Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Jumlah Wisatawan Mancanegara (wisman) Mei 2008 Naik 10,85 %.
2008-07-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Mei 2008 mencapai 509,0 ribu orang atau naik 13,86 persen dibanding jumlah wisman Mei 2007 sebanyak 447,0 ribu orang. Dibanding April 2008, jumlah wisman Mei 2008 mengalami kenaikan sebesar 10,85 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada Mei 2008 naik 18,13 persen dibanding bulan sama tahun sebelumnya, yaitu dari 362,6 ribu orang menjadi 428,3 ribu orang. Sedangkan dibanding April 2008, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk mengalami kenaikan sebesar 12,79 persen. Jumlah wisman ke Bali pada Mei 2008 naik 23,72 persen dibanding Mei 2007. Dibanding April 2008, jumlah wisman ke Bali mengalami kenaikan sebesar 8,12 persen, yaitu dari 154,8 ribu orang menjadi 167,3 ribu orang pada Mei 2008. Secara kumulatif (Januari-Mei), jumlah wisman tahun 2008 mencapai 2,37 juta orang atau meningkat 12,95 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2007 sebanyak 2,10 juta orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada April 2008 mencapai rata-rata 49,07 persen, atau naik 0,44 poin dibanding TPK Maret 2008 yang besarnya 48,63 persen. TPK hotel berbintang di Bali turun 5,94 poin, yaitu dari 61,62 persen pada Maret 2008 menjadi 55,68 persen pada April 2008. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) selama April 2008 adalah 2,10 hari, naik 0,05 hari dibandingkan Maret 2008.
Download PDFNilai Ekspor Mei 2008 Naik 17,47 %, Nilai Impor Naik 1,41 %
2008-07-01
Nilai ekspor Indonesia Mei 2008 mencapai US$ 12,89 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 17,47 persen dibanding ekspor April 2008. Sementara bila dibanding ekspor Mei 2007 mengalami peningkatan sebesar 31,41 persen. Ekspor nonmigas Mei 2008 mencapai US$ 9,67 miliar, naik 13,94 persen dibanding April 2008, sedangkan dibanding ekspor Mei 2007 naik 20,68 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2008 mencapai US$ 57,60 miliar atau meningkat 30,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 44,52 miliar atau meningkat 22,27 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Mei 2008 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 1,22 miliar, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 48,3 juta. Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Mei 2008 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,11 miliar, disusul Jepang US$ 1,06 miliar dan Singapura US$ 871,0 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,48 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$ 1,48 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian serta ekspor hasil industri periode Januari-Mei 2008 meningkat 48,54 persen dan 25,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara hasil tambang dan lainnya turun sebesar 0,43 persen. Nilai impor Indonesia Mei 2008 mencapai US$ 11,66 miliar atau meningkat 1,41 persen dibanding April 2008 yang terdiri dari impor migas sebesar US$ 3,27 miliar (28,03 persen) dan impor nonmigas sebesar US$ 8,39 miliar (71,97 persen). Sedangkan selama Januari-Mei 2008 nilai impor Indonesia mencapai US$ 52,88 miliar dengan impor migas sebesar US$ 13,09 miliar (24,75 persen) dan impor nonmigas sebesar US$ 39,79 miliar (75,25 persen). Nilai impor Kawasan Berikat Mei 2008 mencapai US$ 1,97 miliar atau menurun 6,96 persen dibanding April 2008, sedangkan selama Januari-Mei 2008 nilai impor mencapai US$ 10,47 miliar terdiri dari impor migas sebesar US$ 37,4 juta (0,36 persen) dan impor nonmigas sebesar US$ 10,43 miliar (99,64 persen) Nilai impor di Luar Kawasan Berikat Mei 2008 mencapai US$ 9,69 miliar atau meningkat 3,30 persen dibanding April 2008 yang besarnya US$ 9,38 miliar, sedangkan selama Januari-Mei 2008 nilai impor di Luar Kawasan Berikat mencapai US$ 42,41 miliar atau meningkat 14,61 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari-Mei 2008 impor nonmigas terbesar adalah mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$ 7,14 miliar atau 17,94 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 5,73 miliar dengan pangsa 14,41 persen, diikuti Cina US$ 5,71 miliar (14,36 persen) dan Singapura US$ 4,74 miliar (11,92 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,96 persen dan Uni Eropa sebesar 10,30 persen. Menurut golongan penggunaan barang, peranan impor untuk barang konsumsi dan barang modal selama Mei 2008 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yaitu masing-masing dari 7,51 persen dan 14,34 persen menjadi 6,91 persen dan 13,15 persen. Sedangkan peranan impor bahan baku/penolong meningkat dari 78,15 persen menjadi 79,94 persen.
Download PDFDengan Menggunakan Tahun Dasar Baru (2007=100), Inflasi Juni 2008 Sebesar 2,46 %
2008-07-01
Dengan menggunakan tahun dasar baru (2007=100), pada bulan Juni 2008 terjadi inflasi sebesar 2,46 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 110,08. Dari 66 kota, tercatat seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari 6,49 persen dengan IHK 112,86 dan terendah terjadi di Bogor 1,15 persen dengan IHK sebesar 112,79. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok- kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 1,28 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,33 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,14 persen; kelompok sandang 0,49 persen; kelompok kesehatan 0,83 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,44 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 8,72 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2008 sebesar 7,37 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Juni 2008 terhadap Juni 2007) sebesar 11,03 persen.
Download PDFJumlah Wisatawan Mancanegara (wisman) April 2008 Naik 4,50 %.
2008-06-02
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada April 2008 mencapai 459,1 ribu orang atau naik 4,50 persen dibanding jumlah wisman April 2007 sebanyak 439,4 ribu orang. Dibanding Maret 2008, jumlah wisman April 2008 mengalami penurunan sebesar 8,55 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada April 2008 naik 5,36 persen dibanding bulan sama tahun sebelumnya, yaitu dari 360,4 ribu orang menjadi 379,7 ribu orang. Sedangkan dibanding Maret 2008, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk mengalami penurunan sebesar 10,04 persen. Jumlah wisman ke Bali pada April 2008 naik 18,12 persen dibanding April 2007. Dibanding Maret 2008, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 3,20 persen, yaitu dari 159,9 ribu orang menjadi 154,8 ribu orang pada April 2008. Secara kumulatif (Januari-April), jumlah wisman tahun 2008 mencapai 1,86 juta orang atau meningkat 12,71 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2007 sebanyak 1,65 juta orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Maret 2008 mencapai rata-rata 48,63 persen, atau naik 0,39 poin dibanding TPK Februari 2008 yang besarnya 48,24 persen. TPK hotel berbintang di Bali turun 2,81 poin, yaitu dari 64,43 persen pada Februari 2008 menjadi 61,62 persen pada Maret 2008. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) selama Maret 2008 adalah 2,05 hari, turun 0,08 hari dibandingkan Februari 2008
Download PDFNilai Ekspor Indonesia April 2008 Turun 7,78 %, dan Nilai Impor Naik 14,86 %
2008-06-02
Nilai ekspor Indonesia April 2008 mencapai US$ 10,97 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7,78 persen dibanding ekspor Maret 2008. Sementara bila dibanding ekspor April 2007 mengalami peningkatan sebesar 23,09 Ekspor nonmigas April 2008 mencapai US$ 8,49 miliar, turun 7,08 persen dibanding Maret 2008, sedangkan dibanding ekspor April 2007 naik 15,09 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-April 2008 mencapai US$ 44,61 miliar atau meningkat 29,31 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 34,74 miliar atau meningkat 22,35 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar April 2008 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 186,9 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 1.133,9 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang April 2008 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,12 milyar, disusul Amerika Serikat US$ 1,01 milyar dan Singapura US$ 937,0 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,12 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 27 negara ) sebesar US$ 1,25 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian serta ekspor hasil industri periode Januari-April 2008 meningkat 48,88 persen dan 26,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara hasil tambang dan lainnya turun sebesar 4,29 persen. Nilai impor Indonesia April 2008 mencapai US$ 11,50 miliar atau meningkat 14,86 persen dibanding Maret 2008 yang terdiri dari impor migas sebesar US$ 2,83 miliar (24,59 persen) dan impor nonmigas sebesar US$ 8,67 miliar (75,41 persen). Sedangkan selama Januari-April 2008 nilai impor Indonesia mencapai US$ 40,95 miliar dengan impor migas sebesar US$ 9,73 miliar (23,76 persen) dan impor nonmigas sebesar US$ 31,22 miliar (76,24 persen). Nilai impor Kawasan Berikat April 2008 mencapai US$ 2,12 miliar atau meningkat 0,60 persen dibanding Maret 2008, sedangkan selama Januari-April 2008 nilai impor mencapai US$ 8,30 miliar terdiri dari impor migas sebesar US$ 25,2 juta (0,30 persen) dan impor nonmigas sebesar US$ 8,27 miliar (99,70 persen) Nilai impor di luar Kawasan Berikat April 2008 mencapai US$ 9,38 miliar atau meningkat 18,65 persen dibanding Maret 2008 yang besarnya US$ 7,90 miliar, sedangkan selama Januari-April 2008 nilai impor di luar Kawasan Berikat mencapai US$ 32,66 miliar atau meningkat 53,77 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari-April 2008 impor nonmigas terbesar adalah mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$ 5,60 miliar atau 17,94 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 4,66 miliar dengan pangsa 14,94 persen, diikuti Cina US$ 4,50 miliar (14,40 persen) dan Singapura US$ 3,75 miliar (12,02 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 24,11 persen dan Uni Eropa sebesar 10,27 persen. Menurut golongan penggunaan barang, peranan impor untuk barang konsumsi dan barang modal selama April 2008 mengalami perubahan dibanding bulan sebelumnya yaitu masing-masing dari 7,74 persen dan 13,72 persen menjadi 7,51 persen dan 14,34 persen. Sedangkan peranan impor bahan baku/penolong menurun dari 78,54 persen menjadi 78,15 persen.
Download PDFInflasi Mei 2008 Sebesar 1,41 %.
2008-06-02
Pada bulan Mei 2008 terjadi inflasi 1,41 persen. Seluruh 45 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh 3,78 persen dan inflasi terendah di Palangkaraya 0,19 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok- kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 1,72 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,86 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,58 persen, kelompok kesehatan 0,69 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,37 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 2,23 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang 0,16 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2008 sebesar 5,47 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Mei 2008 terhadap Mei 2007) sebesar 10,38 persen. Inflasi komponen inti pada bulan Mei 2008 sebesar 0,76 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Mei) 2008 sebesar 4,32 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti year on year (Mei 2008 terhadap Mei 2007) sebesar 8,69 persen.
Download PDFNTP April 2008 Naik Sebesar 0,05%
2008-06-02
Seiring dengan percepatan pelaporan data dari daerah, pada bulan ini dilaporkan perkembangan NTP sekaligus 2 bulan, yaitu Maret dan April 2008, sehingga memperkecil timelag yang sebelumnya 2 bulan menjadi 1 bulan. Pada Maret dan April 2008, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat masing-masing 106,13 dan 106,18. NTP pada Maret 2008 turun 2,08 persen yang disebabkan penurunan Indeks harga yang diterima petani sebesar 1,38 persen karena penurunan harga produsen gabah dimana terjadi panen raya, sedangkan disisi lain Indeks yang dibayar petani naik sebesar 0,72 persen. Sementara pada April 2008 terjadi kenaikan sebesar 0,05 persen. Hal ini disebabkan karena kenaikan Indeks harga yang diterima petani sebesar 0,56 persen, lebih besar dibandingkan dengan kenaikan Indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,47 persen. Dari 23 Provinsi yang dilaporkan pada Maret 2008, 9 Provinsi mengalami kenaikan dan 14 Provinsi mengalami penurunan. Sedangkan pada April 2008, 13 Provinsi mengalami kenaikan dan 10 Provinsi mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi NTP April 2008 terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu sebesar 5,18 persen, karena harga produsen coklat naik 10,00 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Sumatera Selatan, yaitu sebesar 4,93 persen, karena harga produsen kopi turun 14,29 persen. Pada Maret dan April 2008, terjadi inflasi di daerah pedesaan Indonesia masing- masing sebesar 0,71 persen dan 0,14 persen. Inflasi pedesaan Maret 2008 terjadi karena kenaikan indeks harga seluruh sub kelompok konsumsi rumah tangga, terutama pada sub kelompok pakaian serta aneka barang dan jasa yang masing-masing mencapai sebesar 1,40 persen dan 1,06 persen. Sedangkan inflasi pedesaan April 2008 terjadi karena kenaikan indeks harga tiga dari empat sub kelompok yaitu: perumahan sebesar 1,53 persen, pakaian sebesar 0,68 persen, dan aneka barang dan jasa sebesar 0,07 persen, sedangkan sub kelompok makanan mengalami penurunan sebesar 0,51 persen. Berdasarkan observasi sebanyak 928 transaksi gabah di 19 provinsi, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Mei 2008 dibandingkan keadaan April 2008 untuk semua kualitas mengalami kenaikan. Untuk Gabah Kering Giling (GKG) naik sebesar 5,25 persen, kualitas Gabah Kering Panen (GKP) naik sebesar 14,25 persen, dan kualitas rendah/diluar kelompok kualitas naik sebesar 12,84 persen. Rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan untuk kualitas GKG mencapai Rp 2.775,- per kg, berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sedangkan rata-rata harga gabah untuk kualitas GKP mencapai Rp 2.443,- per kg di tingkat petani dan Rp 2.500,- per kg di tingkat penggilingan, keduanya berada di atas HPP. Persentase observasi harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP mengalami penurunan, yaitu dari 36,02 persen pada April 2008 menjadi 21,03 persen pada Mei 2008. Sedangkan persentase observasi gabah berkualitas rendah juga mengalami penurunan, yaitu dari 19,24 persen pada April 2008 menjadi 8,30 persen pada Mei 2008. Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp 1.800,- per kg dijumpai di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (kualitas GKP dan GKG). Harga tertinggi sebesar Rp 3.750,- per kg dijumpai di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (kualitas GKP), dan Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (kualitas GKP). Upah nominal harian buruh tani pada April 2008 naik sebesar 1,53 persen dibanding upah Maret 2008, yaitu dari Rp 16.407,- menjadi Rp 16.658,- per hari. Secara riil mengalami peningkatan sebesar 1,36 persen*). Dibanding upah April 2007 (year on year) upah nominal naik 11,37 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Mei 2008 naik 1,29 persen dibanding upah April 2008, yaitu dari Rp 37.640,- menjadi Rp 38.127,- per hari. Secara riil turun sebesar 0,11 persen*). Dibanding upah Mei 2007 (year on year), upah nominal naik 7,07 persen. Upah nominal bulanan buruh industri pada triwulan III 2007 naik sebesar 0,69 persen dibanding upah triwulan II 2007 yaitu dari Rp 1.138.123,- menjadi Rp 1.145.962,- per bulan, secara riil turun 4,60 persen*). Dibanding upah triwulan III 2006 (year on year), upah nominal naik 20,09 persen.
Download PDFJumlah Wisman Maret 2008 Naik 13,30%
2008-05-02
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Maret 2008 mencapai 502,0 ribu orang atau naik 13,30 persen dibanding jumlah wisman Maret 2007 sebanyak 443,1 ribu orang. Dibanding Februari 2008, jumlah wisman Maret 2008 mengalami kenaikan sebesar 7,86 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada Maret 2008 naik 17,99 persen dibanding bulan sama tahun sebelumnya, yaitu dari 357,8 ribu orang menjadi 422,1 ribu orang. Jika dibanding Februari 2008, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk juga mengalami kenaikan sebesar 5,93 persen. Jumlah wisman ke Bali pada Maret 2008 naik 28,00 persen dibanding Maret 2007. Dibanding Februari 2008, jumlah wisman ke Bali juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,13 persen, yaitu dari 159,7 ribu orang menjadi 159,9 ribu orang pada Maret 2008. Secara kumulatif (Januari-Maret), jumlah wisman tahun 2008 mencapai 1,41 juta orang atau meningkat 15,68 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2007 sebanyak 1,22 juta orang Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Februari 2008 mencapai rata-rata 48,24 persen, atau turun 0,12 poin dibanding TPK Januari 2008 yang besarnya 48,36 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik 8,58 poin, yaitu dari 55,85 persen pada Januari 2008 menjadi 64,43 persen pada Februari 2008. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) selama Februari 2008 adalah 2,13 hari, naik 0,05 hari dibandingkan Januari 2008 pada 14 DTW yang sama.
Download PDFNilai Ekspor Maret 2008 Naik 12,96 %, Nilai Impor Naik 3,96 %.
2008-05-02
Nilai ekspor Indonesia Maret 2008 mencapai US$ 11,90 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 12,96 persen dibanding ekspor Februari 2008. Sementara bila dibanding ekspor Maret 2007 mengalami peningkatan sebesar 31,24 persen. Ekspor nonmigas Maret 2008 mencapai US$ 9,14 miliar, meningkat 12,09 persen dibanding Februari 2008, sedangkan dibanding ekspor Maret 2007 naik 21,99 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2008 mencapai US$ 33,62 miliar atau meningkat 31,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 26,24 miliar atau meningkat 24,83 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Maret 2008 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 782,3 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 59,8 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Maret 2008 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,05 milyar, disusul Amerika Serikat US$ 970,3 juta dan China US$ 852,9 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,41 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$ 1,16 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian serta ekspor hasil industri periode Januari-Maret 2008 meningkat 41,70 persen dan 30,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara hasil tambang dan lainnya turun sebesar 10,02 persen. Nilai impor Indonesia Maret 2008 mencapai US$ 10,01 miliar atau meningkat 3,96 persen dibanding Februari 2008 yang terdiri dari impor nonmigas sebesar US$ 7,60 miliar (75,92 persen) dan impor migas sebesar US$ 2,41 miliar (24,08 persen). Sedangkan selama Januari-Maret 2008 nilai impor Indonesia mencapai US$ 29,24 miliar dengan impor nonmigas sebesar US$ 22,41 miliar (76,64 persen) dan impor migas sebesar US$ 6,83 miliar (23,36 persen). Nilai impor Indonesia di luar Kawasan Berikat Maret 2008 mencapai US$ 7,91 miliar atau meningkat 1,08 persen dibanding Februari 2008 yang besarnya US$ 7,82 miliar, sedangkan selama Januari-Maret 2008 nilai impor di luar Kawasan Berikat mencapai US$ 23,23 miliar atau meningkat 48,97 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor Indonesia ke Kawasan Berikat Maret 2008 mencapai US$ 2,10 miliar atau meningkat 16,40 persen dibanding Februari 2008, sedangkan selama Januari-Maret 2008 nilai impor mencapai US$ 6,01 miliar. Selama Januari-Maret 2008 impor nonmigas terbesar adalah mesin dan peralatan listrik dengan nilai US$ 3,29 miliar atau 14,70 persen dari total impor nonmigas Indonesia. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 3,38 miliar dengan pangsa 15,08 persen, diikuti Cina US$ 3,24 miliar (14,46 persen) dan Singapura US$ 2,73 miliar (12,17 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 24,62 persen dan Uni Eropa sebesar 10,15 persen. Menurut golongan penggunaan barang, peranan impor untuk barang modal dan bahan baku/penolong selama Januari-Maret 2008 mengalami perubahan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu masing-masing dari 76,39 persen dan 13,87 persen menjadi 78,00 persen dan 14,97 persen. Sedangkan impor barang konsumsi menurun dari 9,74 persen menjadi 7,03 persen.
Download PDFInflasi Bulan April 2008 Sebesar 0,57 %.
2008-05-02
Pada bulan April 2008 terjadi inflasi 0,57 persen. Dari 45 kota tercatat 37 kota mengalami inflasi dan 8 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palembang 2,38 persen dan inflasi terendah di Makassar 0,05 persen. Deflasi tertinggi di Lhokseumawe 0,91 persen dan deflasi terendah di Palangkaraya 0,09 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok- kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 0,55 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,86 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 1,62 persen, kelompok kesehatan 1,88 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,13 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang 0,27 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 1,18 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-April) 2008 sebesar 4,01 persen, sedangkan laju inflasi year on year (April 2008 terhadap April 2007) sebesar 8,96 persen. Inflasi komponen inti pada bulan April 2008 sebesar 0,34 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-April) 2008 sebesar 3,53 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti “year on year” (April 2008 terhadap April 2007) sebesar 8,22 persen.
Download PDF