Berita Statistik BPS Republik Indonesia
NTP Februari 2008 Turun 0,27 %
2008-05-02
Pada Februari 2008, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 108,38 atau turun 0,27 persen dibanding NTP Januari 2008 yang mencapai 108,67. Hal ini disebabkan karena kenaikan Indeks harga yang diterima petani sebesar 0,45 persen, lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan Indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,73 persen. Dari 23 Provinsi yang dilaporkan pada Februari 2008, 13 Provinsi mengalami kenaikan dan 10 Provinsi mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu sebesar 3,17 persen karena harga produsen kelapa naik 13,56 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jawa Barat, yaitu sebesar 2,07 persen, karena harga produsen gabah turun 1,43 persen. Pada Februari 2008, terjadi inflasi di daerah pedesaan Indonesia sebesar 0,63 persen. Inflasi pedesaan terjadi karena kenaikan indeks harga di semua sub kelompok yaitu: makanan sebesar 0,67 persen, perumahan sebesar 0,76 persen, pakaian sebesar 0,65 persen, dan aneka barang dan jasa sebesar 0,25 persen. Dengan turunnya Inpres No.1 Tahun 2008 tentang Kebijakan Perberasan, maka format laporan dibedakan untuk periode sampai dengan 22 April 2008 dan 23 sampai dengan 30 April 2008, sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku. Berdasarkan observasi sebanyak 1.939 transaksi gabah di 20 provinsi, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada April 2008 dibandingkan keadaan Maret 2008 untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) turun sebesar 1,63 persen, kualitas Gabah Kering Panen (GKP) turun sebesar 0,50 persen, dan kualitas rendah/diluar kelompok kualitas naik sebesar 1,54 persen. Untuk periode sampai dengan 22 April 2008, Rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan untuk kualitas GKG mencapai Rp 2.669,- per kg, berada di atas HPP. Sedangkan rata-rata harga gabah untuk kualitas GKP mencapai Rp 2.137,- per kg di tingkat petani dan Rp 2.186,- per kg di tingkat penggilingan, keduanya berada di atas HPP. (masih menggunakan HPP sesuai Inpres No.3 tahun 2007) Untuk periode 23 sampai dengan 30 April 2008, Rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan untuk kualitas GKG mencapai Rp 2.400,- per kg, berada di bawah HPP. Sedangkan rata-rata harga gabah untuk kualitas GKP mencapai Rp 2.142,- per kg di tingkat petani dan Rp 2.181,- per kg di tingkat penggilingan, keduanya berada di bawah HPP. (menggunakan HPP sesuai Inpres No.1 tahun 2008) Persentase observasi harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP mengalami kenaikan, yaitu dari 33,15 persen pada Maret 2008 menjadi 36,02 persen pada April 2008. Sedangkan persentase observasi gabah berkualitas rendah mengalami penurunan, yaitu dari 30,14 persen pada Maret 2008 menjadi 19,24 persen pada April 2008. Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp 1.400,- per kg dijumpai di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (kualitas Rendah), dan Kabupaten Karang Anyar, Provinsi Jawa Tengah (kualitas GKP). Harga tertinggi sebesar Rp 3.700,- per kg dijumpai di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (kualitas GKG), dan Kabupaten Pasir, Provinsi Kalimantan Timur (kualitas GKP). Upah nominal harian buruh tani pada Februari 2008 naik sebesar 1,06 persen dibanding upah Januari 2008, yaitu dari Rp 16.106,- menjadi Rp 16.277,- per hari. Secara riil mengalami peningkatan sebesar 0,43 persen*). Dibanding upah Februari 2007 (year on year) upah nominal naik 9,79 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada April 2008 naik 0,05 persen dibanding upah Maret 2008, yaitu dari Rp 37.622,- menjadi Rp 37.640,- per hari. Secara riil turun sebesar 0,53 persen*). Dibanding upah April 2007 (year on year), upah nominal naik 5,88 persen. Upah nominal bulanan buruh industri pada triwulan III 2007 naik sebesar 0,69 persen dibanding upah triwulan II 2007 yaitu dari Rp 1.138.123,- menjadi Rp 1.145.962,- per bulan, secara riil turun 4,60 persen*). Dibanding upah triwulan III 2006 (year on year), upah nominal naik 20,09 persen.
Download PDFNTP Januari 2008 Naik 0.04 Persen.
2008-04-01
Pada Januari 2008, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 108,67 atau naik 0,04 persen dibanding NTP Desember 2007 yang mencapai 108,63. Hal ini disebabkan karena kenaikan Indeks harga yang diterima petani sebesar 2,51 persen, lebih besar dibandingkan dengan kenaikan Indeks harga yang dibayar petani sebesar 2,47 persen. Dari 23 Provinsi yang dilaporkan pada Januari 2008, 11 Provinsi mengalami kenaikan, 11 Provinsi mengalami penurunan dan 1 Provinsi data tidak masuk. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi D.I. Yogyakarta, yaitu sebesar 4,06 persen karena harga produsen kacang kedelai naik 40,12 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Bali, yaitu sebesar 5,10 persen, karena harga produsen bawang merah turun 22,39 persen. Pada Januari 2008, terjadi inflasi di daerah perdesaan Indonesia sebesar 2,21 persen. Inflasi perdesaan terjadi karena kenaikan indeks harga di semua sub kelompok yaitu: makanan sebesar 3,02 persen, perumahan sebesar 1,32 persen, pakaian sebesar 1,89 persen, dan aneka barang dan jasa sebesar 0,94 persen. Berdasarkan observasi sebanyak 1.533 transaksi gabah di 19 provinsi, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Maret 2008 dibandingkan keadaan Februari 2008 mengalami penurunan untuk semua kualitas gabah. Untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) turun sebesar 6,28 persen, kualitas Gabah Kering Panen (GKP) turun sebesar 15,31 persen, dan kualitas rendah turun sebesar 10,97 persen. Rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan untuk kualitas GKG mencapai Rp 2.713,- per kg, berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Rata-rata harga gabah untuk kualitas GKP mencapai Rp 2.149,- per kg di tingkat petani dan Rp 2.202,- per kg di tingkat penggilingan, keduanya berada di atas HPP. Persentase observasi harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP naik tajam karena panen raya, yaitu dari 2,77 persen pada Februari 2008 menjadi 33,15 persen pada Maret 2008. Persentase observasi gabah berkualitas rendah juga naik tajam, yaitu dari 20,72 persen pada Februari 2008 menjadi 30,14 persen pada Maret 2008. Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp 1.350,- per kg dijumpai di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah (kualitas Rendah). Harga tertinggi sebesar Rp 3.650,- per kg dijumpai di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (kualitas GKP). Upah nominal harian buruh tani pada Januari 2008 naik sebesar 3,92 persen dibanding upah Desember 2007, yaitu dari Rp 15.498,- menjadi Rp 16.106,- per hari. Secara riil mengalami peningkatan sebesar 1,79 persen*). Dibanding upah Januari 2007 (year on year) upah nominal naik 9,59 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Maret 2008 naik 0,30 persen dibanding upah Februari 2008, yaitu dari Rp 37.510,- menjadi Rp 37.622,- per hari. Secara riil turun sebesar 0,65 persen*). Dibanding upah Maret 2007 (year on year), upah nominal naik 6,28 persen. Upah nominal bulanan buruh industri pada triwulan III 2007 turun sebesar 2,42 persen dibanding upah triwulan II 2007 yaitu dari Rp 1.048.519,- menjadi Rp 1.023.152,- per bulan, secara riil turun 4,60 persen*). Dibanding upah triwulan III 2006 (year on year), upah nominal naik 7,22 persen.
Download PDFJumlah Wisman Februari 2008 Naik 1.93 Persen.
2008-04-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Februari 2008 mencapai 446,4 ribu orang atau naik 15,82 persen dibanding jumlah wisman Februari 2007 sebanyak 385,4 ribu orang. Dibanding Januari 2008, wisman Februari 2008 naik 1,93 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada Februari 2008 naik 19,17 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 318,4 ribu orang menjadi 379,5 ribu orang. Jika dibanding Januari 2008, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk juga mengalami kenaikan sebesar 5,26 persen. Jumlah wisman ke Bali pada Februari 2008 naik 29,59 persen dibanding Februari 2007. Sedangkan jika dibanding Januari 2008, jumlah wisman ke Bali juga mengalami kenaikan sebesar 8,39 persen, yaitu dari 147,3 ribu orang menjadi 159,7 ribu orang pada Februari 2008. Secara kumulatif (Januari-Februari), jumlah wisman tahun 2008 mencapai 884,4 ribu orang atau meningkat 14,58 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2007 sebanyak 771,9 orang Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Januari 2008 mencapai rata-rata 48,36 persen, atau turun 5,37 poin dibanding TPK Desember 2007 pada 14 DTW yang sama sebesar 53,73 persen. TPK hotel berbintang di Bali turun dari 60,79 persen pada Desember 2007 menjadi 55,85 persen pada Januari 2008. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 Daerah Tujuan Wisata (DTW) selama Januari 2008 adalah 2,08 hari, turun 0,01 hari dibandingkan Desember 2007 pada 14 DTW yang sama.
Download PDFNilai Ekspor Indonesia Februari 2008 Naik 28.53 Persen, Nilai Impor Naik 1.53 Persen.
2008-04-01
Nilai ekspor Indonesia Februari 2008 mencapai US$ 10,53 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 28,53 persen dibanding Februari 2007. Sementara bila dibanding ekspor Januari 2008 mengalami penurunan sebesar 4,98 persen. Ekspor nonmigas Februari 2008 mencapai US$ 8,15 miliar, meningkat 21,19 persen dibanding Februari 2007 sedangkan dibanding ekspor Januari 2008 turun 8,10 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Februari 2008 mencapai US$ 21,62 miliar atau meningkat 30,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 17,02 miliar atau meningkat 25,82 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Februari 2008 terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$ 144,4 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 556,2 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Februari 2008 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,06 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,01 miliar dan Cina US$ 681,8 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,78 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 27 negara ) sebesar US$ 1, 17 miliar Menurut sektor, ekspor hasil pertanian serta ekspor hasil industri periode Januari-Februari 2008 meningkat 41,10 persen dan 31,34 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara hasil tambang dan lainnya turun sebesar 7,50 persen. Nilai impor Indonesia Februari 2008 mencapai US$ 9,63 miliar atau meningkat 1,53 persen dibanding Januari 2008 yang terdiri dari impor di luar Kawasan Berikat sebesar US$ 7,82 miliar (81,23 persen) dan impor ke Kawasan Berikat sebesar US$ 1,81 miliar (18,87 persen). Sedangkan selama Januari-Februari 2008 nilai impor Indonesia mencapai US$ 19,11 miliar. Nilai impor Indonesia diluar Kawasan Berikat Februari 2008 mencapai US$ 7,82 miliar atau meningkat 2,87 persen dibanding Januari 2008 yang besarnya US$ 7,60 miliar, sedangkan selama Januari-Februari 2008 nilai impor di luar Kawasan Berikat mencapai US$ 15,42 miliar atau meningkat 55,04 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor Indonesia ke Kawasan Berikat Februari 2008 mencapai US$ 1,81 miliar atau menurun 3,87 persen dibanding Januari 2008, sedangkan selama Januari-Februari 2008 nilai impor mencapai US$ 3,69 miliar. Selama Januari-Februari 2008 impor nonmigas di luar Kawasan Berikat terbesar adalah mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$ 2,05 miliar atau 18,65 persen dari total impor nonmigas di luar Kawasan Berikat. Negara pemasok barang impor nonmigas diluar Kawasan Berikat terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$ 1,98 miliar dengan pangsa 17,99 persen, diikuti Jepang US$ 1,26 miliar (11,44 persen) dan Amerika Serikat US$ 1,04 miliar (9,45 persen). Sementara impor nonmigas diluar Kawasan Berikat dari ASEAN mencapai 18,08 persen dan Uni Eropa sebesar 12,11 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor di luar Kawasan Berikat untuk barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Januari-Februari 2008 meningkat masing-masing sebesar 28,68 persen dan 55,41 persen dibanding bulan yang sama tahun 2007. Sedangkan impor barang modal meningkat sebesar 69,62 persen.
Download PDFInflasi Bulan Maret 2008 Sebesar 0.95 Persen.
2008-04-01
Pada bulan Maret 2008 terjadi inflasi 0,95 persen. Dari 45 kota tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 5 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bengkulu 1,96 persen dan inflasi terendah di Pangkal Pinang 0,05 persen. Deflasi tertinggi di Ambon 2,73 persen dan deflasi terendah di Palangkaraya 0,27 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok- kelompok barang dan jasa sebagai berikut: kelompok bahan makanan 1,44 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 1,08 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,99 persen kelompok sandang 1,17 persen, kelompok kesehatan 0,69 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,09 persen, dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,11 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2008 sebesar 3,41 persen, sedangkan laju inflasi “year on year” (Maret 2008 terhadap Maret 2007) sebesar 8,17 persen. Inflasi komponen inti pada bulan Maret 2008 sebesar 0,87 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Maret) 2008 sebesar 3,18 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti year on year (Maret 2008 terhadap Maret 2007) sebesar 8,07 persen.
Download PDFJumlah Wisman Januari 2008 Naik 13,24 % dibanding Januari 2007.
2008-03-03
Secara keseluruhan, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Januari 2008 mencapai 437,6 ribu orang atau naik 13,24 persen dibanding jumlah wisman Januari 2007 sebanyak 386,5 ribu orang. Sedangkan jika dibanding Desember 2007, wisman Januari 2008 turun 15,63 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada Januari 2008 naik 14,37 persen dibanding bulan sama tahun sebelumnya, yaitu dari 314,9 ribu orang menjadi 360,2 ribu orang. Jika dibanding Desember 2007, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk mengalami penurunan sebesar 15,62 persen. Jumlah wisman ke Bali pada Januari 2008 naik 27,49 persen dibanding Januari 2007. Sedangkan jika dibanding Desember 2007, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 4,49 persen, yaitu dari 154,2 ribu orang menjadi 147,3 ribu orang pada Januari 2008. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Desember 2007 mencapai rata-rata 54,42 persen, atau naik 1,54 poin dibanding TPK Nopember 2007 sebesar 52,88 persen. TPK hotel berbintang di Bali naik dari 60,58 persen pada Nopember 2007 menjadi 60,79 persen pada Desember 2007. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Desember 2007 adalah 2,13 hari, turun 0,08 hari dibandingkan Nopember 2007.
Download PDFNilai Ekspor Indonesia Januari 2008 Naik 2,03 %, Nilai Impor Naik 11,71 %
2008-03-03
Nilai ekspor Indonesia Januari 2008 mencapai US$ 11,08 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 2,03 persen dibanding ekspor Desember 2007. Sementara bila dibanding Januari 2007 mengalami peningkatan sebesar 33,19 persen. Ekspor nonmigas Januari 2008 mencapai US$ 8,87 miliar, naik 6,16 persen dibanding Desember 2007 sedangkan dibanding ekspor Januari 2007 meningkat 30,41 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Januari 2008 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 249,9 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 96,3 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2008 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,15 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 948,5 juta dan Singapura US$ 912,5 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,91 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 1, 31 miliar Menurut sektor, ekspor hasil pertanian periode Januari 2008 meningkat 51,38 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, ekspor hasil industri naik sebesar 39,81 persen, sementara ekspor hasil tambang dan lainnya turun sebesar 16,00 persen. Nilai impor Indonesia diluar Kawasan Berikat Januari 2008 mencapai US$ 7,60 miliar atau meningkat 11,71 persen dibanding Desember 2007 yang besarnya US$ 6,80 miliar, sedangkan dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya meningkat sebesar US$ 2,32 miliar atau 43,88 persen. Impor Nonmigas diluar Kawasan Berikat Januari 2008 mencapai US$ 5,67 miliar atau meningkat 28,42 persen dibanding impor Desember 2007, sedangkan dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya meningkat sebesar US$ 1,78 miliar atau 45,79 persen. Impor Migas diluar Kawasan Berikat Januari 2008 mencapai US$ 1,93 miliar atau menurun 19,22 persen dibanding impor Desember 2007, sedangkan dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya meningkat sebesar US$ 0,54 miliar atau 38,53 persen. Impor Indonesia ke Kawasan Berikat Januari 2008 mencapai US$ 1.880,2 juta yang terdiri dari impor migas sebesar US$ 1,8 juta dan impor nonmigas sebesar US$ 1.878,4 juta. Selama Januari 2008 impor nonmigas di luar Kawasan Berikat terbesar adalah mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$ 1,04 miliar atau 18,36 persen dari total impor nonmigas di luar Kawasan Berikat. Negara pemasok barang impor nonmigas diluar Kawasan Berikat terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$ 1,06 miliar dengan pangsa 18,76 persen, diikuti Jepang US$ 0,61 miliar (10,68 persen) dan Amerika Serikat US$ 0,50 miliar (8,77 persen). Sementara impor nonmigas diluar Kawasan Berikat dari ASEAN mencapai 17,50 persen dan Uni Eropa sebesar 13,85 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor di luar Kawasan Berikat untuk barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Januari 2008 meningkat masing-masing sebesar 33,87 persen dan 38,03 persen dibanding bulan yang sama tahun 2007. Sedangkan impor barang modal meningkat sebesar 84,61 persen.
Download PDFInflasi bulan Februari 2008 sebesar 0,65 persen.
2008-03-03
Pada bulan Februari 2008 terjadi inflasi 0,65 persen. Dari 45 kota tercatat 38 kota mengalami inflasi, 6 kota deflasi dan 1(satu) kota relatif stabil. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura 2,90 persen dan inflasi terendah di Medan 0,20 persen. Deflasi tertinggi di Sampit 1,51 persen dan deflasi terendah di Kendari 0,07 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok- kelompok barang dan jasa sebagai berikut: kelompok bahan makanan 1,59 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,88 persen, kelompok sandang 0,76 persen, kelompok kesehatan 1,56 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,04 persen, dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,02 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,01 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2008 sebesar 2,44 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Februari 2008 terhadap Februari 2007) sebesar 7,40 persen. Inflasi komponen inti pada bulan Februari 2008 sebesar 0,76 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Februari) 2008 sebesar 2,29 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti year on year (Februari 2008 terhadap Februari 2007) sebesar 7,33 persen."
Download PDFNTP Desember 2007 Naik 1,68 %
2008-03-03
Pada Desember 2007, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 108,63 atau naik 1,68 persen dibanding NTP November 2007 yang mencapai 106,83. Hal ini disebabkan karena kenaikan Indeks harga yang diterima petani sebesar 3,31 persen, lebih besar dibandingkan dengan kenaikan Indeks harga yang dibayar petani sebesar 1,60 persen. Dari 23 Provinsi yang dilaporkan pada November 2007, 17 Provinsi mengalami kenaikan dan 6 Provinsi mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu sebesar 9,46 persen karena harga produsen bawang merah naik 114,29 persen, sedangkan penurunan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Timur, yaitu sebesar 2,25 persen, karena harga produsen gabah turun 4,17 persen. Pada Desember 2007, terjadi inflasi di daerah perdesaan Indonesia sebesar 2,10 persen. Inflasi perdesaan terjadi karena kenaikan indeks harga di semua sub kelompok yaitu: makanan sebesar 3,17 persen, perumahan sebesar 1,23 persen, pakaian sebesar 0,98 persen, dan aneka barang dan jasa sebesar 0,36 persen. Berdasarkan observasi sebanyak 627 transaksi gabah di 13 provinsi, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Februari 2008 dibandingkan keadaan Januari 2008 adalah sebagai berikut: untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) turun sebesar 2,51 persen, kualitas Gabah Kering Panen (GKP) turun sebesar 3,14 persen, dan kualitas rendah turun sebesar 3,18 persen. Rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan untuk kualitas GKG mencapai Rp2.853,- per kg, berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Rata-rata harga gabah untuk kualitas GKP mencapai Rp2.537,- per kg di tingkat petani dan Rp2.594,- per kg di tingkat penggilingan, keduanya berada di atas HPP. Persentase observasi harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP naik sedikit, yaitu dari 2,73 persen pada Januari 2008 menjadi 2,77 persen pada Februari 2008. Persentase observasi gabah berkualitas rendah naik, yaitu dari 8,54 persen pada Januari 2008 menjadi 20,72 persen pada Februari 2008. Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp1.700,- per kg dijumpai di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah (kualitas Rendah) dan Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur (kualitas GKP). Harga tertinggi sebesar Rp3.800,- per kg dijumpai di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat dengan kualitas GKP Upah nominal harian buruh tani pada Desember 2007 naik sebesar 0,40 persen dibanding upah November 2007, yaitu dari Rp 15.436,- menjadi Rp 15.498,- per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 1,64 persen*). Dibanding upah Desember 2006 (year on year) upah nominal naik 9,77 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2008 naik 0,33 persen dibanding upah Januari 2008, yaitu dari Rp 37.386,- menjadi Rp 37.510,- per hari. Secara riil turun sebesar 0,32 persen*). Dibanding upah Februari 2007 (year on year), upah nominal naik 6,15 persen. Upah nominal bulanan buruh industri pada triwulan III 2007 turun sebesar 3,37 persen dibanding upah triwulan II 2007 yaitu dari Rp 1.067.703,- menjadi Rp 1.031.689,- per bulan, secara riil turun 5,53 persen*). Dibanding upah triwulan III 2006 (year on year), upah nominal naik 8,12 persen.
Download PDFITB pada Triwulan IV-2007 sebesar 112,25 meningkat dibandingkan Triwulan III-2007. ITK Triwulan IV-2007 lebih baik dibandingkan dengan kondisi triwulan sebelumnya.
2008-02-15
Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan IV-2007 sebesar 112,25, mengindikasikan kondisi bisnis pada Triwulan tersebut secara umum meningkat dibandingkan Triwulan III-2007. Semua sektor produksi menunjukkan adanya peningkatan bisnis. Sektor Transportasi & Komunikasi, dan Keuangan, Persewaan, & Jasa Perusahaan mengalami peningkatan paling tinggi diantara sektor lainnya, dengan nilai indeks sebesar 118,62 untuk Transportasi & Komunikasi dan 118,20 untuk Keuangan, Persewaan, & Jasa Perusahaan. Secara umum, peningkatan kondisi bisnis ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan usaha, yang disebabkan oleh peningkatan kapasitas produksi diikuti oleh jumlah jam kerja. Semua sektor menunjukkan peningkatan pendapatan usaha, dimana sektor Listrik, Gas, & Air Bersih mengalami peningkatan pendapatan usaha terbesar, sebaliknya sektor Industri mengalami peningkatan pendapatan usaha paling rendah dibandingkan sektor lainnya. Nilai ITB Triwulan I-2008 diperkirakan sebesar 114,84, dimana secara umum, kondisi bisnis di semua sektor pada Triwulan tersebut diperkirakan akan meningkat dibanding-kan Triwulan IV-2007 kecuali sektor Keuangan, Persewaan, & Jasa Perusahaan. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2007 di Jabodetabek sebesar 106,10 yang berarti kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan IV-2007 di Jabodetabek lebih baik dibandingkan dengan kondisi triwulan sebelumnya. Peningkatan nilai ITK terjadi karena peningkatan pendapatan rumah tangga dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi pokok. Peningkatan konsumsi yang tinggi terjadi pada biaya transportasi, pendidikan, dan perumahan (listrik dan air). Perkiraan nilai ITK Triwulan I-2008 sebesar 102,72 berarti kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan I-2008 di Jabodetabek diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan IV-2007. Peningkatan kondisi ekonomi konsumen diperkirakan terjadi karena pendapatan rumah tangga pada Triwulan I-2008 meningkat.
Download PDF