Berita Statistik BPS Republik Indonesia
ITB Triwulan IV-2008 Sebesar 102,19, Sedang ITK Triwulan IV-2008 100,93
2009-02-16
Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan IV-2008 sebesar 102,19, mengindikasikan kondisi bisnis pada triwulan tersebut secara umum masih meningkat, namun peningkatannya lebih lambat dibandingkan peningkatan bisnis pada Triwulan III-2008 (nilai ITB 111,12). Sektor-sektor yang mengalami penurunan usaha terparah pada Triwulan IV-2008 adalah sektor Industri Pengolahan (ITB 87,97), diikuti oleh sektor Pertambangan dan Penggalian (ITB 89,29) dan sektor Pertanian (ITB 98,61). Penurunan usaha di tiga sektor ini terjadi karena adanya penurunan pendapatan usaha, penggunaan kapasitas produksi maupun jumlah jam kerja. Kelima sektor lainnya masih mengalami peningkatan usaha pada Triwulan IV-2008, namun peningkatannya melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Satu-satunya sektor yang mengalami peningkatan usaha dan tidak mengalami perlambatan adalah sektor Jasa-jasa. Nilai ITB Triwulan I-2009 diperkirakan sebesar 95,78, berarti secara umum kondisi bisnis pada Triwulan tersebut diperkirakan akan menurun dibandingkan Triwulan IV-2008. Sektor-sektor ekonomi yang diperkirakan akan mengalami penurunan pada Triwulan I-2009 adalah Industri Pengolahan dan Pertambangan dan Penggalian. Sektor-sektor lainnya diperkirakan akan mengalami peningkatan kondisi bisnis terutama pada sektor Pertanian dan Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2008 di Jabodetabek sebesar 100,93 yang berarti kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan IV-2008 masih membaik, namun optimisme konsumen melemah dibandingkan dengan kondisi triwulan sebelumnya (ITK sebesar 102,78). Peningkatan nilai ITK terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga dan konsumsi nonmakanan seperti biaya perumahan (listrik, telepon dan air), pendidikan dan transportasi Nilai ITK di Jabodetabek pada Triwulan I-2009 diperkirakan sebesar 102,25, artinya kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan I-2009 diprediksi akan membaik dibandingkan triwulan sebelumnya. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan mendatang diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan, meskipun rencana pembelian barang-barang tahan lama diperkirakan menurun.
Download PDFPDB Tahun 2008 Meningkat 6,1 Persen
2009-02-16
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2008 meningkat sebesar 6,1 persen terhadap tahun 2007, terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan dan komunikasi 16,7 persen dan terendah di sektor pertambangan dan penggalian 0,5 persen. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2008 mencapai 6,5 persen. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2008 atas dasar harga berlaku mencapai Rp4.954,0 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.082,1 triliun. Secara triwulanan, PDB Indonesia triwulan IV-2008 dibandingkan dengan triwulan III-2008 (q-to-q) menurun sebesar minus 3,6 persen, dan bila dibandingkan dengan triwulan IV-2007 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,2 persen. Dari sisi penggunaan, PDB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 61,0 persen, konsumsi pemerintah 8,4 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 27,7 persen, ekspor 29,8 persen dan impor 28,6 persen. Semua komponen PDB penggunaan mengalami pertumbuhan pada tahun 2008, dengan pertumbuhan tertinggi pada pembentukan modal tetap bruto sebesar 11,7 persen, diikuti oleh pengeluaran konsumsi pemerintah 10,4 persen, impor 10,0 persen, ekspor 9,5 persen, serta pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 5,3 persen. Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2008 sebesar 6,1 persen didukung oleh sumber utama pertumbuhan komponen ekspor 4,6 persen, diikuti konsumsi rumahtangga 3,1 persen, pembentukan modal tetap bruto 2,6 persen, dan konsumsi pemerintah 0,8 persen. PDB per kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2008 mencapai Rp21,7 juta (US$2.271,2), sementara tahun 2007 sebesar Rp17,5 juta (US$1.942,1). Struktur perekonomian Indonesia secara spasial masih didominasi oleh Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 57,9 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,4 persen, Pulau Kalimantan 10,0 persen, Pulau Sulawesi 4,5 persen dan lainnya sebesar 4,2 persen
Download PDFTriwulan III/2008, Produksi q-to-q Industri Pengolahan Sedang Dan Besar Pada Triwulan IV/2008 Tumbuh Kontraksi (Minus 3,40 Persen)
2009-02-02
Dibandingkan dengan triwulan III/2008, produksi q-to-q Industri Pengolahan Sedang dan Besar pada triwulan IV tahun 2008 tumbuh kontraksi (minus 3,40 persen). Jenis-jenis industri yang pertumbuhan produksinya kontraksi/turun terbesar adalah Industri Alat Angkutan selain Kendaraan Bermotor Roda Empat/Lebih (minus 14,89 persen, Industri Logam Dasar (minus 13,04 persen), dan Industri Tekstil (minus 10,61 persen). Namun, bila dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya (triwulan IV/2007), produksi y-on-y Industri Pengolahan Sedang dan Besar pada triwulan IV tahun 2008 mengalami kenaikan sebesar 1,36 persen, walaupun kenaikan ini melambat dibandingkan dengan produksi Industri Pengolahan Sedang dan Besar pada triwulan IV tahun 2007 (yaitu 4,46 persen). Dibandingkan dengan tahun 2007, produksi y-on-y Industri Pengolahan Sedang dan Besar pada tahun 2008 masih naik sebesar 2,97 persen. Namun, pertumbuhan produksi Industri Pengolahan Sedang dan Besar pada tahun 2008 melambat bila dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2007 yang tumbuh sebesar 5,57 persen. Jenis-jenis industri yang pertumbuhan produksinya mengalami kenaikan tertinggi pada tahun 2008 adalah: Industri Furnitur dan Pengolahan Lainnya (naik sebesar 34,16 persen; pada tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 14,12 persen), Industri Alat Angkutan selain Kendaraan bermotor Roda Empat/Lebih (naik sebesar 33,80 persen; pada tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 8,89 persen), dan Industri Kendaraan Bermotor (naik sebesar 20,78 persen; industri ini tumbuh melambat jika dibandingkan dengan tahun 2007 yang tumbuh sebesar 29,65 persen). Jenis-jenis industri yang pertumbuhan produksinya mengalami penurunan terbesar pada tahun 2008 adalah Industri Kimia dan Barang-Barang dari Kimia (turun sebesar 6,32 persen, pada tahun 2007 tumbuh sebesar 35,84 persen).
Download PDFNTP Nasional Desember 2008 Naik Sebesar 0,63 Persen
2009-02-02
Pada Desember 2008, Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 96,24, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 99,52, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 100,01, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 104,02, dan untuk Nilai Tukar Nelayan (NTN) 103,92. Secara gabungan, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional sebesar 98,99. Ini berarti mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu sebesar 0,63 persen. Dari 32 provinsi yang dilaporkan pada Desember 2008, terdapat 27 provinsi mengalami kenaikan dan 5 provinsi mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi NTP Desember 2008 terjadi di Provinsi Bengkulu, yaitu sebesar 3,01 persen, karena indeks yang diterima naik hingga 3,71 persen (didominasi komoditi cabe merah), sedang Indeks yang dibayar hanya naik 0,68 persen. Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Sumatera Selatan yang turun sebesar 0,55 persen, disebabkan indeks yang diterima turun sebesar 0,41 persen (didominasi komoditi kopi) sedangkan indeks yang dibayar naik sebesar 0,14 persen. Pada Desember 2008, terjadi Inflasi di daerah pedesaan di Indonesia sebesar 0,42 persen. Inflasi pedesaan Desember 2008 ini dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga di 6 (enam) subkelompok, yaitu subkelompok bahan makanan 0,69 persen, makanan jadi 0,40 persen, perumahan 0,89 persen, sandang 0,46 persen, kesehatan 0,45 persen, serta pendidikan, rekreasi & olah raga 0,20 persen. Sedangkan subkelompok transportasi dan komunikasi turun 2,16 persen yang diakibatkan oleh penurunan bahan bakar minyak. Berdasarkan observasi sebanyak 549 transaksi gabah di 16 provinsi, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Januari 2009 dibandingkan keadaan Desember 2008 untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) dan Gabah Kering Panen (GKP) mengalami kenaikan, yaitu GKG naik sebesar 0,17 persen dan GKP naik sebesar 4,00 persen. Sedangkan kualitas rendah/diluar kelompok kualitas mengalami penurunan sebesar 0,89 persen. Rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan untuk kualitas GKG mencapai Rp 3.024,- per kg, berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Rata-rata harga gabah untuk kualitas GKP mencapai Rp 2.743,- per kg di tingkat petani dan Rp 2.801,- per kg di tingkat penggilingan, keduanya berada di atas HPP. Persentase observasi harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP mengalami kenaikan karena berlakunya HPP yang baru, yaitu dari 3,86 persen pada Desember 2008 menjadi 18,43 persen pada Januari 2009. Persentase observasi gabah berkualitas rendah juga mengalami kenaikan, yaitu dari 11,84 persen pada Desember 2008 menjadi 14,03 persen pada Januari 2009. Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp 1.800,- per kg dijumpai di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten (kualitas Rendah). Harga tertinggi sebesar Rp 3.550,- per kg dijumpai di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat (kualitas GKP). Upah nominal harian buruh tani Nasional pada Desember 2008 naik sebesar 0,38 persen dibanding upah November 2008, yaitu dari Rp 35.704,- menjadi Rp 35.842,- per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,03 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Januari 2009 naik 0,26 persen dibanding upah Desember 2008, yaitu dari Rp 53.527,- menjadi Rp 53.667,- per hari. Secara riil naik sebesar 0,33 persen1).
Download PDFJumlah Wisatawan Mancanegara (wisman) Desember 2008 Naik 16,46 Persen
2009-02-02
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Desember 2008 mencapai 610,5 ribu orang atau naik 17,69 persen dibanding jumlah wisman Desember 2007 sebanyak 518,7 ribu orang. Dibanding November 2008, jumlah wisman Desember 2008 juga naik 16,46 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada Desember 2008 naik 18,27 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 426,8 ribu orang menjadi 504,8 ribu orang. Begitu juga jika dibanding November 2008, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk naik 17,80 persen. Jumlah wisman ke Bali pada Desember 2008 naik 14,69 persen dibanding Desember 2007. Dibanding November 2008, jumlah wisman ke Bali mengalami kenaikan sebesar 2,37 persen, yaitu dari 172,8 ribu orang menjadi 176,9 ribu orang pada Desember 2008. Jumlah wisman yang datang ke Indonesia pada Januari-Desember 2008 (termasuk di luar 11 pintu masuk utama) mencapai 6,23 juta orang atau meningkat 13,24 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2007 sebanyak 5,51 juta orang. Jumlah pengunjung (excursionists) yang transit di Indonesia dalam rangka perjalanan internasionalnya pada Januari-Desember 2008 mencapai 194,5 ribu orang. Dibanding keadaan yang sama tahun 2007, jumlah excursionists naik sebesar 2,84 persen. Secara keseluruhan jumlah kunjungan tamu asing ke Indonesia selama tahun 2008 mencapai 6,43 juta orang. Total pengeluaran tamu asing di Indonesia (perkiraan devisa yang masuk) untuk tahun 2008 mencapai US$ 7,5 milyar atau naik 41,5 persen dibanding penerimaan devisa tahun 2007 sebesar US$ 5,3 milyar. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 14 Propinsi pada Desember 2008 mencapai rata-rata 49,69 persen, atau naik 1,33 poin dibanding TPK November 2008 yang besarnya 48,36 persen. Sementara itu TPK November mengalami penurunan 0,47 poin dibanding TPK Oktober 2008 yang besarnya 48,83 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik 1,83 poin pada Desember 2008 bila dibanding November 2008, yaitu dari 60,40 persen pada November 2008 menjadi 62,23 persen pada Desember 2008. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 Propinsi selama Desember 2008 adalah 2,05 hari, mengalami penurunan yang sama dibanding bulan November dan Desember yaitu 0,14 hari.
Download PDFPada Bulan Januari 2009 Terjadi Deflasi Sebesar 0,07 Persen
2009-02-02
Pada bulan Januari 2009 terjadi deflasi sebesar 0,07 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 113,78. Dari 66 kota, tercatat 32 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Manado 1,35 persen dengan IHK 113,66 dan terendah terjadi di Madiun 0,01 persen dengan IHK 117,09. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Manokwari 3,84 persen dengan IHK 127,41 dan terendah terjadi di Batam 0,01 persen dengan IHK 110,36. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,06 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 2,53 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah sebagai berikut : kelompok bahan makanan 0,76 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,95 persen, kelompok sandang 0,55 persen, kelompok kesehatan 0,37 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,12 persen. Laju deflasi tahun kalender (Januari) 2009 sebesar 0,07 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Januari 2009 terhadap Januari 2008) sebesar 9,17 persen. Inflasi komponen inti pada bulan Januari 2009 sebesar 0,44 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari) 2009 sebesar 0,44 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti year on year (Januari 2009 terhadap Januari 2008) sebesar 7,39 persen.
Download PDFNilai Ekspor Desember 2008 Turun 9,57 Persen Nilai Impor Turun 11,67 Persen
2009-02-02
Nilai ekspor Indonesia Desember 2008 mencapai US$8,69 miliar atau mengalami penurunan sebesar 9,57 persen dibanding ekspor November 2008. Demikian pula bila dibanding ekspor Desember 2007 mengalami penurunan sebesar 20,56 persen. Ekspor nonmigas Desember 2008 mencapai US$7,45 miliar, turun 8,84 persen dibanding November 2008, sedangkan dibanding ekspor Desember 2007 turun 11,59 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2008 mencapai US$136,76 miliar atau meningkat 19,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai US$107,80 miliar atau meningkat 17,16 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Desember 2008 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$382,6 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$191,6 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Desember 2008 mencapai angka terbesar yaitu US$1,01 miliar, disusul Amerika Serikat US$907,0 juta dan Singapura US$706,7 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,19 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 27 negara ) sebesar US$1,25 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian, ekspor hasil industri serta ekspor hasil tambang dan lainnya periode Januari-Desember 2008 meningkat masing-masing sebesar 34,98 persen, 15,15 persen dan 24,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2007. Nilai impor Indonesia Desember 2008 mencapai US$7,70 miliar atau menurun 11,67 persen dibanding Nopember 2008 yang terdiri dari impor migas sebesar US$0,98 miliar (12,77 persen) dan impor nonmigas sebesar US$6,72 miliar (87,23 persen). Sedangkan selama Januari-Desember 2008 nilai impor Indonesia mencapai US$128,79 miliar dengan impor migas sebesar US$30,47 miliar (23,66 persen) dan impor nonmigas sebesar US$98,32 miliar (76,34 persen). Nilai impor Kawasan Berikat Desember 2008 mencapai US$1,41 miliar atau menurun 10,14 persen dibanding Nopember 2008, sedangkan selama Januari-Desember 2008 nilai impornya mencapai US$23,69 miliar terdiri dari impor migas sebesar US$196,4 juta (0,83 persen) dan impor nonmigas sebesar US$23,49 miliar (99,17 persen) Nilai impor di Luar Kawasan Berikat Desember 2008 mencapai US$6,29 miliar atau menurun 12,01 persen dibanding Nopember 2008 yang besarnya US$7,15 miliar, sedangkan selama Januari-Desember 2008 nilai impor di Luar Kawasan Berikat mencapai US$105,10 miliar atau meningkat 41,13 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari-Desember 2008 impor nonmigas terbesar adalah mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$17,88 miliar atau 18,18 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$14,96 miliar dengan pangsa 15,21 persen, diikuti Jepang US$14,44 miliar (14,68 persen) dan Singapura US$11,07 miliar (11,26 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,09 persen dan Uni Eropa sebesar 10,71 persen. Menurut golongan penggunaan barang, peranan impor untuk barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Desember 2008 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yaitu dari 6,91 persen menjadi 6,48 persen dan dari 73,02 persen menjadi 65,03 persen. Sedangkan peranan impor barang modal meningkat dari 20,07 persen menjadi 28,49 persen.
Download PDFJumlah Angkatan Kerja Indonesia Agustus 2008 Mencapai 111,95 Juta Orang
2009-01-05
Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2008 mencapai 111,95 juta orang, bertambah 470 ribu orang dibanding jumlah angkatan kerja Februari 2008 sebesar 111,48 juta orang atau bertambah 2,01 juta orang dibanding Agustus 2007 sebesar 109,94 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2008 mencapai 102,55 juta orang, bertambah 503 ribu orang dibanding keadaan pada Februari 2008 sebesar 102,05 juta orang, atau bertambah 2,62 juta orang dibanding keadaan Agustus 2007 sebesar 99,93 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Agustus 2008 mencapai 8,39 persen, mengalami penurunan dibanding pengangguran Februari 2008 sebesar 8,46 persen, dan pengangguran Agustus 2007 sebesar 9,11 persen. Dibanding Agustus 2007, seluruh sektor mengalami peningkatan lapangan kerja, terbesar adalah pada sektor jasa kemasyarakatan naik 1,08 juta orang, sektor perdagangan naik 677 ribu orang dan sektor transportasi naik 220 ribu orang. Di sisi lain, dibanding Februari 2008 sektor pertanian mengalami penurunan lapangan kerja sebanyak 1,36 juta orang, namun lapangan kerja sektor pertanian tetap yang terbesar 41,33 juta orang (40,3 persen). Pada Agustus 2008, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebanyak 28,18 juta orang (27,5 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 21,77 juta orang (21,2 persen) dan berusaha sendiri sejumlah 20,92 juta orang (20,4 persen). Berdasarkan jumlah jam kerja, sebanyak 71,44 juta orang (69,7persen) bekerja 35 jam atau lebih perminggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1,23 juta orang (1,2 persen). Walaupun pekerja dengan pendidikan SD ke bawah sudah mengalami penurunan sebanyak 1,04 juta orang dalam setahun terakhir, tetapi jumlahnya masih tetap mendominasi lapangan kerja di Indonesia yaitu sebanyak 55,33 juta (53,9 persen).
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Nasional November 2008 Sebesar 98,36 Mengalami Penurunan 0,84 Persen
2009-01-05
Pada November 2008, Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 96,60, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 96,30, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 100,10, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 102,75, dan untuk Nilai Tukar Nelayan (NTN) 102,53. Secara gabungan, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional sebesar 98,36. Ini berarti mengalami penurunan bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu sebesar 0,84 persen. Dari 32 provinsi yang dilaporkan pada November 2008, terdapat 10 provinsi mengalami kenaikan dan 22 provinsi mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi NTP November 2008 terjadi di Provinsi Sumatera Selatan, yaitu sebesar 3,12 persen, karena indeks yang diterima naik hingga 3,70 persen, sedang indeks yang dibayar hanya naik 0,57 persen. Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi D.I. Yogyakarta yang turun sebesar 4,10 persen, disebabkan indeks yang diterima turun sebesar 3,90 persen dibandingkan indeks yang dibayar yang naik 0,21 persen. Pada November 2008, terjadi deflasi di daerah pedesaan di Indonesia sebesar 0,03 persen. Deflasi pedesaan November 2008 ini dipengaruhi oleh penurunan indeks harga di subkelompok bahan makanan dan subkelompok transportasi dan komunikasi yang masing-masing turun 0,47 persen dan 0,01 persen. Sedangkan subkelompok lainnya mengalami kenaikan, antara lain makanan jadi, minuman, dan rokok 0,34 persen, perumahan 0,50 persen, sandang 0,37 persen, kesehatan 0,52 persen, serta pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,55 persen. Berdasarkan observasi sebanyak 735 transaksi gabah di 14 provinsi, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Desember 2008 dibandingkan keadaan November 2008 untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) dan Gabah Kering Panen (GKP) mengalami kenaikan, yaitu GKG naik sebesar 1,76 persen dan GKP naik sebesar 2,34 persen. Sedangkan kualitas rendah/diluar kelompok kualitas mengalami penurunan sebesar 0,12 persen. Rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan untuk kualitas GKG mencapai Rp 3.017,- per kg, berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Rata-rata harga gabah untuk kualitas GKP mencapai Rp 2.638,- per kg di tingkat petani dan Rp 2.698,- per kg di tingkat penggilingan, keduanya berada di atas HPP. Persentase observasi harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP mengalami penurunan, yaitu dari 6,55 persen pada November 2008 menjadi 3,86 persen pada Desember 2008. Persentase observasi gabah berkualitas rendah mengalami kenaikan, yaitu dari 11,28 persen pada November 2008 menjadi 11,84 persen pada Desember 2008. Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp 1.900,- per kg dijumpai di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (kualitas Rendah). Harga tertinggi sebesar Rp 3.500,- per kg dijumpai di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat (kualitas GKG). Upah nominal harian buruh tani Nasional pada November 2008 naik sebesar 0,45 persen dibanding upah Oktober 2008, yaitu dari Rp 35.544,- menjadi Rp 35.704,- per hari. Secara riil mengalami peningkatan sebesar 0,48 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Desember 2008 naik 0,31 persen dibanding upah November 2008, yaitu dari Rp 53.362,- menjadi Rp 53.527,- per hari. Secara riil naik sebesar 0,34 persen1). Upah nominal bulanan buruh industri pada triwulan III 2008 turun sebesar 8,74 persen dibanding upah triwulan II 2008 yaitu dari Rp 1.200.772,- menjadi Rp 1.095.790,-, secara riil turun 11,30 persen1). Dibanding upah triwulan III 2007 (year on year), upah nominal naik 7,89 persen.
Download PDFJumlah Wisatawan Mancanegara (wisman) November 2008 Turun 0,99 Persen
2009-01-05
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada November 2008 mencapai 524,2 ribu orang atau naik 9,94 persen dibanding jumlah wisman November 2007 sebanyak 476,8 ribu orang. Dibanding Oktober 2008, jumlah wisman November 2008 turun 0,99 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada November 2008 naik 8,19 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 396,1 ribu orang menjadi 428,5 ribu orang. Dibanding Oktober 2008, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk turun 1,90 persen. Jumlah wisman ke Bali pada November 2008 naik 16,46 persen dibanding November 2007. Dibanding Oktober 2008, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 8,63 persen, yaitu dari 189,1 ribu orang menjadi 172,8 ribu orang pada November 2008. Secara kumulatif (Januari-November), jumlah wisman tahun 2008 mencapai 5,62 juta orang atau meningkat 12,77 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2007 sebanyak 4,99 juta orang. Jumlah pengunjung (excursionists) yang transit di Indonesia dalam rangka perjalanan internasionalnya pada Januari-November 2008 mencapai 177,8 ribu orang. Dibanding keadaan yang sama tahun 2007, jumlah pengunjung transit internasional (excursionists) naik sebesar 3,49 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 14 Provinsi pada Oktober 2008 mencapai rata-rata 48,83 persen, atau naik 6,17 poin dibanding TPK September 2008 yang besarnya 42,66 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik 0,37 poin, yaitu dari 68,69 persen pada September 2008 menjadi 69,06 persen pada Oktober 2008. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 Provinsi selama Oktober 2008 adalah 2,19 hari, turun 0,38 hari dibanding September 2008.
Download PDF