Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Jumlah Wisatawan Mancanegara (wisman) September 2008 Turun 16,43 %.
2008-11-03
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada September 2008 mencapai 501,0 ribu orang atau naik 7,99 persen dibanding jumlah wisman September 2007 sebanyak 463,9 ribu orang. Dibanding Agustus 2008, jumlah wisman September 2008 mengalami penurunan sebesar 16,43 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada September 2008 naik 7,27 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 382,9 ribu orang menjadi 410,8 ribu orang. Dibanding Agustus 2008, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk mengalami penurunan sebesar 18,04 persen. Jumlah wisman ke Bali pada September 2008 naik 18,57 persen dibanding September 2007. Dibanding Agustus 2008, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 3,33 persen, yaitu dari 195,8 ribu orang menjadi 189,2 ribu orang pada September 2008. Secara kumulatif (Januari-September), jumlah wisman tahun 2008 mencapai 4,57 juta orang atau meningkat 12,19 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2007 sebanyak 4,07 juta orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Agustus 2008 mencapai rata-rata 55,19 persen, atau naik 0,62 poin dibanding TPK Juli 2008 yang besarnya 54,57 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik 1,81 poin, yaitu dari 68,13 persen pada Juli 2008 menjadi 69,94 persen pada Agustus 2008. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) selama Agustus 2008 adalah 2,06 hari, turun 0,10 hari dibanding Juli 2008.
Download PDFInflasi Oktober 2008 Sebesar 0,45 Persen
2008-11-03
Pada bulan Oktober 2008 terjadi inflasi sebesar 0,45 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 113,76. Dari 66 kota, tercatat 53 kota mengalami inflasi dan 13 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palangkaraya 1,71 persen dengan IHK 116,13 dan terendah terjadi di Palu 0,03 persen dengan IHK 115,16. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Ambon 1,63 persen dengan IHK 114,38 dan terendah terjadi di Jambi 0,03 persen dengan IHK 114,87. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok- kelompok barang dan jasa sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,71 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,77 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,24 persen, kelompok sandang 0,71 persen, kelompok kesehatan 0,52 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,39 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,10 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2008 sebesar 10,96 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Oktober 2008 terhadap Oktober 2007) sebesar 11,77 persen.
Download PDFBulan September 2008, Nilai Ekspor Turun 2,15 Persen dan Nilai Impor Turun 5,53 Persen.
2008-11-03
Nilai ekspor Indonesia September 2008 mencapai US$12,23 miliar atau mengalami penurunan sebesar 2,15 persen dibanding ekspor Agustus 2008. Sementara bila dibanding ekspor September 2007 mengalami peningkatan sebesar 28,53 persen. Ekspor nonmigas September 2008 mencapai US$9,80 miliar, naik 2,45 persen dibanding Agustus 2008, sedangkan dibanding ekspor September 2007 naik 31,72 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-September 2008 mencapai US$107,65 miliar atau meningkat 29,69 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai US$83,31 miliar atau meningkat 23,36 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar September 2008 terjadi pada lemak&minyak hewan/nabati sebesar US$303,0 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$191,2 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang September 2008 mencapai angka terbesar yaitu US$1,24 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,23 miliar dan Singapura US$795,1 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,26 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 27 negara ) sebesar US$1,28 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian, ekspor hasil industri serta ekspor hasil tambang dan lainnya periode Januari-September 2008 meningkat masing-masing sebesar 42,64 persen, 23,35 persen dan 17,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2007. Nilai impor Indonesia September 2008 mencapai US$11,21 miliar atau menurun 5,53 persen dibanding Agustus 2008 yang terdiri dari impor migas sebesar US$2,52 miliar (22,49 persen) dan impor nonmigas sebesar US$8,69 miliar (77,51 persen). Sedangkan selama Januari-September 2008 nilai impor Indonesia mencapai US$101,09 miliar dengan impor migas sebesar US$25,90 miliar (25,62 persen) dan impor nonmigas sebesar US$75,19 miliar (74,38 persen). Nilai impor Kawasan Berikat September 2008 mencapai US$1,80 miliar atau menurun 0,45 persen dibanding Agustus 2008, sedangkan selama Januari-September 2008 nilai impornya mencapai US$18,59 miliar terdiri dari impor migas sebesar US$181,8 juta (0,98 persen) dan impor nonmigas sebesar US$18,41 miliar (99,02 persen) Nilai impor di Luar Kawasan Berikat September 2008 mencapai US$9,41 miliar atau menurun 6,44 persen dibanding Agustus 2008 yang besarnya US$10,05 miliar, sedangkan selama Januari-September 2008 nilai impor di Luar Kawasan Berikat mencapai US$82,50 miliar atau meningkat 53,41 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari-September 2008 impor nonmigas terbesar adalah mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$13,44 miliar atau 17,87 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$11,51 miliar dengan pangsa 15,31 persen, diikuti Jepang US$10,66 miliar (14,18 persen) dan Singapura US$8,64 miliar (11,49 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,50 persen dan Uni Eropa sebesar 10,23 persen. Menurut golongan penggunaan barang, peranan impor untuk barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama September 2008 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yaitu masing-masing dari 7,48 persen dan 75,94 persen menjadi 6,77 persen dan 75,65 persen. Sedangkan peranan impor barang modal meningkat dari 16,58 persen menjadi 17,58 persen.
Download PDFNTP Agustus 2008 Naik 0,29 Persen.
2008-10-06
Pada Agustus 2008, Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 98,81, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 102,61, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 114,71, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 99,72, dan untuk Nilai Tukar Nelayan (NTN) 100,92. Secara gabungan, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional sebesar 102,00. Ini berarti mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang terpaut sebesar 0,29 persen. Dari 32 Provinsi yang dilaporkan pada Agustus 2008, terdapat 15 provinsi mengalami kenaikan dan 17 provinsi mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi NTP Agustus 2008 terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu sebesar 1,34 persen, karena indeks yang diterima naik hingga 1,49 persen, sedang Indeks yang dibayar hanya naik 0,14 persen. Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jambi yang turun sebesar 1,95 persen, disebabkan indeks yang diterima turun sebesar 1,08 persen dibandingkan indeks yang dibayar yang naik 0,82 persen. Pada Agustus 2008, terjadi inflasi di daerah pedesaan di Indonesia sebesar 0,56 persen. Inflasi pedesaan Agustus 2008 ini dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga di seluruh subkelompok yang ada, yaitu: bahan makanan 0,72 persen, makanan jadi, minuman dan rokok 0,31 persen, perumahan 0,64 persen, sandang 0,33 persen, kesehatan 0,31 persen, pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,68 pesen, serta transportasi dan komunikasi 0,34 persen. Berdasarkan observasi sebanyak 716 transaksi gabah di 17 provinsi, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada September 2008 dibandingkan keadaan Agustus 2008 untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) mengalami penurunan, yaitu turun sebesar 0,09 persen. Sedangkan kualitas Gabah Kering Panen (GKP) dan kualitas rendah/di luar kelompok kualitas mengalami kenaikan, yaitu GKP naik sebesar 3,70 persen dan kualitas Rendah naik sebesar 0,11 persen. Rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan untuk kualitas GKG mencapai Rp 2.882,- per kg, berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Dan rata-rata harga gabah untuk kualitas GKP mencapai Rp 2.599,- per kg di tingkat petani dan Rp 2.660,- per kg di tingkat penggilingan, keduanya berada di atas HPP. Persentase observasi harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP mengalami penurunan, yaitu dari 8,95 persen pada Agustus 2008 menjadi 3,12 persen pada September 2008. Persentase observasi gabah berkualitas rendah juga mengalami penurunan, yaitu dari 12,61 persen pada Agustus 2008 menjadi 10,61 persen pada September 2008. Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp 1.980,- per kg dijumpai di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah (kualitas Rendah). Harga tertinggi sebesar Rp 3.635,- per kg dijumpai di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (kualitas GKP). Upah nominal harian buruh tani Nasional pada Agustus 2008 naik sebesar 0,35 persen dibanding upah Juli 2008, yaitu dari Rp35.225,- menjadi Rp35.348,- per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,21 persen*). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada September 2008 naik 1,53 persen dibanding upah Agustus 2008, yaitu dari Rp47.576,- menjadi Rp48.305,- per hari. Secara riil naik sebesar 0,55 persen*). Upah nominal bulanan buruh industri pada triwulan I 2008 turun sebesar 4,70 persen dibanding upah triwulan IV 2007 yaitu dari Rp1.194.684,- menjadi Rp1.138.520,- per bulan, secara riil turun 6,36 persen*). Dibanding upah triwulan I 2007 (year on year), upah nominal naik 13,15 persen.
Download PDFJumlah Wisman Agustus 2008 Naik 5,67 Persen.
2008-10-06
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Agustus 2008 mencapai 599,5 ribu orang atau naik 20,88 persen dibanding jumlah wisman Agustus 2007 yang banyaknya 496,0 ribu orang. Dibanding Juli 2008, jumlah wisman Agustus 2008 mengalami kenaikan sebesar 5,67 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada Agustus 2008 naik 24,67 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 402,0 ribu orang menjadi 501,2 ribu orang. Begitu pula dibanding Juli 2008, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk mengalami kenaikan sebesar 6,26 persen. Jumlah wisman ke Bali pada Agustus 2008 naik 12,74 persen dibanding Agustus 2007. Dibanding Juli 2008, jumlah wisman ke Bali mengalami kenaikan sebesar 2,67 persen, yaitu dari 190,7 ribu orang menjadi 195,8 ribu orang pada Agustus 2008. Secara kumulatif (Januari-Agustus), jumlah wisman tahun 2008 mencapai 4,07 juta orang atau meningkat 12,73 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2007 yang banyaknya 3,61 juta orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Juli 2008 mencapai rata-rata 54,57 persen, atau naik 2,20 poin dibanding TPK Juni 2008 yang besarnya 52,37 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik 0,23 poin, yaitu dari 67,90 persen pada Juni 2008 menjadi 68,13 persen pada Juli 2008. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) selama Juli 2008 adalah 2,16 hari, naik 0,10 hari dibanding Juni 2008.
Download PDFAgustus 2008 Nilai Ekspor Naik 0,43 Persen, dan Nilai Impor Turun 7,42 Persen.
2008-10-06
Nilai ekspor Indonesia Agustus 2008 mencapai US$12,50 miliar atau mengalami penurunan sebesar 0,43 persen dibanding ekspor Juli 2008. Sementara bila dibanding ekspor Agustus 2007 mengalami peningkatan sebesar 30,26 persen. Ekspor nonmigas Agustus 2008 mencapai US$9,56 miliar, turun 1,20 persen dibanding Juli 2008, sedangkan dibanding ekspor Agustus 2007 naik 23,54 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Agustus 2008 mencapai US$95,45 miliar atau meningkat 29,87 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai US$73,54 miliar atau meningkat 22,38 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Agustus 2008 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$19,9 milyar, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$455,0 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Agustus 2008 mencapai angka terbesar yaitu US$1,29 milyar, disusul Amerika Serikat US$1,09 milyar dan Singapura US$957,2 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,84 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,29 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian, ekspor hasil industri serta ekspor hasil tambang dan lainnya periode Januari-Agustus 2008 meningkat masing-masing sebesar 44,01 persen, 22,57 persen dan 15,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2007. Nilai impor Indonesia Agustus 2008 mencapai US$11,86 miliar atau menurun 7,42 persen dibanding Juli 2008 yang terdiri dari impor migas sebesar US$2,89 miliar (24,37 persen) dan impor nonmigas sebesar US$8,97 miliar (75,63 persen). Sedangkan selama Januari-Agustus 2008 nilai impor Indonesia mencapai US$89,83 miliar dengan impor migas sebesar US$23,31 miliar (25,95 persen) dan impor nonmigas sebesar US$66,52 miliar (74,05 persen). Nilai impor Kawasan Berikat Agustus 2008 mencapai US$1,81 miliar atau menurun 12,95 persen dibanding Juli 2008, sedangkan selama Januari-Agustus 2008 nilai impornya mencapai US$16,81 miliar terdiri dari impor migas sebesar US$177,1 juta (1,05 persen) dan impor nonmigas sebesar US$16,63 miliar (98,95 persen) Nilai impor di Luar Kawasan Berikat Agustus 2008 mencapai US$10,05 miliar atau menurun 6,35 persen dibanding Juli 2008 yang besarnya US$10,74 miliar, sedangkan selama Januari-Agustus 2008 nilai impor di Luar Kawasan Berikat mencapai US$73,02 miliar atau meningkat 55,41 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari-Agustus 2008 impor nonmigas terbesar adalah mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$11,90 miliar atau 17,88 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$10,01 miliar dengan pangsa 15,05 persen, diikuti Jepang US$9,49 miliar (14,27 persen) dan Singapura US$7,71 miliar (11,59 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,65 persen dan Uni Eropa sebesar 10,27 persen. Menurut golongan penggunaan barang, peranan impor untuk bahan baku/penolong dan barang modal selama Agustus 2008 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yaitu masing-masing dari 76,21 persen dan 17,13 persen menjadi 75,94 persen dan 16,58 persen. Sedangkan peranan impor barang konsumsi meningkat dari 6,66 persen menjadi 7,48 persen.
Download PDFInflasi September 2008 Sebesar 0,97 Persen.
2008-10-06
Pada bulan September 2008 terjadi inflasi sebesar 0,97 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 113,25. Dari 66 kota, seluruh kota pada bulan ini mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan 2,80 persen dengan IHK 121,55 dan terendah terjadi di Manado 0,03 persen dengan IHK sebesar 115,01. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok- kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 1,90 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,94 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,22 persen; kelompok sandang 0,50 persen; kelompok kesehatan 0,36 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,63 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,22 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-September) 2008 sebesar 10,47 persen, sedangkan laju inflasi year on year (September 2008 terhadap September 2007) sebesar 12,14 persen.
Download PDFWisman Juli 2008 Naik 7,24 Persen.
2008-09-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Juli 2008 mencapai 567,4 ribu orang atau naik 10,24 persen dibanding jumlah wisman Juli 2007 sebanyak 514,6 ribu orang. Dibanding Juni 2008, jumlah wisman Juli 2008 mengalami kenaikan sebesar 7,24 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada Juli 2008 naik 12,29 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 420,1 ribu orang menjadi 471,7 ribu orang. Begitu pula dibanding Juni 2008, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk mengalami kenaikan sebesar 6,03 persen. Jumlah wisman ke Bali pada Juli 2008 naik 11,05 persen dibanding Juli 2007. Dibanding Juni 2008, jumlah wisman ke Bali mengalami kenaikan sebesar 6,96 persen, yaitu dari 178,3 ribu orang menjadi 190,7 ribu orang pada Juli 2008. Secara kumulatif (Januari-Juli), jumlah wisman tahun 2008 mencapai 3,47 juta orang atau meningkat 11,43 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2007 sebanyak 3,11 juta orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Juni 2008 mencapai rata-rata 52,37 persen, atau naik 1,54 poin dibanding TPK Mei 2008 yang besarnya 50,83 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik 5,94 poin, yaitu dari 61,96 persen pada Mei 2008 menjadi 67,90 persen pada Juni 2008. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) selama Juni 2008 adalah 2,06 hari, naik 0,03 hari dibandingkan Mei 2008.
Download PDFEkspor Juli 2008 Turun 2.65 Persen, Impor Naik 6.59 Persen.
2008-09-01
Nilai ekspor Indonesia Juli 2008 mencapai US$12,55 miliar atau mengalami penurunan sebesar 2,65 persen dibanding ekspor Juni 2008. Sementara bila dibanding ekspor Juli 2007 mengalami peningkatan sebesar 25,03 persen. Ekspor nonmigas Juli 2008 mencapai US$9,68 miliar, turun 2,38 persen dibanding Juni 2008, sedangkan dibanding ekspor Juli 2007 naik 17,84 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juli 2008 mencapai US$83,03 miliar atau meningkat 29,93 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai US$64,07 miliar atau meningkat 22,38 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Juli 2008 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$1,48 milyar, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$228,5 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Juli 2008 mencapai angka terbesar yaitu US$1,46 milyar, disusul Singapura US$1,13 milyar dan Amerika Serikat US$1,12 milyar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,35 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,28 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian serta ekspor hasil industri periode Januari-Juli 2008 meningkat 46,99 persen dan 23,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara hasil tambang dan lainnya juga naik sebesar 8,71 persen. Nilai impor Indonesia Juli 2008 mencapai US$12,82 miliar atau meningkat 6,59 persen dibanding Juni 2008 yang terdiri dari impor migas sebesar US$ 3,57 miliar (27,88 persen) dan impor nonmigas sebesar US$9,24 miliar (72,12 persen). Sedangkan selama Januari-Juli 2008 nilai impor Indonesia mencapai US$77,88 miliar dengan impor migas sebesar US$20,32 miliar (26,09 persen) dan impor nonmigas sebesar US$57,56 miliar (73,91 persen). Nilai impor Kawasan Berikat Juli 2008 mencapai US$2,08 miliar atau menurun 5,19 persen dibanding Juni 2008, sedangkan selama Januari-Juli 2008 nilai impor mencapai US$14,95 miliar terdiri dari impor migas sebesar US$95,1 juta (0,64 persen) dan impor nonmigas sebesar US$14,85 miliar (99,36 persen) Nilai impor di Luar Kawasan Berikat Juli 2008 mencapai US$10,74 miliar atau meningkat 9,22 persen dibanding Juni 2008 yang besarnya US$9,83 miliar, sedangkan selama Januari-Juli 2008 nilai impor di Luar Kawasan Berikat mencapai US$62,93 miliar atau meningkat 57,06 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari-Juli 2008 impor nonmigas terbesar adalah mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$10,35 miliar atau 17,98 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$8,45 miliar dengan pangsa 14,68 persen, diikuti Jepang US$8,33 miliar (14,48 persen) dan Singapura US$6,70 miliar (11,65 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,65 persen dan Uni Eropa sebesar 10,24 persen. Menurut golongan penggunaan barang, peranan impor untuk barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Juli 2008 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yaitu masing-masing dari 6,82 persen dan 80,25 persen menjadi 6,66 persen dan 76,21 persen. Sedangkan peranan impor barang modal meningkat dari 12,93 persen menjadi 17,13 persen.
Download PDFInflasi Agustus 2008 Sebesar 0,51 Persen.
2008-09-01
Pada bulan Agustus 2008 terjadi inflasi sebesar 0,51 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 112,16. Dari 66 kota, tercatat 60 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju 3,21 persen dengan IHK 117,56 dan terendah terjadi di Pematang Siantar 0,02 persen dengan IHK sebesar 111,49. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kupang 0,97 persen dengan IHK 110,77 dan terendah terjadi di Kendari 0,06 persen dengan IHK 114,79. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok- kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 0,94 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,59 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,53 persen, kelompok kesehatan 0,56 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,36 persen. Sedangkan kelompok barang dan jasa yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang 0,53 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2008 sebesar 9,40 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Agustus 2008 terhadap Agustus 2007) sebesar 11,85 persen.
Download PDF