2,13 persen dari triwulan II tahun 2010. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Bulanan (m-to-m) selama triwulan I tahun 2011 mengalami kenaikan pada bulan Maret 2011, sedangkan pada bulan Januari dan Februari mengalami penurunan. Pertumbuhan bulan Januari 2011turun 0,35 persen dari bulan Desember 2010, pertumbuhan bulan Februari 2011turun sebesar 5,96 persen dari bulan Januari 2011, dan pertumbuhan bulan Maret 2011naik 4,34 persen dari bulan Februari 2011.

Download PDF
NTP April 2011 Naik 0,57%

NTP April 2011 Naik 0,57%

2011-05-02

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional April 2011 sebesar 103,91 atau naik 0,57 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, dan Subsektor Perikanan masing-masing sebesar 0,79 persen, 1,30 persen, dan 0,54 persen. Pada April 2011, NTP Provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan tertinggi (1,72 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya NTP Provinsi Gorontalo terjadi penurunan terbesar (0,96 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada April 2011, terjadi deflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,59 persen terutama dipicu oleh turunnya indeks subkelompok bahan makanan.

Download PDF