Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Production Of Paddy Maize And Soybeans
2004-02-16
Produksi padi dan jagung tahun 2003 (Angka Sementara) masing-masing naik 1,14 persen dan 13,01 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2002. Kenaikan produksi padi tahun 2003 disebabkan oleh naiknya produktivitas, sementara kenaikan produksi jag
Download PDFITB dan ITK Triwulan IV-2003 Diatas Angka 100
2004-02-16
"Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan IV-2003 (Oktober-Desember 2003) untuk Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia berada diatas angka 100, yaitu masing-masing 125,23, 111,67, dan 114,13. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi bisnis untuk Jabotabek, Luar Jabotabek, dan Indonesia pada triwulan IV-2003 lebih baik dibanding triwulan III-2003 (Juli-September 2003). Perkiraan ITB triwulan I-2004 (Januari-Maret 2004) untuk Jabotabek berada diatas 100, yaitu 102,81. Hal ini mengindikasikan bahwa prospek bisnis untuk Jabotabek pada triwulan I-2004 diperkirakan sedikit lebih baik dibanding triwulan IV-2003. Perkiraan ITB triwulan I-2004 untuk Luar Jabotabek dan Indonesia berada diatas angka 100, yaitu masing-masing 106,74 dan 106,09. Hal ini mengindikasikan bahwa prospek bisnis untuk Luar Jabotabek dan Indonesia pada triwulan I-2004 diperkirakan lebih baik dibanding triwulan IV-2003. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) triwulan IV-2003 (Oktober-Desember 2003) di Jabotabek diatas angka 100, yaitu 121,73. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi konsumen (rumahtangga) pada triwulan IV-2003 di Jabotabek lebih baik dibanding triwulan III-2003 (Juli-September 2003). Prospek Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan I-2004 Perkiraan ITK triwulan I-2004 (Januari-Maret 2004) berada diatas angka 100, yaitu 109,99. Hal ini mengindikasikan bahwa perkiraan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan I-2004 di Jabotabek lebih baik dibanding triwulan IV-2003 (Oktober-Desember 2003). "
Download PDFPDB Indonesia SelamaTahun 2003 Meningkat Sebesar 4,10%
2004-02-16
PDB Indonesia selama tahun 2003 meningkat sebesar 4,10 persen dibandingkan tahun 2002. Pertumbuhan ini terjadi pada semua sektor ekonomi, tertinggi pada sektor pengangkutan-komunikasi sebesar 10,69 persen, diikuti oleh sektor listrik-gas-air bersih sebesar 6,82 persen, dan sektor bangunan sebesar 6,70 persen. Perekonomian Indonesia tahun 2003 yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 1.786,7 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 1993 sebesar Rp. 444,5 triliun. Fluktuasi jangka pendek perekonomian Indonesia selama tahun 2003 tercermin pada PDB triwulanan. Pertumbuhan PDB triwulan IV tahun 2003 dibandingkan dengan PDB triwulan III tahun 2003 (q to q) menurun sebesar minus 2,78 persen. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh pola musiman di sektor pertanian yang turun sebesar minus 22,29 persen. Kemudian PDB triwulan III dibanding triwulan II meningkat sebesar 3,04 persen, dan PDB triwulan II terhadap triwulan I meningkat sebesar 1,12 persen.
Download PDFHarga Produsen Gabah Bulan Januari 2004
2004-02-03
Pada bulan Januari 2004, rata-rata harga gabah ditingkat petani dan penggilingan untuk kualitas gabah kering panen (GKP) berada diatas harga pembelian pemerintah (HPP), sedangkan harga gabah kering simpan (GKS) dan gabah kering giling (GKG) masih berada dibawah HPP. Dibanding Desember 2003, semua kualitas mengalami kenaikan rata-rata harga, yaitu GKG naik 3,68 persen; GKS naik 1,01 persen; GKP naik 4,50 persen; dan gabah di luar kualitas naik 0,85 persen. Harga Gabah di awal tahun ini mengalami perbaikan. Persentase harga gabah ditingkat petani yang dibawah HPP turun dibanding bulan lalu, yaitu dari 57,43 % pada Desember 2003 menjadi 42,43 % pada Januari 2004. Namun demikian persentase gabah petani yang di luar kualitas naik yaitu dari 6,01 % pada Desember 2003 menjadi 6,45 % pada Januari 2004. Berdasarkan 403 observasi gabah di 13 propinsi pada Januari 2004, harga gabah terendah ditingkat petani adalah sebesar Rp.1000,00/kg dijumpai di Jawa Tengah (varietas Mentik, kualitas GKP). Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp.1800,00/kg dijumpai di Kalimantan Tengah (varietas Siam, kualitas GKS).
Download PDFNTP Bulan Nopember 2003 Turun 0,85%
2004-02-03
Pada bulan Nopember 2003, kesejahteraan petani secara relatif turun 0,85 persen dibanding Oktober 2003 karena indeks Nilai Tukar Petani (NTP) turun dari 119,29 ke 118,28. Hal ini disebabkan petani hanya mampu menjual hasil produksinya 7,85 persen lebih rendah dibanding harga bulan Oktober 2003. Dari 17 propinsi yang diamati selama bulan Nopember 2003, Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (6,34 persen), karena harga cabe merah naik 17,56 persen, sedangkan penurunan terbesar di Jawa Timur (minus 5,84 persen) karena harga cabe merah turun 20,30 persen. NTP Nopember 2003 (year-on-year) turun 0,55 persen terhadap Nopember 2002 yang disebabkan oleh penurunan harga komoditas tanaman perkebunan rakyat.
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Desember 2003
2004-02-03
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Desember 2003 mencapai 365,4 ribu orang, naik 19,61 persen dibanding jumlah wisman bulan Nopember 2003 sebesar 305,5 ribu orang. Begitu juga jumlah wisman yang datang ke Bali, mengalami kenaikan 11,94 persen dari 88,8 ribu menjadi 99,4 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Desember 2003 mencapai 13,78 juta orang, atau turun sebesar 5,06 persen dibanding bulan Nopember 2003, sedangkan angkutan barang mencapai 1,17 juta ton, atau turun 23,39 persen. Sepanjang tahun 2003, jumlah penumpang mencapai 154,72 juta orang dan angkutan barang 16,29 juta ton, atau masing-masing menurun 11,95 persen dan 4,71 persen dibanding tahun 2002. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Desember 2003 mencapai 1,45 juta orang, yang berarti naik 17,36 persen dibanding bulan Nopember 2003, sedangkan angkutan barang mencapai 15,33 juta ton atau naik 3,75 persen. Sepanjang tahun 2003 jumlah penumpang mencapai 16,42 juta orang atau turun 1,23 persen, sedangkan angkutan barang mencapai 146,43 juta ton atau naik 6,15 persen dibanding tahun 2002. Jumlah penumpang angkutan udara tujuan luar negeri (internasional) bulan Desember 2003 mencapai 421,8 ribu orang, yang berarti naik 10,91 persen dibanding bulan Nopember 2003, sedangkan penumpang domestik mencapai 1,75 juta orang atau naik 33,84 persen. Sepanjang tahun 2003 jumlah penumpang internasional mencapai 4,27 juta orang (turun 9,90 persen) dan penumpang domestik mencapai 17,46 juta orang (naik 43,19 persen).
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Desember 2003
2004-02-03
Nilai ekspor Indonesia bulan Desember 2003 kembali menembus angka US$ 5 milyar yaitu mencapai US$ 5,23 milyar atau mengalami peningkatan 5,93 persen dibanding bulan Nopember 2003. Dengan demikian sepanjang tahun 2003 ekspor mencapai US$ 61,02 milyar atau meningkat 6,76 persen dibanding tahun 2002. Ekspor Non-Migas bulan Desember 2003 mencapai US$ 4,06 milyar, naik 4,75 persen dibanding bulan sebelumnya, demikian pula untuk keseluruhan tahun 2003 mencapai US$ 47,38 milyar atau meningkat 5,18 persen dibanding tahun 2002. Nilai impor Indonesia bulan Desember 2003 mencapai US$ 2,82 milyar, atau naik 4,60 persen dibanding impor bulan sebelumnya sebesar US$ 2,70 milyar, sedangkan untuk keseluruhan tahun 2003 nilai impor meningkat 3,52 persen dibanding tahun 2002 yaitu dari US$ 31,29 milyar menjadi US$ 32,39 milyar. Impor non migas untuk bulan Desember 2003 mencapai US$ 2,25 milyar atau meningkat 9,06 persen dibanding impor bulan Nopember 2003, sedangkan untuk keseluruhan tahun 2003 mencapai US$ 24,86 milyar atau meningkat 0,38 persen.
Download PDFAngka Inflasi 0,57% Pada Bulan Januari 2004
2004-02-03
Dengan menggunakan tahun dasar dan penghitungan IHK baru ( 2002=100 ) pada bulan Januari 2004 terjadi inflasi 0,57 persen. Dari 45 kota IHK (dari hasil SBH 2002) tercatat 41 kota mengalami inflasi, dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palangkaraya sebesar 2,51 persen, dan inflasi terendah di Kediri 0,02 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Ambon 0,70 persen dan deflasi terkecil di Medan 0,01 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada semua kelompok barang dan jasa masing-masing sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 1,42 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,36 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,42 persen, kelompok sandang 0,47 persen, kelompok kesehatan 0,41 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,06 persen, dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,04 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari) 2004 sebesar 0,57 persen, sedangkan tingkat inflasi ?year on year? (Januari 2004 terhadap Januari 2003) sebesar 4,82 persen.
Download PDFRumah Tangga Pertanian Meningkat Selama 1993-2003
2004-01-02
Selama tahun 1993-2003, banyaknya rumah tangga (RT) pertanian secara rata-rata meningkat sebesar 2,2 persen per tahun. Komposisi banyaknya rumah tangga pertanian di Jawa dan di Luar Jawa selama sepuluh tahun terakhir tidak banyak berubah. Persentase rumah tangga petani gurem terhadap rumah tangga pertanian pengguna lahan meningkat dari 52,7 persen pada tahun 1993 menjadi 56,5% pada tahun 2003, mengindikasikan semakin miskinnya petani Indonesia. Perlu dicatat, selama periode 1993-2003, kenaikan persentase rumah tangga petani gurem di Jawa jauh lebih cepat dari Luar Jawa.
Download PDFHarga Produsen GKS, GKP, GKG Bulan Desember 2003
2004-01-02
Pada bulan Desember 2003, rata-rata harga gabah di tingkat petani dan penggilingan untuk kualitas gabah kering panen (GKP) berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP), sedangkan harga gabah kering simpan (GKS) dan gabah kering giling (GKG) masih berada di bawah HPP. Dibanding Nopember 2003, harga GKS naik 0,90 persen, GKP naik 0,40 persen; namun harga GKG dan gabah kualitas rendah turun 1,84 persen dan 1,66 persen. Perbaikan harga dan kualitas gabah terjadi pada Desember 2003. Persentase harga gabah di bawah HPP turun, yaitu dari 57,99 persen pada Nopember 2003 menjadi 57,43 persen pada Desember 2003. Persentase gabah kualitas rendah yang dijual petani juga turun, yaitu dari 7,06 persen pada Nopember menjadi 6,01 persen pada Desember 2003. Berdasarkan 599 observasi gabah di 12 propinsi pada Desember 2003, harga gabah terendah di tingkat petani adalah sebesar Rp.750,00/kg dijumpai di Sulawesi Selatan (Cingkuang, IR-64, dan Ciliwung, kualitas GKP). Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp.1695,00/kg dijumpai di Jawa Barat (Cisadane, kualitas GKS).
Download PDF